BLUD Berbenah, Jangan Lupa yang Dilayani
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang tengah berbenah terkait Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) guna meningkatkan kinerja dan tata kelola.
Pembenahan BLUD memang penting, tetapi hasilnya akan percuma, jika masyarakat masih merasa kesulitan mendapatkan pelayanan. Pasalnya, warga tidak terlalu peduli dengan seberapa rapi sebuah sistem disusun. Mereka lebih ingin tahu apakah ketika datang berobat, urusannya bisa menjadi lebih mudah.
Oleh sebab itu, pembenahan di tubuh BLUD bidang kesehatan seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi internal organisasi saja. Ada hal yang tak kalah penting, yakni bagaimana perubahan tersebut dirasakan masyarakat.
Jangan Berhenti di Tata Kelola
Dorongan itu juga disampaikan dalam Rapat Koordinasi BLUD Kota Palembang Tahun 2026 yang diikuti 44 BLUD, terdiri dari 42 Puskesmas dan dua rumah sakit umum daerah (RSUD), yakni RSUD Bari dan RSUD Gandus.
Rakor dibuka Sekretaris Daerah Kota Palembang, Sulaiman Amin, kemarin. Dalam sambutannya, Sulaiman menegaskan pelayanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Palembang. Ia meminta jajaran BLUD memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Hal itu juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Palembang Sehat, yang merupakan salah satu program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang.
Tata kelola yang baik tentu diperlukan, begitu pula dengan penguatan sumber daya manusia (SDM), inovasi dan pengelolaan organisasi yang akuntabel.
Semua itu menjadi bagian penting, agar pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan.
Namun, jangan sampai pembenahan tersebut hanya terlihat dari sisi administrasi, sementara persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari belum banyak berubah. Apalagi, ukuran pelayanan yang baik itu sebenarnya tidak rumit.
Warga Ingin yang Mudah
Masyarakat yang datang ke Puskesmas atau rumah sakit tentu ingin mendapatkan pelayanan tanpa harus dibuat bingung. Mereka ingin tahu harus ke mana, apa yang harus disiapkan dan bagaimana prosesnya. Informasi yang jelas tentu akan sangat membantu.
Begitu pula dengan waktu tunggu dan prosedur pelayanan. Jika memang ada tahapan yang harus dilalui, masyarakat setidaknya mendapatkan penjelasan yang mudah dipahami.
Ketika muncul persoalan, warga juga berharap keluhannya tidak berhenti sebagai catatan, tetapi mendapat respons.
Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun, justru dari situlah masyarakat menilai apakah pelayanan publik sudah berjalan dengan baik atau belum. Intinya, inovasi tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar.
Memperjelas alur pelayanan, memperbaiki penyampaian informasi, mengurangi prosedur yang tidak perlu hingga mempercepat respons terhadap pengaduan juga merupakan bagian dari upaya memperbaiki pelayanan.
Palembang sendiri sebenarnya sudah melakukan sejumlah langkah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sejumlah Puskesmas kini telah memiliki layanan rawat inap, sehingga masyarakat memiliki pilihan pelayanan yang lebih dekat ketika membutuhkan perawatan.
Selain itu, RSUD Palembang BARI juga sudah menyediakan layanan pendaftaran secara online melalui BARI Mobile, sekaligus membuka saluran bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, saran maupun pertanyaan.
Langkah seperti ini tentu patut diapresiasi, pasalnya, pembenahan pelayanan kesehatan memang seharusnya tidak hanya berbicara soal tata kelola, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan akses pelayanan dengan lebih mudah.
Begitu pula dengan sikap petugas. Pelayanan yang ramah mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan, cara petugas berkomunikasi bisa membuat perbedaan.
Warga tentu lebih nyaman ketika dilayani dengan baik dan mendapatkan kepastian, daripada harus mencari-cari informasi sendiri.
Bahkan, pelayanan yang baik bisa menjadi cerita yang dibawa pulang oleh masyarakat. Ketika seseorang datang berobat, dilayani dengan baik, urusannya mudah dan mendapat penjelasan yang jelas, bukan tidak mungkin pengalaman itu diceritakan kepada keluarga, tetangga atau orang lain di lingkungannya.
Sebaliknya, jika yang dibawa pulang justru rasa kecewa dan keluhan, cerita yang berkembang tentu akan berbeda.
Hal -hal seperti inilah yang mungkin tidak terlihat sebagai bagian dari program pelayanan. Namun tanpa disadari, pengalaman masyarakat bisa menjadi salah satu cara mengenalkan pelayanan kesehatan kepada orang lain. Oleh sebab itu, pelayanan yang baik bukan hanya membuat warga merasa terbantu, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat.
Ukuran Akhirnya Tetap Masyarakat
Dengan 44 BLUD bidang kesehatan, Pemkot Palembang memiliki ruang yang cukup besar untuk terus melakukan pembenahan.
Tentu, persoalan setiap Puskesmas dan rumah sakit tidak selalu sama. Oleh sebab itu, evaluasi juga perlu melihat kondisi masing-masing fasilitas kesehatan.
Apa yang paling sering menjadi keluhan masyarakat bisa menjadi bahan untuk menentukan bagian mana yang perlu diperbaiki lebih dulu.
Jika informasi belum jelas, perjelas. Jika prosedur terlalu panjang, sederhanakan. Jika keluhan lambat ditangani, perbaiki mekanismenya. Jika kemampuan petugas masih perlu ditingkatkan, perkuat SDM-nya.
Tidak semua persoalan membutuhkan kebijakan besar. Kadang, perubahan kecil justru lebih cepat dirasakan masyarakat.
Rapat koordinasi tentu penting sebagai ruang untuk menyamakan langkah dan mengevaluasi kinerja. Tetapi setelah rapat selesai, yang lebih penting adalah apa yang berubah di lapangan.
Apakah pelayanan menjadi lebih mudah? Apakah masyarakat mendapatkan informasi dengan lebih jelas? Dan apakah keluhan lebih cepat ditangani? Pertanyaan-pertanyaan sederhana itu layak terus diajukan dalam setiap evaluasi pelayanan kesehatan.
Sebab, masyarakat tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, urusannya tidak dibuat semakin sulit.
BLUD boleh terus berbenah. Tata kelola harus semakin baik, SDM diperkuat dan inovasi terus dilakukan. Namun di tengah semua pembenahan itu, jangan sampai tujuan utamanya terlupakan.
Ada masyarakat yang harus dilayani.
Keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya terlihat dari seberapa rapi sistem yang dibangun, tetapi dari seberapa mudah masyarakat mendapatkan pelayanan.
Sehingga di situlah pembenahan BLUD benar-benar punya arti, bukan hanya bagus saja, tetapi terasa ketika masyarakat datang dan membutuhkan pelayanan.
Semoga perubahan ke depannya semakin baik dan apa yang dilakukan benar-benar dirasakan masyarakat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
