Nasi Minyak Palembang dengan Kari Kambing, Menu Hajatan yang Harumnya Bikin Tamu Susah Menolak
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ilustrasi/AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau sedang ada hajatan di Palembang, aroma dari dapur kadang sudah bisa menjadi tanda bahwa sebentar lagi tamu akan dipersilakan makan. Salah satu wanginya yang khas datang dari nasi minyak. Apalagi kalau di sebelahnya sudah tersedia kari kambing yang dimasak dengan rempah cukup lengkap.
Begitu nasi dibuka dari panci, wanginya langsung terasa. Ada aroma minyak samin, kayu manis, kapulaga, cengkih dan rempah lainnya. Nasinya tidak dibuat terlalu lembek. Butirannya tetap enak dipisahkan dengan sendok dan terasa gurih ketika dimakan begitu saja.
Nasi minyak seperti ini memang sering hadir dalam jamuan keluarga. Resepsi pernikahan, syukuran anak, khitanan sampai acara keluarga besar menjadi momen yang cocok untuk menghidangkannya.
Menariknya, nasi minyak sebenarnya tidak membutuhkan lauk yang macam-macam. Dengan kari kambing yang kuahnya gurih dan agak pekat saja sudah terasa lengkap. Tinggal ditambah acar nanas atau mentimun supaya ada rasa segar di antara gurihnya nasi dan kuah kari.
Bahan nasi minyak Palembang
Resep berikut bisa digunakan untuk sekitar 8 sampai 10 porsi.
Bahan utama:
- 1 kg beras
- 3 sampai 4 sendok makan minyak samin
- 2 sendok makan minyak goreng
- 200 ml susu evaporasi
- Air secukupnya
- 1 batang serai, dimemarkan
- 2 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
- 2 sampai 3 lembar daun pandan
- 1 batang kayu manis
- 4 butir kapulaga
- 4 butir cengkih
- 2 buah bunga lawang
- 1 sendok teh garam, atau sesuai selera
- 1 sendok teh gula
Bumbu yang dihaluskan:
- 8 sampai 10 butir bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 1 ruas jahe
- 1 ruas lengkuas
- 1 sendok teh ketumbar
- ½ sendok teh jintan
- ½ sendok teh merica
Cara membuat nasi minyak
Beras dicuci sampai bersih, kemudian direndam sekitar 20 menit. Setelah itu tiriskan.
Siapkan wajan atau panci yang cukup besar. Panaskan minyak goreng bersama minyak samin. Masukkan kayu manis, kapulaga, cengkih dan bunga lawang.
Setelah rempah mulai harum, masukkan serai, daun salam dan daun jeruk.
Bumbu halus kemudian dimasukkan. Tumis sampai bumbunya matang. Jangan berhenti ketika bumbu baru harum sebentar. Tunggu sampai bau bawangnya benar-benar hilang dan minyak mulai menyatu dengan bumbu.
Masukkan beras.
Aduk perlahan. Beras tidak perlu dimasak lama pada tahap ini, cukup sampai seluruh permukaannya terkena bumbu dan minyak.
Tuangkan air dan susu evaporasi. Tambahkan garam serta gula. Masak sampai air mulai menyusut dan beras menjadi setengah matang.
Setelah itu pindahkan ke kukusan.
Kukus sampai nasi benar-benar matang. Waktunya kurang lebih 25 sampai 35 menit, tergantung jenis beras dan panas kukusan.
Setelah matang, diamkan sebentar sebelum nasi diaduk. Nasi akan terasa lebih enak kalau tidak langsung dibongkar ketika baru keluar dari kukusan.
Kari kambing yang cocok untuk nasi minyak
Untuk lauknya, kari kambing bisa dibuat dengan kuah yang tidak terlalu encer. Dagingnya sebaiknya dipotong cukup besar supaya setelah dimasak lama tetap terasa ketika disantap.
Bahan kari:
- 1 kg daging kambing, boleh dicampur bagian bertulang
- 500 sampai 700 ml santan
- 500 ml air
- 3 sendok makan minyak goreng
- 2 batang serai, memarkan
- 2 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
- 1 batang kayu manis
- 4 butir kapulaga
- 4 butir cengkih
- 2 buah bunga lawang
- 2 sampai 3 sendok makan bubuk kari
- 1 sendok teh ketumbar bubuk
- ½ sendok teh jintan
- Garam secukupnya
- Gula secukupnya
Bumbu halus:
- 12 butir bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 5 sampai 8 buah cabai merah
- 3 butir kemiri
- 1 ruas jahe
- 1 ruas kunyit
- 1 ruas lengkuas
- ½ sendok teh merica
Cara memasak kari kambing
Sebelum dimasak, rapikan daging kambing dan buang lemak yang terlalu tebal. Bagian lemak yang berlebihan kadang membuat aroma kambing lebih kuat.
Panaskan minyak, kemudian masukkan kayu manis, kapulaga, cengkih dan bunga lawang. Tambahkan serai, daun salam dan daun jeruk.
Begitu aromanya keluar, masukkan bumbu halus.
Tumis sampai matang dan minyak mulai terlihat di bagian pinggir bumbu.
Masukkan bubuk kari, ketumbar dan jintan. Aduk sebentar.
Sekarang masukkan daging kambing. Aduk sampai daging berubah warna dan bumbu menempel rata.
Tuangkan air. Tutup panci dan masak dengan api kecil.
Jangan menggunakan api besar hanya supaya daging cepat empuk. Kari kambing justru lebih enak ketika diberi waktu agar bumbu masuk perlahan.
Kalau daging sudah mulai empuk, masukkan santan.
Aduk perlahan dan masak kembali dengan api kecil. Sesekali aduk bagian dasar panci supaya santan dan bumbu tidak menempel.
Masak sampai kuahnya mengental dan daging benar-benar empuk.
Terakhir, cicipi. Tambahkan garam atau sedikit gula bila diperlukan.
Kari yang cocok disandingkan dengan nasi minyak tidak perlu terlalu pedas. Rasa gurih, rempah dan aroma daging justru sebaiknya lebih menonjol.
Acar nanas untuk penyeimbang
Satu hal yang sering terasa kurang kalau nasi minyak hanya ditemani kari adalah rasa segar.
Karena itu acar nanas sangat cocok disajikan bersama.
Potong nanas dan mentimun menjadi ukuran kecil. Campurkan dengan bawang merah, cabai dan sedikit cuka atau air jeruk nipis. Beri sedikit gula dan garam.
Tidak perlu dibuat terlalu basah.
Acar yang dingin dan segar akan terasa enak ketika dimakan bersama nasi yang masih hangat dan kari kambing yang gurih.
Cara menyajikannya
Kalau untuk makan keluarga, nasi minyak bisa langsung ditata di piring dengan kari kambing di sampingnya.
Tetapi kalau ingin nuansa hajatan, nasi minyak biasanya lebih menarik ketika ditata dalam satu wadah besar. Nasi dibuat sedikit menggunung, kemudian kari kambing ditempatkan di bagian samping.
Ayam kecap, acar dan sambal bisa ditambahkan sebagai pelengkap.
Dulang yang penuh seperti itu biasanya memang mengundang selera. Apalagi ketika kari kambing baru saja diangkat dari dapur dan kuahnya masih hangat.
Ada yang awalnya mengambil nasi sedikit.
Begitu mencium aroma kari, sendoknya kembali lagi.
Hidangan yang mengingatkan pada suasana hajatan
Mungkin itu sebabnya nasi minyak tetap menarik untuk dibuat sampai sekarang.
Rasanya memang bisa dibuat di rumah, tetapi kenangan yang menyertainya berbeda ketika hidangan ini muncul dalam sebuah acara keluarga.
Ada suara orang mengobrol, piring yang berpindah tangan, anak-anak yang berlarian, sementara dari dapur aroma nasi minyak dan kari kambing terus keluar.
Pada acara pernikahan, nasi minyak menjadi bagian dari jamuan untuk para tamu. Dalam syukuran anak, hidangan ini ikut menemani keluarga berkumpul. Begitu juga pada khitanan atau acara keluarga lainnya.
Tidak harus mewah.
Yang penting nasinya harum, karinya gurih, dagingnya empuk, dan ada acar yang menyegarkan.
Sebab pada akhirnya, yang membuat makanan hajatan selalu dirindukan bukan hanya resepnya.
Ada suasana rumah, ada keluarga yang berkumpul, dan ada rasa senang karena satu meja bisa dipenuhi orang-orang yang datang untuk berbagi kebahagiaan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
