Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Ubi Madu Cilembu Bakar di Jalan May Zen, Jajanan Sore yang Bikin Penasaran, Ini Asal-usul, Resep hingga Cara Menanamnya di Pot

Ubi Madu Cilembu Bakar di Jalan May Zen, Jajanan Sore yang Bikin Penasaran, Ini Asal-usul, Resep hingga Cara Menanamnya di Pot

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 22 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau mendengar nama ubi madu Cilembu, yang terbayang biasanya bukan sekadar ubi jalar biasa. Ada ubi yang ketika dibakar sampai matang akan mengeluarkan cairan manis berwarna kecokelatan, lengket, dan sekilas menyerupai madu.

Di seberang Kantor Cabang Bank Mandiri May Zen, tak jauh dari kawasan Pusri, tepat di pinggiran Jalan May Zen, ada pemandangan sederhana yang cukup menarik perhatian. Sebuah mobil minibus kerap terlihat terparkir di halaman Indomaret sejak sekitar pukul 17.00 WIB.

Mobil tersebut bukan cuma kendaraan yang berhenti di pinggir jalan. Dari sana, pedagang menjajakan ubi Cilembu bakar hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Hampir setiap kali melintas, terlihat ada saja pembeli yang datang silih berganti.

Pemandangan itu akhirnya menimbulkan rasa penasaran. Apa sebenarnya yang membuat ubi bakar yang dijajakan dari sebuah mobil minibus tersebut begitu menarik perhatian?

Jawabannya mungkin sederhana, ubi madu Cilembu memang memiliki karakter yang berbeda ketika dipanggang.

Bukan hanya teksturnya yang menjadi lembut, ubi ini juga bisa mengeluarkan cairan manis berwarna kecokelatan. Cairan tersebut kemudian melekat pada permukaan ubi dan memberikan sensasi legit yang menjadi ciri khasnya.

Yang perlu diluruskan, ubi madu Cilembu tidak dibakar dengan tambahan madu.

Sebutan “ubi madu” muncul karena cairan manis yang keluar dari ubi ketika dipanggang terlihat menyerupai madu.

Berasal dari Cilembu, Sumedang

Sesuai namanya, ubi Cilembu berasal dari Desa Cilembu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Ubi ini telah lama dibudidayakan masyarakat setempat. Informasi dari Kementerian Pertanian menyebut ubi Cilembu mulai dikenal sejak sekitar 1975 dan pada awalnya dikenal masyarakat dengan nama ubi nirkum.

Nama Cilembu kemudian semakin populer, khususnya di Jawa Barat, sebelum akhirnya berkembang menjadi salah satu produk pertanian yang identik dengan Sumedang.

Perjalanan tersebut tidak berhenti sebagai produk lokal.

Varietas Cilembu secara resmi dilepas pada 8 Februari 2001. Data deskripsi varietas Kementerian Pertanian mencatat asal varietas tersebut dari Desa Cilembu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Bentuk umbinya cenderung panjang dan memiliki urat, dengan warna kulit krem kemerahan hingga kekuningan. Setelah dimasak, dagingnya berwarna kuning dengan rasa yang manis dan legit.

Mengapa ubi Cilembu disebut ubi madu?

Di sinilah proses pemanggangan menjadi penting.

Ketika ubi Cilembu dipanggang dengan cara yang tepat, bagian dalamnya menjadi lembut dan rasa manisnya semakin terasa. Pada permukaan atau bagian kulit yang retak, dapat muncul cairan kental berwarna kecokelatan.

Cairan tersebut terlihat seperti madu.

Karena itulah masyarakat kemudian mengenalnya sebagai ubi madu Cilembu.

Jadi, istilah ubi madu tidak berarti ubi tersebut diberi madu.

Justru salah satu daya tariknya adalah rasa manis alami dari ubi itu sendiri.

Rahasia manisnya bukan hanya dari oven

Ubi Cilembu yang baru dipanen tidak selalu memberikan hasil terbaik jika langsung dipanggang.

Ubi biasanya perlu melalui masa penyimpanan terlebih dahulu.

Informasi Pemerintah Kabupaten Sumedang menyebut ubi Cilembu yang akan diolah umumnya disimpan sekitar 5–7 hari setelah panen. Selama penyimpanan, terjadi perubahan pada karakter umbi yang membantu rasa manisnya semakin berkembang.

Kementerian Pertanian juga menjelaskan bahwa rasa manis ubi Cilembu semakin terasa setelah penyimpanan.

Karena itu, hasil ubi Cilembu bakar tidak hanya ditentukan oleh api atau oven. Kondisi bahan sebelum dimasak juga memiliki peranan penting.

Resep ubi madu Cilembu bakar

Membuat ubi madu Cilembu bakar sebenarnya sangat sederhana.

Tidak perlu banyak bumbu.

Bahan

  • 1 kilogram ubi Cilembu
  • Air secukupnya untuk mencuci
  • Tidak perlu gula
  • Tidak perlu madu
  • Tidak perlu margarin

Cara membuat

1. Pilih ubi

Gunakan ubi Cilembu yang masih bagus, tidak busuk, tidak berlubang parah, dan tidak mengeluarkan aroma yang mencurigakan.

Pilih ukuran yang relatif seragam agar kematangannya lebih merata.

2. Cuci

Cuci ubi dengan air mengalir sambil membersihkan tanah yang menempel.

Kulit tidak perlu dikupas.

3. Keringkan

Tiriskan atau lap permukaan ubi.

4. Panaskan oven

Atur oven sekitar 180–200 derajat Celsius.

5. Panggang

Susun ubi di atas loyang dan beri sedikit jarak.

Panggang sekitar 30–90 menit, tergantung ukuran ubi dan karakter oven.

6. Cek kematangan

Tusuk bagian tengah menggunakan garpu atau tusuk sate.

Jika sudah lunak hingga bagian dalam, ubi sudah matang.

7. Diamkan sebentar

Setelah dikeluarkan, biarkan beberapa menit karena bagian dalamnya masih sangat panas.

Jika prosesnya tepat, cairan manis kecokelatan akan terlihat keluar dari ubi.

Bisa dibakar menggunakan arang

Ubi Cilembu juga bisa dimasak menggunakan bara arang.

Cara ini memberikan aroma panggang yang lebih kuat.

Namun jangan menggunakan api yang terlalu besar. Kulit bisa cepat hangus sementara bagian tengah masih keras.

Gunakan bara yang stabil dan biarkan panas bekerja secara perlahan.

Prinsipnya sederhana: panas merata lebih penting daripada api besar.

Ubi Cilembu ternyata bisa ditanam di pot

Tidak punya lahan luas bukan berarti harus mengurungkan niat menanam ubi.

Ubi Cilembu dapat dibudidayakan dalam pot atau polybag, sehingga bisa menjadi pilihan bagi penghobi tanaman yang ingin mencoba menanam ubi di halaman rumah.

Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan.

Meski tanaman ubi jalar relatif mudah tumbuh, bagian yang ingin dipanen adalah umbinya. Oleh sebab, wadah harus memberikan ruang yang cukup bagi akar dan umbi untuk berkembang.

Pot yang terlalu kecil membuat ruang pembentukan umbi terbatas.

Cara menanam ubi Cilembu dalam pot atau polybag

1. Siapkan wadah yang cukup besar

Gunakan pot atau polybag berukuran besar dan memiliki lubang drainase.

Lubang di bagian bawah penting agar air tidak menggenang.

Untuk skala rumahan, wadah berukuran sekitar 30–40 liter atau lebih dapat digunakan sebagai titik awal, terutama jika ingin memberi ruang cukup bagi pembentukan umbi.

Semakin besar wadah, semakin leluasa akar berkembang.

2. Gunakan media tanam yang gembur

Ubi jalar tidak menyukai media yang terlalu padat.

Campuran sederhana dapat menggunakan:

  • tanah gembur;
  • kompos atau pupuk organik matang;
  • sekam atau bahan yang membantu memperbaiki aerasi.

Media harus mampu menahan kelembapan tetapi tetap memiliki drainase yang baik.

Jangan menggunakan kompos yang belum matang karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

3. Gunakan stek sebagai bibit

Salah satu cara praktis memperbanyak ubi jalar adalah menggunakan stek batang.

Pilih batang dari tanaman yang sehat, kemudian gunakan bagian batang yang tidak terlalu tua sebagai bahan tanam.

Stek kemudian ditanam pada media yang telah disiapkan.

Beberapa bagian batang dapat ditanam di dalam media sementara bagian lainnya dibiarkan berada di atas permukaan.

4. Letakkan di tempat yang mendapatkan matahari

Ubi jalar membutuhkan cahaya matahari untuk tumbuh dengan baik.

Letakkan pot di lokasi yang mendapatkan sinar matahari cukup.

Tanaman yang terlalu sering berada di tempat teduh cenderung menghasilkan pertumbuhan daun dan batang yang tidak optimal.

5. Atur penyiraman

Pada awal pertumbuhan, media perlu dijaga tetap lembap.

Namun jangan sampai pot tergenang.

Setelah tanaman mulai tumbuh kuat, penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi media dan cuaca.

Prinsipnya sederhana: lembap, bukan becek.

6. Jangan berlebihan memberikan pupuk nitrogen

Tanaman yang terlalu subur di bagian daun belum tentu menghasilkan umbi yang bagus.

Jika pupuk nitrogen diberikan berlebihan, tanaman dapat lebih fokus menghasilkan pertumbuhan vegetatif.

Karena yang ingin dipanen adalah umbinya, pemupukan sebaiknya dilakukan secara seimbang dan mengikuti kebutuhan tanaman.

7. Kendalikan rambatan

Ubi jalar memiliki batang yang dapat menjalar ke berbagai arah.

Jika ditanam dalam pot, batang bisa diarahkan agar tidak memenuhi seluruh halaman.

Sesekali rapikan rambatan jika sudah terlalu panjang.

Namun jangan terlalu sering memangkas tanpa alasan karena daun tetap dibutuhkan tanaman untuk menghasilkan energi.

Kapan ubi Cilembu dalam pot bisa dipanen?

Waktu panen bergantung pada varietas, kondisi tanaman, media, dan lingkungan.

Sebagai gambaran, ubi jalar umumnya dapat dipanen setelah beberapa bulan masa pertumbuhan.

Salah satu tanda tanaman mendekati masa panen adalah pertumbuhan mulai melambat dan daun bagian bawah mulai mengalami perubahan.

Untuk memastikan, sebagian media dapat dibuka secara hati-hati untuk melihat perkembangan umbi.

Jangan mencabut tanaman terlalu dini jika ukuran umbinya masih kecil.

Apakah ubi dari pot bisa menjadi semanis ubi Cilembu Sumedang?

Ini bagian yang menarik.

Menanam bibit Cilembu di pot tidak otomatis membuat hasilnya memiliki rasa persis sama dengan ubi Cilembu dari daerah asalnya.

Karakter rasa dipengaruhi banyak faktor, termasuk bahan tanam, lingkungan tumbuh, tanah atau media, air, pemupukan, umur panen, serta proses setelah panen.

Karena itu, budidaya dalam pot lebih tepat dilihat sebagai cara untuk mencoba menanam ubi Cilembu di rumah, bukan jaminan bahwa setiap umbi yang dipanen akan menghasilkan karakter “madu” yang sama kuat.

Proses setelah panen juga penting.

Ubi yang baru dicabut dapat membutuhkan waktu penyimpanan sebelum rasa manisnya berkembang maksimal ketika dipanggang.

Ciri-ciri ubi Cilembu

Secara umum, ubi Cilembu memiliki bentuk yang cenderung panjang dan berurat.

Kulitnya dapat berwarna krem kemerahan hingga kekuningan, sedangkan dagingnya berwarna kuning setelah dimasak.

Namun tampilan saja tidak selalu cukup untuk memastikan keaslian.

Istilah ubi madu juga kini digunakan sebagai nama dagang untuk berbagai ubi yang memiliki rasa manis atau cocok dipanggang.

Sementara Cilembu merujuk pada varietas dan identitas geografis tertentu.

Dengan demikian, ubi madu belum tentu Cilembu, tetapi ubi Cilembu yang memiliki karakter khas memang dikenal menghasilkan sensasi “madu” ketika dipanggang.

Ubi Cilembu punya Indikasi Geografis

Nama Cilembu juga memiliki posisi khusus dalam identitas produk pertanian Indonesia.

Ubi Cilembu Sumedang terdaftar sebagai produk Indikasi Geografis dengan nomor ID G 000 000 019 pada 24 April 2013.

Indikasi Geografis menjadi bagian penting dalam melindungi identitas produk yang memiliki hubungan dengan wilayah asalnya.

Artinya, nama Cilembu bukan hanya nama yang ditempelkan pada ubi agar terdengar menarik.

Ada sejarah budidaya dan karakter produk yang berkaitan dengan wilayah asalnya.

Dari jajanan pinggir jalan hingga pasar luar negeri

Ubi Cilembu kemudian berkembang menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi.

Produk ini dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dan dikenal pula di sejumlah pasar luar negeri.

Pemerintah Kabupaten Sumedang mencatat pemasaran ubi Cilembu pernah menjangkau negara seperti Singapura, Malaysia, Korea, dan Jepang.

Pengolahannya juga semakin beragam.

Ada yang mengolahnya menjadi keripik, tape, dodol, keremes, selai, saus, tepung, kue, mi hingga produk olahan lainnya.

Tetapi cara paling sederhana tetap menjadi favorit banyak orang.

Dibakar, dibelah, lalu dimakan ketika masih hangat.

Kenapa ubi bakar masih menarik?

Kembali ke pemandangan di Jalan May Zen.

Sebuah mobil minibus mulai mangkal sejak sore.

Tidak ada restoran besar.

Tidak membutuhkan tempat yang mewah.

Hanya ubi yang dipanggang, aroma manis yang keluar dari proses pembakaran, dan pembeli yang datang satu per satu hingga malam.

Namun justru dari situ terlihat bagaimana makanan sederhana bisa memiliki daya tarik sendiri.

Ubi Cilembu membawa cerita yang cukup panjang. Berawal dari tanaman yang dibudidayakan masyarakat di Cilembu, Sumedang, kemudian dikenal karena rasa manisnya, ditetapkan sebagai varietas, memperoleh perlindungan Indikasi Geografis, dan akhirnya berkembang menjadi berbagai produk olahan.

Sekarang, siapa pun bahkan bisa mencoba menanam ubi jalar di halaman rumah menggunakan pot atau polybag.

Tentu hasilnya belum tentu sama dengan ubi yang tumbuh di tanah asalnya.

Tetapi dari satu pot kecil itu, setidaknya orang bisa melihat sendiri bagaimana tanaman yang selama ini hanya dikenal sebagai jajanan sore ternyata membutuhkan proses panjang sebelum akhirnya menjadi ubi bakar yang manis.

Tips membuat ubi Cilembu bakar lebih nikmat

Kalau ingin mencoba sendiri di rumah, jangan langsung mengejar rasa manis dengan menambahkan gula.

Mulailah dari bahan.

Pilih ubi yang bagus, simpan dengan kondisi yang tepat setelah panen, kemudian panggang secara perlahan menggunakan panas yang cukup.

Jika memakai oven, kisaran 180–200 derajat Celsius dapat digunakan sebagai panduan awal.

Jika menggunakan arang, jaga bara tetap stabil.

Dan yang paling penting, jangan buru-buru mengangkat ubi hanya karena kulitnya sudah terlihat matang.

Biarkan panas bekerja sampai bagian dalam benar-benar lunak.

Dari satu ubi, ada banyak cerita

Ubi madu Cilembu pada akhirnya bukan cuma soal rasa manis.

Ada cerita tentang Cilembu dan Sumedang, perjalanan budidaya masyarakat, varietas yang kemudian dilepas secara resmi, perlindungan Indikasi Geografis, hingga bagaimana sebuah ubi sederhana bisa menjadi jajanan yang dicari orang.

Di Jalan May Zen, cerita itu muncul dalam bentuk yang sangat sederhana, sebuah mobil minibus yang mulai mangkal menjelang sore dan terus didatangi pembeli hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Di rumah, cerita yang sama bahkan bisa dimulai dari sebuah pot.

Tanam stek, rawat beberapa bulan, panen umbi, simpan dengan benar, kemudian panggang perlahan.

Kalau beruntung, ketika kulit ubi mulai retak dan cairan kecokelatan keluar, kita akan memahami sendiri mengapa ubi Cilembu mendapat julukan ubi madu.

Tidak ada madu yang ditambahkan. Tidak ada resep yang rumit. Hanya ubi, panas, waktu, dan karakter khas yang membuatnya berbeda. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumber Kebocoran Data,  Kemendag Minta Masyarakat Tak Cetak Kartu Vaksin di Marketplace

    Sumber Kebocoran Data, Kemendag Minta Masyarakat Tak Cetak Kartu Vaksin di Marketplace

    • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.595
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) meminta masyarakat untuk tidak mencetak kartu vaksin pada penyedia jasa cetak kartu vaksin COVID-19 di platform marketplace (lokapasar). Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Dirjen PKTN) Kemendag Veri Anggrijono menjelaskan mencetak kartu vaksin di marketplace adalah salah satu sumber kebocoran data pribadi masyarakat yang telah melakukan vaksinasi. “Penyerahan tautan pesan singkat […]

  • Blusukan di Tiga Lokasi, AKHOR Prihatin Lihat Kondisi Infrastruktur Pasar

    Blusukan di Tiga Lokasi, AKHOR Prihatin Lihat Kondisi Infrastruktur Pasar

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.128
    • 0Komentar

    Kami semua berharap, semoga kedepan apa yang mereka rasakan tidak seperti ini lagi.

  • Gebrak Masker PKK Sasar Pasar Tradisional

    Gebrak Masker PKK Sasar Pasar Tradisional

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.155
    • 0Komentar

    GERAKAN (GEBRAK MASKER) terus digencarkan Ketua TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin Hj Thia Yufada Dodi Reza  dengan gerakan membagikan secara gratis bagi masyarakat Muba hingga ke kecamatan, desa dan kelurahan di Muba sesuai dengan Instruksi disampaikan Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian. Kali ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap pencegahan […]

  • Dukung PON XX Papua Agar Sukses, Korlantas Polri Kirim 51 Unit Kendaraan

    Dukung PON XX Papua Agar Sukses, Korlantas Polri Kirim 51 Unit Kendaraan

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 686
    • 0Komentar

      KORPS Lalu Lintas (Korlantas) Polri mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dengan cara memberikan 51 unit kendaraan mobil dan motor. Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Istiono menyatakan, puluhan kendaraan itu akan dikirim ke Papua pada hari ini. Dengan rincian, delapan unit motor Yamaha MT 25 250 cc, 30 unit Yamaha […]

  • THR Untuk Kaum Dhuafa, Tukang Becak, Petugas Kebersihan & Tukang Ojek

    THR Untuk Kaum Dhuafa, Tukang Becak, Petugas Kebersihan & Tukang Ojek

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    BULAN Suci Ramadhan penuh berkah dimanfaatkan dengan baik oleh Plt Bupati Beni Hernedi SIP bersama Jajaran Pemkab Muba dan Baznas untuk saling berbagi dengan membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada sejumlah kaum Dhuafa (10 orang), panti asuhan (10 orang), tukang becak/ tukang ojek (775 orang), petugas kebersihan dan TPA (814 orang), petugas Ruang Terbuka Hijau […]

  • Sumsel Terus Cegah Covid, Wagub Mawardi Yahya Tinjau Vaksinasi Gratis dari  PT Ciputra Development

    Sumsel Terus Cegah Covid, Wagub Mawardi Yahya Tinjau Vaksinasi Gratis dari PT Ciputra Development

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir H Mawardi Yahya mengapresiasi upaya yang dilakukan berbagai pihak baik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun pihak swasta yang turut membantu memberikan layanan vaksinasi massal secara gratis bagi ribuan masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumsel. Seperti halnya yang dilakukan perusahaan properti PT Ciputra Development. Dimana pengembang […]

expand_less
WordPress Archive Induscity – Factory and Manufacturing WordPress Theme Indusri – Industry & Factory WordPress Theme Industify – Industry WordPress Theme Industo – Factory & Industry WordPress Theme Industrial Business Responsive WP theme – Offshore Industrial - Corporate, Industry & Factory WordPress Themes Industris – Factory & Business WordPress Theme Industry Press – Factory and Industrial Business WordPress Theme Industry – WordPress Theme for Factory and Industrial Business Industryall – Industrial & Factory WordPress Theme