Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » 3 Ton Sisik Trenggiling Bawa Penyidik ke Pontianak, WN Vietnam Diamankan Diduga Terkait Jaringan Internasional

3 Ton Sisik Trenggiling Bawa Penyidik ke Pontianak, WN Vietnam Diamankan Diduga Terkait Jaringan Internasional

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 13 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengungkapan kasus penyelundupan sekitar 3 ton sisik trenggiling di Pelabuhan Tanjung Priok ternyata belum berhenti pada penyitaan barang bukti. Penyidik Gakkum Kehutanan mengembangkan perkara tersebut hingga ke Pontianak, Kalimantan Barat, dan mengamankan seorang warga negara Vietnam berinisial VXH pada 26 Agustus 2026.

VXH diamankan setelah penyidik menelusuri informasi mengenai keberadaannya di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami dugaan keterkaitan yang bersangkutan dengan jaringan perdagangan sisik trenggiling lintas negara.

Kasus ini bermula ketika Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggagalkan pengiriman sekitar 3.053 kilogram sisik trenggiling di Pelabuhan Tanjung Priok pada Februari 2026. Muatan tersebut ditemukan dalam kondisi disamarkan sebagai komoditas lain dan diduga dipersiapkan untuk dikirim ke luar negeri.

Temuan itu kemudian menjadi jalan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Gakkum Kehutanan untuk memperluas penelusuran. Fokus penyidikan tidak hanya diarahkan pada barang bukti, tetapi juga kepada pihak-pihak yang diduga berada di balik peredaran ilegal satwa dilindungi.

Dari proses pendalaman dan koordinasi lintas lembaga, informasi mengenai keberadaan VXH di Pontianak berhasil ditindaklanjuti. Penyidik melakukan pemantauan sebelum akhirnya mengamankan warga negara Vietnam tersebut untuk kepentingan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Pengamanan VXH dilakukan melalui kerja sama Penyidik Gakkum Kehutanan, Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, dan Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan. Operasi itu juga mendapat dukungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Korwas PPNS Polda Kalimantan Barat, serta Korwas PPNS Polda Metro Jaya.

Dukungan Project LEVERAGE turut memperkuat koordinasi dalam penanganan kejahatan perdagangan satwa liar. Kerja sama tersebut menjadi penting karena pola perdagangan satwa ilegal kini tidak berhenti pada satu wilayah, melainkan dapat melibatkan jalur distribusi antardaerah hingga jaringan internasional.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan penanganan perkara ini diarahkan untuk membongkar jaringan di balik perdagangan satwa liar, bukan hanya mengamankan barang bukti.

Menurut dia, kasus 3 ton sisik trenggiling memperlihatkan bahwa kejahatan terhadap satwa dilindungi juga berkaitan dengan upaya mengambil keuntungan dari kekayaan hayati Indonesia.

“Kasus 3 ton sisik trenggiling menunjukkan bahwa perdagangan satwa liar bukan sekadar pelanggaran terhadap lingkungan, tetapi merupakan kejahatan yang merugikan kekayaan alam Indonesia dan mencederai upaya negara menjaga kedaulatan atas sumber daya hayati,” kata Januanto.

Ia menegaskan penelusuran akan terus dilakukan untuk mengetahui pihak-pihak yang berada di belakang rantai perdagangan tersebut. Pemerintah juga memperkuat pertukaran informasi dan kerja sama internasional, termasuk melalui jejaring INTERPOL, untuk mendukung pelacakan jaringan perdagangan satwa liar lintas negara.

Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Aswin Bangun, menjelaskan pengamanan VXH merupakan hasil pengembangan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak penggagalan pengiriman sisik trenggiling di Tanjung Priok.

“Pengungkapan ini merupakan hasil kerja penyidik yang terus melakukan pendalaman setelah ditemukannya barang bukti 3 ton sisik trenggiling,” ujar Aswin.

Menurut Aswin, penyidik tidak ingin penanganan perkara berhenti pada pengungkapan pengiriman barang. Penelusuran terus dilakukan untuk mengetahui mata rantai perdagangan sisik trenggiling, termasuk pihak yang diduga berperan dalam distribusi lintas wilayah dan lintas negara.

Perkara terbaru di Pontianak juga menambah rangkaian penanganan perdagangan sisik trenggiling yang dilakukan Gakkum Kehutanan. Sebelumnya, aparat menangani perkara dengan barang bukti 796,34 kilogram sisik trenggiling di Pelabuhan Merak.

Rangkaian perkara tersebut menunjukkan perdagangan satwa liar dapat memanfaatkan jalur distribusi yang panjang. Oleh karena itu, pengungkapan satu pengiriman tidak otomatis mengakhiri perkara jika masih terdapat dugaan mata rantai lain yang belum terungkap.

Pengamanan VXH menjadi bagian dari proses penyidikan untuk melihat lebih jauh hubungan antara pelaku, jalur distribusi, dan jaringan perdagangan satwa liar internasional. Dari titik inilah penyidik berupaya mencari siapa saja yang diduga mengambil keuntungan dari perdagangan ilegal sisik trenggiling.

Kementerian Kehutanan menegaskan penegakan hukum terhadap perdagangan satwa dilindungi akan terus diperkuat.

Selain menjaga populasi trenggiling dan ekosistem, langkah tersebut diarahkan untuk mencegah Indonesia dimanfaatkan sebagai sumber maupun jalur distribusi perdagangan satwa liar internasional. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejak Awal Tak Ditargetkan, Wushu Indonesia Sumbang Medali Pertama Asian Games

    Sejak Awal Tak Ditargetkan, Wushu Indonesia Sumbang Medali Pertama Asian Games

    • calendar_month Minggu, 19 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Cabang olahraga wushu berhasil menyumbang pedali pertama untuk Kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2018 yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Minggu (19/8/2018). Atlet Wushu yang menyumbang medali tersebut Edgar Xavier Marvelo, ia memperoleh medali perak dari nomor Cahngquan putra. Edgar memperoleh poin 9,72, kalah tipis dengan atlet wushu asal Negeri Tirai […]

  • Pesan Bupati Muba untuk Warga Desa Lais

    Pesan Bupati Muba untuk Warga Desa Lais

    • calendar_month Jumat, 23 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU –   Usai sholat berjamaah di Masjid Al-Huriyah, dan makan siang bersama Warga Desa Lais, Kecamatan Lais, Kabupaten Muba. Bupati Muba Dodi Reza Alex tak lupa berpesan. Menurutnya peran serta masyarakat termasuk Warga Lais ia hargai, apalagi turut serta dan ikut mentaati, mengawasi pelaksanaan implementasi Perda Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pesta […]

  • Ayo, Pakai Masker Dengan Benar!

    Ayo, Pakai Masker Dengan Benar!

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    AYO, pakai masker dengan benar! Caranya tidak susah dan akan memberikan perlindungan yang lebih baik untuk kita. Mulai dengan kenakan masker yang menutupi hidung, mulut sampai dagu. Lebih baik lagi jika masker menutupi wajah dengan rapat tanpa celah. Ini dapat dilakukan dengan memilih masker yang ada kawat di bagian atas sehingga bisa menyesuaikan lekuk hidung. […]

  • 4  Kelompok Sadar Wisata di Muba Dikukuhkan

    4  Kelompok Sadar Wisata di Muba Dikukuhkan

    • calendar_month Minggu, 20 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.125
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Fashion show di festival bongen Fest Merdeka mengundang gelak tawa ribuan masyarakat Musi Banyuasin, bahkan tak terkecuali orang nomor satu di Kabupaten Muba, ketika melihat gerakan dan gaya lucu anak-anak berjalan di depan para penonton hingga dapat saweran dari Pj Bupati H Apriyadi Mahmud. Tingkah lucu anak-anak fashion show ini mewarnai kemeriahan Fashion […]

  • Canda Mawardi Ketika Menerima 2 Peserta Lomba Bintang Radio Tingkat Nasional Asal Sumsel

    Canda Mawardi Ketika Menerima 2 Peserta Lomba Bintang Radio Tingkat Nasional Asal Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 3 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.145
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya menerima dua peserta lomba Bintang Radio tingkat nasional perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, di ruang kerja Wakil Gubernur Jumat (2/11/2018). Mawardi Yahya merespon baik kehadiran perwakilan Sumsel dalam ajang lomba bintang radio tingkat nasional yang akan dilaksanakan tanggal 5 November 2018 oleh Kantor Pusat RRI di Jakarta. […]

  • POC, Komunitas Ontel Peduli Masker

    POC, Komunitas Ontel Peduli Masker

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.354
    • 0Komentar

    AKSI goes bagi Zulkifli memiliki berbagai tujuan. Selain olahraga, silaturahmi, juga ajang beramal. Dengan anggota tak kurang 75 orang yang punya hobi koleksi sepeda ontel, Palembang Ontel Community (POC) ternyata sudah berumur 10 tahun. “Tahun ini, kami memperingati usia yang kesepuluh,” ujar Ketua POC, Zulkifli. Keanggotaan POC memang sukarela. Berawal dari hobi sepeda ontel. “Apalagi, […]

expand_less
WordPress Archive Olio – One Page WordPress Theme Oliver – Classic Portfolio WordPress Theme Ollis – Architecture Agency & Interior Design WordPress Theme Olympus – HTML Social Network Toolkit Olympus – Responsive Coming Soon WordPress Plugin Olympus – Social Networking WordPress Theme Ombra – A Versatile Multiconcept WordPress Theme Omens – Multipurpose Creative WordPress Theme Oment – Event & Conference WordPress Theme OMNIA – Multipurpose, Creative WordPress Theme