Kebijakan

POC, Komunitas Ontel Peduli Masker

AKSI goes bagi Zulkifli memiliki berbagai tujuan. Selain olahraga, silaturahmi, juga ajang beramal.
Dengan anggota tak kurang 75 orang yang punya hobi koleksi sepeda ontel, Palembang Ontel Community (POC) ternyata sudah berumur 10 tahun. “Tahun ini, kami memperingati usia yang kesepuluh,” ujar Ketua POC, Zulkifli.
Keanggotaan POC memang sukarela. Berawal dari hobi sepeda ontel. “Apalagi, sepeda ontel itu ternyata memiliki cerita, bahkan ada yang ada historis dengan perjuangan,” ujar Zulkifli, Minggu (25/10/2020) saat beristirahat bersama komunitasnya di seputaran Air Mancur, Palembang.
Selain, tiga tujuan di atas, menurut Zulkifli, komunitasnya juga peduli dengan situasi dan kondisi terkini . “saat ini, di masa pandemi, kami juga peduli. Terutama untuk hal-hal yang berhubungan dengan diri sendiri serta orang lain,” ujarnya.
Karenanya, dalam aksi goes yang biasanya dilakukan seminggu sekali, mereka selalu taat protokol kesehatan. “Rajin cuci tangan, selalu kenakan masker, dan menjaga jarak,” ujarnya.
Mengenalan masker, menurut Zulkifli yang punya sepeda tua yang dibuat tahun 1947 ini, selalu diiingatkan bagi anggotanya. Dengan masker, maka jarak pun bisa ditoleransi. Berbeda dengan kondisi tanpa masker, mungkin memang harus benar-benar menjaga jarak. Sementara untuk cuci tangan, dimana-mana kini tersedia.
“Alhamdulillah, di hari minggu banyak tempat yang menyediakan cuci tangan dan hand sanitizer. “Kami tetap mensyaratkan anggota membawa hand sanitizer,” tambah lelaki yang meunggangi sepeda ontel bermesin. Mesinnya itu memang bawaan sepeda, bermerek Mosquito. Sementara sepedanya, SNU made in Belanda.
Kehadiran sepeda ontel memang memberi daya tarik sendiri. Apalagi, penampilan mereka terkadang nyentri dan spedeanya sering diramaikan dengan aksesoris antik. (**) sir

Comments

Terpopuler

To Top