Patin Sumsel Tembus Nomor 1 Nasional, Sektor Perikanan Didorong Jadi Komoditas Unggulan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 19 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Ikan patin bukan sekadar komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan di Sumatera Selatan. Produksinya kini tercatat berada di posisi pertama secara nasional. Capaian tersebut menjadi modal untuk mendorong sektor perikanan Sumsel berkembang lebih jauh dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melihat potensi itu masih bisa diperbesar. Dukungan terhadap nelayan dan pembudidaya ikan terus diberikan, salah satunya melalui penyaluran sarana dan prasarana perikanan pada Rabu (26/8/2026).
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan dukungan terhadap sektor perikanan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah meski kondisi anggaran sedang menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi. Menurutnya, aktivitas produksi perikanan harus tetap berjalan karena sektor tersebut berkaitan langsung dengan ekonomi masyarakat.
“Di tengah kesederhanaan anggaran, Pemprov Sumsel tetap memberikan perhatian penuh kepada para pelaku perikanan. Ini wujud dorongan moril dan materiil agar produksi perikanan kita tidak boleh terhenti,” kata Herman Deru.
Tak hanya mempertahankan produksi, Pemprov Sumsel ingin potensi perikanan daerah diarahkan menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar. Herman Deru meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel menyiapkan program yang mampu mengangkat komoditas perikanan daerah agar semakin dikenal di tingkat nasional.
“Saya tantang Pak Aries dan jajaran untuk segera menyusun program unggulan perikanan Sumsel. Saya tunggu ide-ide terbaiknya. Kita sangat serius menggarap sektor ini,” ujarnya.
Dorongan tersebut memiliki pijakan yang cukup kuat. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel Aries Irwan Wahyu menyebut produksi ikan patin Sumsel saat ini menempati peringkat pertama di Indonesia.
Selain patin, komoditas budidaya lainnya juga menunjukkan posisi yang cukup menonjol. Produksi ikan lele Sumsel berada di peringkat keempat nasional, sedangkan nila menempati posisi kesembilan.
“Produksi ikan patin kita berada di peringkat 1 nasional, lele peringkat 4, dan nila peringkat 9. Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi besar sektor budidaya dan nelayan Sumsel terhadap ketahanan pangan nasional,” kata Aries.
Untuk memperkuat aktivitas produksi di lapangan, bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan nelayan dan pembudidaya. Pemprov Sumsel memberikan 92.000 ekor benih ikan patin, lele, dan nila serta 60.000 kilogram pakan ikan.
Dukungan juga diberikan dalam bentuk peralatan budidaya, antara lain 14 unit mesin pencetak pakan dan satu unit keramba jaring apung. Bagi nelayan perairan umum daratan, disediakan 64 unit mesin perahu 6,5 PK dan 12 unit mesin kapal 24 PK.
Sementara untuk mendukung penanganan hasil produksi, pemerintah daerah menyalurkan 20 unit coolbox dan 22 unit chest freezer bagi pengolah serta pemasar hasil perikanan.
Bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penambahan sarana produksi. Dampak yang ditargetkan adalah biaya budidaya yang lebih efisien, hasil tangkapan yang lebih terjaga, serta meningkatnya produktivitas nelayan dan pembudidaya ikan di Sumatera Selatan.
Dengan produksi patin yang sudah berada di posisi teratas nasional, tantangan berikutnya bagi Sumsel adalah bagaimana mempertahankan capaian tersebut sekaligus mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi perikanan yang semakin besar. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
