Pemulihan Pascagempa Flores Berlanjut, 84 KK Kembali ke Rumah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bnpb.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Proses pemulihan setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7 Flores mulai memasuki tahap berikutnya. Sebanyak 84 kepala keluarga (KK) atau 237 jiwa penyintas yang sebelumnya mengungsi di GOR Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mulai kembali ke rumah masing-masing pada Senin (24/8).
Kepulangan tersebut dilakukan secara bertahap setelah rumah warga diperiksa dan dinyatakan masih aman untuk ditempati. Pemerintah tetap mengutamakan kondisi bangunan dan keselamatan warga sebelum memberikan izin untuk kembali.
Suasana di GOR Samador pada Senin sore juga mulai berubah. Setelah beberapa hari menjadi tempat tinggal sementara, para penyintas terlihat mengemasi barang-barang pribadi dan membersihkan area yang mereka tempati.
Warga kemudian dipanggil satu per satu berdasarkan data kartu keluarga sebelum meninggalkan lokasi pengungsian. Mereka juga mendapatkan bantuan kebutuhan pokok untuk dibawa pulang.
Proses kepulangan warga didukung BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Sikka, Dinas Sosial, TNI AL, Satpol PP, dan Basarnas. Armada disiapkan untuk mengantarkan para penyintas, barang bawaan, serta bantuan sembako menuju rumah masing-masing.
Dilakukan Setelah Rumah Dinyatakan Aman
Kepulangan 84 KK tersebut tidak berarti seluruh penyintas sudah dapat meninggalkan lokasi pengungsian.
Sebelumnya, sebanyak 300 KK atau 1.290 jiwa tercatat mengungsi di GOR Samador setelah gempa M 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8).
Dengan kepulangan 84 KK atau 237 jiwa, masih terdapat 216 KK atau 1.053 jiwa yang berada di GOR Samador berdasarkan pendataan posko hingga Senin pukul 18.30 WITA.
Mereka yang sudah diperbolehkan pulang merupakan warga dengan kondisi rumah yang masuk kategori rusak ringan dan berdasarkan pemeriksaan masih layak ditempati.
Sementara itu, pendataan dan pemeriksaan terhadap rumah warga lainnya masih terus dilakukan. Pemerintah perlu memastikan tingkat kerusakan setiap bangunan sebelum menentukan langkah penanganan berikutnya.
Bantuan Disesuaikan dengan Kerusakan Rumah
Selain memastikan keamanan bangunan, pemerintah juga mempercepat pendataan sebagai dasar pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak.
Besaran bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah.
Untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan, pemerintah menyiapkan bantuan perbaikan sebesar Rp15 juta. Sementara rumah dengan kategori rusak sedang mendapatkan dukungan perbaikan sebesar Rp30 juta.
Adapun rumah yang mengalami kerusakan berat akan ditangani melalui pembangunan hunian tetap atau huntap.
Skema tersebut diberikan berdasarkan hasil pendataan, pemeriksaan, serta verifikasi dan validasi bersama pemerintah daerah. Dengan cara ini, bantuan diharapkan dapat diterima warga sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Ada Solusi Sementara bagi Warga yang Rumahnya Rusak Berat
Warga dengan rumah rusak berat juga disiapkan tempat tinggal sementara selama menunggu pembangunan huntap.
Pemerintah menyediakan dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan. Dana tersebut dapat digunakan untuk menyewa rumah sebagai tempat tinggal sementara.
Selain skema sewa, penyintas juga dapat menempati hunian sementara atau huntara hingga hunian tetap selesai dibangun.
Dengan adanya skema tersebut, warga yang rumahnya belum dapat ditempati tetap memiliki pilihan tempat tinggal selama proses pemulihan berlangsung.
Pemulihan Masih Berjalan
Kepulangan 237 penyintas dari GOR Samador menjadi salah satu perkembangan dalam penanganan pascagempa di Kabupaten Sikka.
Namun, proses pemulihan belum selesai. Pemerintah masih melanjutkan pendataan rumah rusak, memastikan kebutuhan warga di pengungsian terpenuhi, sekaligus menyiapkan bantuan berdasarkan tingkat kerusakan.
Bagi warga yang rumahnya telah dinyatakan aman, kepulangan menjadi langkah awal untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sementara bagi penyintas yang masih berada di GOR Samador, penanganan tetap dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan kondisi rumah dan keputusan mengenai bentuk bantuan yang akan diterima.
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait akan terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan hunian dapat berjalan dan warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
