Kemarau Bikin Debu Makin Gampang Terhirup, Begini Cara Jaga Diri dari ISPA
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ilustrasi/AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Musim kemarau biasanya identik dengan panas dan jalanan yang mulai berdebu. Namun, ada satu hal lain yang patut diperhatikan, terutama bagi mereka yang mudah mengalami gangguan pernapasan.
Saat hujan jarang turun, debu lebih mudah beterbangan. Ditambah asap kendaraan, asap rokok, atau pembakaran di sekitar rumah, udara yang dihirup sehari-hari bisa terasa lebih mengganggu saluran pernapasan.
Kondisi seperti ini tidak berarti setiap orang pasti akan terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Tetapi, menjaga diri tetap penting, terutama ketika aktivitas lebih banyak dilakukan di luar rumah.
Lantas, apa yang bisa dilakukan selama kemarau agar saluran pernapasan tetap terjaga?
Debu jangan dianggap sepele
Salah satu hal yang paling terasa ketika kemarau adalah debu. Jalan yang biasanya basah berubah kering dan kendaraan yang melintas bisa membuat debu kembali beterbangan.
Kalau harus bepergian di kondisi seperti itu, memakai masker bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi paparan debu dan partikel dari udara.
Tidak kalah penting, jangan terlalu lama berada di lokasi yang penuh asap atau debu jika memang tidak ada keperluan.
Rumah juga perlu diperhatikan
Debu dari luar bukan hanya mengganggu ketika seseorang sedang bepergian. Sebagian bisa terbawa masuk ke rumah melalui pakaian, alas kaki, jendela, maupun pintu yang sering terbuka.
Membersihkan lantai dan permukaan rumah secara rutin menjadi salah satu cara untuk mengurangi debu yang menumpuk.
Namun, rumah juga tetap membutuhkan sirkulasi udara. Jadi, bukan berarti semua pintu dan jendela harus selalu ditutup. Perhatikan kondisi udara di luar dan pilih waktu yang lebih baik untuk membuka rumah agar pertukaran udara tetap berjalan tanpa membuat debu masuk berlebihan.
Jangan tunggu sakit untuk mulai banyak minum
Cuaca panas membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan. Karena itu, kebutuhan minum jangan sampai terabaikan hanya karena sedang sibuk bekerja atau beraktivitas.
Air putih bisa menjadi pilihan utama untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Tenggorokan yang terasa kering pun biasanya akan lebih nyaman ketika kebutuhan cairan tubuh tercukupi.
Kebiasaan sederhana ini sering kali justru lebih mudah dilakukan daripada menunggu tubuh mulai terasa tidak enak.
Asap rokok dan pembakaran sebaiknya dijauhi
Kemarau juga menjadi waktu ketika asap pembakaran lebih mudah mengganggu lingkungan. Bagi orang yang saluran pernapasannya sedang sensitif, paparan asap tentu bukan kondisi yang ideal.
Hal serupa berlaku untuk asap rokok.
Sebisa mungkin hindari berada terlalu dekat dengan sumber asap, termasuk ketika ada pembakaran sampah di sekitar tempat tinggal. Jangan pula menjadikan rumah sebagai tempat bebas asap rokok.
Sudah kena ISPA? Jangan buru-buru beraktivitas seperti biasa
Bagi orang yang sudah mengalami keluhan seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan atau demam, tubuh membutuhkan kesempatan untuk pulih.
Istirahat yang cukup, minum yang cukup dan menjaga lingkungan tetap bersih dapat membantu tubuh melewati masa sakit.
Aktivitas juga tidak perlu dipaksakan ketika badan masih terasa lemas. Terlebih jika cuaca sedang sangat panas dan aktivitas dilakukan di luar ruangan.
Untuk obat, gunakan sesuai petunjuk tenaga kesehatan atau aturan pakai pada kemasan. Jangan asal mengonsumsi antibiotik karena tidak semua infeksi saluran pernapasan disebabkan oleh bakteri.
Kapan tidak cukup hanya istirahat di rumah?
Batuk atau pilek memang sering kali dapat membaik dengan perawatan sederhana. Tetapi, ada kondisi yang sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan biasa.
Jika muncul sesak atau kesulitan bernapas, nyeri dada, demam tinggi, tubuh terasa sangat lemah, atau gejala justru semakin berat dan tidak membaik, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu dipertimbangkan.
Terutama bagi anak-anak, lansia, atau orang yang memiliki kondisi tertentu yang membuat mereka lebih rentan mengalami masalah pernapasan.
Kemarau bukan cuma soal panas
Menjaga kesehatan pernapasan selama kemarau sebenarnya tidak membutuhkan langkah yang rumit.
Kurangi paparan debu dan asap, gunakan masker ketika berada di lingkungan berdebu, jaga kebersihan rumah, cukup minum dan jangan memaksakan aktivitas ketika sedang sakit.
Yang paling penting, kenali kondisi tubuh sendiri. Jangan sampai batuk atau gangguan pernapasan yang awalnya dianggap sepele justru dibiarkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Musim kemarau memang akan berlalu. Tetapi menjaga udara yang kita hirup setiap hari tetap menjadi bagian penting dari menjaga kesehatan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
