Ekspor Kopi Indonesia Tembus Inggris, Kemendag Ingin Nilainya Tak Berhenti di Green Bean
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 27 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :Ilustrasi/ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Ekspor kopi Indonesia kembali merambah pasar Inggris. Java Halu Coffee mengirim 10 ton biji kopi mentah (green bean) senilai USD155 ribu atau sekitar Rp2,64 miliar. Pemerintah ingin ekspansi pasar tersebut tidak berhenti pada penjualan biji mentah, tetapi berlanjut ke produk kopi dengan nilai tambah lebih tinggi.
Ekspor kopi tersebut dilepas Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bandung Barat, Selasa (18/8).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan Indonesia memiliki kopi dari berbagai daerah dengan karakter dan cita rasa yang bisa menjadi pembeda di pasar global. Karena itu, pengembangan ekspor kopi perlu dibarengi penguatan produk dan merek.
“Indonesia tidak kekurangan kopi berkualitas. Kita memiliki kopi dari berbagai daerah dengan karakteristik dan cita rasa yang berbeda,” ujar Puntodewi.
Menurut dia, nilai tambah juga perlu diperkuat dari sisi rantai pasok. Kopi dari petani perlu terhubung lebih efisien dengan pengolah, agregator, roastery, eksportir hingga pembeli di pasar internasional.
Kemendag juga mendorong penerapan ketertelusuran dan prinsip keberlanjutan untuk menyesuaikan produk kopi Indonesia dengan tuntutan pasar global.
Java Halu Coffee telah mengembangkan pasar ekspor sejak 2019. Selain Inggris, kopi perusahaan tersebut telah masuk ke pasar Timur Tengah, Jepang, Australia, Korea Selatan, Turki, dan Amerika Serikat.
Perluasan pasar itu dilakukan melalui pengembangan mutu, promosi, serta fasilitasi akses pasar. Kemendag sebelumnya memfasilitasi Java Halu Coffee mengikuti World of Coffee di Athena, Yunani, dan International Coffee & Chocolate Exhibition di Riyadh, Arab Saudi, pada 2023.
Java Halu Coffee juga tercatat konsisten mengikuti Trade Expo Indonesia.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan ekspor tersebut menunjukkan kopi Jawa Barat memiliki kualitas dan peluang untuk bersaing di pasar internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong produk unggulan daerah masuk ke pasar global.
Direktur Java Halu Coffee Rani Mayasari menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia, dan Kementerian Perdagangan dalam pengembangan usaha serta pasar ekspor sejak 2019.
Rani mengatakan ekspor ke Inggris tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan terhadap devisa negara sekaligus perekonomian Jawa Barat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
