Lemang Pagar Alam, Lahat, dan Muara Enim, Bahan, Resep, dan Bedanya yang Jarang Diketahui
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ilustrasi /AI Gemini
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Lemang Pagar Alam, Lahat, dan Muara Enim sama-sama dikenal sebagai kuliner tradisional Sumatera Selatan (Sumsel) yang dibuat dari beras ketan dan dimasak menggunakan bambu. Meski sekilas bentuknya serupa, lemang di tiga daerah tersebut memiliki cerita, kebiasaan pengolahan, serta variasi penyajian yang berkembang di tengah masyarakat.
Lemang khas Sumsel bukan hanya makanan berbahan ketan. Proses memasaknya yang menggunakan bambu dan api menjadi bagian penting dari cita rasa makanan ini. Daun pisang yang menjadi pelapis bambu juga membantu memberikan aroma khas ketika lemang matang.
Bahan dasar lemang yang sederhana
Pada dasarnya, bahan lemang cukup mudah ditemukan. Beras ketan menjadi bahan utama, kemudian dicampur dengan santan dan garam untuk menghasilkan rasa gurih.
Bahan yang umumnya diperlukan antara lain beras ketan, santan, garam, daun pisang dan bambu. Beberapa variasi lemang dapat menggunakan bahan tambahan sesuai selera, termasuk bahan bercita rasa manis.
Beras ketan biasanya dicuci terlebih dahulu kemudian direndam agar teksturnya lebih mudah matang. Setelah itu, ketan dimasukkan ke dalam bambu yang bagian dalamnya sudah dilapisi daun pisang.
Santan kemudian dituangkan ke dalam bambu bersama ketan. Setelah siap, bambu diposisikan di dekat bara api hingga lemang matang.
Lemang Pagar Alam
Di Pagar Alam, lemang dikenal sebagai salah satu makanan tradisional yang masih menggunakan teknik memasak secara sederhana. Ketan dan santan menjadi perpaduan utama yang menghasilkan tekstur lembut sekaligus gurih.
Proses memasak dengan bambu membuat lemang membutuhkan kesabaran. Bambu tidak sekadar diletakkan di atas api besar, tetapi harus diperhatikan agar panasnya cukup untuk mematangkan bagian dalam tanpa membuat bagian luar cepat gosong.
Lemang yang sudah matang biasanya dikeluarkan dari bambu, kemudian dipotong-potong sebelum disajikan.
Lemang Lahat
Lahat juga memiliki tradisi membuat lemang dengan teknik yang tidak jauh berbeda. Beras ketan menjadi bahan utama yang dipadukan dengan santan dan garam.
Salah satu hal penting dalam membuat lemang adalah menjaga proses pembakaran. Bambu perlu diposisikan dan diputar secara berkala agar panas menyebar secara merata.
Cara tersebut membuat bagian dalam lemang matang dengan baik dan menghasilkan tekstur ketan yang padat tetapi tetap lembut ketika dimakan.
Lemang Muara Enim punya lebih banyak variasi
Muara Enim menarik karena tradisi lemangnya berkembang dalam beberapa jenis. Selain lemang putih berbahan ketan, dikenal pula lemang yang menggunakan ketan hitam.
Tidak berhenti pada dua jenis tersebut, terdapat pula variasi lemang dengan bahan tambahan seperti pisang, durian dan labu kuning.
Variasi itu membuat lemang Muara Enim tidak hanya dikenal sebagai makanan gurih. Beberapa jenisnya bisa memiliki karakter rasa yang lebih manis dan aroma berbeda tergantung bahan yang digunakan.
Lalu apa bedanya?
Jika dilihat dari bahan utama, lemang Pagar Alam, Lahat, dan Muara Enim sebenarnya memiliki banyak kesamaan. Ketiganya sama-sama menggunakan beras ketan dan santan serta memanfaatkan bambu sebagai media memasak.
Perbedaannya lebih terlihat pada kebiasaan masyarakat dalam mengolah dan menyajikannya. Pagar Alam dan Lahat lebih mudah ditemukan dalam bentuk lemang berbahan ketan dengan cita rasa gurih, sedangkan Muara Enim memiliki variasi olahan yang lebih beragam.
Karena itu, tidak tepat jika semua lemang dari tiga daerah tersebut dianggap mempunyai resep yang persis sama. Dalam makanan tradisional, takaran bahan dan cara memasak dapat berubah mengikuti kebiasaan keluarga maupun daerah tempat makanan tersebut dibuat.
Cara membuat lemang secara sederhana
Untuk membuat lemang di rumah, beras ketan terlebih dahulu dicuci sampai bersih lalu direndam beberapa jam. Setelah ditiriskan, ketan dicampur dengan santan dan sedikit garam.
Bambu yang digunakan harus bersih dan bagian dalamnya dilapisi daun pisang. Ketan kemudian dimasukkan ke dalam bambu dan diberi campuran santan secukupnya.
Bambu selanjutnya dibakar menggunakan bara api. Selama proses memasak, bambu perlu diputar secara berkala supaya panas tidak hanya mengenai satu sisi.
Setelah matang, lemang sebaiknya dibiarkan sedikit dingin sebelum dikeluarkan dari bambu. Lemang kemudian dapat dipotong sesuai ukuran dan disajikan.
Lemang bukan sekadar makanan
Keunikan lemang justru terletak pada cara pembuatannya. Di tengah semakin banyaknya makanan yang dapat dimasak dengan peralatan modern, lemang tetap mempertahankan bambu, daun pisang dan bara api sebagai bagian dari prosesnya.
Pagar Alam, Lahat dan Muara Enim memperlihatkan bagaimana satu jenis makanan dapat berkembang dengan karakter yang berbeda di masing-masing daerah.
Bagi masyarakat yang ingin mengenal kuliner tradisional Sumatera Selatan, lemang menjadi salah satu makanan yang menarik untuk dicoba. Rasanya sederhana, tetapi proses pembuatannya menyimpan tradisi yang membuat makanan ini tetap bertahan dari generasi ke generasi. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
