Pasar Merdeka Perth Tarik 1.000 Pengunjung, Kuliner dan Budaya Pererat Indonesia-Australia Barat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemlu.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sekitar 1.000 orang meramaikan Pasar Merdeka Perth 2026 di Langley Park, Perth, akhir pekan lalu menjelang HUT RI ke -81. Kehadiran diaspora Indonesia dan masyarakat lokal Australia Barat membuat festival ini tidak hanya menjadi perayaan kuliner dan budaya, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat kedua pihak.
Beragam sajian Nusantara hadir melalui stan yang diisi restoran dan pelaku usaha kuliner Indonesia di Perth.
Pengunjung dapat menikmati makanan khas Indonesia sekaligus merasakan suasana perayaan kemerdekaan yang dibangun bersama komunitas Indonesia di Australia Barat.
Ragam budaya Nusantara kemudian tampil melalui pertunjukan tari dan musik tradisional dari berbagai daerah.
Komunitas diaspora Indonesia ikut mengambil bagian dalam penampilan tersebut sehingga pengunjung mendapat ruang untuk menikmati kekayaan seni Indonesia secara langsung.
Kegiatan tidak berhenti pada kuliner dan pertunjukan seni. Warga lokal Perth juga mengikuti kuis interaktif yang mengangkat budaya, sejarah, dan geografi Indonesia. Setelah itu, suasana semakin cair lewat lomba karaoke yang menjadi ajang hiburan dan unjuk bakat.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KJRI Perth memperkuat hubungan masyarakat Indonesia dan Australia Barat.
Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan melalui Pasar Merdeka 2026 ini, diplomasi publik dijalankan lewat pertemuan langsung yang melibatkan diaspora Indonesia dan masyarakat setempat.
KJRI Perth menilai pendekatan berbasis people-to-people ties penting untuk memperkuat hubungan persahabatan kedua masyarakat.
Pasar Merdeka sekaligus menjadi ruang bagi diaspora Indonesia untuk membangun kebersamaan sambil membawa kuliner dan budaya Nusantara lebih dekat dengan masyarakat Australia Barat. (***)/sumber : Kemlu RI
- Penulis: Irwan Wahyudi
