Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sampai Kapan Gempa di Flores Berlangsung? Ini Perkiraan BMKG

Sampai Kapan Gempa di Flores Berlangsung? Ini Perkiraan BMKG

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Rangkaian guncangan yang mengikuti gempa besar di Flores masih berlangsung. Bedanya, aktivitasnya kini mulai menunjukkan tanda-tanda melemah.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah sampai kapan kondisi tersebut akan bertahan?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan aktivitas gempa susulan masih akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Namun, jumlah dan kekuatannya secara umum diproyeksikan terus menurun.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan pola aktivitas yang dipantau saat ini menunjukkan tren peluruhan. Dengan perkembangan data sejauh ini, aktivitas gempa susulan diperkirakan mencapai tingkat yang relatif rendah dalam 21 hingga 30 hari ke depan.

Perkiraan tersebut mengarah pada akhir September 2026.

Tetapi ada satu hal yang perlu digarisbawahi. Akhir September bukan berarti gempa akan berhenti total.

Rentang waktu itu hanya menggambarkan perkiraan kapan aktivitas susulan berada pada tingkat yang lebih rendah. BMKG masih terus memperbarui analisis karena kondisi kegempaan dapat berubah mengikuti data terbaru.

Ribuan Guncangan Terjadi Setelah Gempa Utama

Sejak gempa utama berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8), aktivitas susulan terus terekam.

Hingga Rabu (19/8) pukul 14.00 WIB, jumlahnya telah mencapai 3.002 kejadian. Magnitudonya cukup beragam, mulai dari M1,1 hingga M6,2.

Sebanyak 25 gempa susulan tercatat memiliki magnitudo 5,0 atau lebih. Sementara itu, 86 kejadian dilaporkan langsung oleh masyarakat karena guncangannya terasa.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kerak bumi di sekitar sumber gempa masih mengalami proses penyesuaian setelah pelepasan energi dalam jumlah besar.

Gempa susulan sendiri merupakan bagian yang lazim terjadi setelah gempa utama. Aktivitas tersebut tidak selalu berlangsung dengan pola yang sama setiap waktu. Ada periode ketika jumlah gempa menurun, tetapi bisa pula muncul peningkatan dalam rentang tertentu.

Karena itulah BMKG tidak menetapkan satu tanggal sebagai batas berakhirnya gempa susulan.

Mengapa Gempa Masih Terjadi?

Setelah gempa besar terjadi, kondisi batuan di sekitar sumber gempa belum langsung kembali stabil.

Energi yang dilepaskan oleh gempa utama memengaruhi bagian kerak bumi di sekitarnya. Proses penyesuaian itu kemudian dapat memicu guncangan-guncangan lain yang lebih kecil.

Dalam kasus Flores, episenter gempa susulan banyak terkonsentrasi di wilayah bagian tengah hingga barat. Aktivitas tersebut berkaitan dengan zona tektonik Flores Back-Arc Thrust.

Jadi, banyaknya gempa yang tercatat bukan berarti setiap guncangan merupakan kejadian yang sama besar dengan gempa utama. Sebagian besar berukuran jauh lebih kecil dan hanya dapat diketahui melalui alat pemantau.

BMKG Belum Berhenti Memantau

Meski aktivitas menunjukkan kecenderungan menurun, pemantauan tetap dilakukan secara intensif.

BMKG menyiagakan tim selama 24 jam dan menerjunkan ahli ke wilayah terdampak. Pemeriksaan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas gempa, tetapi juga mencakup kondisi tanah, dampak guncangan di permukiman, hingga pemantauan tsunami.

Jaringan pemantauan yang digunakan juga mencakup seismograf, akselerograf, intensity meter, tsunami gauge, serta perangkat penerima informasi peringatan.

Namun, keberadaan berbagai alat tersebut bukan berarti gempa bisa diprediksi secara tepat.

BMKG justru mengingatkan bahwa instrumen tersebut digunakan untuk mendeteksi dan merekam aktivitas gempa serta mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat.

Tidak ada alat yang dapat memastikan kapan gempa berikutnya akan terjadi dan berapa kekuatannya.

Warga Tetap Perlu Waspada

Di tengah masih berlangsungnya gempa susulan, perhatian masyarakat juga perlu diarahkan pada kondisi bangunan.

Rumah atau fasilitas umum yang sudah retak maupun mengalami kerusakan akibat gempa utama sebaiknya tidak langsung digunakan sebelum diperiksa. Guncangan berikutnya, meskipun lebih kecil, tetap dapat menambah kerusakan pada bangunan yang kondisinya sudah melemah.

Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang mengklaim mengetahui secara pasti waktu ataupun magnitudo gempa berikutnya.

Untuk sementara, gambaran yang diberikan BMKG cukup jelas, aktivitas gempa susulan Flores memang menunjukkan kecenderungan menurun, tetapi prosesnya belum selesai.

Dalam 21 hingga 30 hari ke depan, aktivitas tersebut diperkirakan semakin rendah. Namun setelah periode itu pun, kemungkinan gempa tetap ada.

Karena itu, yang menjadi patokan bukan sebuah tanggal tertentu, melainkan perkembangan aktivitas gempa yang terus dipantau dan diperbarui BMKG. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Salurkan  Bantuan KUR Senilai Rp 4 Milyar ke Paguyuban Bakso

    Gubernur Salurkan  Bantuan KUR Senilai Rp 4 Milyar ke Paguyuban Bakso

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara simbolis menyerahkan Bantuan Keredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 4 Milyar untuk Paguyuban Bakso Solo Berseri (PBSB) Sumsel , penyerahan secara simbolis berlangsung di Griya Agung, Kamis (16/12) petang. Gubernur Sumsel mengakui, sektor yang masih bisa bertahan dan bangkit meski dihantam pandemi Covid 19 adalah usaha […]

  • Sumsel Jadi Provinsi Penyanggah Pangan Nasional, Mentan RI Resmikan Program Food Estate 

    Sumsel Jadi Provinsi Penyanggah Pangan Nasional, Mentan RI Resmikan Program Food Estate 

    • calendar_month Jumat, 28 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    MENTERI Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo menetapkan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi provinsi penyanggah ketahanan pangan nasional. “Program Food Estate ini upaya menjaga ketahanan pangan. Memiliki potensi SDA dan di dukung lima kabupaten penghasil pangan, menjadikan Sumsel sebagai provinsi penyanggah ketahanan pangan nasional,” kata Mentan dalam arahannya ketika  menghadiri kick off food estate “Petani […]

  • Lima Sekolah Percontohan Buka Penerimaan Siswa Lebih Awal

    Lima Sekolah Percontohan Buka Penerimaan Siswa Lebih Awal

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri di Kota Palembang sudah dibuka dan ada lima sekolah percontohan lebih awal menerima siswa baru. Di tahun ini, ada 5 sekolah percontohan yang membuka pendaftaran terlebih dahulu. Kelima sekolah tersebut yakni SMP Negeri 1, SMPN 8, SMPN 9, SMPN 10 dan SMPN 15 Palembang. Kepala Dinas Pendidikan […]

  • Berjasa Terhadap Negara, Presiden Menganugerahi 335 Tokoh Tanda Kehormatan

    Berjasa Terhadap Negara, Presiden Menganugerahi 335 Tokoh Tanda Kehormatan

    • calendar_month Kamis, 12 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 770
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo memberikan tanda kehormatan kepada sedikitnya 335 tokoh yang dianggap telah berjasa kepada negara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (12/8/2021). Penganugerahan ini didasarkan pada Keppres No 76, 77, 78/TK Tahun 2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Jasa. “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Presiden Republik […]

  • “Sombong”

    “Sombong”

    • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.075
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – “Sombong” adalah sebuah kata dalam bahasa Indonesia yang menggambarkan sikap atau perilaku seseorang yang merasa lebih baik, lebih penting, atau lebih superior daripada orang lain. Seseorang yang sombong cenderung memamerkan kelebihan-kelebihannya, meremehkan orang lain, atau merasa bahwa dirinya lebih berharga daripada orang lain. Sikap sombong sering kali dianggap negatif dalam hubungan sosial karena […]

  • Penyintas COVID-19 Donor Plasma Konvalesen

    Penyintas COVID-19 Donor Plasma Konvalesen

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.112
    • 0Komentar

    DONOR Plasma Konvalesen oleh penyintas COVID-19 dapat membantu penyembuhan pasien COVID-19. Terapi Plasma Konvalesen dilakukan dengan memberikan plasma, yaitu bagian dari darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari COVID-19. Ingin menjadi donor plasma konvalesen? Daftar di https://plasmakonvalesen.covid19.go.id/ Pastikan sudah memenuhi kriteria yang ditentukan, seperti syarat pendonor antara lain, usia 18-60 tahun, berat […]

expand_less
WordPress Archive Enginir – Industrial & Engineering Multipurpose WordPress Theme EnginX – Auto Repair Service WordPress Theme Engitech – IT Solutions & Services WordPress Theme Enhancements for WooCommerce Points and Rewards Enhancer for WooCommerce Subscriptions Enigma – Personal Portfolio Elementor Template Kit Enjoy – WordPress Magazine and Blog Theme Enliven ’em! – SVG Animation Engine for WordPress Eno – Portfolio Agency WordPress Enormous – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme