Sampai Kapan Gempa di Flores Berlangsung? Ini Perkiraan BMKG
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bnpb.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Rangkaian guncangan yang mengikuti gempa besar di Flores masih berlangsung. Bedanya, aktivitasnya kini mulai menunjukkan tanda-tanda melemah.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah sampai kapan kondisi tersebut akan bertahan?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan aktivitas gempa susulan masih akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Namun, jumlah dan kekuatannya secara umum diproyeksikan terus menurun.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan pola aktivitas yang dipantau saat ini menunjukkan tren peluruhan. Dengan perkembangan data sejauh ini, aktivitas gempa susulan diperkirakan mencapai tingkat yang relatif rendah dalam 21 hingga 30 hari ke depan.
Perkiraan tersebut mengarah pada akhir September 2026.
Tetapi ada satu hal yang perlu digarisbawahi. Akhir September bukan berarti gempa akan berhenti total.
Rentang waktu itu hanya menggambarkan perkiraan kapan aktivitas susulan berada pada tingkat yang lebih rendah. BMKG masih terus memperbarui analisis karena kondisi kegempaan dapat berubah mengikuti data terbaru.
Ribuan Guncangan Terjadi Setelah Gempa Utama
Sejak gempa utama berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8), aktivitas susulan terus terekam.
Hingga Rabu (19/8) pukul 14.00 WIB, jumlahnya telah mencapai 3.002 kejadian. Magnitudonya cukup beragam, mulai dari M1,1 hingga M6,2.
Sebanyak 25 gempa susulan tercatat memiliki magnitudo 5,0 atau lebih. Sementara itu, 86 kejadian dilaporkan langsung oleh masyarakat karena guncangannya terasa.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kerak bumi di sekitar sumber gempa masih mengalami proses penyesuaian setelah pelepasan energi dalam jumlah besar.
Gempa susulan sendiri merupakan bagian yang lazim terjadi setelah gempa utama. Aktivitas tersebut tidak selalu berlangsung dengan pola yang sama setiap waktu. Ada periode ketika jumlah gempa menurun, tetapi bisa pula muncul peningkatan dalam rentang tertentu.
Karena itulah BMKG tidak menetapkan satu tanggal sebagai batas berakhirnya gempa susulan.
Mengapa Gempa Masih Terjadi?
Setelah gempa besar terjadi, kondisi batuan di sekitar sumber gempa belum langsung kembali stabil.
Energi yang dilepaskan oleh gempa utama memengaruhi bagian kerak bumi di sekitarnya. Proses penyesuaian itu kemudian dapat memicu guncangan-guncangan lain yang lebih kecil.
Dalam kasus Flores, episenter gempa susulan banyak terkonsentrasi di wilayah bagian tengah hingga barat. Aktivitas tersebut berkaitan dengan zona tektonik Flores Back-Arc Thrust.
Jadi, banyaknya gempa yang tercatat bukan berarti setiap guncangan merupakan kejadian yang sama besar dengan gempa utama. Sebagian besar berukuran jauh lebih kecil dan hanya dapat diketahui melalui alat pemantau.
BMKG Belum Berhenti Memantau
Meski aktivitas menunjukkan kecenderungan menurun, pemantauan tetap dilakukan secara intensif.
BMKG menyiagakan tim selama 24 jam dan menerjunkan ahli ke wilayah terdampak. Pemeriksaan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas gempa, tetapi juga mencakup kondisi tanah, dampak guncangan di permukiman, hingga pemantauan tsunami.
Jaringan pemantauan yang digunakan juga mencakup seismograf, akselerograf, intensity meter, tsunami gauge, serta perangkat penerima informasi peringatan.
Namun, keberadaan berbagai alat tersebut bukan berarti gempa bisa diprediksi secara tepat.
BMKG justru mengingatkan bahwa instrumen tersebut digunakan untuk mendeteksi dan merekam aktivitas gempa serta mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat.
Tidak ada alat yang dapat memastikan kapan gempa berikutnya akan terjadi dan berapa kekuatannya.
Warga Tetap Perlu Waspada
Di tengah masih berlangsungnya gempa susulan, perhatian masyarakat juga perlu diarahkan pada kondisi bangunan.
Rumah atau fasilitas umum yang sudah retak maupun mengalami kerusakan akibat gempa utama sebaiknya tidak langsung digunakan sebelum diperiksa. Guncangan berikutnya, meskipun lebih kecil, tetap dapat menambah kerusakan pada bangunan yang kondisinya sudah melemah.
Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang mengklaim mengetahui secara pasti waktu ataupun magnitudo gempa berikutnya.
Untuk sementara, gambaran yang diberikan BMKG cukup jelas, aktivitas gempa susulan Flores memang menunjukkan kecenderungan menurun, tetapi prosesnya belum selesai.
Dalam 21 hingga 30 hari ke depan, aktivitas tersebut diperkirakan semakin rendah. Namun setelah periode itu pun, kemungkinan gempa tetap ada.
Karena itu, yang menjadi patokan bukan sebuah tanggal tertentu, melainkan perkembangan aktivitas gempa yang terus dipantau dan diperbarui BMKG. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
