Sumsel Punya Potensi 66 Ribu Hektare untuk Ekstensifikasi Sawit, 3 Daerah Ini Terbesar
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 12 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Ekstensifikasi sawit di Sumsel memiliki potensi lahan mencapai 66.005,65 hektare. Areal tersebut tersebar di sejumlah wilayah dan menjadi bagian dari rencana pengembangan kelapa sawit untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Potensi itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Persiapan Ground Check Teknis Ekstensifikasi Lahan Kelapa Sawit yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (19/8/2026).
Dari total lahan yang dipetakan, sekitar 45.071,38 hektare berada pada kawasan hutan konversi atau produksi. Sementara 20.934,27 hektare lainnya masuk dalam Areal Penggunaan Lain (APL).
Kabupaten Lahat, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ulu menjadi tiga wilayah yang disebut memiliki potensi areal terbesar untuk program tersebut.
Strategic Advisory PTPN IV Irwan Perangin-Angin menjelaskan pemetaan lahan itu menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan tahapan teknis di lapangan. Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan kondisi serta status setiap areal yang masuk dalam potensi pengembangan.
Pemerintah Provinsi Sumsel menyatakan siap mendukung proses tersebut melalui koordinasi lintas instansi dan pemerintah kabupaten/kota.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Edward Candra mengatakan dukungan pemerintah daerah mencakup sinkronisasi tata ruang hingga penyiapan dokumen yang diperlukan.
Menurut dia, proses percepatan tetap harus berjalan beriringan dengan pemeriksaan administrasi dan legalitas lahan. Langkah itu diperlukan untuk memastikan pengembangan sawit tidak menimbulkan persoalan hukum pada tahap berikutnya.
Pemanfaatan lahan yang tidak produktif juga menjadi perhatian dalam program tersebut. Pemerintah daerah menilai pengelolaan kawasan secara tepat dapat membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.
Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Iim Mucharam, mengatakan program ekstensifikasi tersebut merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk memperkuat sektor pangan dan energi.
PTPN IV mendapat mandat untuk berperan dalam pelaksanaan program sebagai bagian dari BUMN pangan. Pengembangan lahan sawit diharapkan dapat memperkuat hilirisasi komoditas strategis sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap kebutuhan nasional.
Dengan potensi lahan lebih dari 66 ribu hektare, Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam rencana ekstensifikasi sawit. Namun, tahapan verifikasi lapangan dan kepastian status lahan tetap menjadi bagian penting sebelum pengembangan dilakukan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
