Kamis, 20 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Berburu Undangan HUT RI ke-81 di Istana, Ada yang 5 Hari Gagal, Ada Sekali Coba Langsung Dapat

Berburu Undangan HUT RI ke-81 di Istana, Ada yang 5 Hari Gagal, Ada Sekali Coba Langsung Dapat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Mendapatkan kesempatan mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan ternyata bukan perkara mudah bagi sebagian masyarakat. Mereka harus ikut “war” undangan secara daring, mencoba berulang kali, hingga menunggu tambahan kuota sebelum akhirnya berhasil menjadi bagian dari perayaan 17 Agustus 2026 secara langsung.

Cerita itu terlihat saat sejumlah warga datang mengambil undangan yang sebelumnya mereka peroleh secara daring di Gedung Krida Bhakti, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Salah satunya Alin, model asal Serang, Banten. Ia mengaku baru berhasil mendapatkan undangan pada hari kedua setelah sebelumnya gagal dalam perebutan kuota.

“Jujur susah banget. Ini benar-benar perjuangan banget. Aku tuh sebenarnya udah nge-alarm, cuma ketiduran. Pas hari kedua begitu aku bangun, aku langsung nge-war dan ternyata dapat,” ujar Alin.

Kesempatan menghadiri upacara HUT RI ke-81 itu pun langsung disiapkannya dengan serius. Alin bahkan telah menyiapkan pakaian yang akan dikenakan saat berada di Istana.

Ia mengaku semakin antusias karena upacara kemerdekaan tahun ini akan dipimpin Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Kesempatan melihat Presiden secara langsung juga menjadi salah satu hal yang paling dinantikannya.

“Pastinya kagum banget dan aku udah ngefans banget, pengen banget foto sebenarnya. Aku bakal ngerasa wow, excited banget. Dan bangga banget sih sama Pak Prabowo,” katanya.

Lima Hari Ikut War, Baru Berhasil Setelah Ada Tambahan Kuota

Perjuangan mendapatkan undangan juga dirasakan Ilham, pengemudi ojek daring asal Lampung yang kini berdomisili di Cipondoh, Tangerang.

Ilham mengaku sudah mencoba mendapatkan undangan selama lima hari pertama. Namun, setiap kali mencoba, kuota selalu habis.

Harapan kembali muncul setelah ia mengetahui adanya tambahan kuota dari pemerintah.

“Pas ada info dari Menteri Sekretaris Negara katanya ada tambahan, jadi stay lagi tuh di hari Selasa, tanggal 11. Akhirnya alhamdulillah dapat,” ujar Ilham.

Dari seluruh rangkaian upacara, Ilham paling menantikan atraksi pesawat. Selama ini ia hanya bisa menyaksikan pertunjukan tersebut melalui layar televisi.

Menurutnya, melihat langsung pesawat melintas di atas Istana akan memberikan sensasi yang jauh berbeda.

“Lebih ke atraksi pesawat segala macam karena kan kita biasa lihat di TV. Sekarang ngelihat langsung lebih senang aja gitu. Di atas kepala sendiri tinggal nengok,” tuturnya.

Ada yang Menunggu Momen Mengheningkan Cipta

Cerita serupa datang dari Nurul, warga Jakarta Pusat, dan Aulia, warga Bekasi. Keduanya juga harus mengikuti “war” daring sebelum akhirnya berhasil mendapatkan undangan.

Bagi Nurul, bukan hanya kemeriahan acara yang membuatnya ingin hadir. Ia justru menantikan momen ketika lagu “Mengheningkan Cipta” berkumandang dalam upacara.

“Kalau aku jujur pengin dengerin lagu Mengheningkan Cipta secara langsung, kayaknya bikin merinding ya,” kata Nurul.

Momen tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat rela berulang kali mencoba mendapatkan akses untuk menyaksikan upacara secara langsung.

Bagas Sekali Coba Langsung Berhasil

Di tengah cerita warga yang harus berjibaku mendapatkan undangan, ada pula yang justru mendapatkannya tanpa perjuangan panjang.

Bagas Prasetyo, karyawan swasta asal Sukabumi, mengaku baru bersiap sekitar lima menit sebelum proses perebutan undangan dimulai. Namun, keberuntungan langsung menghampirinya.

“Dibilangin kok saya memang hoki, karena saya lima menit mau mulainya baru siap-siap. Langsung dapat. Orang kan berkali-kali refresh tuh nggak dapat-dapat, aku sekali masuk langsung isi data, beres semua langsung terkirim, langsung dapat,” ujar Bagas.

Saat mengambil undangan di Gedung Krida Bhakti, Bagas juga mengaku prosesnya berlangsung lebih cepat dari yang ia bayangkan.

Sebelumnya, ia sempat mendengar kabar mengenai panjangnya antrean warga. Namun, pengalaman yang dirasakannya justru berbeda.

“Bisa dibilang lumayan cukup mudah. Dan waktunya juga lumayan cepat. Kan banyak berita orang ngantrinya lama segala macam, ternyata tidak kok,” katanya.

Perbedaan pengalaman itu menunjukkan bagaimana perjuangan mendapatkan undangan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung dengan cerita masing-masing.

Ada yang harus mencoba selama berhari-hari, ada yang baru berhasil setelah tambahan kuota dibuka, dan ada pula yang cukup sekali mencoba untuk langsung mendapatkan undangan.

Namun, tujuan mereka sama: merasakan langsung suasana peringatan kemerdekaan di Istana Kepresidenan, menyaksikan upacara dari dekat, serta menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang selama ini lebih sering mereka nikmati melalui layar televisi.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Tuan Rumah FORNAS, Hotel Dan Restoran Kembali Bangkit

    Sumsel Tuan Rumah FORNAS, Hotel Dan Restoran Kembali Bangkit

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 504
    • 0Komentar

    PENYELENGGARAAN Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VI Adi Sumatera Selatan tidak lama lagi akan digelar, tepatnya pada tanggal 1-7 Juli mendatang. Untuk menjadi tuan rumah yang baik, berbagai pihak telah melakukan persiapan guna mensukseskan event olahraga nasional tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Perhimpuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel dari jauh hari telah  melakukan persiapan […]

  • Vaksin Merah Putih, Dari Indonesia untuk Indonesia

    Vaksin Merah Putih, Dari Indonesia untuk Indonesia

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.178
    • 0Komentar

    Dengan populasi Indonesia yang besar, penting untuk memiliki kemandirian atas vaksin COVID-19 sebagai bagian dari penanganan pandemi. Oleh karenanya,  6 institusi negeri ini bekerja sama mengembangkan vaksin Merah Putih. Vaksin Merah Putih adalah vaksin COVID-19 yang menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia. Pengembangan vaksin dikerjakan oleh ahli Indonesia dan produksinya di Indonesia. Pengembangan Vaksin […]

  • Sawah di Lais & Sanga Desa Terendam Banjir, Pemkab Bantu Benih

    Sawah di Lais & Sanga Desa Terendam Banjir, Pemkab Bantu Benih

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    MUSIBAH banjir akibat luapan Sungai Musi yang merendam sejumlah persawahan warga di Kecamatan Lais dan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin membuat tanaman atau benih padi ikut terendam. Menindaklanjuti hal itu, pihak Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Peternakan (TPHP) Muba mengajukan tambahan bantuan benih guna membantu petani di dua kecamatan tersebut. “Sudah disetujui oleh pihak Kementerian […]

  • Jumput Bola Aktivasi IKD, Disdukcapil Muba Tingkatkan Layanan Administrasi Kependudukan

    Jumput Bola Aktivasi IKD, Disdukcapil Muba Tingkatkan Layanan Administrasi Kependudukan

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    Lais – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil gelar sosialisasi sekaligus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yakni Aula Puskesmas Lais dan Aula Kantor Camat Lais, Selasa (30/5/2023).   Kepala Disdukcapil Muba Demoon Hardian Eka Suza SSTP MSi menyampaikan bahwa penyelenggaraan aktivasi IKD merupakan respon pemerintah […]

  • Rumah perlindungan pekerja perempuan pertama Indonesia ada di Muba, kedatangan Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga bukti nyata kesetaraan gender terealisasi, Bupati Muba berikan kebijakan hak reproduksi bagi pekerja perempuan dari cuti haid, cuti melahirkan hingga cuti keguguran

    Rumah perlindungan pekerja perempuan pertama Indonesia ada di Muba, kedatangan Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga bukti nyata kesetaraan gender terealisasi, Bupati Muba berikan kebijakan hak reproduksi bagi pekerja perempuan dari cuti haid, cuti melahirkan hingga cuti keguguran

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.005
    • 0Komentar

    KEDATANGAN Bintang Puspayoga bukan tanpa sebab, dirinya bersama rombongan Kementerian PPPA pada kesempatan kali ini menobatkan Kabupaten Muba yang sudah menyandang Kabupaten Layak Anak serta dibawah kepemimpinan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menjadi daerah pertama dan percontohan di Indonesia yang memiliki Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) di Sektor Perkebunan. Ramah anak […]

  • Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana 2021

    Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana 2021

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 891
    • 0Komentar

    SEPERTI pribahasa bahwa hasil tidak akan mengkhianati proses. Berkat kerja kerasnya menjalankan Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir Hj. Lindasari Iskandar berhasil menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) 2021 dari Kepala BKKBN Republik Indonesia, Hasto Wardoyo. Penghargaan tersebut diberikan kepada Hj. Lindasari atas prestasi yang […]

expand_less
WordPress Archive Hanga - Construction & Building Elementor Template Kit Hangar – Aviation & Flight School Elementor Template Kit Hanio – Honey & Sweets Store WordPress Theme Hanio - Sweets & Pastry Shop WordPress Theme Hanoistore – Supermarket Responsive WooEcommerce WordPress Theme Hanta – Beekeeping and Honey Shop WordPress Theme Happy Elementor Addons Pro Happy Events – Holiday Planner & Agency WordPress Theme Happy Files Pro GPL Happy Kids – Children WordPress Theme