Ekonomi Haji-Umrah Tembus Rp80 Triliun, UMKM Madiun Bersiap Rebut Peluang
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 18 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : haji.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 akan membawa peluang baru bagi pelaku usaha daerah, pasalnya digelar di Kota Madiun pada 25–27 September 2026, ajang ini menjadi salah satu upaya mempertemukan UMKM dengan pasar ekonomi haji dan umrah yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp80 triliun setiap tahun.
Persiapan kegiatan tersebut mulai dimatangkan melalui koordinasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) dengan Pemerintah Kota Madiun dalam audiensi di Kota Madiun, Kamis (13/8/2026).
Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi mengatakan, expo tersebut tidak hanya r menjadi ajang pamer produk.
Lebih jauh, kegiatan ini diarahkan untuk membuka akses pasar bagi UMKM agar dapat mengambil bagian dalam rantai kebutuhan jemaah haji dan umrah.
“Expo ini kami dorong untuk membuka akses yang lebih luas bagi UMKM lokal agar dapat masuk ke dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah,” kata Jaenal.
Menurut dia, besarnya perputaran ekonomi haji dan umrah menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan pelaku usaha dalam negeri.
Produk lokal diharapkan tidak hanya menjadi pilihan di pasar domestik, tetapi juga mampu memenuhi berbagai kebutuhan jemaah sebelum mereka berangkat ke Tanah Suci.
Salah satu gagasan yang tengah didorong adalah konsep “Bagasi Ringan”. Melalui strategi ini, jemaah didorong membeli oleh-oleh dan perlengkapan ibadah sejak masih berada di dalam negeri.
Dengan begitu, kebutuhan seperti perlengkapan ibadah, makanan, minuman khas daerah hingga oleh-oleh dapat dipenuhi dari produk UMKM Indonesia. Selain memberi pilihan bagi jemaah, langkah tersebut juga diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
400 UMKM Bakal Ramaikan Expo
Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 diproyeksikan melibatkan sekitar 400 tenant UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur dan wilayah lainnya.
Beragam produk akan ditampilkan, mulai dari koper, kain ihram, mukena dan perlengkapan ibadah lainnya. Produk makanan, minuman khas daerah serta oleh-oleh haji juga akan menjadi bagian dari pameran.
Kegiatan ini sekaligus akan dirangkaikan dengan Kick Off Manasik Haji Akbar yang ditargetkan diikuti sekitar 20.000 calon jemaah dari berbagai daerah.
Konsep tersebut membuat expo tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga calon jemaah sebagai konsumen. Mereka dapat memperoleh pembekalan manasik sekaligus melihat langsung berbagai produk kebutuhan haji dan umrah buatan pelaku usaha dalam negeri.
Mengapa Madiun Dipilih?
Kota Madiun dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki posisi strategis sebagai kota perdagangan dan jasa. Pertumbuhan ekonominya juga menunjukkan tren positif.
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Madiun tercatat 5,69 persen secara tahunan. Di sisi lain, UMKM menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah dengan kontribusi sekitar 15 persen terhadap PDRB pada periode 2021–2025.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Madiun dinilai penting.
Jaenal berharap dukungan pemerintah daerah dapat membuat manfaat expo tidak berhenti selama tiga hari penyelenggaraan, tetapi berlanjut menjadi akses pasar baru bagi pelaku UMKM.
“Kami ingin Expo UMKM Haji dan Umrah ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha,” ujarnya.
Ia berharap UMKM lokal mendapatkan akses pasar yang lebih luas sekaligus ikut memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah di Indonesia.
Peluang UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Penyelenggaraan Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 juga menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Ibadah Haji dan Umrah, khususnya dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Bagi pelaku UMKM, peluang tersebut membuka pasar yang lebih spesifik. Produk yang selama ini hanya mengandalkan konsumen umum berpeluang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah.
Jika koneksi antara UMKM, pemerintah dan kebutuhan jemaah dapat dibangun secara berkelanjutan, Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 di Madiun tidak hanya menjadi agenda pameran.
Ajang tersebut bisa menjadi pintu masuk bagi produk daerah untuk masuk lebih jauh ke dalam rantai ekonomi haji dan umrah nasional. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
