Kajati Sumsel Baru Bicara Penegakan Hukum Humanis, Ini Pesan Nurcahyo
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pergantian pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan membawa pesan baru soal arah penegakan hukum di daerah. Kajati Sumsel baru Nurcahyo Jungkung Madyo, S.H., M.H., menegaskan pendekatan profesional dan berintegritas tetap harus berjalan bersama sikap humanis.
Pernyataan itu disampaikan Nurcahyo saat acara pisah sambut Kajati Sumsel di Griya Agung, Jumat (14/8/2026). Ia menggantikan Dr. Ketut Sumedana yang mendapat tugas di tempat baru.
Bagi Nurcahyo, pergantian pimpinan bukan alasan untuk memutus pekerjaan yang sudah berjalan.
Ia menyatakan siap melanjutkan capaian yang telah ditorehkan Ketut Sumedana dan menjaga dukungan Kejati Sumsel terhadap para pemangku kepentingan di daerah.
“Terima kasih atas sambutan hangat dari Gubernur dan jajaran Pemprov Sumsel,” ujar Nurcahyo.
Pesan tentang kesinambungan itu mendapat sambutan dari Gubernur Sumsel H. Herman Deru.
Ia berharap hubungan Pemprov Sumsel dan Kejati Sumsel yang selama ini terjalin dapat terus diperkuat.
Menurut Herman Deru, kolaborasi antarlembaga dibutuhkan bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga untuk mendukung pemerintahan, pembangunan hingga pelayanan kepada masyarakat.
“Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga semakin sukses. Kepada Pak Nurcahyo, selamat datang di Sumatera Selatan, semoga sukses memimpin Kejati Sumsel ke depan,” kata Herman Deru.
Sementara bagi Ketut Sumedana, masa tugasnya di Sumatera Selatan ditutup dengan pesan agar penegakan hukum tetap menjadi titik temu di tengah perbedaan kewenangan dan institusi.
“Tidak ada perbedaan antara kami, kita tetap berpegang teguh dalam penegakan hukum di Sumatera Selatan,” ujar Ketut.
Pisah sambut Kajati Sumsel kali ini tidak berhenti pada seremoni pergantian jabatan. Ada dua pesan yang terlihat jelas, yaitu pekerjaan yang sudah berjalan perlu diteruskan, sementara kepemimpinan baru dituntut menghadirkan pendekatan penegakan hukum yang tetap tegas namun tidak kehilangan sisi kemanusiaan.
Nurcahyo kini menghadapi fase baru kepemimpinannya di Sumatera Selatan. Komitmen profesional, integritas dan pendekatan humanis yang disampaikannya menjadi pijakan awal sebelum nantinya diuji dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru, Kapolda Sumsel Sandi Nugroho, Pangdam II/Sriwijaya Ujang Darwis, Sekda Sumsel H. Edward Candra, para bupati, wakil bupati dan wali kota di Sumsel atau yang mewakili, serta jajaran Pemprov Sumsel dan pejabat terkait. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
