Prabowo, Harga Pupuk Turun 20 Persen, Solar Tak Lagi Diimpor sejak 1 Juli
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : setneg.go.id/BPMI Setpres
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Harga pupuk turun 20 persen dan Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026, kata Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pencapaian swasembada pangan dan energi nasional.
Menurut Prabowo, pemerintah telah menghapus 145 aturan dalam penyaluran pupuk sekaligus menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Ia menyebut kebijakan tersebut merupakan yang pertama dalam sejarah Indonesia.
Di sisi lain, Prabowo menyebut keuntungan PT Pupuk Indonesia (Persero) meningkat hingga 252,8 persen.
“Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan akan kita capai dalam 4 sampai 5 tahun, ternyata berhasil capai dalam waktu 1 tahun,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan Indonesia pada 2026 telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan. Komoditas tersebut yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Selain pangan, pemerintah juga menjalankan program swasembada energi melalui penerapan biodiesel B50. Program tersebut mencampurkan biodiesel berbasis minyak sawit dengan solar.
Prabowo mengatakan Indonesia mulai memproduksi diesel B50 dan sejak 1 Juli 2026 tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri.
Penghentian impor solar tersebut, kata Prabowo, membuat Indonesia menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar AS.
“Mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan kita berhasil menghemat devisa Rp 170 triliun,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan berbagai capaian tersebut tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk berpuas diri. Menurut dia, pemerintah masih harus melanjutkan sejumlah program, termasuk makanan bergizi, bantuan sosial, dan hilirisasi.
“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan ukuran kemerdekaan bukan hanya apa yang diproklamasikan, tetapi juga apa yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
