EDRR 2026 Fokus Ancaman Kebakaran, Pemerintah Tekankan Respons Cepat Peringatan Dini
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 22 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bnpb.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – EDRR 2026 digelar di Jakarta menyoroti ancaman kebakaran akibat dinamika iklim ekstrem sekaligus mendorong penguatan teknologi dan respons terhadap peringatan dini bencana.
Pameran Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) Indonesia 2026 berlangsung di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran mulai Rabu, 12 Agustus hingga 14 Agustus 2026.
Pembukaan EDRR 2026 dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. bersama sejumlah pemangku kepentingan bidang kebencanaan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan tantangan kebencanaan di Indonesia masih tinggi. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat upaya pencegahan dan pengurangan risiko kecelakaan maupun bencana.
Menurut Pratikno, penguatan budaya sadar bencana, kelembagaan, karakter masyarakat serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman bencana.
“Pada tahun 2026 ini kami menekankan untuk memperkuat aksi dalam rangka merespon peringatan dini. Kita berusaha keras, Kepala BNPB dan seluruh jajaran pemerintahan berusaha keras untuk memperkuat peringatan dini, memanfaatkan teknologi,” kata Pratikno dalam pembukaan EDRR 2026, Rabu (12/8).
Pratikno juga menegaskan sistem peringatan dini harus diikuti tindakan yang tepat. Informasi mengenai potensi bencana dinilai tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak segera direspons dengan langkah yang akurat.
“Peringatan dini itu sangat penting tetapi aksi tepat untuk merespon peringatan dini juga sangat-sangat penting karena peringatan dini tidak ada gunanya kalau tidak diikuti dengan aksi tepat akurat dalam respon peringatan dini,” ujarnya.
EDRR Indonesia 2026 merupakan penyelenggaraan yang ketiga. Kegiatan ini mempertemukan perusahaan nasional dan internasional yang bergerak di bidang teknologi serta peralatan penanggulangan bencana.
Lebih dari 80 perusahaan mengikuti pameran tersebut. Produk dan solusi yang ditampilkan meliputi sistem peringatan dini, peralatan penyelamatan, perlengkapan medis darurat, teknologi drone, keselamatan industri dan berbagai teknologi pendukung penanggulangan bencana.
Pameran tersebut juga mendapat dukungan dari 22 instansi yang berasal dari lembaga pemerintah, institusi pendidikan, organisasi kemanusiaan dan organisasi internasional.
Pemerintah berharap EDRR tidak hanya menjadi tempat memperkenalkan atau menjual produk teknologi kebencanaan. Pertemuan tersebut juga diarahkan untuk mendorong pertukaran pengetahuan, riset bersama dan pengembangan industri dalam upaya mengurangi risiko bencana.
BNPB menjadi salah satu peserta yang menampilkan peralatan penanggulangan bencana dalam pameran tersebut.
Peralatan yang ditampilkan BNPB antara lain motor trail karhutla, pompa karhutla, alat pemadam api, alat pelindung diri (APD) dan manekin.
BNPB juga menampilkan diorama, miniatur kendaraan dan peralatan kebencanaan serta miniatur infrastruktur pascabencana, termasuk rumah RIKSA, jembatan Bailey dan Aramco.
Produk UMKM binaan BNPB turut dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
Keikutsertaan BNPB juga dimanfaatkan untuk memberikan informasi kebencanaan kepada masyarakat. Personel dari sejumlah direktorat disiagakan untuk memberikan penjelasan kepada pengunjung sesuai dengan bidang masing-masing.
Melalui pameran tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai berbagai tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, respons hingga pemulihan.
EDRR 2026 berlangsung selama tiga hari dan menjadi salah satu ruang pertemuan pemerintah, dunia usaha, industri, lembaga pendidikan serta organisasi kemanusiaan untuk membahas pengembangan teknologi dan inovasi dalam penanggulangan bencana.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
