Rujak Mi Khas Palembang, Resep Pedas Segar dengan Kuah Cuko Bikin Nagih
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : Ilustrasi/AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Rujak mi khas Palembang merupakan salah satu sajian yang wajib dicoba bagi pencinta kuliner bercita rasa pedas, asam, dan manis. Bukan sekadar mi biasa, hidangan ini memadukan mi kuning dengan pempek, tahu, mentimun, tauge atau soun, kemudian disiram kuah cuko yang gurih dan pedas.
Sekilas tampilannya memang sederhana. Namun, begitu kuah cuko bercampur dengan mi, potongan pempek, tahu, mentimun, dan taburan ebi, rasanya langsung terasa lengkap. Tak heran jika rujak mi menjadi salah satu sajian yang lekat dengan kuliner Palembang.
Bahan Rujak Mi Khas Palembang
Bahan Utama
- 500 gram mi kuning atau mi basah
- 100 gram soun, seduh dan tiriskan
- 150 gram tauge
- 4 buah pempek lenjer
- 2 buah tahu putih
- 1–2 buah mentimun
- 2 sdm ebi bubuk
- Kerupuk merah secukupnya
Bahan Kuah Cuko
- 200 gram gula merah atau gula aren, sisir
- 250–300 ml air
- 8–10 buah cabai rawit, haluskan
- 3–4 siung bawang putih, haluskan
- 1 sdm asam jawa
- 1–2 sdm cuka makan
- ½–1 sdt garam
Cara Membuat Rujak Mi Khas Palembang
Pertama, siapkan semua bahan isiannya. Seduh mi kuning dengan air panas sebentar, kemudian tiriskan. Lakukan hal yang sama pada soun dan tauge. Jangan terlalu lama menyeduhnya agar teksturnya tidak lembek.
Selanjutnya, goreng tahu sampai bagian luarnya berwarna kecokelatan. Setelah agak dingin, potong tahu menjadi ukuran kecil.
Goreng pempek lenjer hingga bagian luarnya sedikit kering. Angkat, tiriskan, lalu potong-potong sesuai selera.
Membuat Kuah Cuko
Untuk membuat cuko, rebus air bersama gula merah sampai gula benar-benar larut. Setelah itu, saring agar kuahnya lebih bersih dari ampas gula.
Masukkan kembali air gula ke dalam panci. Tambahkan bawang putih dan cabai rawit yang sudah dihaluskan, lalu masukkan asam jawa dan garam.
Masak dengan api sedang sampai kuah mendidih dan aroma bawang serta cabainya keluar. Setelah kompor dimatikan, tambahkan cuka dan aduk rata.
Cicipi kuahnya. Rasa cuko yang pas biasanya memiliki perpaduan manis, asam, pedas, dan gurih. Kalau suka lebih pedas, jumlah cabai rawit bisa ditambah.
Cara Menyajikan Rujak Mi
Siapkan mangkuk atau piring saji. Masukkan mi kuning dan soun terlebih dahulu.
Tambahkan tauge, potongan tahu goreng, serta pempek yang sudah dipotong-potong. Setelah itu, beri irisan mentimun di atasnya.
Siram dengan kuah cuko secukupnya. Terakhir, taburkan ebi bubuk dan tambahkan kerupuk merah sebagai pelengkap. Rujak mi khas Palembang siap disajikan.
Tips Agar Rujak Mi Makin Nikmat
Jangan membuat kuah cuko terlalu encer. Kuah yang rasanya cukup pekat akan lebih nikmat ketika bercampur dengan mi dan bahan lainnya.
Untuk pempek, jenis lenjer paling sering digunakan, tetapi kamu bisa memakai jenis pempek lain sesuai stok yang ada. Rujak mi juga menjadi cara yang enak untuk menikmati pempek dengan sajian yang berbeda.
Mentimun sebaiknya ditambahkan menjelang disajikan agar tetap terasa segar. Begitu juga dengan ebi bubuk, cukup ditaburkan di bagian akhir supaya aromanya masih kuat.
Kalau ingin sensasi pedas yang lebih mantap, gunakan cabai rawit secukupnya. Namun, tetap seimbangkan dengan gula merah dan asam agar rasa cuko tidak hanya terasa pedas.
Rujak Mi Palembang, Sederhana tetapi Kaya Rasa
Rujak mi khas Palembang memang punya daya tarik tersendiri. Mi yang kenyal, pempek yang gurih, tahu yang lembut, mentimun yang segar, ebi yang harum, serta kuah cuko dengan rasa pedas, asam, dan manis berpadu menjadi satu hidangan yang sulit ditolak.
Tidak heran jika sajian ini bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan pengalaman rasa yang berbeda dari olahan mi pada umumnya.
Kalau kebetulan punya stok pempek di rumah, jangan hanya digoreng dan dicocol cuko. Sesekali coba olah menjadi rujak mi khas Palembang. Siapa tahu, sekali bikin langsung jadi menu favorit keluarga. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
