Rabu, 12 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Ratusan Ribu Pohon Kopi Wonosobo Bisa Bernilai Uang, Ini Sinyal Menteri Jumhur soal Karbon

Ratusan Ribu Pohon Kopi Wonosobo Bisa Bernilai Uang, Ini Sinyal Menteri Jumhur soal Karbon

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Ratusan ribu pohon kopi yang ditanam masyarakat di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, berpotensi memiliki nilai ekonomi baru melalui perdagangan karbon. Potensi tersebut menjadi perhatian Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat saat melakukan kunjungan kerja ke Wonosobo pada 8-9 Agustus 2026.

Menurut Jumhur, vegetasi yang tumbuh di Wonosobo tidak hanya penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi apabila potensi karbonnya dikelola secara tepat. Ia menyebut perdagangan karbon sebagai salah satu instrumen yang dapat memberikan nilai ekonomi terhadap aktivitas penanaman dan pemeliharaan pohon.

“Ada perdagangan karbon yang nilainya besar sekali. Perdagangan karbon sama dengan perdagangan oksigen. Yakni, oksigen yang dihasilkan dari kegiatan penanaman pohon bisa dikompensasikan dengan nilai uang,” ujar Jumhur saat berdialog dengan masyarakat dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya sinyal penghijauan di Wonosobo dapat dilihat dari perspektif yang lebih luas. Pohon yang selama ini berfungsi sebagai penyangga ekosistem juga berpotensi menjadi bagian dari skema ekonomi hijau, sepanjang pengelolaan dan mekanisme perdagangan karbon dilakukan sesuai ketentuan.

Di Wonosobo, upaya penghijauan juga berjalan beriringan dengan pengembangan komoditas pertanian. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mendorong masyarakat menanam ratusan ribu pohon kopi di kawasan lereng Sindoro dan Sumbing. Penanaman tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjaga kondisi ekologis kawasan pegunungan.

Potensi ekonomi dari karbon menjadi semakin menarik karena manfaatnya dapat bersinggungan dengan kepentingan masyarakat yang selama ini menjaga vegetasi di wilayahnya. Namun, nilai ekonomi tersebut tidak otomatis muncul hanya karena adanya pohon. Diperlukan pengelolaan, pengukuran, dan mekanisme perdagangan karbon yang jelas agar manfaatnya benar-benar dapat diterima masyarakat.

KLH/BPLH menyatakan akan mendorong agar proses perdagangan karbon berlangsung secara transparan. Pemerintah ingin memastikan potensi ekonomi dari aktivitas menjaga lingkungan tidak berhenti sebagai nilai di atas kertas, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terlibat dalam upaya pelestarian.

Peluang tersebut membuka kemungkinan baru dalam mengembangkan ekonomi berbasis lingkungan di Wonosobi. Perkebunan kopi, kawasan hutan, vegetasi pegunungan, dan aktivitas penghijauan masyarakat dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi hijau yang saling berkaitan.

Pariwisata Wonosobo Tak Hanya Jual Pemandangan

Potensi ekonomi berbasis lingkungan di Wonosobo tidak berhenti pada karbon. Dalam kunjungan berikutnya pada Minggu (9/8/2026), Jumhur menyaksikan Festival Balon Udara yang berlangsung di Alun-alun Wonosobo.

Festival tersebut dinilai memiliki daya tarik wisata yang kuat karena mampu menghadirkan atraksi khas daerah sekaligus menarik perhatian wisatawan. Dari kegiatan itu, Jumhur melihat peluang pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan keramaian acara, tetapi juga mengangkat kekayaan alam dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya lagi berpikir dan tadi sudah ngobrol-ngobrol dengan Bupati Wonosobo dan tokoh Wonosobo tentang eco-tourism yaitu pariwisata yang terkait dengan pemuliaan lingkungan,” kata Jumhur.

Gagasan eco-tourism atau ekowisata tersebut menempatkan lingkungan sebagai bagian dari nilai jual pariwisata. Artinya, keindahan alam bukan hanya menjadi objek yang dikunjungi, tetapi juga aset yang harus dirawat agar terus memberikan manfaat ekonomi.

Konsep ini dapat mempertemukan dua kepentingan sekaligus, menjaga lingkungan dan menggerakkan ekonomi lokal. Alam yang terpelihara dapat mendukung pariwisata, sementara aktivitas ekonomi dari pariwisata dapat menciptakan insentif bagi masyarakat untuk mempertahankan kelestarian kawasan.

Jumhur berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat memperkuat model pembangunan yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari strategi ekonomi. Dengan begitu, potensi Wonosobo tidak hanya berhenti pada sektor pertanian dan wisata, tetapi berkembang ke ekonomi hijau yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Di tengah peluang tersebut, tantangan utamanya adalah memastikan nilai ekonomi dari lingkungan tetap berjalan beriringan dengan fungsi ekologisnya. Sebab, baik perdagangan karbon maupun eco-tourism pada akhirnya bergantung pada satu modal yang sama, lingkungan Wonosobo yang tetap terjaga. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembangkan SDM Pemuda, Kemenpora Sosialisasikan IPP di Bengkulu

    Kembangkan SDM Pemuda, Kemenpora Sosialisasikan IPP di Bengkulu

    • calendar_month Minggu, 19 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.514
    • 0Komentar

    DEPUTI 1 Kemenpora terus mensosialisasikan konsep Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) ke berbagai daerah. Kali ini giliran Provinsi Bengkulu yang berkesempatan mendapat penjelasan mengenai IPP dan upaya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan index tersebut yang masih terbilang rendah. Sekretaris Deputi 1 Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Esa Sukmawijaya membahas IPP tersebut lewat diskusi yang […]

  • Pulang Kampung, Begini Himbauan Mendagri Untuk Warga Sumsel Terkait COVID-19

    Pulang Kampung, Begini Himbauan Mendagri Untuk Warga Sumsel Terkait COVID-19

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    MENTERI Dalam Negeri [Mendagri] Prof H. Muhammad Tito Karnavian Ph.D. pulang kampung ke Tanah Kelahirannya di Palembang, Sumsel. Kedatangan Mantan Kapolri tersebut langsung Memimpin Rapat Kesiapsiagaan Penanganan Corona Virus Disease-19 (Covid) di wilayah Provinsi Sumsel, di Griya Agung, Sabtu (21/3/2020). Dia mengapreasiasi kepada Pemprov. Sumsel dan seluruh jajarannya karena meski ada OPD, namun Sumsel masih […]

  • “ASN PPPK Lulus, Disnakertrans & Kyai Rohman Stand-Up Kantor”

    “ASN PPPK Lulus, Disnakertrans & Kyai Rohman Stand-Up Kantor”

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.260
    • 0Komentar

    PAGI yang adem, Kantor Disnakertrans Muba tampak biasa saja, tapi suasana hati ASN PPPK baru? Waduh… kayak kue lapis campur aduk antara senang, gugup, dan penasaran. Mereka baru saja lulus PPPK Tahap 2, tapi belum ada yang sadar kalau hari pertama kerja itu kadang lebih absurd daripada drama sinetron. Kyai Rohman masuk dengan langkah dramatis, […]

  • Lao Airlines & Lao Skyway Keduanya Telah Capai Sertifikasi ‘SafeFlight’ di bawah Program LaoSafe, Fasilitasi Perjalanan Penumpang ke Tujuan Baru yang Menarik

    Lao Airlines & Lao Skyway Keduanya Telah Capai Sertifikasi ‘SafeFlight’ di bawah Program LaoSafe, Fasilitasi Perjalanan Penumpang ke Tujuan Baru yang Menarik

    • calendar_month Sabtu, 8 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 658
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,  VIENTIANE, LAOS –  Rute penerbangan baru dibuka Oktober ini yang akan memberikan pilihan yang lebih luas bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Laos, karena sertifikasi LaoSafe dari dua maskapai negara, Lao Airlines dan Lao Skyway, akan memastikan agar penumpang dapat merasa percaya diri untuk menaiki penerbangan dengan standar kebersihan yang tinggi.   Kedua maskapai […]

  • Strategi Kalender – Cuti Bersama jadi Senjata Promosi Wisata

    Strategi Kalender – Cuti Bersama jadi Senjata Promosi Wisata

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    WARUNG kopi, kalender dinding biasanya hanya berfungsi dua, yakni jadi pengingat kapan bayar utang dan pajangan gambar artis dangdut lokal yang tersenyum manis sambil megang botol kecap. Tanggal merah dicoret buat janjian mancing atau arisan RT. Namun kini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencoba mengubah peran kalender jadi lebih sakti. Bukan lagi sekadar pengingat “tanggal merah sama […]

  • Hotel di Sumsel Diharapkan Gunakan Menu Berbahan Pangan Lokal

    Hotel di Sumsel Diharapkan Gunakan Menu Berbahan Pangan Lokal

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 587
    • 0Komentar

    KEPALA Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ruzuan Effendi meminta semua hotel di Sumsel dapat menggunakan bahan pangan lokal yang berasal dari kabupaten/kota yang ada di daerah tersebut. “Selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri, juga untuk mempromosikan bahan pangan lokal,” ujarnya, usai menghadiri acara gerakan diversifikasi pangan lokal dan talkshow di Balroom Sriwijaya Hotel Swarna […]

expand_less
WordPress Archive Pawsy – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Payday Loans – Banking, Loan Business and Finance WordPress Theme PayLane Secure Form Gateway for WooCommerce Paylite – Online Payment Gateway Elementor Template Kit Payloan – Banking & Business Loan Elementor Template Kit Paymaster – Multipurpose Payment Gateway Payment Addon for UserPro Payna - Clean, Minimal WooCommerce Theme Payna – Minimal WooCommerce Theme PayPal Button – PayPal plugin for WordPress