Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Ratusan Ribu Pohon Kopi Wonosobo Bisa Bernilai Uang, Ini Sinyal Menteri Jumhur soal Karbon

Ratusan Ribu Pohon Kopi Wonosobo Bisa Bernilai Uang, Ini Sinyal Menteri Jumhur soal Karbon

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Ratusan ribu pohon kopi yang ditanam masyarakat di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, berpotensi memiliki nilai ekonomi baru melalui perdagangan karbon. Potensi tersebut menjadi perhatian Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat saat melakukan kunjungan kerja ke Wonosobo pada 8-9 Agustus 2026.

Menurut Jumhur, vegetasi yang tumbuh di Wonosobo tidak hanya penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi apabila potensi karbonnya dikelola secara tepat. Ia menyebut perdagangan karbon sebagai salah satu instrumen yang dapat memberikan nilai ekonomi terhadap aktivitas penanaman dan pemeliharaan pohon.

“Ada perdagangan karbon yang nilainya besar sekali. Perdagangan karbon sama dengan perdagangan oksigen. Yakni, oksigen yang dihasilkan dari kegiatan penanaman pohon bisa dikompensasikan dengan nilai uang,” ujar Jumhur saat berdialog dengan masyarakat dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya sinyal penghijauan di Wonosobo dapat dilihat dari perspektif yang lebih luas. Pohon yang selama ini berfungsi sebagai penyangga ekosistem juga berpotensi menjadi bagian dari skema ekonomi hijau, sepanjang pengelolaan dan mekanisme perdagangan karbon dilakukan sesuai ketentuan.

Di Wonosobo, upaya penghijauan juga berjalan beriringan dengan pengembangan komoditas pertanian. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mendorong masyarakat menanam ratusan ribu pohon kopi di kawasan lereng Sindoro dan Sumbing. Penanaman tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjaga kondisi ekologis kawasan pegunungan.

Potensi ekonomi dari karbon menjadi semakin menarik karena manfaatnya dapat bersinggungan dengan kepentingan masyarakat yang selama ini menjaga vegetasi di wilayahnya. Namun, nilai ekonomi tersebut tidak otomatis muncul hanya karena adanya pohon. Diperlukan pengelolaan, pengukuran, dan mekanisme perdagangan karbon yang jelas agar manfaatnya benar-benar dapat diterima masyarakat.

KLH/BPLH menyatakan akan mendorong agar proses perdagangan karbon berlangsung secara transparan. Pemerintah ingin memastikan potensi ekonomi dari aktivitas menjaga lingkungan tidak berhenti sebagai nilai di atas kertas, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terlibat dalam upaya pelestarian.

Peluang tersebut membuka kemungkinan baru dalam mengembangkan ekonomi berbasis lingkungan di Wonosobi. Perkebunan kopi, kawasan hutan, vegetasi pegunungan, dan aktivitas penghijauan masyarakat dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi hijau yang saling berkaitan.

Pariwisata Wonosobo Tak Hanya Jual Pemandangan

Potensi ekonomi berbasis lingkungan di Wonosobo tidak berhenti pada karbon. Dalam kunjungan berikutnya pada Minggu (9/8/2026), Jumhur menyaksikan Festival Balon Udara yang berlangsung di Alun-alun Wonosobo.

Festival tersebut dinilai memiliki daya tarik wisata yang kuat karena mampu menghadirkan atraksi khas daerah sekaligus menarik perhatian wisatawan. Dari kegiatan itu, Jumhur melihat peluang pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan keramaian acara, tetapi juga mengangkat kekayaan alam dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya lagi berpikir dan tadi sudah ngobrol-ngobrol dengan Bupati Wonosobo dan tokoh Wonosobo tentang eco-tourism yaitu pariwisata yang terkait dengan pemuliaan lingkungan,” kata Jumhur.

Gagasan eco-tourism atau ekowisata tersebut menempatkan lingkungan sebagai bagian dari nilai jual pariwisata. Artinya, keindahan alam bukan hanya menjadi objek yang dikunjungi, tetapi juga aset yang harus dirawat agar terus memberikan manfaat ekonomi.

Konsep ini dapat mempertemukan dua kepentingan sekaligus, menjaga lingkungan dan menggerakkan ekonomi lokal. Alam yang terpelihara dapat mendukung pariwisata, sementara aktivitas ekonomi dari pariwisata dapat menciptakan insentif bagi masyarakat untuk mempertahankan kelestarian kawasan.

Jumhur berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat memperkuat model pembangunan yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari strategi ekonomi. Dengan begitu, potensi Wonosobo tidak hanya berhenti pada sektor pertanian dan wisata, tetapi berkembang ke ekonomi hijau yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Di tengah peluang tersebut, tantangan utamanya adalah memastikan nilai ekonomi dari lingkungan tetap berjalan beriringan dengan fungsi ekologisnya. Sebab, baik perdagangan karbon maupun eco-tourism pada akhirnya bergantung pada satu modal yang sama, lingkungan Wonosobo yang tetap terjaga. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSR OKI jadi Terluas di RI, OKI Dianugerahi Penghargaan

    PSR OKI jadi Terluas di RI, OKI Dianugerahi Penghargaan

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.031
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi yang terluas di Indonesia. Per Agustus 2023, seluas 32.297 Hektare lahan sawit rakyat diremajakan. Atas capaian tersebut, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menganugerahi Pemkab OKI penghargaan perkebunan 2023 kategori Pemerintah Daerah dengan realisasi Program Peremajaan Sawit Rakyat terluas dengan […]

  • Muba Targetkan Kanal Selesai Sebelum Musim Kemarau

    Muba Targetkan Kanal Selesai Sebelum Musim Kemarau

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 888
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musibanyuasin [Muba] menargetkan kanal air selesai dibangun guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan [karhutla]. Hal tersebut diungkapkan Bupati Muba Dodi Reza Alex saat menghadiri rapat rapat koordinasi nasional (rakornas) tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2020 dipimpin Joko Widodo [Jokowi] di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Menurutnya sesuai arahan presiden agar kepala daerah […]

  • Dua Saksi dari Kominfo Diperiksa terkait Kasus Satelit Kemenhan

    Dua Saksi dari Kominfo Diperiksa terkait Kasus Satelit Kemenhan

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 625
    • 0Komentar

    KEJAKSAAN Agung (Kejagung) memeriksa dua orang saksi terkait dugaan korupsi proyek pengadaan Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tahun 2015 – 2021. Dalam keterangan yang diterima InfoPublik, Senin (31/1/2022), Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyatakan dua saksi yang periksa yakni BS dan M selaku pihak dari […]

  • Atlet Judo Sumsel Sabet Enam Medali Emas di Rajawali Cup, Ini Prestasi Membanggakan

    Atlet Judo Sumsel Sabet Enam Medali Emas di Rajawali Cup, Ini Prestasi Membanggakan

    • calendar_month Minggu, 20 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 965
    • 0Komentar

    ATLET Judo Sumatera Selatan (Sumsel) yang kini sedang berlaga di Kejuaraan Rajawali Cup 2 di Batalyon Artileri Arhanud Tangerang, meraih prestasi. Dalam kejuaraan, atlet asal Sumsel berhasil meraih enam medali emas, tiga medali perak dan dua medali perunggu. Mereka adalah peraih medali emas yakni Aprilidianti, Elfira Acalia, Indira Dwi Pebrianti, Galland Taslim, Aditya Kurniawan dan […]

  • Jawaban Gubernur Terhadap Pemandangan Umum Fraksi Atas 3 Raperda Usulan Pemprov

    Jawaban Gubernur Terhadap Pemandangan Umum Fraksi Atas 3 Raperda Usulan Pemprov

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.816
    • 0Komentar

    MEWAKILI Gubernur Sumsel H.Herman Deru, Sekretaris Daerah, (Sekda) Provinsi Sumsel H.Nasrun Umar menyampaikan jawaban Gubernur terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi atas 3 Raperda, pada rapat paripurna XV DPRD Provinsi Sumsel, di ruang rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (15/09/20). Rapat itu sendiri dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel. Giri Ramanda Kiemas. Dalam jawaban tertulisnya HD, menyampaikan […]

  • He..he, Hari Puasa Pertama, Sekda Sidak Dapeti Anak Buah Pada Dateng Terlambat

    He..he, Hari Puasa Pertama, Sekda Sidak Dapeti Anak Buah Pada Dateng Terlambat

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    Palembang – Jarum jam menunjuk angka 08.45, namun sayangnya ada sebagian PNS dilingkungan Pemerintah Provinsi [Pemprov] Sumsel masih bermalas-malasan untuk masuk kerja, pada hari pertama Puasa Ramadhan 1440 H. Sebagian mereka masuk tidak tepat waktu, alias tak disiplin, padahal tanpa disadari bulan puasa ini tanpa alasan untuk bermalas-malasan. Hal itu diungkap Sekda Provinsi Sumsel, H. Nasrun […]

expand_less
WordPress Archive Pawsy – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Payday Loans – Banking, Loan Business and Finance WordPress Theme PayLane Secure Form Gateway for WooCommerce Paylite – Online Payment Gateway Elementor Template Kit Payloan – Banking & Business Loan Elementor Template Kit Paymaster – Multipurpose Payment Gateway Payment Addon for UserPro Payna - Clean, Minimal WooCommerce Theme Payna – Minimal WooCommerce Theme PayPal Button – PayPal plugin for WordPress