Art Toys Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan, Potensi Transaksi Naik 2 Kali Lipat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 33 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto: kemendag.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Art toys Indonesia menembus pasar Korea Selatan (Korsel), dengan potensi transaksi naik dua kali lipat menjadi USD1 juta atau sekitar Rp17 miliar, kenaikan itu menyusul keikutsertaan 21 kreator Indonesia dalam URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 di Coex, Seoul, pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Potensi transaksi itu meningkat dibanding keikutsertaan Indonesia pada 2025 yang mencatatkan USD500 ribu. Lonjakan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat buyer dan mitra bisnis di Korea Selatan terhadap produk art toys, kekayaan intelektual (IP), serta jasa kreatif yang ditawarkan pelaku industri kreatif Indonesia.
Dalam pameran tersebut, para kreator Indonesia bertemu langsung dengan sedikitnya 400 buyer potensial. Pertemuan itu tidak hanya menjadi kesempatan untuk memamerkan karya, tetapi juga membuka peluang pembicaraan mengenai kerja sama komersial, pengembangan karakter, hingga pengembangan dan komersialisasi IP.
Art toys yang dibawa ke Seoul juga bukan sekadar mainan. Produk tersebut mencakup art toys atau designer toys dan collectible toys dengan nilai estetika tinggi yang dibuat sebagai barang koleksi sekaligus memiliki perlindungan kekayaan intelektual.
Peluang pasar itu dibawa melalui Paviliun Indonesia seluas 60 meter persegi. Sebanyak 21 kreator yang lolos kurasi Kementerian Perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan, dan Artistry Rights Kollektive menampilkan karya mereka.
Para kreator tersebut yakni IKY, Rhoald, Abraham Derri, Mirfak, Arief Witjaksana, TOYKKYO, Henky, Beastnolyze, Bea, Skudeye, Royes, ULUM, Arya Mularama, Button Eyes, Edmoon, Kathox, Rozi Permana, Fivust, Mang Moel, Authentic Remixes, dan Ghawean Dhewe.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan partisipasi Indonesia dalam URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar art toys sekaligus mendorong ekspor sektor jasa ke Korea Selatan.
Menurut Fajarini, lonjakan potensi transaksi menunjukkan produk dan jasa kreatif karya anak bangsa semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global.
Bagi para kreator, bertemu langsung dengan calon mitra di Korea Selatan juga menjadi kesempatan untuk membaca selera pasar sekaligus memahami ekspektasi buyer.
Pendiri Artistry Rights Kollektive, Stevanus Lianto, mengapresiasi dukungan pemerintah yang membuka kesempatan bagi seniman art toys Indonesia untuk bertemu langsung dengan calon mitra.
Menurut Stevanus, tantangan muncul ketika kreator harus berhadapan dengan ekspektasi calon mitra yang tinggi. Namun, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi para seniman untuk memahami kebutuhan pasar dan membangun peluang kerja sama ke depan.
Duta Besar RI untuk Republik Korea Cecep Herawan turut menyampaikan dukungan terhadap promosi karya Indonesia di Korea Selatan. Menurutnya, industri kreatif memiliki peran penting dalam mempererat kemitraan strategis kedua negara sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Kepala ITPC Busan Husodo Kuncoro Yakti menilai promosi karya kreatif Indonesia perlu dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Pameran tersebut, kata dia, menjadi jembatan bagi seniman Indonesia untuk mempelajari preferensi pasar Korea Selatan secara langsung.
Menurut Husodo, partisipasi Indonesia juga berpotensi mendongkrak nilai ekspor jasa, mendorong pengembangan dan komersialisasi IP lokal, serta membuka peluang kerja sama jangka panjang bagi industri kreatif nasional.
URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 merupakan festival seni rupa urban dan pameran art toys yang memadukan budaya pop, grafiti, dan mainan koleksi. Tahun ini, ajang tersebut menghadirkan lebih dari 100 seniman dari 15 negara, termasuk Indonesia, Jepang, Taiwan, China, Singapura, Malaysia, hingga Jerman.
Kenaikan potensi transaksi dari USD500 ribu menjadi USD1 juta menjadi sinyal bahwa art toys Indonesia memiliki peluang semakin besar untuk masuk ke pasar global. Tantangan berikutnya adalah mengubah ketertarikan buyer tersebut menjadi transaksi nyata dan kerja sama jangka panjang. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
