Stok Beras Alor 1.500 Ton, BULOG Siapkan Jurus Tekan Harga
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 26 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :bulog.co.od
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Stok beras Alor saat ini mencapai sekitar 1.500 ton dan dipastikan dalam kondisi aman. Perum BULOG tak hanya memastikan pasokan tetap tersedia, tetapi juga menggerakkan stok melalui berbagai saluran distribusi, agar masyarakat lebih mudah mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
Salah satu cara yang diperkuat BULOG adalah Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini terus diperluas ke sejumlah titik yang mudah dijangkau masyarakat sebagai bagian dari upaya mendekatkan pangan pokok kepada konsumen.
Di Kabupaten Alor, GPM digelar di GBI Filadelfia Mali dan Gereja Ebenhaeser Hula. Kegiatan ini menjadi salah satu kanal penyaluran beras BULOG sekaligus upaya menjaga akses masyarakat terhadap pangan pokok dengan harga yang wajar.
Kepala Divisi Penjualan Pasar Pemerintah Perum BULOG, Fauzan Dipo Pribadi, mengatakan stok yang tersedia di Alor memberikan ruang bagi BULOG untuk terus memperkuat distribusi.
“Stok beras BULOG di Alor saat ini sekitar 1.500 ton. Pasokan beras dalam kondisi aman.Stok yang tersedia akan terus kami gerakkan agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah,” ujar Fauzan.
Bagi BULOG, persoalannya bukan hanya memastikan beras tersedia, tetapi bagaimana stok tersebut bisa bergerak dan sampai lebih dekat ke masyarakat.
“Prinsipnya kami ingin stok yang ada tidak hanya tersimpan di gudang, tetapi juga bergerak dan hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan GPM dapat dilakukan secara masif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Langkah tersebut menjadi penting bagi Alor yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan. Distribusi pangan di wilayah seperti ini membutuhkan koordinasi lebih kuat, agar pasokan tidak hanya tersedia di satu titik, tetapi bisa menjangkau masyarakat secara berkelanjutan.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma menilai kehadiran BULOG melalui GPM merupakan bentuk konkret sinergi pemerintah dalam menjaga ketersediaan sekaligus keterjangkauan pangan.
“Kami mengapresiasi BULOG terus hadir di tengah masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah. Ini merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau. Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung upaya menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk di Kabupaten Alor,” ujar Johni.
Menurut Johni, kondisi geografis NTT terdiri atas banyak wilayah kepulauan membuat persoalan distribusi pangan tidak bisa ditangani satu pihak saja. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, BULOG, dan stakeholder terkait perlu menjaga koordinasi agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
“Alor merupakan bagian penting dari NTT yang memiliki karakteristik geografis tersendiri, ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin memastikan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan, dapat memperoleh pangan dengan mudah dan harga yang terjangkau,” katanya.
Dukungan terhadap pelaksanaan GPM juga datang dari Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo. Ia menyambut baik kolaborasi BULOG dan pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pangan pokok dengan harga terjangkau.
Bagi pemerintah daerah, kehadiran GPM di tengah masyarakat tidak hanya membantu memperluas akses terhadap beras, tetapi juga menjadi salah satu langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil NTT, Arrahim K Kanam, memastikan ketersediaan beras di Alor tetap menjadi perhatian BULOG. Stok yang ada akan disalurkan melalui berbagai kanal agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh pangan pokok.
“BULOG memastikan masyarakat di Alor tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Stok yang ada cukup dan akan terus kami distribusikan melalui berbagai kanal. GPM menjadi salah satu upaya kami untuk mendekatkan akses pangan kepada masyarakat,” jelas Arrahim.
Arrahim menambahkan karakter wilayah kepulauan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menjaga kelancaran distribusi beras di NTT. Oleh karena itu, BULOG terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, mitra kerja, dan berbagai elemen masyarakat.
“Semangat kami adalah memastikan pangan tersedia, terjangkau, dan mudah diakses masyarakat. Karena itu, BULOG akan terus hadir dan bergerak bersama pemerintah daerah serta seluruh stakeholder untuk menjaga stabilitas pangan di NTT,” katanya.
Dengan stok sekitar 1.500 ton, BULOG memiliki ruang untuk terus mengoptimalkan distribusi beras di Kabupaten Alor. GPM menjadi salah satu jalur yang digunakan untuk membawa stok tersebut lebih dekat kepada masyarakat.
Artinya, perhatian BULOG di Alor kini bukan semata soal berapa banyak beras yang tersimpan di gudang, tetapi juga bagaimana stok tersebut terus bergerak sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.
Sinergi pemerintah dan BULOG pun menjadi kunci untuk menjaga agar pasokan pangan tetap tersedia dan masyarakat mendapatkan akses terhadap beras dengan harga yang terjangkau. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
