Peristiwa Lengkong, Kemenimipas Ziarah ke TMP Taruna, Kenang Daan Mogot dan Paman Prabowo
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 28 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Kemenimipas.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Peristiwa Lengkong kembali dikenang di Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna, Kota Tangerang, Banten. Delapan dekade setelah peristiwa yang menewaskan sejumlah taruna dan perwira muda pada 25 Januari 1946 itu, nama Mayor Daan Mogot hingga Letnan Satu Soebianto Djojohadikoesoemo kembali mendapat penghormatan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penghormatan tersebut dilakukan melalui Aksi Bersih TMP yang digelar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Minggu (9/8).
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran Kemenimipas dan istrinya.
TMP Taruna menjadi salah satu lokasi penting untuk mengenang Peristiwa Lengkong. Di tempat itu dimakamkan sejumlah tokoh yang gugur dalam peristiwa tersebut, termasuk Mayor Daan Mogot, Taruna Syamsir Alam, Taruna Soetopo, serta Letnan Satu Soebianto Djojohadikoesoemo.
Soebianto Djojohadikoesoemo merupakan paman Presiden RI Prabowo Subianto. Ia turut gugur dalam Peristiwa Lengkong bersama para taruna dan perwira muda lainnya yang berada dalam rombongan Mayor Daan Mogot.
Rangkaian penghormatan di TMP Taruna tidak hanya berupa pembersihan area makam. Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi ziarah dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menteri Agus mengatakan peringatan kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini lahir dari pengorbanan para pendahulu bangsa yang mempertaruhkan jiwa, raga, harta, hingga keluarga.
“Peringatan kemerdekaan bukanlah sekadar seremoni tahunan. Hari kemerdekaan adalah momentum untuk mengenang pejuang, tentunya para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa, raga, harta, bahkan keluarga demi tegak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Agus.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Fun Walk yang dimulai dari Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia.
Rute kegiatan sengaja melintasi TMP Taruna sehingga peserta tidak hanya melewati kawasan makam, tetapi juga berhenti untuk membersihkan lingkungan makam, berziarah, dan melakukan tabur bunga.
Dalam kegiatan itu, Menteri Agus beserta istri juga menyempatkan diri berdialog dengan perwakilan keluarga pahlawan yang dimakamkan di TMP Taruna. Perwakilan Yayasan 25 Januari 1946 turut hadir dalam kegiatan tersebut. Yayasan itu dibentuk untuk mengenang sekaligus melestarikan nilai-nilai kepahlawanan dari Peristiwa Lengkong di Tangerang.
Bagi Kemenimipas, penghormatan kepada para pahlawan juga diterjemahkan melalui kepedulian terhadap masyarakat. Setelah prosesi di TMP Taruna, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial berupa penyaluran 1.000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Agus menilai semangat perjuangan para pahlawan perlu diteruskan dalam bentuk pengabdian yang sesuai dengan tantangan masa kini. Patriotisme, kata dia, tidak hanya ditunjukkan melalui penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga melalui pekerjaan, kepatuhan terhadap hukum, kepedulian terhadap lingkungan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Patriotisme harus diwujudkan dalam tindakan nyata, yaitu dengan bekerja sebaik-baiknya sesuai dengan bidang tugas kita masing-masing, menjaga lingkungan, menaati hukum, serta ikut secara aktif berkontribusi di dalam membangun peradaban bangsa,” ujarnya.
Peringatan di TMP Taruna akhirnya tidak sekadar menjadi agenda membersihkan makam menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Di tempat yang menyimpan jejak Peristiwa Lengkong itu, penghormatan kepada mereka yang gugur kembali dihubungkan dengan tanggung jawab generasi sekarang untuk menjaga kemerdekaan melalui pengabdian dan tindakan nyata. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
