Mengapa Blok M Kini Jadi Magnet Brand Lokal Indonesia?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 33 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ekraf.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Blok M dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan yang cukup mencolok. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat perbelanjaan dan tempat berkumpul anak muda kini berkembang menjadi ruang bagi tumbuhnya berbagai jenama lokal. Kehadiran festival, komunitas kreatif, hingga pelaku usaha dari berbagai subsektor membuat kawasan di Jakarta Selatan itu semakin hidup dan menarik perhatian masyarakat.
Fenomena itu kembali terlihat dalam gelaran Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok M Festival 2026, sebab selama tiga hari penyelenggaraan, kawasan Blok M tidak hanya dipenuhi penggemar sneakers, tetapi juga menjadi tempat bertemunya pelaku industri fesyen, musik, seni, kecantikan, wellness, hingga kuliner dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Berbeda dengan pameran konvensional yang berlangsung di satu gedung, JSD mengusung konsep festival distrik.
Sebanyak 12 zona di sejumlah titik kawasan Blok M dihubungkan menjadi satu rangkaian pengalaman bagi pengunjung.
Konsep ini membuat aktivitas ekonomi tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi juga memberi dampak bagi kawasan sekitar.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai kolaborasi lintas subsektor menjadi salah satu kekuatan yang membuat festival berbasis komunitas mampu berkembang.
Menurutnya, ketika berbagai pelaku ekonomi kreatif berada dalam satu ruang yang sama, peluang untuk memperluas pasar hingga memperkenalkan produk ke pasar internasional menjadi semakin terbuka.
Ia juga berharap semakin banyak ruang kreatif serupa yang memberi kesempatan bagi generasi muda untuk memamerkan karya, memperluas jaringan, sekaligus mengembangkan usaha yang mampu mengikuti perubahan tren dan kebutuhan konsumen.
Dominasi merek lokal menjadi salah satu daya tarik utama JSD tahun ini. Dari lebih dari 260 gerai yang berpartisipasi, sekitar 75 persen di antaranya merupakan jenama asal Indonesia.
Berbagai merek fesyen dan perlengkapan gaya hidup turut memanfaatkan festival tersebut untuk memperkenalkan koleksi terbaru sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.
Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan diri pelaku industri lokal. Jika sebelumnya banyak merek mengandalkan pemasaran digital, kini festival berbasis komunitas menjadi sarana penting untuk membangun kedekatan dengan konsumen melalui pengalaman berbelanja secara langsung, bahkan optimisme terhadap perkembangan industri kreatif juga didukung oleh kinerja sektor ekonomi kreatif secara nasional.
Bersaing di Pasar Internasional
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif pada 2025 mencapai Rp1.757,87 triliun atau berkontribusi 7,38 persen terhadap PDB nasional.
Sektor ini menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja, menjadikannya salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Disamping itu, sejumlah pelaku usaha mulai membuktikan produk lokal mampu bersaing di pasar internasional.
Salah satunya adalah Othman yang telah memasarkan produknya hingga Jepang. Keberhasilan tersebut menjadi gambaran bahwa kualitas dan desain produk dalam negeri semakin diterima di pasar global apabila didukung ekosistem yang tepat.
CEO Infia Corp, Aji Pratomo, mengatakan JSD Blok M Festival dibangun dari semangat kolaborasi antarkomunitas dan pelaku usaha.
Keterlibatan berbagai pihak dalam satu festival mampu menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi pengunjung sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi kawasan Blok M.
Perkembangan ini memperlihatkan Blok M tidak lagi hanya sebagai lokasi berbelanja atau tempat berkumpul.
Kawasan itu mulai menjelma sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif yang mempertemukan komunitas, pelaku usaha, dan konsumen dalam satu ruang.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Blok M akan semakin dikenal sebagai etalase bagi jenama lokal Indonesia untuk tumbuh, bersaing, dan menembus pasar global. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
