Kemenhaj Tegaskan Reformasi Penyelenggaraan Haji
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 30 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : haji.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berkomitmen untuk terus membenahi penyelenggaraan ibadah haji agar semakin akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah. Upaya itu dilakukan sebagai bagian dari transformasi yang tengah dilakukan pemerintah, guna menghadirkan layanan haji lebih profesional di setiap tahapan penyelenggaraan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan reformasi penyelenggaraan haji tidak cukup hanya dengan memperbaiki sistem. Menurutnya, perubahan juga harus tercermin dari integritas aparatur, profesionalisme petugas, hingga kualitas pelayanan yang diterima jemaah sejak persiapan keberangkatan di Tanah Air sampai pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Nasionalisme perhajian adalah ketika setiap elemen bekerja dengan penuh integritas, memastikan setiap jemaah memperoleh pelayanan terbaik, baik sejak proses persiapan di Tanah Air hingga menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci,” kata Teguh.
Ia menilai semangat membangun pelayanan haji yang lebih baik harus terus dijaga seiring perubahan tata kelola yang kini diarahkan semakin modern. Pemanfaatan teknologi, sistem yang lebih adaptif, serta tata kelola yang akuntabel dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan penyelenggaraan haji yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurut Teguh, momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga harus tercermin dalam budaya kerja seluruh insan perhajian. Semangat itu, kata dia, perlu diwujudkan melalui inovasi, kolaborasi, dan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
“Dari Monas, kita satukan niat dan ikhtiar untuk menyongsong era baru penyelenggaraan haji Indonesia yang lebih prima, akuntabel, transparan, dan bermartabat di mata dunia. Semangat kemerdekaan harus menjadi inspirasi bagi seluruh insan perhajian untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Teguh saat menghadiri kegiatan Doa dan Zikir Kebangsaan yang digelar di kawasan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Acara yang menjadi rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga aparatur sipil negara dari berbagai kementerian dan lembaga.
Teguh menyebutkan doa dan zikir kebangsaan bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus ikhtiar memohon perlindungan, persatuan, dan kekuatan agar bangsa Indonesia terus mampu menghadapi berbagai tantangan.
“Doa dan zikir kebangsaan ini merupakan ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT, sekaligus permohonan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan perlindungan, persatuan, dan kekuatan untuk terus melangkah bersama mengisi kemerdekaan,” katanya.
Kemenhaj memastikan transformasi penyelenggaraan haji akan terus dilanjutkan dengan menempatkan kepentingan jemaah sebagai fokus utama. Langkah tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, yang menjadi semangat untuk menghadirkan pelayanan publik, termasuk layanan haji, yang semakin berkualitas, transparan, dan berdaya saing. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
