Minggu, 2 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Cegah Tanah Ambles, KLH Wajibkan Water Farming

Cegah Tanah Ambles, KLH Wajibkan Water Farming

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 33 menit yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID -Tak semua air yang dipompa dari dalam tanah bisa kembali ke tempat asalnya, pasalnya selama bertahun-tahun, air tanah inilah menjadi andalan manusia di muka bumi guna memenuhi kebutuhan rumah tangga, gedung perkantoran, kawasan usaha hingga industri. Sementara dibagian lain, proses pengisian ulang cadangan air di bawah permukaan bumi sering kali tidak berjalan seimbang dengan jumlah air yang diambil, sehingga saat masalah itu terus berlangsung, tanah pun akhirnya perlahan kehilangan kemampuan untuk menyimpan air, bahkan risikonya penurunan muka tanah pun semakin besar.

Untuk mengatasinya, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tengah mematangkan regulasi water farming sebagai langkah memperkuat pengelolaan air tanah yang lebih berkelanjutan.

Melalui aturan itu, setiap pihak yang memanfaatkan air tanah nantinya diwajibkan melakukan upaya pengembalian cadangan air ke dalam bumi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Istilah water farming mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Namun, konsep yang diusung sebenarnya cukup sederhana. Air yang diambil dari dalam tanah tidak boleh berhenti pada tahap pemanfaatan, melainkan harus dikembalikan melalui berbagai metode resapan agar siklus air tetap terjaga. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kemampuan alam menyediakan air.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, usai tampil sebagai pembicara kunci dalam perhelatan Indonesia Net-Zero Summit 2026 di Jakarta menjelaskan regulasi tersebut saat ini masih dalam tahap penyusunan dan akan melalui proses uji publik sebelum ditetapkan.

Pemerintah menargetkan aturan tersebut dapat diselesaikan pada akhir 2026 sebagai dasar penerapan water farming di berbagai sektor.

Kebijakan ini lahir dari evaluasi terhadap pola pemanfaatan air tanah yang selama ini lebih menitikberatkan pada aspek perizinan dan retribusi. Meskipun pengambilan air tanah telah dikenai kewajiban membayar retribusi kepada pemerintah daerah, pendekatan tersebut dinilai belum cukup untuk memulihkan fungsi lingkungan yang terdampak akibat eksploitasi air secara terus-menerus.

Oleh sebab itu, pemerintah ingin mengubah cara pandang terhadap pengelolaan air tanah. Pemanfaatan sumber daya air tidak lagi hanya diukur dari kepatuhan administratif, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan cadangan air. Prinsip inilah yang menjadi dasar lahirnya kebijakan water farming.

Penerapan aturan tersebut nantinya dapat dilakukan melalui berbagai langkah yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi maupun volume pengambilan air. Beberapa di antaranya adalah pembangunan sumur resapan, pembuatan lubang biopori, pengembalian air yang telah diolah ke dalam tanah sesuai ketentuan, hingga penanaman pohon untuk meningkatkan kemampuan kawasan menyerap air hujan.

Upaya tersebut diharapkan mampu membantu mengisi kembali cadangan air tanah sekaligus mengurangi risiko penurunan muka tanah. Ketika air hujan memiliki ruang untuk meresap ke dalam bumi, lapisan tanah dapat mempertahankan keseimbangannya sehingga daya dukung lingkungan tetap terjaga.

Lebih jauh, water farming bukan sekadar kewajiban baru bagi pengguna air tanah. Konsep ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam pengelolaan sumber daya air, dari semula berfokus pada pemanfaatan menjadi mengedepankan keseimbangan antara penggunaan dan pemulihan.

Dengan menjaga siklus air tetap berlangsung, ketersediaan air bersih diharapkan dapat terus terpelihara sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan menghadapi tekanan pembangunan dan perubahan iklim.

Melalui regulasi yang tengah disiapkan, KLH/BPLH berharap setiap aktivitas pengambilan air tanah tidak lagi dipandang sebagai proses mengambil sumber daya semata. Sebaliknya, setiap tetes air yang dimanfaatkan harus diimbangi dengan upaya mengembalikannya kepada alam, sehingga manfaatnya tetap dapat dirasakan tidak hanya oleh masyarakat saat ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Bulan Ramadhan, Oknum Mahasiswa Pagaralam Ini Lakukan Pelecehan Seksual

    Di Bulan Ramadhan, Oknum Mahasiswa Pagaralam Ini Lakukan Pelecehan Seksual

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.280
    • 0Komentar

    KAPOLRES Pagaralam AKBP Dolly Gumara, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim Polres Pagaralam AKP Acep Yuli Sahara, SH., membenarkan kejadian pelecehan seksual yang dilakukan oknum Mahasiswa tersebut. Saat dikonfirmasi SumselTerkini.co.id minggu (10/5), ia menerangkan pelecehan yang dilakukan tersangka terjadi pada hari Kamis (7/5) sekitar pukul 15.00WIB di Desa Pagar jaya Kelurahan Nendagung Kecamatan Pagaralam Selatan. Diketahui […]

  • KOMINFO Siap Layani Perusahaan Pers  Melalui Aplikasi SEKLIK

    KOMINFO Siap Layani Perusahaan Pers  Melalui Aplikasi SEKLIK

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.325
    • 0Komentar

    DINAS Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengembangkan sistem integrasi komunikasi publik (SEKLIK). Seklik merupakan aplikasi berbasis web berupa layanan administratif kerjasama diseminasi informasi Pemerintah Kabupaten Ogan Komering dengan Perusahaan Pers atau media massa. “Tujuannya adalah meningkatkan layanan kami kepada perusahaan pers selaku mitra dalam mendiseminasi informasi publik agar lebih efektif, efisien dan […]

  • Jepang Panggil ‘Jeriyo’ Sekayu, Tapi Ada Satu Rahasia!

    Jepang Panggil ‘Jeriyo’ Sekayu, Tapi Ada Satu Rahasia!

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.773
    • 0Komentar

    JERIYO Perdinan mengibas-ngibas koper kecilnya di halaman BLK Sekayu. Matahari pagi menyinari halaman, tapi semangat Jeriyo lebih terang daripada lampu stadion waktu final Piala Dunia. “Eh, Jeriyo! jangan cuma bawa koper, bawa otak juga!” teriak Sensei Zulfikar dari jauh.Jeriyo ketawa sambil menjawab, “Tenang, sensei! Otak ku sudah full charge, lengkap sama Wi-Fi dan paket data […]

  • Pengamat Transportasi Akui LRT Palembang Jadi Kembaran Kota Jakarta

    Pengamat Transportasi Akui LRT Palembang Jadi Kembaran Kota Jakarta

    • calendar_month Rabu, 1 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 816
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG- Pengamat Transportasi Perkotaan Yayat Supriyatna Palembang patut berbangga karena sudah menjadi koya dengan revolusi transportasi. Secara tidak langsung diapun mengakui kalau dengan adanya LRT Palembang sudah menjadi kembaran Kota Jakarta. “LRT ini bikin branding kota naik, kebanggan kotanya juga naik. Tapi yang paling penting dari semua itu LRT ini adalah struktur yang membangun […]

  • “An Evening of Indonesian Music and Dance” Ajak Penonton Thailand  Nikmati Keanekaragaman Seni dan Budaya Indonesia

    “An Evening of Indonesian Music and Dance” Ajak Penonton Thailand  Nikmati Keanekaragaman Seni dan Budaya Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 27 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.156
    • 0Komentar

    Bangkok, Thailand – “An Evening of Indonesian Music and Dance” mengajak penonton negara Thailand menikmati sebagian kecil dari ribuan keanekaragaman seni dan Budaya Indonesia Malam budaya Indonesia bertajuk “An Evening of Indonesian Music and Dance” pada 24 Mei 2023 itu diselenggarakan KBRI Bangkok pada 24 Mei 2023. Bertempat di auditorium Siam Society, acara tersebut digagas melalui kerja sama Perwakilan […]

  • Upayakan Ketersediaan Fasilitas Karantina di Sekitar Pintu Masuk Negara, Satgas COVID-19 Siapkan 3 Lokasi di Jakarta

    Upayakan Ketersediaan Fasilitas Karantina di Sekitar Pintu Masuk Negara, Satgas COVID-19 Siapkan 3 Lokasi di Jakarta

    • calendar_month Senin, 27 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.531
    • 0Komentar

    UNTUK memastikan kesiapan fasilitas karantina untuk para Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang meningkat, Satgas COVID-19 menyiapkan 3 lokasi karantina baru di Jakarta, yakni Rusun Nagrak Cilincing, Rusun Daan Mogot, dan LPMP DKI Jakarta. Ke depannya pemerintah akan terus mengawasi baik angka kapasitas dan ketersediaan karantina sekaligus standar fasilitasnya. Untuk informasi terkait COVID-19 kunjungi situs […]

expand_less
WordPress Archive Kitchenia – Kitchenware & Cooking Utensils Store Template Kit Kitecx – Architecture & Interior Elementor Template Kit Kitecx – Architecture & Interior WordPress Theme KitSoccer – Football Team & Sports Elementor Template Kit Kitty – Fashion Clothing, Furniture WordPress Theme Kitzen Modern Kitchen Elementor Template Kit Kitzu – Personal Portfolio Template KiviCare Pro - Clinic & Patient Management System EHR (Add-on) KiviCare(TM) – Google Meet Telemed And WooCommerce Payment Gateway (Add-on) Klay – Pottery and Ceramics Studio Elementor Template Kit