Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » 960 Ribu Anak Belum Pernah Divaksin, Alarm Imunisasi RI Nyala

960 Ribu Anak Belum Pernah Divaksin, Alarm Imunisasi RI Nyala

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH Indonesia tak mau kecolongan dua kali, pasalnya  dibalik klaim pemulihan imunisasi nasional, tersimpan fakta yang mengkhawatirkan, hampir 960 ribu anak di Indonesia belum pernah menerima satu pun vaksin.

Angka itu bukanya hanya statistik, namun dalam dunia kesehatan masyarakat, celah sekecil apa pun bisa menjadi pintu masuk wabah. Apalagi jika jumlahnya mendekati satu juta anak, sehingga kelompok yang sama sekali belum memiliki perlindungan dasar terhadap penyakit menular.

Setelah pandemi COVID-19 sempat membuat cakupan imunisasi menurun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini tancap gas memperkuat program imunisasi nasional. Fokusnya dengan  mengejar anak-anak zero-dose, yakni mereka yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali.

Komitmen ini ditegaskan dalam puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 yang digelar di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (2/5).

Kegiatan tersebut melibatkan mitra global seperti UNICEF dan WHO sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.

Data Kemenkes menunjukkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia mencapai 80,2% pada 2025. Angka ini memang menunjukkan pemulihan pascapandemi, namun belum cukup untuk memastikan keamanan kolektif.

Dalam epidemiologi, wabah sering kali tidak dimulai dari angka besar melainkan dari celah yang dibiarkan terlalu lama.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengingatkan  imunisasi rutin harus kembali menjadi prioritas utama. Risiko penyakit seperti campak, difteri, hingga pertusis, kata dia, tetap nyata jika cakupan tidak optimal.

“Imunisasi rutin adalah kunci utama. Kita tidak boleh lengah karena risiko kejadian luar biasa bisa meningkat,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga memastikan  persoalan ketersediaan vaksin bukan lagi hambatan. Stok nasional disebut aman hingga sembilan bulan ke depan. Artinya, tantangan kini bergeser bukan lagi soal ada atau tidaknya vaksin, melainkan apakah vaksin tersebut benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan.

Masalahnya, anak zero-dose umumnya berada di wilayah yang sulit dijangkau atau berasal dari kelompok masyarakat dengan akses layanan kesehatan terbatas. Selain itu, faktor kepercayaan dan paparan informasi yang keliru juga menjadi tantangan tersendiri.

Sistem kuat

Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Lokenga, menambahkan tidak ada anak yang seharusnya tertinggal dari program imunisasi. “Tidak ada anak yang tidak bisa dijangkau jika ada komitmen bersama,” ujarnya, merujuk pada pengalaman global melalui program The Big Catch-Up yang telah mendistribusikan lebih dari 100 juta dosis vaksin di berbagai negara.

Namun ia mengingatkan, kampanye besar tidak bisa menggantikan pentingnya sistem imunisasi rutin yang kuat. Tanpa sistem yang konsisten, capaian yang sudah diraih bisa kembali menurun.

Sementara secara global, WHO menyebutkan imunisasi sebagai salah satu intervensi kesehatan paling efektif, sebab lebih dari 150 juta jiwa di dunia berhasil diselamatkan berkat vaksin.

Oleh karena itu ketika imunisasi melemah, risiko yang muncul bukan kecil melainkan potensi krisis kesehatan yang bisa berulang.

Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Indri, menilai momenPekan Imunisasi Dunia 2026 harus dimanfaatkan sebagai percepatan, bukan hanya sebagai acara  seremoni tahunan.

“Ini adalah gerakan bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia lebih sehat,” ujarnya.

Tema global tahun ini, “For Every Generation, Vaccines Work”, menegaskan vaksin efektif melindungi semua kelompok usia. Di tingkat nasional, tema “Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia” memperluas pendekatan bahwa imunisasi bukan hanya untuk anak, tetapi perlindungan sepanjang siklus hidup.

Meski demikian, pekerjaan rumah terbesar tetap sama yaitu memastikan tidak ada yang tertinggal. Sebab dalam konteks imunisasi, keberhasilan tidak diukur dari rata-rata nasional, melainkan dari sejauh mana kelompok paling rentan bisa dijangkau.

Upaya mendekatkan layanan terus dilakukan, termasuk melalui kegiatan imunisasi langsung dalam rangkaian PID 2026. Akses yang mudah dan layanan yang ramah menjadi faktor penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.

Dila (33), salah satu orang tua peserta, mengaku merasakan langsung manfaat layanan tersebut saat membawa anaknya untuk imunisasi PCV ke-3.

“Seru dan nggak perlu antre panjang. Saya berharap ini bisa melindungi anak saya dari penyakit menular,” katanya.

Pengalaman ini menjadi gambaran ketika akses diperluas dan kepercayaan tumbuh, partisipasi masyarakat akan mengikuti.

Oleh sebab itu, tantangan imunisasi Indonesia hari ini bukan lagi soal kemampuan, melainkan konsistensi.

Pemerintah memiliki stok, dukungan global, dan strategi. Namun satu hal yang tak boleh terlewat yaitu memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama untuk terlindungi, karena dalam urusan imunisasi, satu anak yang terlewat bukan hanya angka melainkan potensi awal dari masalah yang jauh lebih besar. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah Berlibur, Kurangi Mobilitas untuk Cegah Lonjakan Penularan COVID-19

    Setelah Berlibur, Kurangi Mobilitas untuk Cegah Lonjakan Penularan COVID-19

    • calendar_month Kamis, 31 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.960
    • 0Komentar

    MASYARAKAT yang memilih liburan ke luar rumah saat libur Natal dan Tahun Baru, diimbau untuk untuk mengurangi mobilitas selama 5-10 hari, setelah berlibur, di awal tahun 2021. Imbauan ini datang dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin guna mengantisipasi lonjakan kasus yang biasa terjadi setelah ada aktivitas liburan di masyarakat. Berdasarkan data, lonjakan kasus penularan COVID-19 […]

  • Pengusaha Lahat Sederhana Itu Akhirnya Dilantik Jadi Bupati Lahat

    Pengusaha Lahat Sederhana Itu Akhirnya Dilantik Jadi Bupati Lahat

    • calendar_month Minggu, 9 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.161
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur  Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya  menegaskan,  tanggal 9 Desember 2018 menjadi sangat sakral  bagi Cik Ujang yang  dikenal sebagai sosok pengusaha  sederhana oleh masyarakat Lahat akhirnya dipercaya  warga Lahat sebagai Bupati lima tahun mendatang,  sedankgan Wakil Bupati H Haryanto yang sebelumnya seorang berokrat diyakini akan mampu menjadi mitra  bagi bupati  […]

  • Opor Ayam Khas Palembang Pakai Nanas, Kuah Gurihnya Jadi Segar dan Buah Ini Punya Manfaat Menarik

    Opor Ayam Khas Palembang Pakai Nanas, Kuah Gurihnya Jadi Segar dan Buah Ini Punya Manfaat Menarik

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Opor ayam khas Palembang punya satu pembeda yang langsung terasa ketika disantap, karena ada aroma nanas. Buah dengan rasa asam-manis ini membuat kuah santan yang gurih terasa lebih segar, sekaligus memberi karakter jadi berbeda dari opor ayam pada umumnya. Nanas bukan hanya tambahan untuk mempercantik hidangan. Buah ini justru menjadi bagian penting untuk […]

  • Menhub Nyatakan, Bandara Perairan Upaya Dukung Kemajuan Pariwisata

    Menhub Nyatakan, Bandara Perairan Upaya Dukung Kemajuan Pariwisata

    • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 663
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perhubungan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) mensosialisasikan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Bandar Udara Perairan dan itu sangat dibutuhkan dalam rangka mendukung kemajuan sektor pariwisata nasional. “Infrastruktur transportasi yang berkembang di negara-negara kepulauan adalah bandara perairan atau water aerodrome dan pesawat apung atau sea plane. Selain mampu membuka konektivitas antar daerah, juga […]

  • whatsapp privacy policy

    Kebijakan Baru Aplikasi Whatsapp: Terima Saja Atau Kehilangan Akses Untuk Menggunakan

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle Bono
    • visibility 4.346
    • 0Komentar

    Kebijakan Privasi WhatsApp yang diperbarui mengklaim perubahan ini akan meningkatkan cara bisnis berinteraksi dengan individu dan membantu perusahaan meningkatkan layanannya

  • ASUS : TWS Bangun Ekosistem AI 2.0 dengan Model Bahasa Mandarin Tradisional Skala Besar Tingkat Perusahaan

    ASUS : TWS Bangun Ekosistem AI 2.0 dengan Model Bahasa Mandarin Tradisional Skala Besar Tingkat Perusahaan

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 999
    • 0Komentar

    TAIPEI, Taiwan, —  ASUS mengabarkan TWS, perusahaan AI terkemuka Taiwan, memamerkan Formosa Foundation Model di AIHPCcon Taiwan AI Supercomputing Conference. TWS Formosa Foundation Model ditenagai oleh superkomputer Taiwania 2 dan menawarkan skala 176 miliar parameter yang mengesankan. Tema acara teknologi tahunan tahun ini yang diadakan pada tanggal 17 Mei adalah AI 2.0, Supercomputing, dan New […]

expand_less
WordPress Archive dizzy – Support Creators Content Script DJ Rainflow | Music Band & Musician WordPress Theme Djaen – Restaurant Elementor Template Kit Djompo Kit – Senior Care Elementor Template Kit D’leh – Creative Multi-Purpose WordPress Theme Dlisting – Real Estate WordPress Theme Docar – Repair Shop Elementor Template Kit Doccure – Doctor & Clinic Appointment Booking and Medical Management WordPress Theme Doccure – HTML Angular Vue & Laravel Clinic & Doctor Appointment Booking Template + Admin Dashboard Docle – Digital Agency Services Template Kit