Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » ASN Fleksibel, 2.708 Pegawai Kemensos ‘Menghilang’

ASN Fleksibel, 2.708 Pegawai Kemensos ‘Menghilang’

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HARI pertama masuk kerja usai libur panjang Lebaran justru diwarnai temuan mencolok di Kementerian Sosial pasalnya dari total 46.090 aparatur sipil negara (ASN), sebanyak 2.708 pegawai tercatat tidak hadir tanpa keterangan.

Angka ini muncul ditengah penerapan sistem kerja fleksibel yang selama ini digadang memberi keleluasaan sekaligus menuntut tanggung jawab lebih tinggi.

Di era kerja yang tak lagi terpaku meja kantor, apakah disiplin justru makin sulit dilacak,? fenomena ini langsung memantik pertanyaan sederhana,

Di atas kertas, pola kerja di Kemensos sudah sangat adaptif, ribuan pegawai tidak lagi harus datang ke kantor setiap hari.

Sebanyak 3.683 bekerja dari kantor (work from office), 5.071 bekerja dari mana saja (work from anywhere), dan mayoritas 34.284 orang menggunakan skema flexible working arrangement yang memberi kelonggaran waktu dan lokasi kerja.

Sistem ini seharusnya menjadi jawaban atas tuntutan zaman, yaitu kerja lebih lincah, efisien, dan berbasis hasil.

Namun di sisi lain, fleksibilitas juga membawa konsekuensi pengawasan tidak lagi sesederhana absen pagi dan sore.

Celah itu mulai terlihat, ketika ribuan pegawai tidak tercatat hadir tanpa keterangan di hari pertama kerja, persoalannya bukan sekadar soal “bolos massal”

Sehingga menyentuh lapisan yang lebih dalam, apakah sistem monitoring sudah cukup kuat, atau justru masih tertinggal dari perubahan pola kerja?

Bagi sebagian ASN, transisi dari libur panjang ke ritme kerja memang bukan perkara mudah.

Euforia Lebaran, perjalanan mudik, hingga kelelahan fisik kerap membuat hari pertama terasa seperti perpanjangan libur yang tak resmi. Namun dalam sistem kerja modern, alasan seperti itu semakin sulit ditoleransi.

Apalagi, publik kini menaruh ekspektasi lebih tinggi terhadap kinerja aparatur negara.

Kementerian Sosial tampaknya menyadari betul risiko ini, tidak hanya melakukan inspeksi mendadak, langkah lanjutan langsung disiapkan.

Seluruh pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan diwajibkan mengikuti apel pembinaan, baik secara langsung maupun daring.

Langkah ini bukan sekadar formalitas sebab merupakan  sinyal  bahwa fleksibilitas bukan berarti kebebasan tanpa batas.

Lebih jauh, mekanisme sanksi juga disiapkan.

Dalam sistem kepegawaian, pelanggaran disiplin memiliki spektrum hukuman, mulai dari ringan hingga berat.

Bahkan, dampaknya bisa langsung terasa secara finansial melalui pemotongan tunjangan kinerja.

Di Kemensos, ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas dapat berujung pada pemotongan tunjangan sebesar 3 persen per hari.

Konsistensi profesional

Angka yang mungkin terlihat kecil di atas kertas, namun cukup signifikan jika terjadi berulang.

Oleh sebab itu,  disiplin bukan lagi hanya soal hadir atau tidak, tetapi soal konsistensi profesional.

Menariknya, isu kedisiplinan ini juga bersinggungan dengan hal lain yang kerap muncul pasca lebaran potensi gratifikasi.

Tradisi saling memberi di momen hari raya, jika tidak diawasi, bisa bergeser menjadi praktik yang melanggar aturan.

Karena itu, selain memperketat kehadiran, Kemensos juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat.

Publik diberi ruang untuk ikut mengawasi, melaporkan jika ada pelanggaran, baik terkait disiplin maupun gratifikasi.

Pendekatan ini menunjukkan perubahan arah pengawasan tidak lagi sepenuhnya internal, tetapi melibatkan kontrol sosial dari luar.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan  temuan ribuan pegawai tanpa keterangan ini tidak akan dibiarkan begitu saja.

Data yang sudah tercatat akan ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya, sekaligus menentukan langkah pembinaan dan sanksi yang sesuai.

“Untuk itu kepada 2.708 orang yang sudah tercatat nama dan NIK-nya semuanya wajib mengikuti apel besok jam 10 pagi dalam rangka pembinaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pemerintah memiliki instrumen untuk mengukur dan menindak tingkat kedisiplinan pegawai.

“Hukuman itu bisa ringan, sedang, atau berat, ini pembelajaran bagi seluruh pegawai bahwa kami punya pengawasan,” tambahnya.

Pada akhirnya, kasus ini menjadi cermin dari tantangan baru birokrasi modern.

Ketika sistem kerja berubah menjadi lebih fleksibel, ukuran disiplin pun ikut bergeser, bukan lagi sekadar hadir secara fisik, tetapi hadir dalam tanggung jawab.

Dan di antara angka 2.708 itu, tersimpan satu pesan sederhana fleksibilitas hanya akan bekerja jika diimbangi dengan kesadaran profesional. Tanpa itu, kebebasan justru bisa berubah menjadi celah. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia dan Swiss Kerjasama Berantas Koruptor, Mengejar Uang Haram Para Koruptor di Swiss

    Indonesia dan Swiss Kerjasama Berantas Koruptor, Mengejar Uang Haram Para Koruptor di Swiss

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 643
    • 0Komentar

    SWISS kini tak lagi menjadi surga bagi para koruptor untuk menyimpan uang haramnya. Sejak Selasa, 14 September 2021, telah diberlakukan secara resmi Perjanjian Tentang Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana antara Republik Indonesia dan Konfederasi Swiss (Treaty on Mutual Legal Assistance/MLA in Criminal Matters between the Republic of Indonesia and The Swiss Confederation). Diberlakukannya […]

  • Lantik Pengurus KTNA & KPAD, KTNA, Pesan Bupati Muba untuk 2 Lembaga Ini

    Lantik Pengurus KTNA & KPAD, KTNA, Pesan Bupati Muba untuk 2 Lembaga Ini

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    PENGURUS Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) harus bisa menyuarakan kepentingan para petani dan pekebun termasuk nelayan yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Terlebih di masa pandemi COVID -19 salah satu sektor yang membuat pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat tetap berjalan, leading sektor nya adalah  pertanian dan perkebunan yang tidak terkena dampak. “KTNA harus bisa menjadi mitra […]

  • Percepat Terwujudnya  Sumsel Lumbung Pangan, Gubernur Resmikan Science Tehno Park

    Percepat Terwujudnya  Sumsel Lumbung Pangan, Gubernur Resmikan Science Tehno Park

    • calendar_month Sabtu, 27 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    BERBAGAI upaya  dilakukan Pemerintah Provinsi  Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai daerah lumbung pangan, selain menyiapkan teknologi, juga disediakan  wadah untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dibidang pertanian, peternakan dan perikanan seperti halnya Sriwijaya Science Tehno Park (SSTP) yang dikelola  Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sumsel yang beralamat di Desa Bakung Kabupaten Ogan Ilir. […]

  • Bagaimana  Kepemimpinan HDMY Selama 4 Tahun ! Ini Katanya…

    Bagaimana  Kepemimpinan HDMY Selama 4 Tahun ! Ini Katanya…

    • calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.554
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang  –Pasangan Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wakil Gubernur H Mawardi Yahya (HDMY),  saat ini tepat empat tahun memimpin Sumsel. Pada kurun waktu tersebut, banyak capaian yang telah ditorehkan keduanya. Bahkan, upaya yang dilakukan HDMY di masa kepemimpinannya, terbilang cukup sukses membawa Sumsel lebih maju. Hal itu dibuktikan dengan sederet penghargaan sebagai bentuk […]

  • Ini Harapan Gubernur Sumsel kepada Pengurus Masjid Muhajirin

    Ini Harapan Gubernur Sumsel kepada Pengurus Masjid Muhajirin

    • calendar_month Jumat, 8 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Gubernur Sumsel H Herman Deru melakukan safari Jum’at di  Masjid Muhajirin Sukawinatan Lr. Masjid Muhajirin RT 50 Sukawinatan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang, Jumat(8/2/2019). Dalam sambutannya Herman Deru menegaskan, semenjak dirinya dilantik sebagai Gubernur, banyak mendapatkan kesempatan melakukan silaturrahmi dengan masyarakat melalui safari jumat. “Saya sudah sepakat dengan pak Walikota.Pak Harnojoyo. Beliau safari subuh. Gubernur safari jumat […]

  • Kolaborasi Dinas Pariwisata Palembang -POSPEL Bikin Kegiatan Teras Baca di  Kawasan Sudirman

    Kolaborasi Dinas Pariwisata Palembang -POSPEL Bikin Kegiatan Teras Baca di Kawasan Sudirman

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.077
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang– Puluhan pejalan kaki di Kawasan Wisata Pedestrian Jalan Sudirman, Palembang menikmati acara Teras Baca yang diselenggarakan Lembaga POSPEL. Dalam kegiatan itu berdiri beberapa stand yang menghadirkan suasana edukasi kepada masyarakat melalui gerakan literasi meski berada di tempat umum seperti di lokasi-lokasi wisata. Ketua Lembaga POPSPEL, Wawan Setiawan mengungkakapkan gerakan ini sendiri lahir karena melihat minat […]

expand_less
WordPress Archive Mato – Movie Studios and Filmmakers WordPress Theme Matour – Tour & Travel Agency FSE WordPress Theme MauiKit – Xaml UI templates for .NET MAUI Maven – Business Agency Elementor Template Kit Max Mega Menu Pro Maxazine | Magazine WordPress Theme Maxbizz – Consulting & Financial Elementor WordPress Theme MaxCoach - Online Courses, Personal Coaching & Education WP Theme Maxi – Gutenberg Magazine & News Theme Maxify | Startup & Business News WordPress Blog Theme