Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertambangan & Energi » Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat, Bisa Terbang atau Petani Ngambek?

Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat, Bisa Terbang atau Petani Ngambek?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 533
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BRO, Sumatera Selatan baru aja bikin dunia tepok jidat alias ternganga, bukan karena pesawat tiba-tiba bisa terbang sendiri, tapi karena kelapa lokal kita bakal jadi bahan bakar pesawat alias Bio-Avtur.

Iya, kelapa yang biasanya cuma jadi teman minum santai di pinggir jalan sekarang bisa bikin Boeing naik kelas!

Hebat nggak! karena kelapa naik kelas, mulanya dari  bahan untuk cemilan sekarang bakal jadi pilot.

Bahkan Gubernur H. Herman Deru, kalau naik motor aja bisa bikin rombongan kayak touring ke puncak Bukit Barisan, resmi menginjak gas groundbreaking PT Green Power Palembang di Tanjung Api-Api, Banyuasin, selasa (20/1/2026).

Kata beliau, “Ini bukan cuma pabrik, bro, energi fosil habis, kelapa jadi raja!”

Tapi jangan dulu senyum-senyum, bro. Kalau kita bongkar lebih dalam, proyek ini memang gila keren, tapi juga punya sisi gelap yang bisa bikin alis naik. Apalagi pabriknya aja seluas 9.500 m², investasi Rp310 miliar.

Diproyeksikan produksi 30.000 ton Crude Coconut Oil (CCO) per tahun, atau sekitar 100 ton per hari. Beratnya? jangan ditanya, sebab setara 50 gajah Afrika yang lagi ikut lomba tarik tambang!. hehehe..mantap!

Sisi positifnya jelas ekonomi lokal naik daun kelapa, pasalnya lebih dari 500 tenaga kerja terserap, rantai logistik petani kelapa dipangkas. Petani bisa senyum lebar tanpa mikir ongkos kirim sampai Jakarta.

Selain lingkungan lebih adem, sebab Bio-Avtur emisinya lebih rendah ketimbang avtur fosil. Boeing bisa terbang, Bumi nggak keringetan.

Tapi bro, ada sisi negatifnya juga dan tolong jangan di-skip, sebab bisa-bisa kelapa bisa mahal mendadak. Meski Banyuasin memang penghasil kelapa terbesar ke-6 di Indonesia.

Namun kalau pabriknya rakus banget, harga kelapa bisa melonjak setinggi-setinggi  tugu monas di Jakarta. Petani kecil yang tadinya santai panen bisa tiba-tiba jadi “penyedia bahan baku wajib.”

Apalagi limbah pabrik, musuh diam-diam,  setiap pabrik punya sisa produksi. Kalau limbah nggak dikelola baik, sungai bisa berubah jadi kolam aroma kelapa asam. Pepatah lama pas banget “Jangan sampai karena emas, desa jadi kelam.” itu harus dipikirkan juga.

Selain itu, karene teknologinya masih baru, jadi juga, Bio-Avtur masih relatif baru di Indonesia, bisa saja nantinya  mesin error atau produksi nggak stabil?. Bisa-bisa investasi Rp310 miliar cuma jadi cerita horor buat investor.

Tapi, tenang, bro… solusinya ada, pemerintah bisa bikin pelatihan petani kelapa supaya kualitas bahan baku tetap oke dan harga stabil. Disamping itu, perusahaan juga bisa bikin manajemen limbah modern, biar sungai tetap bening dan warga bisa mandi tanpa aroma kelapa busuk.

Diversifikasi produk kelapa juga penting, kalau Bio-Avtur slow, petani tetap bisa jual kopra, santan, atau minyak goreng.

Ekosistem harus jalan

Menurut Bupati Banyuasin, H. Askolani, hari ini bersejarah. “Banyuasin nggak cuma penghasil kelapa, tapi juga potensi energi masa depan,” kata beliau sambil senyum lebar. Tapi bro, senyum doang nggak cukup kalau manajemen risiko absen.

Kalau nggak hati-hati, bisa-bisa yang terbang cuma Boeing, tapi desa dan petani malah kena efek samping.

Oleh karena itu,  proyek ini besar, ambisius, strategis, tapi keberhasilan bukan cuma soal duit. Ekosistem harus jalan bareng, petani, pekerja lokal, lingkungan, dan teknologi.

Jadi kalau semuanya harmonis, ini bisa jadi warisan energi dan ekonomi untuk Sumsel, tapi kalau jalan sendiri-sendiri? bisa-bisa cuma jadi cerita lucu “dulu kelapa bikin pesawat, tapi sungai bau.”

Tapi tetap kita kasih jempol, sebab apa yang dilakukan PT Green Power Palembang merupakan  langkah berani menempatkan Sumsel di panggung energi global.

Positifnya jelas, kan lapangan kerja, inovasi ramah lingkungan, harga kelapa stabil dan negatifnya juga nyata, mungkin tekanan pada petani, risiko teknologi, potensi limbah. Namun dari semua itu solusinya tetap ada, tinggal eksekusi ketat dan kontrol disiplin.

So, bro, kalau lihat proyek ini, kita bisa ngakak, kagum, dan belajar sekaligus. Kaya pepatah lama “Kalau mau hasil manis, jangan takut pahitnya.”

Dan Bio-Avtur ini manisnya besar, pahitnya? Harus diantisipasi biar nggak bikin perut sakit… secara harfiah maupun finansial. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selain Bahas Inflasi Kota Palembang, Kepala Kantor Perwakilan BI dan Sekda Palembang Bikin Kesepakatan Terkait Ini

    Selain Bahas Inflasi Kota Palembang, Kepala Kantor Perwakilan BI dan Sekda Palembang Bikin Kesepakatan Terkait Ini

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 742
    • 0Komentar

    KONDISI perubahan zona Covid-19 yang ada di kota Palembang nampaknya tidak berpengaruh pada persentase inflasi di Kota Palembang. Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Hari Widodo dalam Rapat High Level Meeting “Strategi Unggulan Pengendalian Inflasi/Deflasi di Kota Palembang” bersama Pemerintah kota Palembang bersama. “Tadi kami membahas beberapa isue, pertama […]

  • Ada Masalah Soal Sampah, Silahkan Hubungi Call Center DLH Muba

    Ada Masalah Soal Sampah, Silahkan Hubungi Call Center DLH Muba

    • calendar_month Kamis, 18 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 764
    • 0Komentar

    DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Musi Banyuasin mengeluarkan inovasi baru dengan melakukan launching call center kebersihan, Rabu (17/3/2021). Call center kebersihan berrujuan untuk menerima laporan masyarakat terkait persoalan sampah. “Hari ini, kita launching call center dengan nomor 0822 1301 9198. Jadi masyarakat bisa melaporkan permasalahan mengenai sampah,” ujar Kepala DLH Muba, Andi Wijaya Busro. Dibentuknya call […]

  • SSB Persido Kawinkan Gelar U-12 dan U-14 Alex Noerdin Cup

    SSB Persido Kawinkan Gelar U-12 dan U-14 Alex Noerdin Cup

    • calendar_month Kamis, 10 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.038
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lahat – SSB Persido U-12 dan U-14 menyabet gelar juara Festival Sepakbola Alex Noerdin Cup 2019 yang digelar di Stadion Gelora Serame, Kabupaten Lahat, Kamis (10/1/2019). Pada partai final, Persido U-12 berhasil mengalahkan SSB Tunas Muda dengan skor tipis 3-2.  Sedangkan Persido U-14 menumbangkan SSB Porcel dengan skor telak 3-0. Penggagas Turnamen Sepakbola Alex […]

  • Sebagai Kabupaten Milenial, Prabumulih Harus Selalu Up Date

    Sebagai Kabupaten Milenial, Prabumulih Harus Selalu Up Date

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    KABUPATEN /kota seSumsel diberikan kebebasan sepenuhnya oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru untuk melakukan inovasi program. demi memajukan daerah masing-masing. Hanya saja inovasi tersebut harus dapat menurunkan angka kemiskinan di Sumsel hingga satu digit. Pernyataan itu diungkapkan Gubernur Sumsel H.Herman Deru saat menghadiri hari jadi Kota Prabumulih ke-18 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Prabumulih VI Masa […]

  • Motor Pintar Nandriani Berikan Akses Internet Gratis, Solusi Belajar Daring di Masa Pandemi

    Motor Pintar Nandriani Berikan Akses Internet Gratis, Solusi Belajar Daring di Masa Pandemi

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.084
    • 0Komentar

    MASA Pandemic covid-19 yang melanda berbagai kota di Nusantara termasuk kota Palembang masih belum usai, berbagai masalah Ekonomi hingga Pendidikan seperti keluhan akan pembelajaran daring bagi pelajar masih terdengar. Ternyata, tidak semua orang mampu memenuhi kebutuhan akan belajar daring tersebut seperti kebutuhan akan data atau kuota internet yang menjadi faktor utama pembelajaran online. Menanggapi hal […]

  • Tebar Bibit Ikan Lele, Gubernur Minta Festival Sekanak Lambidaro Jadi Agenda Tahunan

    Tebar Bibit Ikan Lele, Gubernur Minta Festival Sekanak Lambidaro Jadi Agenda Tahunan

    • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 775
    • 0Komentar

    SEBANYAK 15.000 bibit ikan lele ditebar di Festival Sungai Sekanak Lambidaro yang resmi dibuka Sabtu (5/2/2022). Festival Sekanak Lambidaro sebagai upaya melestarikan sungai dan meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga kegiatan tersebut harus dijadikan agenda tahunan. Penataan ruang sungai sepanjang 800 meter mulai dari Jerambah Karang sampai ke Jembatan Lampu Merah PIM 26 Ilir ini menggunakan dana […]

expand_less
WordPress Archive DJ Rainflow | Music Band & Musician WordPress Theme Djaen – Restaurant Elementor Template Kit Djompo Kit – Senior Care Elementor Template Kit D’leh – Creative Multi-Purpose WordPress Theme Dlisting – Real Estate WordPress Theme Docar – Repair Shop Elementor Template Kit Doccure – Doctor & Clinic Appointment Booking and Medical Management WordPress Theme Doccure – HTML Angular Vue & Laravel Clinic & Doctor Appointment Booking Template + Admin Dashboard Docle – Digital Agency Services Template Kit Docly - Documentation And Knowledge Base WordPress Theme with bbPress Helpdesk Forum