Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » “Rp 616 Miliar Kembali, Kredit Bank Negara Jadi PR Besar”

“Rp 616 Miliar Kembali, Kredit Bank Negara Jadi PR Besar”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 932
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

UANG negara itu kalau sudah keluar rumah, kelakuannya sering mirip mantan, pergi tanpa pamit, pulang setengah-setengah, sambil bilang, “yang lain nyusul.” Maka ketika kabar Rp 616 miliar berhasil diselamatkan mencuat ke publik, reaksi wajar kalau campur aduk. Ada lega, ada heran, ada juga tanya dalam hati. Kok, bisa sejauh itu perginya?

Cerita ini mengemuka di Palembang, Rabu, 7 Januari 2026. Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Vanny Yulia Eka Sari, menyampaikan langsung kepada wartawan  uang ratusan miliar tersebut merupakan bagian dari perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas pinjaman kredit oleh salah satu bank pemerintah kepada PT BSS dan PT SAL.

Dari penjelasan itu, satu hal langsung terbaca terang, negara tidak sedang panen uang, tapi sedang menarik kembali haknya sendiri. Sebelumnya, lebih dari Rp 506 miliar telah lebih dulu disita. Lalu pada awal Januari ini, ada lagi pengembalian tambahan sekitar Rp 110 miliar. Totalnya mencapai Rp 616,5 miliar lebih. Angka yang besar, tapi belum cukup untuk bikin negara tersenyum lepas.

Masalahnya, estimasi kerugian negara dalam perkara ini disebut mencapai sekitar Rp 1,3 triliun. Artinya, yang pulang baru separuh jalan. Sisanya masih entah di mana. Negara boleh lega sebentar, tapi belum bisa menarik napas panjang. Apalagi bukan akhir cerita, baru pembuka bab.

Kalau ditarik ke logika sehat, situasinya sederhana, uang dipinjamkan dengan dalih usaha, namun  usaha yang dijanjikan tidak sebanding dengan kerugian yang ditinggalkan. Kredit yang seharusnya jadi bahan bakar ekonomi, malah berubah jadi bensin yang tumpah ke mana-mana. Yang terbakar bukan cuma kas, tapi juga kepercayaan.

Ironis bukan, sebab semuanya terjadi di bank milik negara. Bank yang selama ini identik dengan slogan pembangunan dan keberpihakan pada rakyat. Tapi realitas di lapangan menunjukkan, label “plat merah” tidak otomatis kebal dari praktik kelabu. Kredit bisa melenceng, prosedur bisa dilompati, dan pengawasan bisa tertinggal jauh di belakang kreativitas pelaku.

Masih dalam penjelasan yang sama, Vanny Yulia Eka Sari juga membeberkan perkembangan perkara lain yang tak kalah menarik perhatian. Di Kabupaten Muara Enim, tepatnya di wilayah Semendo, penyidikan dugaan korupsi dalam pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro pada salah satu kantor cabang pembantu bank pemerintah masih berjalan.

Jumlah saksi yang diperiksa sudah mencapai 127 orang. Satu tersangka bahkan telah ditetapkan sebagai buronan sejak akhir Desember 2025 karena tidak pernah memenuhi panggilan pemeriksaan.

Patut dicatat & apresiasi

Adegan ini membuat cerita makin terasa seperti dagelan mahal, aparat hukum sibuk merapikan berkas dan menghitung kerugian negara, sementara tersangka justru menghilang. Negara lari maraton, pelaku main petak umpet. Kredit mikro yang semestinya menopang usaha kecil, malah meninggalkan lubang besar di kepercayaan publik.

Belum cukup,  Kejati Sumsel juga masih mengusut dugaan kredit fiktif di wilayah OKU Timur, dengan nilai kerugian negara ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah. Lokasinya berbeda, modus serupa hingga polanya berulang, seperti kaset lama yang diputar ulang dengan sampul baru.

Dari rangkaian ini, sulit untuk terus menyebut semua sebagai kebetulan. Kalau satu dua kasus, mungkin bisa disebut kecolongan. Tapi kalau berulang di banyak tempat, berarti ada yang salah secara sistemik. Pengawasan longgar, prosedur bisa dinegosiasikan, dan jabatan sering dianggap tiket masuk ke ruang-ruang yang seharusnya terkunci.

Di titik ini, langkah Kejati Sumsel yang menekankan pengembalian kerugian negara patut dicatat dan diapresiasi. Penegakan hukum memang tidak cukup berhenti di penetapan tersangka dan vonis pengadilan. Mengembalikan uang negara adalah bagian penting dari keadilan itu sendiri. Tanpa pemulihan, hukuman terasa pincang.

Namun, pengembalian Rp 616 miliar juga tidak boleh membuat publik terlena. Ini bukan prestasi yang pantas dirayakan dengan konfeti. Ini lebih mirip pengingat keras bahwa uang negara pernah melenggang sejauh itu tanpa hambatan berarti. Bahkan selama sistem belum benar-benar dibenahi, potensi pengulangan selalu ada.

Oleh sebab itu,  uang negara bukan alat sulap yang boleh menghilang lalu muncul lagi sambil minta tepuk tangan. Setiap rupiah punya alamat dan tanggung jawab. Kalau hari ini sebagian sudah kembali, itu patut dicatat. Tapi yang lebih penting, jangan sampai dagelan mahal bernama korupsi ini dianggap biasa. Karena ketika yang luar biasa sudah terasa biasa, kerugian berikutnya tinggal menunggu waktu. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPKH Miliki Kewenangan Kelola Dana Haji

    BPKH Miliki Kewenangan Kelola Dana Haji

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    SEBAGAI lembaga yang melakukan pengelolaan keuangan haji, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memiliki fungsi layaknya manajer investasi atas dana haji yang dititipkan untuk dikelola agar bermanfaat dan berkembang. Oleh karena itu, untuk menjalankan fungsi tersebut dengan baik, BPKH perlu menyusun strategi pengelolaan yang tepat agar dana yang dititipkan dapat memberikan kemaslahatan yang berkelanjutan. “BPKH harus […]

  • Sanitasi dan Air Bersih Dinilai Buruk , AKHOR Siapkan Home Care

    Sanitasi dan Air Bersih Dinilai Buruk , AKHOR Siapkan Home Care

    • calendar_month Senin, 26 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.478
    • 0Komentar

    “Kita tahu bahwa salah satu problem di Palembang adalag buruknya sanitasi sehingga berdampak pada kesehatan warga,”

  • Rocky Gerung Tidak Benci Jokowi, Hanya…

    Rocky Gerung Tidak Benci Jokowi, Hanya…

    • calendar_month Sabtu, 12 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 916
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Purwokerto- Komentator politik Rocky Gerung mengaku tidak membenci pemerintah Jokowi. Menurutnya, selama ini ia hanya ingin mengawal nalar sehat dalam kehidupan politik. “Jadi, pastikan bahwa pikiran kita di kampus ini, kritik kita di kampus ini turun sampai di pos kamling di desa-desa kalian. Dengan cara itu, kita mengawal perubahan. Saya tidak membenci pemerintah, saya […]

  • Polri dan Kejari Kawal Re-alokasi Dana Covid-19 MUBA

    Polri dan Kejari Kawal Re-alokasi Dana Covid-19 MUBA

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 764
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melakukan langkah penting memutus rantai penyebaran Covid-19.  Muba yang dinahkodai Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin telah meneken Nota Kesepahaman atau MoU dengan Aparat Penegak Hukum (APH) Kajari Muba Suyanto SH MH dan Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK. Tindakan strategis ini   disaksikan  Ketua DPRD Muba Sugondo […]

  • CSG Hadirkan Otomatisasi yang Siap untuk Masa Depan bagi VicTrack

    CSG Hadirkan Otomatisasi yang Siap untuk Masa Depan bagi VicTrack

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    BRISBANE, AUSTRALIA – News Direct – 15 Maret 2022 – CSG® (NASDAQ: CSGS) sedang melakukan transformasi terhadap cara perusahaan agar terhubung dengan pelanggan mereka, dengan mengutamakan merek-merek terkemuka saat ini dengan solusi inovatif yang siap untuk masa depan, yang mampu mendorong pengalaman pelanggan yang luar biasa. Baru-baru ini, VicTrack, perusahaan milik negara yang mengelola infrastruktur transportasi umum di […]

  • Percepat Transportasi, Gubernur Sumbar Minta Masyarakat Dukung Pembangunan Jalan Tol

    Percepat Transportasi, Gubernur Sumbar Minta Masyarakat Dukung Pembangunan Jalan Tol

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.201
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta kerjasama dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat guna percepatan pembangunan proyek nasional tol Padang-Pekanbaru agar cepat rampung. Ia mengharapkan, tidak ada lagi warga Sumbar yang mempertanyakan manfaat atau menolak pembangunan tol tersebut. Hal ini disampaikan Mahyeldi saat memberikan ceramah pada Safari Ramadhan Pemprov Sumbar Masjid Raya Cimpua […]

expand_less
WordPress Archive Brentwood – Golf Course WordPress Theme Bricks Builder - Build WordPress Sites That Rank Bridely | Wedding & Event Management WordPress Theme Bridey – Bridal Store WooCommerce WordPress Theme Bridge - Creative Elementor and WooCommerce WordPress Theme Bridget – Magazine and Blog WordPress Theme Briefcase Elementor Widgets Brielle – Beauty Salon and Cosmetics WordPress Theme Brilio – Personal Portfolio WordPress Theme Brilly – Jewelry Store WooCommerce Elementor Template Kit