Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Karhutla Kalbar Seret 5 Perusahaan ke Sanksi Kemenhut, Izin Terancam Dibekukan

Karhutla Kalbar Seret 5 Perusahaan ke Sanksi Kemenhut, Izin Terancam Dibekukan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) membawa konsekuensi bagi lima perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) sehingga Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif setelah kebakaran ditemukan di area konsesi perusahaan-perusahaan tersebut.

Bahkan sanksi diberikan tidak sebatas teguran. Kemenhut menyebutkan upaya yang ditempuh dapat berupa pembekuan izin usaha hingga kewajiban melakukan pemulihan lingkungan di area yang terdampak.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan hal itu saat meninjau sejumlah titik karhutla di Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026).

Menurut Raja Juli, tindakan terhadap pemegang PBPH dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mencegah kebakaran terus meluas.

Perusahaan yang memiliki konsesi juga diminta bertanggung jawab menjaga arealnya agar tidak menjadi lokasi terjadinya karhutla.

“sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami melakukan sanksi administratif berupa pembekuan izin usaha hingga paksaan untuk pemulihan lingkungan,” ujar Raja Juli Antoni.

Lebih dari 2.500 Hektare Terdampak Kebakaran

Lima perusahaan yang dikenai sanksi tersebut berada di Kabupaten Ketapang dan Sanggau. Berdasarkan data Kemenhut, total area yang terbakar di lima konsesi tersebut mencapai sekitar 2.568,70 hektare.

Area terbakar paling luas tercatat berada di konsesi PT Mahkota Rimba Utama di Kabupaten Ketapang. Dari luas PBPH sekitar 74.480 hektare, area yang terbakar diperkirakan mencapai 1.275,87 hektare.

Berikutnya terdapat PT Hutan Ketapang Industri di Ketapang dengan luas PBPH 100.150 hektare. Area yang terbakar di konsesi tersebut diperkirakan mencapai 670,76 hektare.

Sementara itu, PT Mayawana Persada Mas, juga di Kabupaten Ketapang, memiliki PBPH seluas 136.710 hektare. Area yang terbakar tercatat sekitar 326,93 hektare.

Dua perusahaan lainnya berada di Kabupaten Sanggau. PT Duta Andalan Sukses memiliki PBPH seluas 31.080 hektare dengan area terbakar sekitar 247,3 hektare.

Sedangkan PT Wana Lestari Jaya memiliki luas PBPH sekitar 29.140 hektare dan area yang terbakar diperkirakan mencapai 47,84 hektare.

Sanksi Bisa Berlanjut ke Ranah Pidana

Raja Juli menegaskan penegakan hukum terkait karhutla dilakukan tanpa membedakan skala perusahaan maupun pihak yang terlibat.

Artinya, perusahaan besar maupun perorangan tetap dapat dikenai tindakan apabila nantinya terbukti melakukan pelanggaran atau lalai terhadap kewajibannya.

Kemenhut juga membuka kemungkinan proses berlanjut ke ranah pidana apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

Kasus itu menjadi penegas bahwa sanksi administratif bukan berarti persoalan berhenti pada pembekuan izin atau kewajiban pemulihan. Jika unsur pelanggaran pidana ditemukan dalam proses penanganan, perkara dapat diteruskan sesuai ketentuan hukum.

Langkah terhadap lima perusahaan di Kalimantan Barat ini juga menjadi kelanjutan dari tindakan Kemenhut sebelumnya.

Pemerintah sebelumnya telah mengumumkan sanksi terhadap enam perusahaan lain yang berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

September Jadi Periode yang Diwaspadai

Kemenhut mengingatkan seluruh pemegang PBPH untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. September menjadi salah satu periode penting dalam puncak musim karhutla 2026.

Perusahaan pemegang konsesi, ungkapnya diminta tidak hanya bereaksi ketika api sudah muncul, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran di wilayah masing-masing.

Pemerintah sendiri terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan. Penindakan terhadap pemegang izin menjadi salah satu langkah yang ditempuh ketika ditemukan kebakaran di area konsesi.

Dengan demikian, sanksi yang dapat mencapai pembekuan izin dan kewajiban pemulihan lingkungan, pemerintah memberi sinyal bahwa pengelolaan konsesi akan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla tahun ini. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Penyebaran Covid-19, Babinsa 18 Ilir Bagikan Masker

    Antisipasi Penyebaran Covid-19, Babinsa 18 Ilir Bagikan Masker

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.646
    • 0Komentar

    DAMPAK Covid-19 makin terasa di Kota Palembang, hal ini tergambar bakal dilaksanakannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang yang rencanaya akan dilaksanakan H+2 Hari Raya Idul Fitri, ini adalah salah satu upaya dari pemerintah Kota Palembang untuk memutus mata rantai Penyebaran Covid-19. Hal ini tertuang di Pasal 1 Permenkes No 9 Tahun 2020: […]

  • HUT RI ke -75 Ditengah Covid-19, Bupati Ajak Masyarakat Bangkit Hadapi Tantangan

    HUT RI ke -75 Ditengah Covid-19, Bupati Ajak Masyarakat Bangkit Hadapi Tantangan

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

    BUPATI Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE mengatakan HUT ke-75 Republik Indonesia menjadi momentum bersama untuk bangkit dan optimistis dalam menghadapi tantangan, termasuk untuk kembali bangkit dari dampak pandemi Covid-19. “Pembangunan bangsa, pembangunan OKI khususnya harus terus dilanjutkan menyongsong masa depan Indonesia Maju, Ogan Komering Ilir Mandira,” ungkap Iskandar usai peringatan HUT ke 75 […]

  • Sesuai Aturan Menolak Divaksin, Bansos Ditangguhkan

    Sesuai Aturan Menolak Divaksin, Bansos Ditangguhkan

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 695
    • 0Komentar

    RATUSAN kursi yang disediakan di depan kantor pos itu tampak penuh. Sejumlah emak-emak dan beberapa bapak duduk rapi di bawah tenda itu. Mereka mengenakan masker dan membawa sejumlah dokumen. Selasa (27/7/2021) pagi itu, mereka hendak mengambil bantuan sosial tunai dari pemerintah. Saat mereka mengantre itu, Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah datang. Tak hanya menyapa, Dewi […]

  • Kalah Lawan Persita, SFC Terancam Tak Naik Tahta

    Kalah Lawan Persita, SFC Terancam Tak Naik Tahta

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.179
    • 0Komentar

    TIM kebanggan ‘wong kito’ (Sriwijaya FC) harus menang dalam memperebutkan peringkat III, jika ingin naik tahta ke Liga I menyusul dalam pertandingan petang tadi, Kamis (22/11/2019) kalah dalam drama adu finalti ( gol-gol- an ) 3-2 atas lawannya Pendekar Cisadane (Persita) Tanggerang. Meski nanti di partai Final, Persita kalah, namun tetap lolos, karena yang masuk promosi […]

  • Urusan birokrasi hambat padamkan api disekitar  Tol Kayuangung-Palembang

    Urusan birokrasi hambat padamkan api disekitar Tol Kayuangung-Palembang

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) di Kabupaten OKI, Sumsel sempat terhambat akibat pihak pengelola tol yang tidak koperatif. Hal ini terungkap saat Rakor penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kantor Bupati OKI, Senin, (11/9/23). “Kemarin Satgas menghadapi hambatan ketika memadamkan api di sekitaran tol Kayuagung-Palembang. Mobil satgas kesulitan ketika masuk tol karena […]

  • Misteri Letak Boom Yetty, Dimana !

    Misteri Letak Boom Yetty, Dimana !

    • calendar_month Minggu, 14 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.404
    • 0Komentar

    Oleh : Faldy Lonardo BANYAK pertanyaan yang menarik, dari beberapa kisah perang Kota Lima Hari 5 Malam di Palembang, baik itu nama daerah dan tempat yang sekarang sudah tidak ditemui lagi dan dilupakan oleh perkembangan zaman Salah satunya daerah bernama Boom Yetty atau Pelabuhan Yetty, tertulis di sejarah perang itu, disebut – sebut sebagai pelabuhan […]

expand_less
WordPress Archive Undertone – Business Services & Shop Elementor Template Kit Undo My Vote Addon For BWL Pro Voting Manager Uneet – Apartment & Single Property Real Estate Elementor Template Kit UnGrabber – Content Protection for WordPress Uni CPO | WooCommerce Options and Price Calculation Formulas Unicase – Electronics Store WooCommerce Theme Unicka – Hair Styling & Beauty Salon WordPress Theme Unico – Multipurpose WordPress Theme Unicon | Design-Driven Multipurpose Theme Unicoz – Elementor WooCommerce Theme