Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Tahun Baru, ASN Baru, Akhiri Budaya Nyaman di Zona Aman?

Tahun Baru, ASN Baru, Akhiri Budaya Nyaman di Zona Aman?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 1.070
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEGITU bunyi judulnya, jangan kaget kalau tulisan ini mulai bak cerita sore sembari ngopi -ngopi santai ditemani ubi dan pisang goreng masih hangat, apalagi ceritanya sering nyelip banyolan, tapi ujungnya nendang ke hati dan otak.

Pagi itu, Senin, halaman Kantor Bupati Musi Banyuasin terlihat tampak ramai, Barisan ASN berjajar rapi, ada yang berdiri seperti lidi, ada juga yang mirip sate kecap, tegak di pangkal, melengkung di ujung…ini kebiasaan apel usai libur panjang atau tradisi hari Senin (Ehh, liat bayangan sendiri aja di tanah, plis jangan marah.hehehe).

Ini bukan sekadar apel biasam, sebab  apel ini “jam kaget” bagi ASN setelah masa libur panjang, seperti anak kos yang tiba-tiba disuruh bangun Subuh, jantung deg-deg… tapi akhirnya sadar ya ini ujian hidup, dan Bupati Muba, dalam amanatnya, menekan satu hal sederhana tapi monumental “ASN jangan nyaman terus di zona aman.”

Kok, bisa zona aman jadi masalah? coba kalu kita renungkan sendikit, misalnya bekerja seperti mode autopilot, jam 8 datang, jam 12 pulang, jam 1 sampai jam 3 ngemil sambil buka harga di media sosial, seperti TikTok, dan terakhir jam 4 pulang. Rutinitasnya  yang itu-itu aja, kaya sinetron  tayang sebelum adzan magrib, terus tiap hari tanpa klimaks.

Budaya seperti ini disebut “zona nyaman” karena tempat di mana kita merasa aman, tapi sebenarnya berdampak pada pelayanan publik. Bila ASN nyaman terus tanpa tantangan, pelayanan bisa jadi sekadar mode aman, bukan mode responsif dan inovatif.

Pepatah berkata “Air tenang menghanyutkan.” Tenang boleh  tapi jangan sampai bawel pelayanan ikut hanyut tanpa arah!

Oleh karena itu, saat Bupati Toha Tohet menekankan integritas dan profesionalisme, itu bukan sekadar kalimat penyemangat yang asyik dibaca di brosur. Itu panggilan buat seluruh ASN supaya melek terhadap peran mereka sebagai pelayan publik.

Lihat saja contoh dari kota lain Bogor (Jawa Barat), Pemkot Bogor beberapa tahun lalu membuat program One Week Service Challenge, seminggu pelayanan publik dibikin super responsif. Warga kaget dan dokumen selesai lebih cepat! ASN pun kaget… karena ternyata bisa lebih cepat kalau memang fokus! pelajarannya perubahan kecil bisa punya efek besar.

Selain itu Bandar Lampung,  kota ini, walikotanya pernah memimpin langsung blusukan pelayanan. Ia masuk ke kantor-kantor pemerintahan, tanya langsung ke warga yang lagi mengurus. “Butuh apa?” ujarnya. ASN kaget, warga pun bingung  karena jarang pejabat nanya langsung begitu sebab pelayanan itu bukan soal prosedur, tapi empati.

Kita tarik jauh ke Seoul (Korea Selatan), kalau mau lihat contoh yang luar biasa, Seoul menangani keluhan warga lewat aplikasi digital yang super responsif. Warga lapor   dalam hitungan jam dibalas. ASN di sana udah kayak atlet sprint data, cepat dan tepat!. Mereka gunakan teknologi itu sebagai kawan, bukan beban.

Curitiba (Brasil), kota ini terkenal soal sistem transportasi cepat yang efisien, namun yang nggak kalah keren, sistem pelayanan publiknya yang berbasis data dan evaluasi berkala. Tahu apa yang dibutuhkan warga karena mereka rajin nguprek angka dan feedback. Pelajarannya kerja cerdas plus kerja kolektif,  hasil luar biasa.

Wellington (Selandia Baru), kota kecil tapi layanan publiknya terkenal ramah dan cepat. Bedanya? mereka mendengarkan warga sebelum menentukan kebijakan. Bukan sekadar “kami tahu yang terbaik.” Tapi “apa yang kamu butuhkan?” Pelajarannya ASNnya  mendengar dulu, bicara kemudian.

Bukan gerak ditempat

Kalau kita lihat contoh di atas, satu hal penting pelayanan publik bukan soal rutinitas tapi respons terhadap kebutuhan publik, tapi di sisi lain sayangnya, kerap kali apel pagi itu hanya jadi ritual kedisiplinan fisik,  baris, laporan hadir, hormat, dan selesai. ASN pulang ke meja lagi seperti tidak terpengaruh apa pun. Ini ibarat kita ngecas HP, tapi nggak nyalakan data internet,  batere penuh, tapi fungsinya setengah.

ASN itu bukan pegawai “jam kerja” tapi pion pelayanan publik, masyarakat bukan datang cuma untuk gambar cap, tanda tangan, atau prosedur, tapi solusi atas kebutuhan mereka.

Bupati menekankan mutasi dan promosi berbasis kompetensi bukan tanpa alasan. Itu semacam pesan kuat “Kalau kamu pegang posisi, pegang dengan tanggung jawab. Bukan untuk foto-foto dan pin dada besar.”

Seorang ASN pernah bilang ke saya “Kalau pelayanan cepat, warga langsung bilang ‘wah itu luar biasa!.’ Padahal itu memang tugas kami.”

Hehehe… iya. Itu kaya janitor di sekolah yang menyapu lantai lalu siswa bilang “Wah bersih banget ya!”

Padahal kalau lantainya nggak dibersihin, siswa akan bilang juga, tapi versi beda “Kok berdebu, bikin bersin mulu!”

Oleh karena itu, kalau pekerjaan memang bagian dari tugasmu, lakukanlah dengan baik. Jangan baru dipuji sekali, langsung lebay. Jangan dikritik sekali, langsung mundur.

Integritas itu bukan sekadar memakai name tag rapi di saku kiri. Integritas berarti konsistensi antara kata dan tindakan. Bahasa kerennya walk the talk, jalanin apa yang dikatakan. Bukan cuma foto siap-siap!. Dan disiplin? bukan hanya datang pagi dan pulang sore. Disiplin berarti menjaga kualitas kerja sepanjang hari, bukan jamnya doang.

Bupati mengajak ASN untuk introspeksi. Itu bukan ajakan basi. Itu semacam mirror check “Lihat diri kamu di cermin, kamu pelayan publik atau pelayan jam kerja?”

Jadi, kenapa kita perlu keluar dari zona nyaman?

Karena nyaman itu… enak. Tapi nyaman juga bisa bikin malas berkembang. Kayak kita pakai kaos favorit terus hingga lupa baju lain pun tetap layak dipakai.

Oleh karena itu, pelayanan publik di Muba bisa jadi lebih cepat, responsif, kreatif, kalau ASN tidak takut perubahan, berani inovasi, menempatkan masyarakat sebagai fokus utama, dan bekerja bukan untuk berjaga waktu, tapi berjasa pada orang lain.

Dengan demikian diharapkan ASN harus berani keluar dari zona aman, itu bukan zona selamat, tapi zona stagnan. Pelayanan publik bukan sekadar rutinitas, tapi panggilan untuk berdaya lebih.
Mutasi dan promosi adalah momentum, bukan hadiah. Budaya kerja harus bergerak dari ‘cukup’ ke ‘luar biasa.’

Apel perdana ASN Muba bukan sekadar baris-berbaris. Itu panggilan untuk berbenah, bergerak, dan berkarya. Kalau Muba ingin maju lebih cepat, mari ubah budaya aman-aman saja menjadi budaya responsif, inovatif, dan penuh integritas.

Karena pelayanan itu bukan soal hasil jadi rapi,  tapi bagaimana hasil itu memudahkan hidup orang lain, seperti kata kakek saya waktu kecil “Kalau jalan pelan tapi lurus, sampai juga. Asal jangan berhenti.”

Nah! siap nikmati perjalanan 2026? Yuk… keluar dari zona aman!.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa PPLP-D di Muba Dapat Uang Saku Hingga Pembinaan Gratis

    Siswa PPLP-D di Muba Dapat Uang Saku Hingga Pembinaan Gratis

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 775
    • 0Komentar

    PERHATIAN Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terhadap pengembangan prestasi serta pembinaan di bidang olahraga tak perlu diragukan lagi. Wajar saja, Bupati yang juga mendapat gelar dari Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik di Indonesia ini terus dibidik pelaku olahraga di level nasional maupun internasional untuk terus […]

  • Teknologi Makin Efisien, Thomas Djiwandono Ingatkan Hal Tak Boleh Diabaikan

    Teknologi Makin Efisien, Thomas Djiwandono Ingatkan Hal Tak Boleh Diabaikan

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Perkembangan teknologi yang makin mendorong efisiensi ekonomi perlu tetap diarahkan pada manfaat yang inklusif. Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono menegaskan, kemajuan teknologi tidak otomatis membuat manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. “Teknologi membawa efisiensi, tetapi efisiensi tidak boleh terpisah dari kemanusiaan. Inklusivitas tidak datang dengan sendirinya bersama teknologi, melainkan harus dirancang […]

  • Situs Palsu, Situs pedulilindungiq.com, Bukan Digunakan Pemerintah

    Situs Palsu, Situs pedulilindungiq.com, Bukan Digunakan Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 698
    • 0Komentar

    SITUS pedulilindungiq.com merupakan situs palsu dan bukan situs yang digunakan Pemerintah dalam melakukan penanganan Covid-19. Seluruh isi dan informasi dalam situs pedulilindungiq.com tidak terkait dengan situs Pedulilindungi.id dan tidak berhubungan dengan upaya Pemerintah melakukan penanganan Covid-19 dalam bentuk apapun. Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemutusan akses terhadap situs pedulindungiq.com yang menggunakan atribut logo, gambar, […]

  • jakabaring kota baru mandiri

    Jakabaring Diusulkan Jadi Kota Baru Mandiri Pengganti Kawasan Kumuh

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.714
    • 0Komentar

    Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melakukan program pengentesan kawasan kumuh di Kota Palembang melalui program Kota Baru Mandiri.
    Kota Palembang menjadi salah satu kota dari puluhan kota di Indonesia, yang menjadi sasaran program tersebut.

  • Kicauan sekumpulan burung gereja di teras rumah-Ku..

    Kicauan sekumpulan burung gereja di teras rumah-Ku..

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.561
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di langit biru mereka terbang Burung gereja, bersahaja dan riang Kicauannya membelai telinga Sebagai melodi yang menyejukkan jiwa. Dengan sayap terentang, mereka berdansa Menghiasi pagi dengan lagu riang Cantik dan sederhana, mereka bernyanyi Menyapa alam dengan keindahan jiwa. Kicauan mereka bagai seruling angin Mengalun lembut di antara pepohonan Mengajak kita ikut dalam kebahagiaan […]

  • Muba Resmi Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Anugerah Pesona Indonesia 2021

    Muba Resmi Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Anugerah Pesona Indonesia 2021

    • calendar_month Rabu, 2 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 839
    • 0Komentar

    PEMKAB Muba resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Panitia Anugerah Pesona Indonesia (API) oleh Tim Panitia Anugerah Pesona Indonesia (API) untuk menjadi tuan rumah pada ajang API Tahun 2021. “Dengan ini kami [Panitia penyelenggara] menetapkan Muba sebagai Tuan Rumah Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021,” ungkap Tim Panitia Anugerah Pesona Indonesia, Muhammad Syafaat. Menurutnya panitia akan memaksimalkan […]

expand_less
WordPress Archive Animated heading addon – widget for Elementor Animated Image Banners for WPBakery Page Builder Animated Infinite Scroll – WordPress Plugin Animated Intro for Elementor Animated Stat Counter Number Showcase Plugin For WordPress Animation CSS3 Effects WordPress Plugin Animo – Creative & Clean Multi-Purpose WordPress Theme Anita | Photography WordPress Theme Anjani – Spa & Beauty Elementor Template Kit Anne Alison – Soft Personal Blog Theme