Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pasca Banjir, Sumatera Bersih-Bersih Kayu

Pasca Banjir, Sumatera Bersih-Bersih Kayu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • visibility 1.168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gotong royong warga dan relawan jadi kunci pemulihan fasilitas publik

DESEMBER 2025, Sumatera diguyur banjir dan longsor, dampaknya jalan-jalan, pesantren, masjid, sampai pantai Kota Padang ikut ‘dihujani’ kayu berserakan.

Ibaratnya, kalau ada lomba parkour alami, warga lokal pasti langsung juara dunia. hehehe!, tapi jangan salah, dari repotnya kayu berserakan itu muncul hal penting yaitu,  gotong royong warga dan relawan menjadi obat mujarab untuk mempercepat pemulihan fasilitas publik, dan sekaligus ngajarin hidup disiplin, kerja sama, dan kepedulian sosial.

Misalnya di Aceh Tamiang dan Aceh Utara, pembersihan difokuskan di Pesantren Darul Mukhlisin dan wilayah Langkahan. Sementara di Sumut, Desa Aek Ngadol, Garoga, dan Huta Godang ikut terdampak, dan di Sumbar, sepanjang 5,6 kilometer pantai Kota Padang harus dibersihkan dari kayu besar maupun serpihan kecil.

Bahkan saking repotnya, kayu besar naik turun alat berat, serpihan kecil dijemput tangan manusia, kadang terselip di antara kaki warga yang semangat, tapi kewalahan. Meski demikian Kemenhut nggak sendirian ada TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat ikut bergerak.

Subhan, Kepala BBTNGL, dalam rilis resmi dilaman Kementerian Kehutanan  bilang, “Progres pembersihan sudah 65 persen. Kami fokus bukan hanya tumpukan kayu, tapi ruang belajar, masjid, dan akses vital masyarakat. Pembersihan dilakukan intensif, bahkan hingga malam hari.”

Novita Kusuma Wardani dari BBKSDA Sumut menambahkan, peran Kemenhut lebih ke dukungan teknis, personel, dan pendampingan lapangan, agar kegiatan aman dan tertib.

Hartono dari BKSDA Sumbar menegaskan, kayu besar ditangani alat berat, serpihan kecil dibersihkan manual, dan area nelayan tetap aman untuk aktivitas mereka.

Tapi yang serunya lagi, sisi psikologi sosialnya dari gotong royong itu ikut kelihatan, pasalnya gotong royong ini lebih dari sekadar angkat kayu, semua pihak, seperti warga, aparat, relawan secara nggak langsung belajar hidup disiplin, kerja sama, dan kepedulian sosial.

Bahkan kayu yang tadinya bikin repot, sekarang malah jadi media pendidikan sosial, warga belajar berbagi tugas, saling mendukung, dan menata lingkungan secara sistematis.

Jadi, soliditas muncul alami, karena semua sadar pemulihan pasca-bencana bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama.

Kolaborasi lintas sektor

Fenomena ini juga nunjukin pentingnya kolaborasi lintas pihak sebab di Aceh, Sumut, dan Sumbar, sinergi Kemenhut, TNI, Polri, relawan, dan warga lokal bikin pembersihan lebih cepat dan efektif.

Aktivitas ini sekaligus ngajarin warga tentang kepedulian terhadap fasilitas publik, ruang pendidikan, dan lingkungan. Dari sinilah terlihat jelas bencana bukan cuma soal kerusakan fisik, tapi juga kesempatan memperkuat jaringan sosial dan ketangguhan komunitas.

Oleh sebab itu, bencana bukan akhir dunia, sebab dari bersih-bersih kayu, muncul solidaritas, disiplin, dan kerja sama nyata, dan anak-anak juga bisa kembali sekolah.

Sementara warga bisa memakai fasilitas publik, dan masyarakat punya akses vital yang pulih, sehingga tanpa disadari gotong royong itu sebenarnya nggak hanya mengembalikan lingkungan fisik, namun juga membangun fondasi psikologis, agar komunitas lebih siap menghadapi bencana berikutnya.

Jadi, bersih-bersih  kayu pasca-banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar nunjukin memang sinergi multi-pihak adalah kunci pemulihan cepat. Sebab, kayu hanyalah kayu, tapi dampak positifnya, yaitu manusia bisa belajar disiplin, kerja sama, dan kepedulian sosial.

Sehingga pada akhirnya dengan kebersamaan  kita akan pulih, dengan kebersamaan itu kita juga bisa menjaga fasilitas publik, bahkan dengan kebersamaan, kita belajar dari setiap batang kayu, agar Sumatera tetap tangguh, aman, dan produktif!.

Pepatah lama bilang “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” Semoga dengan semangat kebersamaan, setiap badai pasti akan berlalu, dan Sumatera akan terus tangguh menghadapi masa depan.” Amin… (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setkab Luncurkan Buku “Indonesia dan Pandemi COVID-19: Kerja Keras di Tengah Pandemi”

    Setkab Luncurkan Buku “Indonesia dan Pandemi COVID-19: Kerja Keras di Tengah Pandemi”

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 854
    • 0Komentar

    SEKRETARIAT Kabinet (Setkab) meluncurkan buku berjudul “Indonesia dan Pandemi COVID-19: Kerja Keras di Tengah Pandemi”, Senin (07/03/2022). Buku yang memuat perjalanan bangsa Indonesia dalam melewati ujian berat pandemi COVID-19 merupakan benang merah kumpulan pidato Presiden mulai dari periode Oktober 2019 hingga Maret 2021. “Sungguh sangat membahagiakan pada hari ini Sekretariat Kabinet akan meluncurkan buku tentang […]

  • Blank spot, 12 desa di OKI terima layanan seluler 4 G, Plt Kadis Kominfo : Alhamdulillah, satu demi satu yang susah sinyal kita entaskan

    Blank spot, 12 desa di OKI terima layanan seluler 4 G, Plt Kadis Kominfo : Alhamdulillah, satu demi satu yang susah sinyal kita entaskan

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 937
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat terus berupaya mengentaskan wilayah-wilayah blank spot atau tidak tersentuh jaringan internet di desa terpencil dan perairan Adi Yanto,Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI mengatakan, 12 desa penerima program layanan seluler 4G di Kabupaten OKI tahun 2024 yaitu Desa […]

  • Apa Itu Penyakit Kawasaki ?

    Apa Itu Penyakit Kawasaki ?

    • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.907
    • 0Komentar

    PERNAH dengar tentang penyakit kawasaki? Mungkin penyakit ini cukup asing di sebagian masyarakat. Ini merupakan penyakit yang ditandai dengan peradangan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah koroner pada jantung. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak usia di bawah lima tahun. “Melihat banyaknya penyakit kawasaki yang belum terdiagnosis, penting bagi orangtua untuk mengenali gejala penyakit ini. Sebab jika […]

  • BPPRD Muba Gelar Sosialisasikan Tapping Box Bagi Pelaku Usaha

    BPPRD Muba Gelar Sosialisasikan Tapping Box Bagi Pelaku Usaha

    • calendar_month Kamis, 26 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.495
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Musi Banyuasin melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah  (BPPRD) menggelar Sosialisasi Penerapan Sistem Pajak Daerah Online (Tapping Box) Kepada Pelaku Usaha yaitu rumah makan, restoran, dan hotel di wilayah Kabupaten Muba, di Ruang Rapat BPPRD Muba, Kamis (26/11/2020). Acara sosialisasi ini dibuka oleh Kepala BPPRD Muba Riki Djunaidi AP MSi diwakili Kabid Penagihan […]

  • Wagub Akui Olahraga Sektor Terdepan Bangun Daerah

    Wagub Akui Olahraga Sektor Terdepan Bangun Daerah

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya berharap melalui Pembukaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) IX KONI Provinsi Sumsel tahun 2019, dapat lebih meningkatkan lagi prestasi olahraga di Provinsi Sumsel. Bertempat di Ballroom Hotel Swarna Dwipa (21/12/2019), Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengakui bahwa olahraga saat ini menjadi sektor terdepan dalam membangun daerah. “Olahraga mempunyai […]

  • Jauh dari MUBA, Mahasiswa di Yogyakarta Punya Cara Sendiri untuk Tetap Jadi Keluarga

    Jauh dari MUBA, Mahasiswa di Yogyakarta Punya Cara Sendiri untuk Tetap Jadi Keluarga

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, YOGYAKARTA – Merantau ke Yogyakarta membuat para mahasiswa asal Musi Banyuasin harus terbiasa hidup jauh dari kampung halaman. Namun, jarak ternyata tidak membuat mereka kehilangan ruang untuk berkumpul dan merasa seperti berada di rumah sendiri. Suasana itu terlihat di Asrama Putri Randik MUBA Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026) malam. Anggota Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Musi Banyuasin […]

expand_less
WordPress Archive MiCoach – Online Courses WordPress Theme + RTL Micra – Multipurpose Responsive WooCommerce WordPress Theme Micro Office | Extranet & Intranet WordPress Theme Microtech – Tech Business Elementor Template Kit Midare – Senior Care & Medical WordPress Theme Midone – Tailwind CSS Vuejs 3 Admin Dashboard Template + HTML Version Miex – Creative Agency WordPress Mighty Tables | Add sorting, search, filters, and highlighting to your tables Mighty URL Shortener | Short URL Script MIH – Personal Portfolio & Resume Template Kit