Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » CSR » “Tangis Anak, Senyum Negara, Cerita dari Ruang Khitan”
CSR

“Tangis Anak, Senyum Negara, Cerita dari Ruang Khitan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 1.614
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Riuh tawa, sandal tercecer, dan pelajaran tentang gotong royong

SEANDAINYA pagi itu Iwan Fals kebetulan lewat di Musi Learning Center, besar kemungkinan ia bakal bersenandung pelan

“Hey, sunatan massal, aha ahaSunatan massal, aha ahaDitonton orang berjubal-jubalBanyak tercecer sepatu dan sandalHey, hari bahagia, aha ahaBersuka ria, aha ahaAda yang berjoget tari IndiaStambul, cha-cha dan tari rabana..”

Soalnya suasananya persis seperti di lagu itu, ramai, riuh, penuh drama kecil. Bedanya, tak ada panggung dan gitar, yang ada justru sandal dan sepatu kecil berserakan, anak-anak mondar-mandir dengan wajah tegang, serta orang tua yang sok tenang padahal jelas deg-degan.

Di sudut halaman, seorang bocah sibuk mencari sandalnya. “Tadi di sini,” katanya sambil menatap lantai seperti detektif kehilangan barang bukti.

Di bangku tunggu, ada yang menunduk sambil meremas sarung, ada pula yang berkali-kali bertanya, “Mak, lamo dak?” pertanyaan klasik itu yang sebenarnya bermakna sakit atau tidak?

Begitulah suasana khitanan massal dalam rangka HUT ke-66 PT Pusri Palembang, Minggu (14/12). Sebanyak 330 anak dari berbagai wilayah Kalidoni, Ilir Timur II, Sako Sematang Borang, Plaju, Kertapati, Kemuning, hingga Sukarame berkumpul bukan untuk lomba atau pentas seni, tapi untuk satu momen hidup yang tak akan mereka lupakan.

Tangis dan tawa bercampur jadi satu, ada anak yang masuk ruang tindakan dengan langkah gemetar. Ada pula yang keluar sambil senyum bangga, meski bekas air mata masih setia di pipi. “Nggak sakit,” katanya lantang, seolah baru menjuarai final piala dunia, padahal jalannya masih agak hati-hati.

Di dalam ruangan, para tenaga medis dari RS Pusri bekerja tanpa banyak suara. Total ada 63 tenaga kesehatan 55 operator dan asisten medis, 4 asisten kering, 1 penanggung jawab, serta 1 dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP).

Wajah mereka pun terlihat tenang, sabar, dan profesional seolah sudah hafal betul menghadapi berbagai tipe pahlawan cilik.

“Tarik napas, Dek… ntar lagi selesai,” ujar seorang perawat sambil menepuk pundak pasien kecilnya. Kalimat sederhana, tapi ampuh. Meski tak selalu menghentikan tangis, setidaknya membuat anak-anak merasa tidak sendirian.

Bagi orang tua, kegiatan ini bukan sekadar acara ulang tahun perusahaan. Ini soal lega. Di tengah biaya hidup yang makin terasa pedas, khitan gratis jelas sangat membantu. Tak perlu menunda, tak perlu hitung ulang anggaran dapur. Anak bisa dikhitan tepat waktu, orang tua pun pulang dengan hati tenang. “Alhamdullilah, anak aku sudah di sunnat, dak malu lagi dio, ” ucap seorang ibu asal Kalidoni Palembang ini

Pusri juga menyiapkan paket perlengkapan untuk setiap peserta, tas sekolah, kain, baju koko, buku tulis, sertifikat khitan, hingga uang saku. Ada doorprize dan photobooth ceria upaya kecil tapi penting untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari rasa tegang.

Di sela kegiatan, hadir jajaran manajemen Pusri, unsur Muspika, Camat dan Lurah dari berbagai wilayah. Mereka tidak datang dengan pidato panjang.

Bahkan lebih banyak menyapa, meninjau, dan tersenyum melihat ekspresi anak-anak yang baru keluar dari ruang khitan antara bangga dan menahan perih.

Kepedulian nyata

Mewakili manajemen Pusri, SVP Tata Kelola & Manajemen Risiko, Junaedi, mengatakan bahwa kegiatan khitanan massal ini merupakan wujud kepedulian nyata perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

“Melalui kegiatan khitanan massal ini, Pusri ingin hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah sekitar perusahaan. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi dan silaturahmi antara perusahaan, pemerintah setempat, serta unsur Muspika demi terciptanya lingkungan yang harmonis dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ucapan itu terasa pas dengan apa yang terlihat di lapangan. Tak berlebihan, tak kaku, semua pihak menjalankan perannya masing-masing.

Perusahaan juga menyiapkan fasilitas, tenaga medis memastikan keamanan. Pemerintah setempat menjaga ketertiban, dan warga datang membawa kepercayaan.

Di ruangan sederhana itu, negara hadir tanpa jas dan tanpa podium, ia hadir lewat kerja bersama. Lewat pelayanan, lewat anak-anak yang pulang sambil memegang sertifikat dan goodie bag meski jalannya masih sedikit mengangkang.

Menjelang siang, suasana berubah. Tangis mulai jarang terdengar, anak-anak berkumpul sambil saling membandingkan keberanian. Orang tua saling bertukar cerita. Ada tawa, ada lega, ada rasa syukur yang tak perlu diucapkan.

Jadi, kehadiran yang paling bermakna bukan yang paling ramai diberitakan, tapi yang paling terasa manfaatnya. Bukan soal seberapa megah acara dibuat, melainkan seberapa jauh beban warga bisa diringankan.

Khitanan massal ini mungkin hanya berlangsung sehari, tapi dampaknya bisa panjang. Anak-anak lebih sehat. Orang tua terbantu. Hubungan perusahaan, pemerintah, dan masyarakat tetap terawat.

Bak pepatah lama bilang, “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” sebab di ruang khitanan itu, pepatah tersebut bukan sekadar kata-kata, ia benar-benar bekerja. Selamat HUT ke-66 PT Pusri Palembang….[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PENDIDIKAN HUKUM : “Posbankum, Warung Kopi Baru Tempat Ngobrol Soal Keadilan”

    PENDIDIKAN HUKUM : “Posbankum, Warung Kopi Baru Tempat Ngobrol Soal Keadilan”

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    DENGAR kata pos, bayangan kita biasanya ke arah tempat nongkrong malam-malam di ujung gang pos ronda, di situlah warga gantian jaga malam, sambil rebahan di dipan bambu, ngopi hitam tanpa gula, sesekali main gaple sampai meja gedebuk kayak mau pecah. Fungsinya jelas biar maling mikir dua kali sebelum nekat, dan biar warga kampung merasa ada […]

  • Petinggi Dirombak,Gubernur Sumsel Ingin BSB Jadi Bank Besar, Kapan ?

    Petinggi Dirombak,Gubernur Sumsel Ingin BSB Jadi Bank Besar, Kapan ?

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.227
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasan [RUPSLB] memutuskan mengganti sejumlah jajaran direksi Bank Sumsel Babel [BSB],rapat tersebut diselenggarakan,Kamis [29/11/2018] siang di Kantor Utama BSB Jakabaring. Selain itu, dalam RUPSLB juga mengganti Komisaris Utama Yusri Effendi, rapat tersebut juga menghasilkan kesepakatan mencopot Muhammad Adil sebagai Direktur Utama. Gubernur Sumsel Herman Deru [HD] membenarkan […]

  • Tanpa Disadari, Tertekan Pandemi Banyak Lahirkan Ide yang Bikin Kinerja Bank Sumsel Babel Tetap Positif, Dirut : Alhamdullilah

    Tanpa Disadari, Tertekan Pandemi Banyak Lahirkan Ide yang Bikin Kinerja Bank Sumsel Babel Tetap Positif, Dirut : Alhamdullilah

    • calendar_month Sabtu, 30 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.980
    • 0Komentar

    MESKIPUN Pandami Covid-19 tak dapat diprediksi kapan berakhir, namun ada yang bisa diambil positif dari jajaran manajemen Bank Sumsel Babel [BSB]. Pasalnya, tanpa disadari dalam suasana yang tak menentu ini, terbukti bank plat merah diklaim melahirkan banyak gagasan, ataupun ide, yang dulunya tak pernah terfikirkan sama sekali. “Kerja jajaran Direksi dan Komisaris pun semakin solid, […]

  • Kebun Raya Sriwijaya Secepatnya Jadi Pusat Penelitian Lahan Basah

    Kebun Raya Sriwijaya Secepatnya Jadi Pusat Penelitian Lahan Basah

    • calendar_month Rabu, 9 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.208
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Ogan Ilir – Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Mawardi Yahya meninjau langsung progres terkini Kebun Raya Sriwijaya milik Pemprov yang berlokasi di Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI), Menurut Mawardi Kebun ini harus menjadi pusat penelitian lahan basah. Dia mengatakan sejak diinisiasi sejak 2013 silam, sudah banyak perwakilan universitas berdatangan untuk mempelajari bagaimana […]

  • Ingin Pasarkan Karya Seni Masyarakat, Istri Bupati Ini Bakal Dirikan PKK Mart Di Setiap Kecamatan, Mantap Bu Bro !

    Ingin Pasarkan Karya Seni Masyarakat, Istri Bupati Ini Bakal Dirikan PKK Mart Di Setiap Kecamatan, Mantap Bu Bro !

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.871
    • 0Komentar

    MELIHAT banyaknya prakarya dari Usaha Kecil Menengah [UKM] yang merupakan ciri khas desa-desa di kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuasin yang selama ini tidak tersalurkan ternyata menjadi perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuasin dr. Sri Fitriyanti Nurwahid. Istri orang nomor satu di Kabupaten Banyuasin ini ( Askolani Bupati Banyuasin) membuat terobosan untuk tim penggerak […]

  • Tahun Baru, Situasi  di Sumsel Aman dan Kondusif 

    Tahun Baru, Situasi  di Sumsel Aman dan Kondusif 

    • calendar_month Sabtu, 1 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 698
    • 0Komentar

    MALAM pergantian tahun 2022 di Sumsel khususnya di Kota Palembang berlangsung kondusif. Hal itu terjadi karena tingginya toleransi antar masyarakat. Bahkan, kondusifitas tersebut tetap terjaga sejak malam misa natal pada 25 Desember 2021 lalu. Pada malam pergantian tahun 2022 ini, Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama empat pimpinan institusi yang ada di Sumsel seperti Ketua […]

expand_less
WordPress Archive Arki – Architecture WordPress Arlo – Personal / Portfolio / CV / Resume Template Arloji – Modern Hand Watch Shop eCommerce Elementor Template Kit Armashop – Guns and Ammo WooCommerce theme Arnica – Creative Coming Soon WordPress Plugin Aroland – Single Property Landing Page WordPress Theme Arolax | Creative Digital Agency Theme Aroma – Bakery & Cake Elementor Template Kit Arostore – Electronics Store WooCommerce WordPress Theme Around – Multipurpose Business WordPress Theme