Selasa, 25 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Mbak Jawa di Makassar, Dari Nada Tinggi ke Matematika Seru”

“Mbak Jawa di Makassar, Dari Nada Tinggi ke Matematika Seru”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • visibility 3.042
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KIKI Novita Sari, 24 tahun, baru pertama kali merantau jauh dari tanah kelahirannya di Kendal, Jawa Tengah, ketika diterima sebagai guru matematika di SRMA 26 Makassar. Bayangkan, seorang anak Jawa yang terbiasa berbicara lembut harus berhadapan dengan nada tinggi ala orang Makassar. “Kadang saya refleksi, tadi saya salah apa enggak?” ujarnya sambil tersenyum, mengenang hari-hari awalnya di asrama.

Julukan “Mbak Jawa” pun lahir dari kebingungan murid dan guru lain melihatnya, seperti pepatah Jawa mengatakan, “Adat di bumi sendiri tidak sekeras adat di tanah orang”, Kiki pun belajar dari awal bagaimana menyesuaikan diri dengan budaya dan bahasa baru.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di SRMA 26 Makassar, Kiki mengaku shok kecil tapi lucu, nada bicara murid terlalu tinggi, bahasa Makassar tercepat, dan makanan pedas yang bikin mata menetes.

“Kalau di Jawa, orang bicara keras itu artinya marah. Di sini, kadang itu cuma gaya ngobrol,” ujarnya sambil terkekeh mengutip laman resmi kemensos.go.id, coba pikirkan, seorang guru dari Jawa harus belajar membaca ekspresi murid sambil menahan lidah yang sensitif terhadap sambal pedas Makassar.

Hari pertama mengajar ibaratnya adalah episode drama komedi tanpa sutradara, hehehe…yang jelas Kiki harus meminta murid berbicara lebih lambat supaya ia paham maksud mereka.

Bahkan kadang, satu kata bisa terdengar, seperti kode rahasia yang membingungkan. Tapi murid-murid cepat menyesuaikan diri “Oh, Bu Kiki dari Jawa, kita harus bicara lebih lembut”, kata salah satu murid.

Kiki tersenyum “seperti pepatah mengatakan, ‘air tenang menghanyutkan’, walaupun saya lembut, murid tetap bisa mengikuti alur belajar kalau kita sabar’.

Selain drama nada bicara, tantangan lain adalah membuat matematika menarik bagi murid. Di fase awal, Kiki mengecek kemampuan dasar matematika, di mulai dari penjumlahan hingga pengurangan. “Kalau pondasinya goyah, rumahnya roboh juga ya..,” ujarnya sambil melempar senyum.

Akhirnya Kiki menciptakan jurus baru alias metode belajar 50 persen materi, 50 persen games, misal, penjumlahan bersusun dijadikan kompetisi kecil.

Hasilnya ? Anak-anak bukan hanya belajar, tapi senang, tertawa, dan saling tantang. Kadang, tantangannya sederhana, yaitu siapa tercepat menyelesaikan soal. Tapi hasilnya, semua murid ikut aktif dan tak ada yang keluar-masuk kelas.

Tak hanya matematika, Kiki juga fokus pada pendidikan karakter dan kedisiplinan, coba bayangkan saja seorang guru harus menelusuri kamar murid satu per satu supaya mereka tidak telat masuk kelas. Kadang ia bikin candaan ke muridnya. “Kalau guru enggak turun tangan, murid bisa telat seperti jam karet”.

Usaha ini membuahkan hasil, dua bulan berlalu, murid mulai tepat waktu dan bisa mengatur jadwal harian mereka. Pendidikan harus membebaskan. Dan begitulah yang coba saya lakukan di kelas -membebaskan murid dari ketakutan terhadap angka dan rumus”, – Paulo Freire, Pedagogy of the Oppressed.

Selain kelas, Kiki juga belajar hidup di Makassar. Pedasnya makanan lokal sempat membuatnya berkeringat dan mengerang, tapi lambat laun ia menyesuaikan diri. Bahkan ia ikut makan bareng teman-teman guru meski mulut masih panas, sambil bilang, “Sedikit demi sedikit, kita masuk ke dunianya mereka”.

Bahkan Humor muncul ketika Kiki mencoba memesan makanan pedas ekstra dan salah menyebutkan levelnya. “Mungkin ini karma karena saya baru pertama kali merantau,” katanya sambil tertawa ngakak. Murid-muridnya pun ikut tertawa mendengar cerita itu, dan humor ini jadi jembatan komunikasi antara guru dan murid.

Kisah Kiki bukan hanya soal guru merantau, tapi juga tentang ketekunan, adaptasi, dan kreativitas. Dari nada tinggi, sambal pedas, hingga strategi belajar matematika, ia menunjukkan bahwa mengajar bukan sekadar mentransfer ilmu, tapi menginspirasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Kiki Novita Sari adalah contoh guru muda yang berani merantau, beradaptasi, dan menciptakan inovasi dalam pendidikan. Ceritanya mengajarkan kita, meski menghadapi budaya, bahasa, atau tantangan berbeda, kesabaran, kreativitas, dan humor bisa menaklukkan semua hambatan.

Kalau ada pepatah Jawa bilang, “Sopo nandur bakal ngunduh”, maka Kiki adalah bukti nyata tanam usaha, tanam kesabaran, tanam humor, pasti akan menuai hasil manis, meski awalnya terasa pedas seperti sambal Makassar.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Peringkat Ke-5 Dunia Vaksinasi Terbanyak

    Indonesia Peringkat Ke-5 Dunia Vaksinasi Terbanyak

    • calendar_month Jumat, 8 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 720
    • 0Komentar

    PER 6 Oktober 2021, Indonesia memiliki update situasi vaksinasi yang membanggakan. Lebih dari 94 juta orang Indonesia sudah divaksinasi COVID-19 dosis pertama dan dengan ini Indonesia menduduki peringkat ke-5 dunia untuk jumlah vaksinasi COVID-19 dosis satu terbanyak. Selain itu, total suntikan vaksinasi dosis kesatu dan dosis kedua COVID-19 di Indonesia mencapai lebih dari 148 juta […]

  • Cakupan Vaksinasi Dosis Pertama Hampir 100% untuk Penyandang Disabilitas di Jawa-Bali

    Cakupan Vaksinasi Dosis Pertama Hampir 100% untuk Penyandang Disabilitas di Jawa-Bali

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.440
    • 0Komentar

    CAKUPAN vaksinasi dosis pertama bagi penyandang disabilitas di 6 provinsi Jawa dan Bali diketahui telah mencapai 99,8% per 29 September 2021. Keenam provinsi yang dimaksud adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Vaksin yang digunakan adalah vaksin Sinopharm hibah dari Raja Uni Emirat Arab didistribusikan kepada 225 ribu sasaran di […]

  • Pemprov. Sumsel Berikan Pembinaan & Pelatihan Ratusan Bilal Mayit

    Pemprov. Sumsel Berikan Pembinaan & Pelatihan Ratusan Bilal Mayit

    • calendar_month Senin, 2 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    PEMPROV. Sumsel memberikan pelatihan dan pembinaan untuk ratusan bilal mayit se-Sumsel, pasalnya Kemampuan untuk mengurus jenazah atau mayit merupakan salah satu kewajiban umat Islam. Namun, untuk melakukan kewajiban tersebut diperlukan pengetahuan dan pemahaman secarah utuh, bahkan tanpa diberikan pelatihan bilal mayit tak akan berkembang dan lankah. Oleh sebab itu, guna meningkatkan kemampuan tersebut, Pemerintah Provinsi […]

  • Mantap Jakarta Bakal Operasi Bus Listrik, Diuji Coba Pada Asian Games

    Mantap Jakarta Bakal Operasi Bus Listrik, Diuji Coba Pada Asian Games

    • calendar_month Jumat, 4 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Sebentar lagi bus listrik bakal dioperasikan oleh Pemerintah Prov. DKI guna mendukung Pesta Olahraga  Asian Games di Jakarta pada Agustus 2018 mendatang. “Kami mulai ujicoba pada Agustus bertepatan dengan Asian Games 2018,”kata Wakil Gubernur DKI, Sandiago Uni, Jumat (4/5/2018). Ia meminta agar PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) segera berkoordinasi dengan vendor perihal pengadaan […]

  • Cegah Karhutla, BNPB & Muba Bakal Bangun Sodetan di 2 Sungai  

    Cegah Karhutla, BNPB & Muba Bakal Bangun Sodetan di 2 Sungai  

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.218
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam waktu dekat segera membangun sodetan di Sungai Perjudian dan Sungai Merang. Kedua sungai ini terlerak  di Kecamatan Bayung Lencir. Rencana pembuatan sodetan di Kabupaten Muba ini adalah salah satu cara  mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Isu pembangunan sodetan  ini akan menjadi kabar […]

  • Tebar Semangat Mupuk Upaya Bangkit Sektor Pariwisata

    Tebar Semangat Mupuk Upaya Bangkit Sektor Pariwisata

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 931
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, membahas percepatan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) dengan Pemerintah Daerah Sumatera Utara (Sumut). Menparekraf Sandiaga Uno saat bertemu dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Medan, Sabtu (27/3/2021) menjelaskan bahwa pertemuan dengan Pemda Sumut tersebut untuk membahas pengembangan sektor pariwisata terutama […]

expand_less
WordPress Archive Galaxy Funder – WooCommerce Crowdfunding System Galicia – Restaurant WordPress Theme Galleria Storefront WooCommerce Theme Gallery Plugins Bundle Gallery Studio – WordPress Image & Video Gallery Gameleon – WordPress Arcade Theme & News Magazine Gameleon – WordPress Gaming & Magazine Theme Gameon – Metaverse Project Launchpad WordPress Theme Gameplan – Event and Gym Fitness WordPress Theme Gamezone | Video Gaming Blog & Esports Store WordPress Theme