Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » KUR Perumahan, Dari Pondasi Rumah ke Pondasi Ekonomi Rakyat

KUR Perumahan, Dari Pondasi Rumah ke Pondasi Ekonomi Rakyat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 1.047
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah bilang, “rumahku adalah istanaku”. Nah, kalau istana cuma bisa dimiliki raja, rumah subsidi bisa dimiliki rakyat jelata lewat program KUR Perumahan. Jangan salah, dari tembok bata yang tampak sederhana itu bisa lahir perputaran ekonomi yang bikin kepala pengamat ekonomi manggut-manggut, sekaligus bikin pedagang warteg di dekat proyek perumahan ikut tersenyum lebar.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, baru-baru ini menekankan pentingnya KUR Perumahan sebagai terobosan baru. Angka yang dilemparnya cukup bikin mata melotot, yakni 350 ribu unit rumah subsidi akan dibangun, dan setiap satu rumah minimal menyerap lima tenaga kerja. Kalau dikalikan, jadinya 1,65 juta orang punya pekerjaan.

Itu baru hitungan tukang, belum ibu-ibu penjual gorengan di pinggir proyek yang omzetnya bisa naik gara-gara tukang butuh camilan sore.

Ibaratnya, program ini bukan cuma soal bikin atap genteng, tapi bikin atap ekonomi yang menaungi banyak keluarga, dari semen, pasir, hingga mie instan di warung sekitar, semuanya kena efek domino. Kalau biasanya orang bilang ekonomi itu rumit, lewat program ini bisa dijelaskan sederhana pasang pondasi rumah, pondasi ekonomi ikut berdiri.

Bayangkan percakapan dua tukang di warung kopi “Bang, sekarang kerjaan lancar nggak?”
“Alhamdulillah, lagi kebagian proyek rumah subsidi, jadi tiap hari bisa ngopi tanpa ngutang”

Lucu tapi nyata, inilah dagelan manis KUR Perumahan, dana yang disalurkan bukan hanya jadi kredit, tapi juga jadi alasan banyak tukang bisa pulang dengan senyum ke keluarganya, developer kecil yang biasanya susah dapat pembiayaan, sekarang bisa mengakses bunga subsidi.

Analogi gampangnya begini, kalau biasanya developer ibarat pemain bola tanpa sepatu, sekarang pemerintah kasih sepatu plus kaos tim. Tinggal mainnya aja jangan bikin blunder.

Menariknya, sosialisasi program ini dimulai dari kampus, tepatnya Universitas Katolik Parahyangan. Agak unik memang, biasanya kampus sibuk dengan teori, kali ini malah jadi “markas awal” kredit perumahan. Tapi justru itu yang segar, mahasiswa bisa belajar bahwa membangun rumah bukan hanya soal gambar arsitektur, tapi juga soal membangun ekosistem ekonomi.

Ibarat pepatah, “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”, sosialisasi kecil-kecilan di kampus bisa jadi gerakan besar di masyarakat. Kalau mahasiswa ikut paham soal pembiayaan rumah, bukan mustahil mereka jadi generasi developer baru yang tidak cuma mikir profit, tapi juga manfaat.

Mari kita bongkar lebih serius, 350 ribu rumah subsidi bukan angka kecil, jika setiap unit rumah bernilai rata-rata Rp150 juta, totalnya mencapai Rp52,5 triliun. Uang segede itu berputar di sektor konstruksi, perbankan, hingga UMKM, efek bergandanya bisa sampai ke industri semen, baja, cat, sampai angkutan pickup.

Lebih jauh lagi, ketika ada rumah baru, ada kehidupan baru, anak masuk sekolah di sekitar, warung baru buka, ojek daring dapat pelanggan tambahan. Jadi jangan remehkan satu pondasi rumah, karena efeknya bisa menyebar seperti riak air saat batu dilempar ke kolam.

Namun, program sebesar ini jangan sampai jadi sekadar pesta kembang api heboh di awal, padam setelah acara. Menteri PKP sudah wanti-wanti soal evaluasi. Harus ada ukuran jelas, berapa transaksi, berapa developer kecil yang terbantu, berapa kontraktor lokal yang benar-benar dapat order.

Kalau tidak, bisa-bisa KUR Perumahan hanya jadi poster manis tanpa cerita sukses di lapangan. Itu ibarat bikin rumah pakai cat mahal, tapi pondasinya asal-asalan cantik di luar, roboh di dalam.

Oleh karena itu,  tanggung jawab ada di semua pihak, pemerintah sebagai arsitek kebijakan, bank sebagai tukang kredit, developer sebagai mandor, dan rakyat sebagai pemilik rumah impian. Kalau semua jalan, rumah subsidi bukan cuma rumah murah, tapi rumah berkah.

KUR Perumahan ini sejatinya bukan hanya soal orang punya atap untuk berteduh. Lebih dari itu, ini adalah soal bagaimana negara hadir dengan kebijakan yang menyentuh perut rakyat sekaligus menggerakkan mesin ekonomi.

Kalau 1,65 juta orang bisa bekerja karena membangun rumah, maka ini lebih dari sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa ketika rakyat membangun rumah, sejatinya mereka sedang membangun bangsa.

Dan siapa tahu, dari rumah sederhana yang berdiri tegak itu, lahir generasi yang suatu hari bisa membangun Indonesia yang lebih kokoh. Karena, seperti kata pepatah, “tak ada gading yang tak retak”, tapi setidaknya kalau rumah berdiri kuat, retakan bisa diperbaiki, dan masa depan bisa tetap ditempati dengan nyaman.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur dan Kapolda Bersilaturahim, Pemprov dan Polda Sumsel Siap Bersinergi Lawan Covid dan Jaga Kamtibmas

    Gubernur dan Kapolda Bersilaturahim, Pemprov dan Polda Sumsel Siap Bersinergi Lawan Covid dan Jaga Kamtibmas

    • calendar_month Senin, 6 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

      GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru  mengharapkan Kapolda  Irjen Pol Drs. Toni Hermanto, M.H dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerjanya yang baru  serta  tetap komitmen   meningkatkan kerjasama yang telah terjalin baik selama ini. “Silaturahmi tetap terjaga  baik secara   kelembagaan maupun personal, karena ini terkait dengan tugas-tugas yang kita dihadapi utamanya  tekait dengan penanganan […]

  • Indonesia Kuasai 49% Industri Kakao Asia

    Indonesia Kuasai 49% Industri Kakao Asia

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Indonesia kuasai 49% industri kakao Asia, menjelaskan perannya sebagai salah satu kekuatan utama industri pengolahan kakao di kawasan. Di tengah fluktuasi harga kakao dunia, perubahan pola permintaan, dan meningkatnya tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan, industri pengolahan kakao nasional justru mencatatkan kinerja yang terus membaik pada triwulan II 2026. Berdasarkan Grind Statistics Q2 2026, volume […]

  • Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Bidang Media

    Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Bidang Media

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 703
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan dukungan untuk pengembangan hubungan kerja sama regional Indonesia dan Malaysia di bidang media. Menurutnya, kerja sama pemberitaan dan penyebaran informasi antara Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara dan Kantor Berita Bernama perlu menerapkan adopsi teknologi digital dalam penyebarluasan informasi. “Saya tentu sangat mendukung kerjasama regional antara LKBN […]

  • Masa Sih “Main di PAUD, Untungnya Bisa Ngalahin Investasi Emas, Saham hingga Properti?”

    Masa Sih “Main di PAUD, Untungnya Bisa Ngalahin Investasi Emas, Saham hingga Properti?”

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    KALAU dengar kata investasi, pikiran kita biasanya langsung ke saham, properti, atau emas batangan, jarang ada yang mikir. “Eh, investasi paling cuan ternyata ada di PAUD.” Lho, kok bisa? Iya, betul…, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sering dianggap sekadar tempat anak main-main sambil nunggu jam makan siang. Padahal, riset global, dari UNICEF sampai World Bank, […]

  • Setelah Terhenti, Kini Riau Kembali Berangkatkan Jamaah Umrah

    Setelah Terhenti, Kini Riau Kembali Berangkatkan Jamaah Umrah

    • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 611
    • 0Komentar

    JEMAAH umrah asal Riau yang diberangkatkan ke tanah suci Makkah jumlahnya terus bertambah, yang sebelumnya sempat terhenti akibat Pandemi Covid. Pada Jumat (28/1/2022) sebanyak 43 jemaah umrah asal Riau dibawah naungan Perusahaan travel haji dan umrah di Provinsi Riau Muhibbah Travel mulai memberangkatkan jemaah umrahnya. Ini perdana dilakukan sejak di-stopnya akibat pandemi COVID-19 sejak 2020 […]

  • Tips Menulis Sastra Dahlia Rasyad & Risqi Turama, 98 Kali Ditolak, Ayo Meniru

    Tips Menulis Sastra Dahlia Rasyad & Risqi Turama, 98 Kali Ditolak, Ayo Meniru

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.498
    • 0Komentar

    DUA penulis  asal Sumsel, Dahlia Rasyad dan Risqi Turama berbagi tips bagaimana menjadi penulis fiksi. Tips ini sepertinya mudah dan gampang, sama seperti dikemukakan Arswendo Atmowiloto dalam bukunya “Menulis itu Gampang”. Tapi, paling tidak, apa yang disampaikan oleh kedua penulis ini bisa coba diterapkan. Siapa tau nanti bisa melahirkan penyair, cerpenis, bahkan novelis. Dahlia Rasyad […]

expand_less
WordPress Archive WP All Import Pro Advanced Custom Fields Addon Soflyy WP All Import Pro Link Cloaking Addon WP All Import Pro Premium WP All Import Pro User Import Addon WP All Import Pro WooCommerce Addon Softa - SaaS, Software & WebApp WordPress Softa – SaaS, Software & WebApp WordPress Theme Softconic – Software and IT Solutions WordPress Theme SoftEase – Multipurpose Software / SaaS Product WordPress Theme Softec – Software & Technology WordPress Theme + RTL