Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Otomotif » Keselamatan Jalan Raya, Cermin Budaya Kita

Keselamatan Jalan Raya, Cermin Budaya Kita

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 1.061
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH dengar pepatah, “Hidup di jalan itu kayak main catur, sekali salah langkah bisa skakmat”?, bedanya, kalau di catur yang tumbang cuma pion, di jalan raya yang tumbang bisa nyawa orang. Nah, ironisnya, banyak dari kita yang kalau di kantor bisa kalem, tapi begitu di balik setir berubah jadi Thanos, merasa semua jalur adalah haknya, semua kendaraan wajib minggir, dan lampu merah dianggap lampu hias Lebaran.

Padahal, keselamatan di jalan itu bukan sekadar urusan rem, gas, atau belok, itu soal akal sehat, budaya, bahkan harga diri bangsa. Lho kok bisa?, ya bisa!, karena cara kita berkendara mencerminkan mentalitas kita sebagai masyarakat. Kalau tertib, artinya kita paham disiplin. Kalau suka ugal-ugalan, ya jangan salahkan orang luar negeri yang bilang pengendara kita kayak “main roller coaster gratis di jalan raya”

1. Jalan Raya Itu Panggung, Kita Semua Pemainnya

Bayangkan jalan raya itu kayak panggung teater, ada motor, mobil, truk, bus, sampai pejalan kaki, semua punya peran, masalahnya, banyak pengendara yang maunya jadi pemeran utama, mereka lupa ada sutradara bernama aturan lalu lintas.

Ibarat kata, kalau semua aktor rebutan dialog, drama berubah jadi dagelan tanpa naskah, contoh simpel, yakni motor nyelonong lawan arus, mobil ngegas pas lampu kuning, truk parkir sembarangan kayak lagi main Tetris, hasilnya?, chaos!.

Makanya, pepatah bilang “Di mana bumi dipijak, di situ aturan dijalankan”, kalau di jalan raya, aturannya jelas, rambu bukan hiasan, marka bukan coretan, dan sabuk pengaman bukan dekorasi.

2. Emosi sama dengan Bensin untuk Kecelakaan

Pernah nggak ketemu pengemudi yang kalau disalip dikit langsung kayak kena serangan pribadi?, wajahnya merah, tangannya klakson non-stop, matanya penuh dendam, itu yang namanya ego di setir.

Padahal, pepatah Jawa bilang “Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake”. Artinya, menang itu bukan soal adu cepat atau adu keras kepala, tapi bagaimana kita bisa pulang dengan selamat tanpa bikin orang lain celaka.

Logikanya sederhana, lebih baik telat lima menit daripada masuk berita lima belas detik, tapi sayangnya, banyak yang mikir sebaliknya “Lebih baik tabrakan daripada ngaku kalah di jalan”, lah, ini jalan raya apa ring tinju?.

3. Teknologi Itu Asisten, Bukan Juru Selamat

Zaman sekarang, mobil dan motor makin canggih, ada ABS, sensor parkir, kamera 360, bahkan motor matic yang bisa ngerem sendiri. Tapi ingat, teknologi itu cuma asisten, bukan malaikat pelindung.

Banyak yang merasa terlalu pede “Tenang, mobil gue ada fitur otomatis ngerem”. Eh, padahal kalau sopirnya asyik scroll TikTok, ya teknologi cuma bisa bantu segitu doang. Ingat pepatah “Tong kosong nyaring bunyinya”, sama halnya dengan kendaraan canggih tapi otak pengemudinya kosong perhatian.

Jadi, kecelakaan itu sering, bukan karena mesin jelek, namun karena manusianya lalai, jadi jangan ngarep mesin jadi malaikat penyelamat, kalau kita sendiri masih main HP sambil setir.

4. Budaya Tertib Itu Investasi Bangsa

Kalau kita jujur, lalu lintas di negeri ini masih penuh drama. Lampu merah dianggap saran, zebra cross jadi cat jalan, dan trotoar dipakai motor buat jalur alternatif.

Padahal, budaya tertib di jalan itu bukan cuma soal aman, tapi juga soal martabat bangsa, negara-negara maju itu bisa maju salah satunya karena warganya tahu antre, tahu sabar, tahu aturan. Kalau di jalan saja nggak disiplin, bagaimana mau disiplin dalam urusan lain?

Pepatah Sunda bilang “Sing saha nu nerapkeun tata tertib, bakal manggih rahayu”, artinya, yang patuh aturan akan menuai keselamatan. Jadi sebenarnya, tertib lalu lintas itu investasi jangka panjang, bukan cuma urusan hari ini.

5. Pesan Moral Jalan Bukan Tempat Adu Gengsi

Banyak pengendara yang anggap jalan itu arena pamer, ada yang pamer motor knalpot brong, ada yang pamer mobil mewah tapi ugal-ugalan, ada juga yang pamer keberanian lewat trotoar, padahal, semua itu cuma bikin malu.

Kalau kata pepatah Betawi “Jangan besar pasak daripada tiang”, jangan besar gengsi daripada akal sehat, karena ujung-ujungnya, gengsi nggak bikin selamat. Justru yang menang itu yang bisa pulang ke rumah, ketemu keluarga, dan tidur nyenyak tanpa nyawa orang lain di pundaknya.

Keselamatan jalan raya itu bukan cuma tanggung jawab polisi, bukan juga sekadar urusan rambu dan marka. Itu tanggung jawab kita semua, sebagai pengendara, pejalan kaki, bahkan penumpang.

Jalan raya adalah cermin budaya, kalau di jalan kita bisa sabar, tertib, dan saling menghargai, berarti kita sudah menanam benih peradaban yang baik. Sebaliknya, kalau di jalan kita masih suka serobot, emosian, dan egois, berarti masih panjang PR bangsa ini.

Ingat!, “Biar lambat asal selamat”, kata-kata itu sederhana, tapi kalau dipraktikkan, bisa menyelamatkan ribuan nyawa tiap tahun. Jadi, yuk mulai dari diri sendiri, jangan jadikan jalan raya sebagai arena balap atau panggung gengsi, tapi jadikan sebagai tempat kita saling menjaga.

Karena pada akhirnya, keselamatan di jalan itu bukan soal siapa paling cepat sampai, tapi siapa yang bisa pulang dengan utuh, tertawa bersama keluarga, dan bilang “Alhamdulillah, hari ini selamat lagi”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Berangkatkan 15 Imam Asal Indonesia ke UEA, Ini Nama dan Utusan Daerahnya

    Kemenag Berangkatkan 15 Imam Asal Indonesia ke UEA, Ini Nama dan Utusan Daerahnya

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 758
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama (Kemenag) memberangkatkan 15 imam masjid asal Indonesia untuk bertugas di masjid-masjid di Uni Emirat Arab (UEA). 15 imam ini diberangkatkan melalui Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang dengan penerbangan reguler Pesawat Ettihad nomor EY 475, akhir pekan lalu. “Ini bukti keseriusan Kemenag untuk menjalankan amanah Presiden terkait hubungan dua negara. Meski sempat terkendala pandemi […]

  • Sudah tinjau beberapa pasar tradisional, Pj Walikota Palembang akui harga beras masih tinggi, minta Disdag rutin OP

    Sudah tinjau beberapa pasar tradisional, Pj Walikota Palembang akui harga beras masih tinggi, minta Disdag rutin OP

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 972
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Harga beras disejumlah Pasar tradisional Palembang dinilai masih tinggi, menurut pantauan Pj Walikota Palembang  Ratu Dewa, oleh sebab itu Dinas Perdagangan (Disdag) Palembang rutin melakukan operasi pasar pada Senin, Selasa, dan Kamis. Harga beras di Kota Palembang masih di sejumlah Pasar Tradisional Palembang rata-rata Rp 12.500 untuk beras medium, biasanya harga normal berkisar […]

  • Foto Surat Asli Bupati Dicoret Hoax Beredar Di Facebook, Kadis Kominfo Akan Ditindak Lanjuti

    Foto Surat Asli Bupati Dicoret Hoax Beredar Di Facebook, Kadis Kominfo Akan Ditindak Lanjuti

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.017
    • 0Komentar

    Beredarnya foto surat Asli Bupati Banyuasin H. Askolani SH MH yang di tulis dan di lebel hoax di salah satu akun masyarakat atas nama Adenarisuji membuat keresahan para wali murid.   DALAM surat Bupati Banyuasin bernomor 490/ KTPS/ Disdikbud/2020 tentang perpanjangan belajar di rumah hingga 14 hari kedepan. Berhubung adanya lebel Hoax yang kini beredar luas […]

  • Tahap ke-50: 5.000.000 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia (6 September 2021)

    Tahap ke-50: 5.000.000 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia (6 September 2021)

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 744
    • 0Komentar

    SEBANYAK  5 juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac tiba di Indonesia. Kedatangan Vaksin COVID-19 Tahap ke-50 ini membuat Indonesia sudah menerima total 33 juta dosis total vaksin jadi Sinovac. Saat ini, pemerintah sudah berhasil menyediakan lebih dari 225,4 juta dosis total vaksin COVID-19, baik dalam bulk (bahan baku) atau vaksin jadi. Semua merek vaksin sama, […]

  • Januari, HD Terbitkan Pergub Tenaga Kerja Lokal 

    Januari, HD Terbitkan Pergub Tenaga Kerja Lokal 

    • calendar_month Minggu, 2 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.278
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru memastikan paling lambat Januari 2019 Pergub tentang pemanfaatan tenaga kerja lokal terbit. Hal itu diungkapkannya saat menghadiri Syukuran Grand Opening Hotel Santika Premiere Bandara Palembang, Jumat (30/11/2018). Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru, Presiden Direktur PT. Mutiara […]

  • Potensi Pangan Biru siap dioptimalkan

    Potensi Pangan Biru siap dioptimalkan

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.508
    • 0Komentar

    Semselterkini.co.id, – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan potensi pangan biru akan dioptimalkan melalui pelaksanaan lima program ekonomi biru. Lewat program tersebut, produk perikanan di hulu yang ditopang oleh kegiatan budidaya dan penangkapan ditransformasi pengelolaalnya melalui kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota dan pembangunan modeling budidaya berkelanjutan.     Dua program tersebut sudah […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Gift Certificates Pro by IgniteWoo WooCommerce Give Products WooCommerce GoCardless WooCommerce Google Analytics Pro WooCommerce Google Merchant Center Integration WooCommerce Google Merchant Product Feed Plugin – DRM, DSA & More WooCommerce Google Product Feed WooCommerce Google Spreadsheet Addon WooCommerce Gravity Forms Product Addons WooCommerce Group Buy and Deals