Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Otomotif » Keselamatan Jalan Raya, Cermin Budaya Kita

Keselamatan Jalan Raya, Cermin Budaya Kita

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 1.070
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH dengar pepatah, “Hidup di jalan itu kayak main catur, sekali salah langkah bisa skakmat”?, bedanya, kalau di catur yang tumbang cuma pion, di jalan raya yang tumbang bisa nyawa orang. Nah, ironisnya, banyak dari kita yang kalau di kantor bisa kalem, tapi begitu di balik setir berubah jadi Thanos, merasa semua jalur adalah haknya, semua kendaraan wajib minggir, dan lampu merah dianggap lampu hias Lebaran.

Padahal, keselamatan di jalan itu bukan sekadar urusan rem, gas, atau belok, itu soal akal sehat, budaya, bahkan harga diri bangsa. Lho kok bisa?, ya bisa!, karena cara kita berkendara mencerminkan mentalitas kita sebagai masyarakat. Kalau tertib, artinya kita paham disiplin. Kalau suka ugal-ugalan, ya jangan salahkan orang luar negeri yang bilang pengendara kita kayak “main roller coaster gratis di jalan raya”

1. Jalan Raya Itu Panggung, Kita Semua Pemainnya

Bayangkan jalan raya itu kayak panggung teater, ada motor, mobil, truk, bus, sampai pejalan kaki, semua punya peran, masalahnya, banyak pengendara yang maunya jadi pemeran utama, mereka lupa ada sutradara bernama aturan lalu lintas.

Ibarat kata, kalau semua aktor rebutan dialog, drama berubah jadi dagelan tanpa naskah, contoh simpel, yakni motor nyelonong lawan arus, mobil ngegas pas lampu kuning, truk parkir sembarangan kayak lagi main Tetris, hasilnya?, chaos!.

Makanya, pepatah bilang “Di mana bumi dipijak, di situ aturan dijalankan”, kalau di jalan raya, aturannya jelas, rambu bukan hiasan, marka bukan coretan, dan sabuk pengaman bukan dekorasi.

2. Emosi sama dengan Bensin untuk Kecelakaan

Pernah nggak ketemu pengemudi yang kalau disalip dikit langsung kayak kena serangan pribadi?, wajahnya merah, tangannya klakson non-stop, matanya penuh dendam, itu yang namanya ego di setir.

Padahal, pepatah Jawa bilang “Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake”. Artinya, menang itu bukan soal adu cepat atau adu keras kepala, tapi bagaimana kita bisa pulang dengan selamat tanpa bikin orang lain celaka.

Logikanya sederhana, lebih baik telat lima menit daripada masuk berita lima belas detik, tapi sayangnya, banyak yang mikir sebaliknya “Lebih baik tabrakan daripada ngaku kalah di jalan”, lah, ini jalan raya apa ring tinju?.

3. Teknologi Itu Asisten, Bukan Juru Selamat

Zaman sekarang, mobil dan motor makin canggih, ada ABS, sensor parkir, kamera 360, bahkan motor matic yang bisa ngerem sendiri. Tapi ingat, teknologi itu cuma asisten, bukan malaikat pelindung.

Banyak yang merasa terlalu pede “Tenang, mobil gue ada fitur otomatis ngerem”. Eh, padahal kalau sopirnya asyik scroll TikTok, ya teknologi cuma bisa bantu segitu doang. Ingat pepatah “Tong kosong nyaring bunyinya”, sama halnya dengan kendaraan canggih tapi otak pengemudinya kosong perhatian.

Jadi, kecelakaan itu sering, bukan karena mesin jelek, namun karena manusianya lalai, jadi jangan ngarep mesin jadi malaikat penyelamat, kalau kita sendiri masih main HP sambil setir.

4. Budaya Tertib Itu Investasi Bangsa

Kalau kita jujur, lalu lintas di negeri ini masih penuh drama. Lampu merah dianggap saran, zebra cross jadi cat jalan, dan trotoar dipakai motor buat jalur alternatif.

Padahal, budaya tertib di jalan itu bukan cuma soal aman, tapi juga soal martabat bangsa, negara-negara maju itu bisa maju salah satunya karena warganya tahu antre, tahu sabar, tahu aturan. Kalau di jalan saja nggak disiplin, bagaimana mau disiplin dalam urusan lain?

Pepatah Sunda bilang “Sing saha nu nerapkeun tata tertib, bakal manggih rahayu”, artinya, yang patuh aturan akan menuai keselamatan. Jadi sebenarnya, tertib lalu lintas itu investasi jangka panjang, bukan cuma urusan hari ini.

5. Pesan Moral Jalan Bukan Tempat Adu Gengsi

Banyak pengendara yang anggap jalan itu arena pamer, ada yang pamer motor knalpot brong, ada yang pamer mobil mewah tapi ugal-ugalan, ada juga yang pamer keberanian lewat trotoar, padahal, semua itu cuma bikin malu.

Kalau kata pepatah Betawi “Jangan besar pasak daripada tiang”, jangan besar gengsi daripada akal sehat, karena ujung-ujungnya, gengsi nggak bikin selamat. Justru yang menang itu yang bisa pulang ke rumah, ketemu keluarga, dan tidur nyenyak tanpa nyawa orang lain di pundaknya.

Keselamatan jalan raya itu bukan cuma tanggung jawab polisi, bukan juga sekadar urusan rambu dan marka. Itu tanggung jawab kita semua, sebagai pengendara, pejalan kaki, bahkan penumpang.

Jalan raya adalah cermin budaya, kalau di jalan kita bisa sabar, tertib, dan saling menghargai, berarti kita sudah menanam benih peradaban yang baik. Sebaliknya, kalau di jalan kita masih suka serobot, emosian, dan egois, berarti masih panjang PR bangsa ini.

Ingat!, “Biar lambat asal selamat”, kata-kata itu sederhana, tapi kalau dipraktikkan, bisa menyelamatkan ribuan nyawa tiap tahun. Jadi, yuk mulai dari diri sendiri, jangan jadikan jalan raya sebagai arena balap atau panggung gengsi, tapi jadikan sebagai tempat kita saling menjaga.

Karena pada akhirnya, keselamatan di jalan itu bukan soal siapa paling cepat sampai, tapi siapa yang bisa pulang dengan utuh, tertawa bersama keluarga, dan bilang “Alhamdulillah, hari ini selamat lagi”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditawari 6 Klub, Budiardjo Pilih SFC Karena Tantangan

    Ditawari 6 Klub, Budiardjo Pilih SFC Karena Tantangan

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 923
    • 0Komentar

    PELATIH Sriwijaya FC Budiardjo Thalib menjadi harapan besar publik sepakbola Sumatera Selatan. Pria asal Makasar itu ditarget manajemen harus mampu membawa Laskar Wong Kito ke Liga 1 musim depan. Tentunya tangan dingin Budiardjo Thalib sebagai pelatih terbukti bertuah. Total ada 7 klub yang diasuhnya jadi juara. Lima di antaranya, termasuk Persik Kediri, mampu naik ke […]

  • IKAPTK Muba-Banyuasin Lolos Semifinal Turnamen Sepak Bola Alumni IKAPTK Sumsel

    IKAPTK Muba-Banyuasin Lolos Semifinal Turnamen Sepak Bola Alumni IKAPTK Sumsel

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – IKAPTK Muba-Banyuasin lolos ke babak semifinal Turnamen Sepak Bola Alumni IKAPTK se-Sumatera Selatan setelah mengumpulkan enam poin dari tiga pertandingan Grup A, Jumat (21/8/2026). Muba-Banyuasin meraih dua kemenangan dan satu kekalahan dalam fase grup. Hasil tersebut cukup mengantarkan kontingen Muba-Banyuasin ke babak empat besar yang menjadi bagian dari rangkaian Kongres Provinsi (Kongprov) II […]

  • Taati Intruksi Presiden, Pemkot Daftarkan  RibuanTenaga Honorer ke BPJS Ketenagakerjaan, Ratu Dewa : Anggaran Sudah Ada, Tinggal Kuatkan Payung Hukum

    Taati Intruksi Presiden, Pemkot Daftarkan RibuanTenaga Honorer ke BPJS Ketenagakerjaan, Ratu Dewa : Anggaran Sudah Ada, Tinggal Kuatkan Payung Hukum

    • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang akan mendaftarkan ribuan tenaga honorer ikut BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini untuk menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2/2021 Republik Indonesia tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Inpres itu memuat di dalamnya soal tenaga honorer pemerintah daerah untuk diikutsertakan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa, mengatakan, di lingkungan Pemkot Palembang, […]

  • Makin Marak, Dinsos Bengkulu Siap Tertibkan Manusia Silver

    Makin Marak, Dinsos Bengkulu Siap Tertibkan Manusia Silver

    • calendar_month Jumat, 21 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 772
    • 0Komentar

    D DINAS Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu menggencarkan penertiban lalu lintas dari gelandangan dan pengemis (Gepeng) serta manusia silver di Kota Bengkulu. Ini disampaikan langsung oleh Kadinsos Rosminiarty saat diwawancara, belum lama ini. Dirinya mengaku penertiban ialah salah satu upaya mewujudkan Kota Bengkulu religius dan bahagia, sehingga targetnya di kota tidak ada gelandangan lagi karena Dinsos […]

  • Kunjungi Desa Aremantai Semendo Darat Ulu, Tomas : Alex, Meraje Semende, Dodi, Anak Meraje Semende  

    Kunjungi Desa Aremantai Semendo Darat Ulu, Tomas : Alex, Meraje Semende, Dodi, Anak Meraje Semende  

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.232
    • 0Komentar

    SEJUMLAH  tokoh masyarakat (Tomas) Desa Aremantai Kecamatan Semendo Darat Ulu Kabupaten Muaraenim berkumpul, senin [1/2/2021]. Dalam situasi patuh protokol kesehatan (prokes) para tetua Muara Enim ini menyambut kehadiran Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. Tomas Desa Aremantai Kecamatan Semendo ini ingin berkhidmat dan  menyematkan gelar Kedaerahan untuk Bupati Muba Dr […]

  • Dua Peneliti Samsung Terpilih Sebagai Ketua Kelompok Kerja 3GPP, Organisasi Pengembangan Standar Komunikasi Seluler Terbesar di Dunia

    Dua Peneliti Samsung Terpilih Sebagai Ketua Kelompok Kerja 3GPP, Organisasi Pengembangan Standar Komunikasi Seluler Terbesar di Dunia

    • calendar_month Kamis, 25 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.591
    • 0Komentar

    Younsun Kim dari Samsung Research dan Andrew Bennett ditunjuk sebagai Ketua Samsung Electronics telah mengumumkan bahwa dua peneliti terpilih sebagai ketua dari dua Kelompok Kerja dalam Proyek Kemitraan Generasi Ketiga (3GPP), organisasi pengembangan standar telekomunikasi terbesar di dunia. Didirikan pada tahun 1998, 3GPP didedikasikan untuk mengembangkan standar terpadu global untuk komunikasi seluler. 3GPP terdiri dari […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Gift Certificates Pro by IgniteWoo WooCommerce Give Products WooCommerce GoCardless WooCommerce Google Analytics Pro WooCommerce Google Merchant Center Integration WooCommerce Google Merchant Product Feed Plugin – DRM, DSA & More WooCommerce Google Product Feed WooCommerce Google Spreadsheet Addon WooCommerce Gravity Forms Product Addons WooCommerce Group Buy and Deals