Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » Rumah Layak MBR & PPPK, Asa Baru dari Muba untuk Rakyat

Rumah Layak MBR & PPPK, Asa Baru dari Muba untuk Rakyat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 1.195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Musi Banyuasin alias Muba, kabupaten yang sering jadi bahan obrolan di warung kopi lebih heboh daripada gosip artis, ada kabar segar pemerintah daerahnya siap gandeng Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himpera) buat dorong program rumah murah. Eh jangan salah, bukan rumah “murah meriah asal jadi” kayak mainan monopoli, ini serius, bro.

Nah, ini yang menarik, program ini bukan cuma untuk masyarakat berpenghasilan rendah alias MBR, tapi juga buat para PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Ya, kasihan juga kan, udah kerja siang malam, tapi rumah masih ngontrak. Pepatah lama bilang, “Rumah bukan sekadar tempat berteduh, tapi ladang kenangan dan masa depan”, kalau masih ngontrak, yang dipanen malah cerita pindahan tiap tahun.

Himpera datang ke Muba bawa niat baik, mereka bilang siap bangun rumah layak huni, tapi ada syaratnya, jangan bikin mereka muter-muter kayak naik komidi putar di pasar malam. Izin harus dipercepat, biaya macam-macam (PBG, BPHTB) sebaiknya dipangkas biar harga rumah nggak melambung tinggi kayak harga cabai waktu Lebaran.

Kalau dipikir, wajar juga tuntutan itu, kadang kita suka heran, bikin rumah buat rakyat kecil kok proses izinnya bisa lebih ribet daripada bikin pesta kawinan. Padahal, rakyat udah butuh rumah layak sekarang, bukan besok lusa.

Tentu, Pemkab Muba nggak mau kalah ganteng, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Pak Alva Elan, bilang
“Program rumah untuk rakyat?, kami sambut baik dong. Tapi jangan lupa, harus sesuai aturan, bangunannya jangan banjiran, jalannya jangan kayak offroad”

Nah, ini baru bener, percuma bikin rumah kalau begitu hujan deras langsung jadi kolam renang dadakan, jangan sampai MBR dapat rumah murah tapi bonus banjir, itu bukan hunian layak, tapi latihan survival.

Jujur aja, seringkali program bagus di atas kertas, tapi di lapangan malah jadi drama sinetron panjang. Rumah rakyat jadi proyek setengah hati, kualitas tipis-tipis, yang penting jadi. Di sinilah pentingnya pemerintah jangan cuma jago nyambut baik, tapi juga jago ngawasin.

Dan buat developer, jangan cuma semangat waktu jumpa pers, tapi pas eksekusi malah kayak mesin tua, bunyi keras, jalan pelan. Ingat pepatah, “Janji itu hutang”, kalau udah janji rumah layak, ya harus ditepati, bukan layaknya rumah ayam.

Yang bikin manis, program ini juga menyentuh PPPK, selama ini, banyak PPPK kerja ngurus administrasi negara, tapi urusan rumah masih kejar-kejaran sama cicilan kontrakan, kalau rumah ini bisa terealisasi, hidup mereka bisa lebih tenang. Bisa fokus kerja, bukan fokus mikirin kapan pindahan lagi.

Boleh dong kita kasih masukan, coba deh bikin sistem perizinan rumah ini full digital, jangan ada “biaya siluman” atau “jalan tikus”. Transparan aja, kayak kaca jendela yang baru dipel. Masyarakat pun bisa ikut ngawasin, biar program ini nggak jadi bahan ketawaan di tongkrongan.

Selain itu, pemerintah pusat maupun daerah perlu lebih berani ngasih insentif buat pengembang yang memang fokus bangun rumah MBR. Jangan cuma kasih penghargaan, tapi kasih juga keringanan pajak atau dukungan infrastruktur.

Kalau dipikir-pikir, rumah itu bukan sekadar tembok, atap, dan lantai, rumah itu simbol martabat, kalau rakyat punya rumah layak, mereka punya harga diri. Jangan sampai rakyat kecil merasa negara hadir hanya saat kampanye, tapi hilang waktu mereka butuh atap buat keluarganya.

Jadi, dukungan Pemkab Muba terhadap Himpera ini bisa jadi langkah maju. Tapi ingat, langkah kecil kalau nggak konsisten bisa nyasar ke got. Asa rakyat Muba jelas, bukan rumah megah ala sinetron, tapi rumah sederhana, layak, nggak banjir, dan bisa dicicil tanpa bikin kepala cenat-cenut.

Kalau semua pihak serius, rakyat Muba akan punya cerita baru. “Dulu kami ngontrak, sekarang kami punya rumah sendiri,” itu bukan cuma cerita manis, tapi bukti kalau negara benar-benar hadir.

Karena kata pepatah, “Rumah yang baik bukan yang megah, tapi yang membuat penghuninya betah”. Semoga rumah MBR dan PPPK di Muba bukan cuma sekadar program, tapi benar-benar jadi kenyataan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Pariwisata Pagar Alam Latih Pelaku Usaha

    Dinas Pariwisata Pagar Alam Latih Pelaku Usaha

    • calendar_month Selasa, 24 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.526
    • 0Komentar

    TINGKATKAN starategi untuk memberikan pelayanan yang aman, nyaman serta bersih bagi wisatawan yang datang ke Kota Pagar Alam. SEBANYAK 40 pelaku usaha homestay, pondok wisata dan pengusaha wisata Kota Pagar Alam mengikuti pelatihan managemen yang selenggarakan oleh Pemkot Pagar Alam melalui Dinas Pariwisata Kota Pagar Alam, kegiatan berlangsung di Aula Villa Gunung Gare, Selasa (24/11/2020). […]

  • Keren, Blits dan Kaswari Mampir di PT PLN WS2JB

    Keren, Blits dan Kaswari Mampir di PT PLN WS2JB

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.706
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  – Setelah mengambil start awal dari Kota Pahlawan [Surabaya],  test drive  dua unit mobil lisrik yang rencananya akan menjelajahi Nusantara, kini mampir di Palembang, tepatnya di PT PLN WS2JB [Wil. Sumsel, Jambi, Bengkulu]. Dua unit mobil listrik unggulan karya anak bangsa ini dirancang khusus oleh mahasiswa Pusat Unggulan IPTEK Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) […]

  • Ini kebiasaan yang membuat diri cepat tua, apa saja?

    Ini kebiasaan yang membuat diri cepat tua, apa saja?

    • calendar_month Kamis, 20 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    TETAP awet muda dan sehat mungkin telah menjadi dambaan sebagian besar orang. Tujuannya tidak hanya untuk hidup lebih lama, tetapi juga memperpanjang tahun untuk hidup sehat. Yang patut disadari bahwa penuaan memang tidak bisa dihindari. Hanya saja, Anda dapat mencegah proses ‘penuaan’ lebih cepat terjadi. Menurut Stephen Anton, ahli dari Institute on Aging di Department […]

  • Perkaya Berita Korporasi untuk Pembacanya, GBS & Media OutReach Kembangkan Kemitraan Konten Berita Lebih Lanjut di Vietnam

    Perkaya Berita Korporasi untuk Pembacanya, GBS & Media OutReach Kembangkan Kemitraan Konten Berita Lebih Lanjut di Vietnam

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.301
    • 0Komentar

      KOTA HO CHI MINH, VIETNAM –  Media OutReach Newswire dan GBS telah mengembangkan kemitraan konten berita mereka lebih lanjut untuk memperkaya aset media GBS dengan menyediakan perilisan berita bisnis korporasi dalam hubungannya dengan peluncuran 3 situs berita media mereka di Vietnam: ·  Inside Out, media yang berfokus pada Berita Umum ·  The Global Business Magazine Online, yang berfokus […]

  • Kemnaker Komitmen Menghapus Pekerja Anak, Penarikan Pekerja Anak Sudah Lama Dilaksanakan

    Kemnaker Komitmen Menghapus Pekerja Anak, Penarikan Pekerja Anak Sudah Lama Dilaksanakan

    • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.615
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan komitmennya untuk terus berupaya menghapus pekerja anak. Dalam perkembangannya pemerintah sudah melakukan penarikan pekerja anak dari berbagai jenis pekerjaan terburuk sejak 2008. Dalam periode 2008 sampai 2020 terdapat 143.456 pekerja anak yang telah ditarik dari sekitar 1,5 juta pekerja anak yang berumur 10-17 tahun berdasarkan Data survei Sosial Ekonomi Nasional yang […]

  • Walikota Bantu Bibit Kopi Robusta & Benih Padi Inbrida Untuk Poktan di Pagar Alam

    Walikota Bantu Bibit Kopi Robusta & Benih Padi Inbrida Untuk Poktan di Pagar Alam

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.452
    • 0Komentar

    WALIKOTA Pagar Alam Alpian Maskoni menyerahkan secara simbolis bibit kopi robusta dan benih padi inbrida sawah, kepada Kelompok Tani (Poktan) dari berbagai wilayah. Penyerahan dipusatkan di Sekretariat Poktan Cahaya Alam I, Dusun Muara Tenan,g Kelurahan Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Senin (6/7/2020). Bantuan tersebut berupa 200 ribu batang bibit unggul kopi robusta yang telah bersertifikat, […]

expand_less
WordPress Archive Live Chat Complete Live Chat Experience Live Chat Pro Live Chat Unlimited Live Deals for WooCommerce Live Preview Switch Bar for WordPress Live Support Chat – Live Chat 3 LiveBlog for AMP Livemesh Addons for Beaver Builder Livemesh Addons for Elementor Premium