Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Cara Wamen Atip Runtuhkan Momok Matematika di Kelas”

“Cara Wamen Atip Runtuhkan Momok Matematika di Kelas”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 853
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAPA yang waktu kecil pernah keringetan dingin pas guru Matematika masuk kelas? Rasanya kayak mau ulangan tiap hari. Baru lihat papan tulis penuh angka sudah bikin dada sesak, mirip lihat tagihan listrik naik di akhir bulan. Matematika sering dianggap “hantu gentayangan” di sekolah sulit, menakutkan, dan bikin murid-murid menghindar.

Tapi pemandangan berbeda terjadi di SDIT Persis Al-Amin Sindangkasih, Ciamis, Jawa Barat belum lama ini, di sana, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, muncul bukan dengan pidato kaku atau bahasa birokratis yang bikin murid menguap. Justru, Wamen Atip dengan santai melempar kuis Matematika untuk anak kelas 2 SD. Bukan ujian mendadak, tapi kuis ceria yang bikin kelas riuh.

Dan… anak-anak menjawab dengan semangat. Ada yang benar, ada yang salah, ada juga yang jawabnya sambil nyengir malu. Semua ketawa, semua gembira. Di titik itu, terasa bahwa Matematika bukan lagi “monster berwajah angka”, tapi bisa berubah jadi permainan yang bikin penasaran.

Wamen Atip paham betul, kalau Matematika hanya diajarkan dengan cara menakutkan, murid pasti kabur sejauh-jauhnya. “Padahal, akar dari teknologi yang kita pakai hari ini dari algoritma sampai artificial intelligence berasal dari Matematika,” ujarnya.

Betul juga, coba bayangkan, tanpa Matematika, mungkin kita nggak bisa pesan ojek online, nggak bisa belanja di marketplace, bahkan nggak bisa bikin filter kucing di Instagram, semua ada hitungan, ada rumus, ada logika.

Tapi masalahnya, banyak guru (dan kurikulum lama) yang mengajarkan Matematika kayak ngajarin murid jadi akuntan negara sejak SD. Rumus datang bertubi-tubi, soal cerita kayak sinetron tanpa akhir, sementara anak-anak baru bisa ngitung kelereng. Wajar kalau banyak murid alergi angka.

Di sinilah gestur kecil Wamen jadi penting. Kuis sederhana jadi simbol bahwa pembelajaran Matematika bisa dekat dengan kehidupan sehari-hari, bisa pakai tawa, bisa bikin penasaran, bahkan bisa jadi mainan.

Ada pepatah Sunda bilang, “Lamun teu ngakal, bakal kakelek” artinya, kalau tidak menggunakan akal, kita bisa terjebak. Nah, Matematika adalah salah satu cara melatih akal agar tidak mudah terjebak masalah kehidupan.

Albert Einstein menulis dalam bukunya Out of My Later Years (New York: Philosophical Library, 1954): “Education is not the learning of facts, but the training of the mind to think”

Artinya, pendidikan bukan sekadar menjejalkan fakta, tetapi melatih otak untuk berpikir. Matematika seharusnya tidak dijadikan beban hafalan, melainkan sarana mengasah logika.

Motivasi ini yang coba dibawa Wamen Atip, guru jangan hanya mengulang rumus, tapi kasih contoh dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hitung uang jajan, bandingkan harga cilok, atau ukur panjang tali layangan. Dari hal-hal kecil, anak belajar tanpa sadar sedang pakai Matematika.

Kalau kita ingin meniru gaya Wamen Atip yang santai tapi mengena, ada beberapa tips sederhana:

  1. Gunakan permainan
    Matematika bisa hadir lewat kuis, tebak angka, atau permainan kartu. Anak-anak lebih cepat tanggap kalau belajar sambil main.

  2. Bawa ke dunia nyata
    Ajak anak menghitung uang belanja, membagi kue, atau mengukur tinggi tanaman. Dengan begitu, Matematika terasa relevan, bukan hanya di buku.

  3. Pakailah cerita lucu
    Misalnya, “Jika Pak Budi punya 10 ayam, lalu 3 kabur ke kandang tetangga, berapa sisa ayam Pak Budi?” Anak pasti ketawa dulu, baru menghitung.

  4. Teknologi sebagai kawan
    Wamen Atip juga meluncurkan Papan Interaktif (Interactive Flat Panel) untuk membantu pembelajaran visual. Anak zaman sekarang lebih senang gambar bergerak daripada papan tulis statis.

  5. Beri apresiasi, bukan hukuman
    Kalau anak salah, jangan langsung bilang “bodoh”. Katakan “Hampir benar, coba kita lihat cara lain.” Dengan begitu, anak belajar dengan rasa ingin tahu, bukan rasa takut.

Kunjungan Wamen Atip di Ciamis bukan sekadar agenda formal. Ada pesan penting: pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan bangunan megah atau teknologi canggih, tapi dimulai dari cara guru mengajar.

Di SD, kuis sederhana bisa mengubah suasana kelas. Di pesantren, Wamen mengingatkan bahwa tempat belajar agama juga bisa jadi ruang inovasi.

Di Banjar, ia memotivasi siswa agar berani bermimpi besar. Semua punya benang merah pendidikan harus dekat dengan anak, bukan melayang di awang-awang. Bahkan, program revitalisasi sekolah swasta dan bantuan alat digital pun bermuara pada hal yang sama murid harus merasa belajar itu menyenangkan, karena tanpa kegembiraan, angka berapa pun jadi beban.

Kalau dulu Matematika identik dengan papan tulis penuh angka, sekarang waktunya kita bikin Matematika identik dengan tawa, rasa ingin tahu, dan kreativitas. Gestur Wamen Atip di Ciamis jadi contoh kecil, tapi bermakna besar bahwa perubahan pendidikan bisa dimulai dari satu kuis sederhana.

Pepatah Sunda bilang, “Elmu tanpa amal ibarat tangkal tanpa buah”. Ilmu yang hanya jadi hafalan tak ada gunanya. Begitu juga Matematika, kalau hanya jadi rumus hafalan, anak cepat lupa. Tapi kalau jadi bagian dari hidup, anak akan terus membawa logika itu sampai dewasa.

Jadi, kalau mau generasi Indonesia melek teknologi, berani berinovasi, dan tidak minder menghadapi kecerdasan buatan, langkah pertama adalah buat belajar Matematika menyenangkan.

Nelson Mandela, dalam pidatonya di Madison Park High School, Boston (23 Juni 1990), menyatakan “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world”

Dan di tangan guru yang kreatif, bahkan satu kuis sederhana bisa jadi senjata ampuh untuk mengubah wajah pendidikan kita.

Jadi, mari kita ikuti jejak sederhana itu buat belajar Matematika menyenangkan, bukan menakutkan, karena masa depan teknologi, inovasi, bahkan kehidupan sehari-hari, semuanya bertumpu pada logika angka yang kita latih sejak dini.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teken Kerja Sama New Energy Fund, Pertamina NRE dan MDI Ventures Buka Peluang Pendanaan Startup Energi

    Teken Kerja Sama New Energy Fund, Pertamina NRE dan MDI Ventures Buka Peluang Pendanaan Startup Energi

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.013
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Jakarta – Sebagai upaya percepatan transisi energi di Indonesia, Pertamina NRE, dan PT Metra Digital Investama (MDI Ventures) menandatangani head of agreement (HoA) tentang inisiasi kerja sama investasi dalam bentuk energy fund pada Senin (26/9) dalam acara BUMN Startup Day.   Penandatanganan dilakukan secara seremonial oleh Direktur SDM dan Penunjang Bisnis Pertamina NRE, Said […]

  • Ribuan Dokter Ahli Bedah Kumpul Di Palembang, Ada Apa ?

    Ribuan Dokter Ahli Bedah Kumpul Di Palembang, Ada Apa ?

    • calendar_month Senin, 2 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Ribuan Dokter Ahli Bedah Indonesia di Palembang dalam rangka Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Ahli Bedah Indonesia (PABI) dan Pengukuhan Ahli Bedah dengan tema “Peningkatan Mutu Profesional Ahli Bedah dalam Kepengurusan PABI 2018-2021. Kegiatan ini di buka langsung oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin dengan memukul gong secara simbolis. Kali ini gubernur didampingi Ketua […]

  • Masih ingat dengan cerita Pinokio, Yuk Simak!,

    Masih ingat dengan cerita Pinokio, Yuk Simak!,

    • calendar_month Jumat, 16 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.437
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ente masih kecil dulu, masih ingat dengan film animasi /kartun Pinokio yang terkenal diseluruh dunia ? Nah, kita kilas balik salah satu cerita dari film tersebut, ya hitung bernostalgia… Cerita ini bermula dari seorang tukang kayu yang bernama Geppetto. Suatu hari, Geppetto membuat sebuah patung kayu yang lucu dan memberinya nama Pinokio. Geppetto menginginkan agar […]

  • Bersamaan Kegiatan PON, Presiden Meresmikan Terminal Baru Bandara Mopah Merauke

    Bersamaan Kegiatan PON, Presiden Meresmikan Terminal Baru Bandara Mopah Merauke

    • calendar_month Minggu, 3 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.449
    • 0Komentar

    TERMINAL Baru Bandar Udara (Bandara) Mopah, Merauke, Papua akhirnya diresmikan Presiden RI, Joko Widodo, Minggu (3/10/2021) ditandai dengan penandatanganan prasasti. Dilansir dari InfoPublik, Presiden Jokowi dalam sambutannya menyampaikan, sebagai negara besar dengan rentang wilayah yang sangat luas, membutuhkan konektivitas memadai agar bisa saling terhubung yang mempersatukan seluruh komponen sebagai satu bangsa. “Bandara Mopah Merauke yang […]

  • Aparatur KUA Dilatih Sistem Peringatan dan Respon Dini Konflik, Tepat Sasarankah

    Aparatur KUA Dilatih Sistem Peringatan dan Respon Dini Konflik, Tepat Sasarankah

    • calendar_month Kamis, 29 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 923
    • 0Komentar

    PUSLITBANG Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag telah mengembangkan Sistem Peringatan dan Respons Dini Konflik (M-Harmoni). Sistem ini sudah masuk tahap uji coba dan itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Aparatur Kementerian Agama, khususnya yang bertugas di KUA. Bimtek yang berlangsung di Bandung ini digelar bekerjasama dengan Pusat Pengembangan dan Transformasi Masyarakat. Bimtek […]

  • Siapa Mau Umrah dan Haji! Garuda Buka Rute Palembang – Jeddah

    Siapa Mau Umrah dan Haji! Garuda Buka Rute Palembang – Jeddah

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.841
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – PT Garuda Indonesia/GIA [Persero] membuka rute penerbangan [charter flight ] Palembang- Jeddah langsung guna melayani jamaah Sumsel yang hendak berangkat umrah dan Haji. Hal itu diungkapkan saat Gubernur Sumsel Herman Deru [HD] menerima audiensi rombongan PT Garuda Indonesia (Persero)  di ruang tamu gubernur, Senin (22/10/2018). “Rencananya mulai tanggal 4 november-akhir Desember akan […]

expand_less
WordPress Archive Kingal – MultiPurpose WordPress Theme Kingcuts – Hair Salon and Barber Shop WordPress WooCommerce Theme KingHo – Hotel Booking Elementor Template Kit Kingler | Weapon Store & Gun Training WordPress Theme KingPlace - Hotel Booking, Spa & Resort WordPress Theme (Mobile Layout Ready) Kingsley – Finance & Investment Elementor Template Kit Kintamani – Dog Breeder & Adoption Elementor Template Kit Kipso - Education LMS WordPress Theme Kitchen – Design Responsive WordPress Theme Kitchenia – Kitchenware & Cooking Utensils Store Template Kit