Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Bansos ke Berdaya, Cerita Keranjang Sampah Melanglang Buana ke Amerika

Bansos ke Berdaya, Cerita Keranjang Sampah Melanglang Buana ke Amerika

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • visibility 1.244
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah lama bilang “sampahmu adalah emas orang lain”, di Desa Kalisalak, Banyumas, pepatah itu bukan lagi basa-basi. Bayangkan, pelepah pisang yang biasanya dibiarkan kering di kebun sampai mirip rambut uban kakek-kakek, kini berubah jadi keranjang sampah cantik yang dipajang di rumah orang Amerika. Sungguh plot twist globalisasi, barang buangan desa bisa mejeng di apartemen New York.

Inilah cerita Kampung Berdaya Kemensos, proyek pemberdayaan yang bikin mindset masyarakat berputar arah dari “nunggu bansos cair” jadi “nunggu order ekspor nyampe.” Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono sendiri sampai ketawa-ketawa waktu lihat ibu-ibu PKH bisa jadi produsen anyaman kelas internasional. Katanya, “bantuan sosial itu sementara, berdaya itu selamanya” Nah, ini bukan cuma quote manis buat baliho, tapi sudah terbukti di lapangan.

Dulu, kalau butuh modal, warga desa harus rela pinjam ke tengkulak. Bunganya? Bisa bikin jantung berdebar kayak nonton konser Coldplay tanpa tiket. Sekarang, dengan sentuhan Kemensos plus mitra swasta Roemah Pemberdayaan Masyarakat (RPM), ibu-ibu diajar bikin keranjang dari mendong dan pelepah pisang.

Produksi? Dua sampai tiga keranjang per hari, dengan harga Rp12 ribu – Rp20 ribu per buah. Kalau sehari dapat Rp36 ribu, itu artinya sebulan bisa tembus sejuta lebih. Lumayan, buat tambah belanja dapur, bayar kuota anak sekolah online, sampai beli gorengan tiap sore tanpa mikir recehan.

Lalu, pertanyaannya apakah cukup?

Hitung-hitungan Modal dan Pasar

Mari kita buka kalkulator ala warung kopi.

  • Modal bahan: anggap Rp5.000 per keranjang (mendong, pelepah, lem, cat).

  • Harga jual ke mitra: Rp15.000 rata-rata.

  • Untung bersih: Rp10.000 per keranjang.

Kalau satu ibu produksi 2 keranjang/hari → Rp20.000/hari.
Satu kelompok 20 orang → Rp400.000/hari.
Sebulan (30 hari) → Rp12 juta.

Itu baru satu kelompok. Kalau ada 10 kelompok di satu desa, sudah Rp120 juta sebulan! bayangkan kalau diperluas ke 100 desa. Ini sudah bisa jadi “pabrik kreatif” skala nasional, tanpa bangunan megah, tanpa mesin industri, cukup dengan tikar pandan, kursi plastik, dan tangan-tangan cekatan ibu-ibu.

Tips Marketing Ala Kampung

Sekarang tinggal soal pemasaran. Jangan cuma mengandalkan ekspor via mitra. Harus ada trik tambahan:

  1. Branding lokal
    Kasih nama produk yang keren, misalnya “Trash Basket of Java” atau “Banana Fiber Craft”. Bule suka yang eksotik.

  2. Pameran dan Marketplace
    Jual juga lewat marketplace dalam negeri, biar anak-anak muda bisa beli buat dekor kamar estetik ala Instagram.

  3. Kolaborasi
    Gandeng startup, kampus, sampai komunitas pecinta lingkungan. Keranjang ini bisa jadi simbol gaya hidup hijau.

  4. Cerita di balik produk
    Bule lebih gampang terharu kalau tahu cerita di balik barang. Misalnya“Keranjang ini dibuat oleh Ibu Eni, seorang pejuang rumah tangga yang dulunya penerima bansos, kini eksportir mandiri”.

Pepatah Jawa bilang “Jer basuki mawa bea” – keberhasilan itu butuh biaya. Biayanya di sini bukan cuma uang, tapi juga modal mental, keberanian, dan sedikit kreativitas.

Bansos itu ibarat payung di tengah hujan deras. Berguna, tapi kalau dipakai terus-terusan, bisa bikin malas bikin rumah. Program pemberdayaan seperti Kampung Berdaya ini justru ibarat ngajarin orang bikin genteng sendiri. Lebih repot awalnya, tapi hasilnya tahan lama.

Kisah Eni Kurniawati, ibu PKH dari RT 01/RW 07, bisa jadi cermin. Dari Maret 2025 ikut program, sekarang sudah bisa narik tambahan Rp36.000/hari. Itu baru awal. Besok-besok, bisa jadi dia punya workshop sendiri, ngerekrut tetangga, bikin label keranjang, bahkan punya cabang “Eni Craft” di mall Purwokerto.

Kalau bangsa ini mau keluar dari jebakan kemiskinan, resepnya bukan cuma kasih sembako tiap bulan. Harus ada “suplemen jiwa” berupa pelatihan, jaringan pasar, dan semangat berdaya. Kemiskinan ekstrem nol persen 2026 bukan sekadar target angka, tapi misi yang harus digarap serius.

Seperti kata pepatah “Memberi ikan bikin kenyang sehari, memberi kail bikin kenyang seumur hidup” kalau di Banyumas, kailingya bentuknya keranjang sampah ekspor.

Kampung Berdaya Kemensos di Desa Kalisalak bukan hanya proyek kecil. Ia adalah laboratorium sosial: mengubah bansos jadi bisnis, mengubah pelepah pisang jadi dolar, mengubah mindset “menunggu” jadi “bergerak.”

Jika model ini diperluas ke ribuan desa, bayangkan potensinya. Dari keranjang, bisa berkembang ke tikar, tas, atau furnitur organik. Indonesia tak cuma jadi eksportir sawit atau batu bara, tapi juga handicraft hijau yang dicari dunia.

Maka, mari kita renungkan sampah di tangan kreatif bisa jadi barang mahal, apalagi kalau tangan itu adalah tangan ibu-ibu desa yang gigih. Kemensos lewat Kampung Berdaya sedang membuktikan, pemberdayaan lebih berharga daripada bantuan jangka pendek.

Jadi, kalau ada yang masih nunggu bansos turun, coba tengok Ibu Eni dan kawan-kawan. Mereka sudah nunjukkin, “keranjang sampah pun bisa bikin hidup jadi lebih bermartabat”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantah Tidak Taat Pajak, Manajemen PIM Sudah Lunasi PBB

    Bantah Tidak Taat Pajak, Manajemen PIM Sudah Lunasi PBB

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 3.256
    • 0Komentar

    Kenaikan signifikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menjadi permasalahan yang cukup besar bagi masyarakat di Kota Palembang. Hal itu juga yang menjadi masalah bagi Palembang Indah Mall (PIM) dan Hotel Emilia milik Thamrin Group, sehingga terjadi tunggakan terhadap PBB kedua unit usahanya. “Kemarin kami telah memenuhi kewajiban pembayaran PBB […]

  • Harapan dari Festival Bongen Ke -2 Untuk Muba

    Harapan dari Festival Bongen Ke -2 Untuk Muba

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin  (Muba) melalui pengurus KONI, PSSI, PBVSI dan FPTI Kabupaten Muba bekerjasama menggelar Festival Bongen ke 2 tahun 2019, dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74. Bertempat di Sekayu Water Front, mewakili Bupati Muba H Dodi Reza Alex, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba H Rusli SP MM membuka secara […]

  • Sumsel Ingin Lahirkan Atlet Dari Daerah, Akhir Tahun ini Warga OI Segera Miliki Stadion Olahraga Berstandar FIFA

    Sumsel Ingin Lahirkan Atlet Dari Daerah, Akhir Tahun ini Warga OI Segera Miliki Stadion Olahraga Berstandar FIFA

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 821
    • 0Komentar

    DALAM Kunjungan Kerja (Kunker)-nya di Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (28/8) siang, Gubernur  Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi oleh Bupati  Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar berkesempatan meninjau langsung progres pembangunan stadion olahraga berstandar FIFA dikawasan Komplek Terpadu KPT Tanjung Senai Indralaya. Disela-sela tinjauannya Herman Deru menuturkan stadion olahraga di Ogan Ilir ini merupakan bagian  […]

  • Operasi Patuh Krakatau, Ratusan Petugas Kepolisian Diterjunkan, Pantau Ketaatan Prokes

    Operasi Patuh Krakatau, Ratusan Petugas Kepolisian Diterjunkan, Pantau Ketaatan Prokes

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 600
    • 0Komentar

    KEPOLISIAN Daerah (Polda) Lampung menggelar Operasi Patuh Krakatau 2021 di seluruh Lampung. Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai dari hari ini Senin 20 September 2021 hingga 3 Oktober 2021 ini menyasar kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor dan protokol kesehatan 5M. Wakapolda Lampung, Brigjen Pol. Subiyanto dalam apel yang dilaksanakan pada senin pagi mengatakan bahwa, kegiatan […]

  • Keyakinan Gub. Sumsel Terhadap Muba di Bidang Olahraga, Mau Tahu ?

    Keyakinan Gub. Sumsel Terhadap Muba di Bidang Olahraga, Mau Tahu ?

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    OPENING Ceremony Turnamen Sepak Bola U-20 Piala Gubernur Sumatera Selatan tahun 2019 resmi dibuka langsung oleh Gubernur Sumsel, H Herman Deru didampingi Bupati Muba H Dodi Reza Alex, Wakapolda Sumsel, Kapolres Muba, Dandim 0401 Muba beserta FKPD dan OPD lainnya, bertempat di Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu, Selasa (23/7/2019). Pembukaan turnamen sepak bola U-20 ditandai dengan kick […]

  • Kejar Capaian UHC, Palembang Bisa Berhasil Jika Salah Satu Syarat Ini Dapat Dipenuhi

    Kejar Capaian UHC, Palembang Bisa Berhasil Jika Salah Satu Syarat Ini Dapat Dipenuhi

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 840
    • 0Komentar

      PEMERINTAH Kota Palembang menargetkan ketercapaian Universal Health Coverage (UHC) di tahun 2021 ini.  Hal ini disampaikan Wali Kota Palembang Harnojoyo usai audiensi dengan pihak Forum Koordinasi Pengawasan dan  Pemeriksaan Kepatuhan BPJS Kesehatan Kota Palembang di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa ( 4/5/ 2021). UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga mendapat pelayanan […]

expand_less
WordPress Archive YITH WordPress Test Environment Premium Yoast Local SEO Premium Yoast News SEO Premium Yoast SEO Premium Yoast Video SEO Premium Yoast WooCommerce SEO Premium Yodden – Broadband & Internet Services WordPress Theme Yog – Modern Yoga & Fitness WordPress Theme Yoga Fit – Sports & Fitness WordPress Theme Yoga Shop – Yoga Studio WordPress Theme