Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Digital » Konten Kreator & Mesin Ekonomi Baru

Konten Kreator & Mesin Ekonomi Baru

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
  • visibility 1.107
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU di kampung, bapak-bapak bangga kalau anaknya jadi pegawai negeri, paling banter jadi guru atau polisi. “Kerja itu harus jelas gajinya, nak!”, begitu petuah klasik yang diwariskan turun-temurun. Sekarang? anak muda pegang HP, modal tripod dari marketplace, terus bikin konten joget-joget ala TikTok, eh…. tiba-tiba dapet endorse minuman kekinian. Hasilnya? lebih gede dari gaji pegawai kontrak di kantor kecamatan, dunia memang sudah jungkir balik.

Kalau  tulang punggung ekonomi desa adalah nelayan dan petani, sekarang ada tulang punggung baru, anak-anak kreator konten. Bedanya, kalau nelayan bangun subuh lempar jaring ke laut, kreator bangun siang, tapi malam begadang lempar konten ke algoritma. Kalau beruntung, ikannya bisa cuma dua ekor, tapi kalau kontennya kena algoritma, bisa dapat jutaan view.

Ada pepatah lama, “Siapa rajin menebar jala, dia yang panen ikan”, versi modernnya “Siapa rajin upload konten, dia yang panen followers”. Nelayan takut badai, kreator takut banned. Petani was-was hama tikus, kreator was-was hama komentar netizen plus 62 yang maha benar.

Dan lucunya, keduanya sama-sama berhubungan dengan cuaca, kalau nelayan lihat langit mendung, mereka urung melaut. Kalau kreator lihat engagement turun, mereka urung upload, hanya beda medan tempur laut lepas vs kolom komentar.

Data Kementerian Ekonomi Kreatif jelas menyebutkan subsektor konten digital menyumbang lapangan kerja, PDB, bahkan ekspor. Lho, ekspor?, betul!. Bayangkan, ada kreator Indonesia yang bikin konten reaction K-drama, ditonton orang Korea sendiri. Ini artinya, ekspor ide, bukan cuma ekspor sawit atau batu bara.

Dulu bapak-bapak di warung kopi ngomongin harga karet, sekarang ngomongin adsense, “eh, channel YouTube kau udah dimonetisasi, bro?” katanya, kalau dulu sawah jadi modal investasi, sekarang ring light dan green screen jadi aset produktif.

Kreator ini ibarat UMKM zaman digital, bedanya, UMKM bikin cireng beku buat dijual di pasar, kreator bikin konten prank pura-pura jual cireng beku, namun yang laku sebaliknya malah kontennya. Rezeki memang bisa datang dari arah yang tak disangka-sangka, bahkan dari kamera depan HP.

Pertemuan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky dengan Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia (AKKSI) beberapa waktu lalu menegaskan hal itu. Negara akhirnya sadar, konten kreator bukan sekadar joget TikTok atau bikin parodi. Mereka ini mesin ekonomi baru.

Menteri bilang, konten kreator bisa nyumbang tenaga kerja, ekspor, PDB, bahkan investasi, singkatnya, dulu pemerintah bangga kalau ada pabrik baru berdiri, sekarang bisa juga bangga kalau ada channel baru trending.

Tapi, jangan keburu senang dulu, kalau hanya sebatas seremoni, bisa jadi kreator ini cuma dijadikan pajangan digital pemerintah, sama kayak artis dangdut yang diundang pas peresmian jalan tol, rame sebentar, habis itu bubar. Makanya, perlu regulasi, perlindungan hukum, insentif pajak, dan yang lebih penting, kode etik. Jangan sampai demi konten, ada yang bikin prank tabrak orang tua di jalan, itu bukan ekonomi kreatif, tapi ekonomi kreatif-kreatif-an.

Masalahnya, banyak kreator masih terjebak di konten viral doang, padahal, kata Menteri, konten harus kreatif sekaligus edukatif. Viral itu cepat naik, tapi cepat juga hilang. Vital itu penting, tahan lama, bahkan bisa jadi modal reputasi.

Kreator penting

Perumpamaannya begini, viral itu kayak mie instan, cepat kenyang tapi nggak sehat kalau kebanyakan. Vital itu kayak nasi uduk, lebih awet, bikin kuat, bisa dimakan pagi sampai malam. Konten edukatif, produktif, dan membangun bisa jadi nasi uduk digital bangsa.

Kenapa kreator penting bagi ekonomi? pertama, lapangan kerja baru, banyak anak muda jadi full-time konten kreator, bukan lagi jadi pengangguran terselubung. Kedua, ekspor budaya, konten kreator bisa jadi duta Indonesia, mengenalkan makanan, musik, hingga bahasa kita ke luar negeri, ketiga, PDB Digital, semakin banyak transaksi iklan dan endorse, semakin besar kontribusi ke ekonomi nasional, dan ke empat inovasi, kreator sering kali lebih cepat beradaptasi dibanding perusahaan besar. Artinya, negara harus lihat mereka bukan cuma sebagai penghibur, tapi juga entrepreneur digital.

Ada pepatah Jawa bilang, urip iku urup, hidup itu menyala, memberi manfaat, konten kreator jangan cuma bikin hidup sendiri menyala dengan uang adsense, tapi juga bikin terang orang lain. Edukasi, motivasi, bahkan hiburan sehat adalah bagian dari urup itu.

Kalau nelayan bisa bilang “rezeki sudah ada yang ngatur”, kreator juga harus ingat, algoritma bisa berubah, tapi akhlak jangan berubah. Jangan sampai demi subscriber, harga diri dan nilai bangsa digadaikan.

Oleh karena itu, konten kreator hari ini bukan lagi anak alay yang main HP doang. Mereka sudah jadi bagian mesin ekonomi nasional. Dari sawah ke studio, dari jala ke algoritma, dari pasar tradisional ke pasar digital, itulah transformasi ekonomi kita.

Pertanyaannya tinggal satu, apakah pemerintah serius menjadikan kreator sebagai mitra, atau sekadar komoditas? Dan apakah para kreator mau naik kelas, dari sekadar viral menjadi vital?. Pada akhirnya, seperti pepatah modern. “Like dan share bisa menghidupi, tapi integritaslah yang akan mengabadikan”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baru dilantik jadi PJ gantikan Ratu Dewa, Ucok berkeliling Pasar 16 Ilir, apa katanya..!

    Baru dilantik jadi PJ gantikan Ratu Dewa, Ucok berkeliling Pasar 16 Ilir, apa katanya..!

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.237
    • 0Komentar

    Ucok Abdul Rauf Penjabat (Pj ) Wali Kota Palembang   mengantikan Ratu Dewa yang kembali menempati jabatan definitifnya sebagai Sekda Kota Palembang., Rabu (19/6/2024 sore, bersama sama mengecek langsung pasar tertua Palembang Pasar 16 Ilir Palembang.   Ucok Abdul Rauf sebelumnya menjabat Inspektur II Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),  saat melakukan pengecekan  berkeliling memasuki bangunan […]

  • DKR Minta Semua SMA/SMK Patuhi Kadisdik Jabar Prioritaskan Siswa Miskin

    DKR Minta Semua SMA/SMK Patuhi Kadisdik Jabar Prioritaskan Siswa Miskin

    • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 873
    • 0Komentar

    Menanggapi Inspeksi mendadak atau Sidak Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, DKR (Dewan Kesehatan Rakyat) berharap agar para kepala SMA dan SMK Negeri mematuhi keinginan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa barat untuk memprioritaskan siswa miskin. Demikian Roy Pangharapan, Ketua DKR Kota Depok kepada pers di Depok Sabtu (12/6). Hal ini menjadi tuntutan DKR Kota Depok […]

  • Hadiri Musda VI KNPI, Begini Harapan Bupati Banyuasin

    Hadiri Musda VI KNPI, Begini Harapan Bupati Banyuasin

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.128
    • 0Komentar

    BUPATI Kabupaten Banyuasin H. Askolani SH MH meminta KNPI Banyuasin dapat menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera, sebab menurutnya peran pemuda sangatlah penting demi kemajuan suatu daerah. “Saya berharap KNPI Banyuasin ini nantinya  bisa menjadi mitra pemerintah Kabupaten Banyuasin. Hal ini sesuai dengan instruksi presiden bahwa untuk  menuju Indonesia maju  […]

  • Social Distancing Sangatlah Penting

    Social Distancing Sangatlah Penting

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.590
    • 0Komentar

    ADANYA penemuan dua kasus pertama positif Covid-19 di Indonesia tepatnya di daerah Depok, Provinsi Jawa Barat cukup mengejutkan masyarakat. Kabar yang tak terduga dan mengkhawatirkan bagi kita ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 maret 2020. Pasien kasus pertama dan kedua yang terjangkit Covid-19 ini merupakan ibu dan anak. Berdasarkan informasi yang […]

  • 15.127 Jiwa Warga Medak 1 &2  Muba Sudah Bisa Gunakan Jembatan, Murid :  Alhamdulillah Sekolah Tak Naik Tongkang Lagi

    15.127 Jiwa Warga Medak 1 &2  Muba Sudah Bisa Gunakan Jembatan, Murid :  Alhamdulillah Sekolah Tak Naik Tongkang Lagi

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.399
    • 0Komentar

    MESKIPUN belum diresmikan tetapi antusias warga sangat terlihat, ada penampakan sangat  mengharukan, Ratusan anak sekolah dasar di sekitar Jembatan Muara Medak 1 dan Muara Medak 2 bersukacita. Mereka riang gembira menyerukan terima kasih kepada Bupati Musi Banyuasin. Sebab, sejak dua jembatan di  Medak, Bayung Lencir selesai dibangun, mereka para siswa tak lagi naik tongkang ataupun […]

  • Susun Strategi, Kementerian ESDM Kejar Target Produksi Minyak Bumi 1 Juta Barrel

    Susun Strategi, Kementerian ESDM Kejar Target Produksi Minyak Bumi 1 Juta Barrel

    • calendar_month Rabu, 16 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.347
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyusun beberapa strategi untuk mencapai target produksi minyak bumi 1 juta barrel oil per day (bopd) dan gas bumi 12 billion standard cubic feet per day (bscfd). Strategi itu, antara lain, dilakukan dengan optimalisasi produksi lapangan eksisting, transformasi resources to production, mempercepat teknologi untuk chemical Enhanced Oil […]

expand_less
WordPress Archive Getstall – Grocery Store Elementor Template Kit Gettree – Garden & Landscaping Elementor Template Kit GGWEPE – Esports & Gaming Elementor Template Kit Gift Wrapper for WooCommerce Gifting for WooCommerce Subscriptions Gifts Shop | Handmade Souvenirs WooCommerce WordPress Theme Gild – Agency Elementor Template Kit Gilgamesh – Creative Portfolio Elementor Template Kit Gilkan – Dermatology & Skin Care Elementor Template Kit GimiGimi – Woocommmerce Elementor Template Kit