Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Digital » Konten Kreator & Mesin Ekonomi Baru

Konten Kreator & Mesin Ekonomi Baru

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
  • visibility 1.091
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU di kampung, bapak-bapak bangga kalau anaknya jadi pegawai negeri, paling banter jadi guru atau polisi. “Kerja itu harus jelas gajinya, nak!”, begitu petuah klasik yang diwariskan turun-temurun. Sekarang? anak muda pegang HP, modal tripod dari marketplace, terus bikin konten joget-joget ala TikTok, eh…. tiba-tiba dapet endorse minuman kekinian. Hasilnya? lebih gede dari gaji pegawai kontrak di kantor kecamatan, dunia memang sudah jungkir balik.

Kalau  tulang punggung ekonomi desa adalah nelayan dan petani, sekarang ada tulang punggung baru, anak-anak kreator konten. Bedanya, kalau nelayan bangun subuh lempar jaring ke laut, kreator bangun siang, tapi malam begadang lempar konten ke algoritma. Kalau beruntung, ikannya bisa cuma dua ekor, tapi kalau kontennya kena algoritma, bisa dapat jutaan view.

Ada pepatah lama, “Siapa rajin menebar jala, dia yang panen ikan”, versi modernnya “Siapa rajin upload konten, dia yang panen followers”. Nelayan takut badai, kreator takut banned. Petani was-was hama tikus, kreator was-was hama komentar netizen plus 62 yang maha benar.

Dan lucunya, keduanya sama-sama berhubungan dengan cuaca, kalau nelayan lihat langit mendung, mereka urung melaut. Kalau kreator lihat engagement turun, mereka urung upload, hanya beda medan tempur laut lepas vs kolom komentar.

Data Kementerian Ekonomi Kreatif jelas menyebutkan subsektor konten digital menyumbang lapangan kerja, PDB, bahkan ekspor. Lho, ekspor?, betul!. Bayangkan, ada kreator Indonesia yang bikin konten reaction K-drama, ditonton orang Korea sendiri. Ini artinya, ekspor ide, bukan cuma ekspor sawit atau batu bara.

Dulu bapak-bapak di warung kopi ngomongin harga karet, sekarang ngomongin adsense, “eh, channel YouTube kau udah dimonetisasi, bro?” katanya, kalau dulu sawah jadi modal investasi, sekarang ring light dan green screen jadi aset produktif.

Kreator ini ibarat UMKM zaman digital, bedanya, UMKM bikin cireng beku buat dijual di pasar, kreator bikin konten prank pura-pura jual cireng beku, namun yang laku sebaliknya malah kontennya. Rezeki memang bisa datang dari arah yang tak disangka-sangka, bahkan dari kamera depan HP.

Pertemuan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky dengan Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia (AKKSI) beberapa waktu lalu menegaskan hal itu. Negara akhirnya sadar, konten kreator bukan sekadar joget TikTok atau bikin parodi. Mereka ini mesin ekonomi baru.

Menteri bilang, konten kreator bisa nyumbang tenaga kerja, ekspor, PDB, bahkan investasi, singkatnya, dulu pemerintah bangga kalau ada pabrik baru berdiri, sekarang bisa juga bangga kalau ada channel baru trending.

Tapi, jangan keburu senang dulu, kalau hanya sebatas seremoni, bisa jadi kreator ini cuma dijadikan pajangan digital pemerintah, sama kayak artis dangdut yang diundang pas peresmian jalan tol, rame sebentar, habis itu bubar. Makanya, perlu regulasi, perlindungan hukum, insentif pajak, dan yang lebih penting, kode etik. Jangan sampai demi konten, ada yang bikin prank tabrak orang tua di jalan, itu bukan ekonomi kreatif, tapi ekonomi kreatif-kreatif-an.

Masalahnya, banyak kreator masih terjebak di konten viral doang, padahal, kata Menteri, konten harus kreatif sekaligus edukatif. Viral itu cepat naik, tapi cepat juga hilang. Vital itu penting, tahan lama, bahkan bisa jadi modal reputasi.

Kreator penting

Perumpamaannya begini, viral itu kayak mie instan, cepat kenyang tapi nggak sehat kalau kebanyakan. Vital itu kayak nasi uduk, lebih awet, bikin kuat, bisa dimakan pagi sampai malam. Konten edukatif, produktif, dan membangun bisa jadi nasi uduk digital bangsa.

Kenapa kreator penting bagi ekonomi? pertama, lapangan kerja baru, banyak anak muda jadi full-time konten kreator, bukan lagi jadi pengangguran terselubung. Kedua, ekspor budaya, konten kreator bisa jadi duta Indonesia, mengenalkan makanan, musik, hingga bahasa kita ke luar negeri, ketiga, PDB Digital, semakin banyak transaksi iklan dan endorse, semakin besar kontribusi ke ekonomi nasional, dan ke empat inovasi, kreator sering kali lebih cepat beradaptasi dibanding perusahaan besar. Artinya, negara harus lihat mereka bukan cuma sebagai penghibur, tapi juga entrepreneur digital.

Ada pepatah Jawa bilang, urip iku urup, hidup itu menyala, memberi manfaat, konten kreator jangan cuma bikin hidup sendiri menyala dengan uang adsense, tapi juga bikin terang orang lain. Edukasi, motivasi, bahkan hiburan sehat adalah bagian dari urup itu.

Kalau nelayan bisa bilang “rezeki sudah ada yang ngatur”, kreator juga harus ingat, algoritma bisa berubah, tapi akhlak jangan berubah. Jangan sampai demi subscriber, harga diri dan nilai bangsa digadaikan.

Oleh karena itu, konten kreator hari ini bukan lagi anak alay yang main HP doang. Mereka sudah jadi bagian mesin ekonomi nasional. Dari sawah ke studio, dari jala ke algoritma, dari pasar tradisional ke pasar digital, itulah transformasi ekonomi kita.

Pertanyaannya tinggal satu, apakah pemerintah serius menjadikan kreator sebagai mitra, atau sekadar komoditas? Dan apakah para kreator mau naik kelas, dari sekadar viral menjadi vital?. Pada akhirnya, seperti pepatah modern. “Like dan share bisa menghidupi, tapi integritaslah yang akan mengabadikan”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa CUHK Bikin Gelombang dalam Penelitian Lingkungan dan Keberlanjutan

    Mahasiswa CUHK Bikin Gelombang dalam Penelitian Lingkungan dan Keberlanjutan

    • calendar_month Minggu, 22 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 977
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Media OutReach – Chinese University of Hong Kong (CUHK) dengan bangga menyoroti kontribusi luar biasa yang dibuat oleh mahasiswanya di bidang Lingkungan dan Keberlanjutan. Melalui penelitian inovatif dan dedikasi yang tak tergoyahkan, mahasiswa CUHK memimpin dalam mendorong perubahan positif menuju masa depan yang berkelanjutan. Hari ini, kami menyoroti dua individu […]

  • “Misi Besar Garuda di Sydney,Taklukkan Socceroos!”

    “Misi Besar Garuda di Sydney,Taklukkan Socceroos!”

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.785
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Timnas Indonesia resmi memulai perjalanan mereka menuju laga krusial melawan Australia di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Sydney akan menjadi medan tempur yang penuh tantangan, mengingat Australia adalah salah satu kekuatan utama di Asia yang punya pengalaman tampil di Piala Dunia. Meski demikian, Indonesia tak datang dengan tangan kosong. Gelombang pertama […]

  • Hotel di Sumsel Diharapkan Gunakan Menu Berbahan Pangan Lokal

    Hotel di Sumsel Diharapkan Gunakan Menu Berbahan Pangan Lokal

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 598
    • 0Komentar

    KEPALA Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ruzuan Effendi meminta semua hotel di Sumsel dapat menggunakan bahan pangan lokal yang berasal dari kabupaten/kota yang ada di daerah tersebut. “Selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri, juga untuk mempromosikan bahan pangan lokal,” ujarnya, usai menghadiri acara gerakan diversifikasi pangan lokal dan talkshow di Balroom Sriwijaya Hotel Swarna […]

  • prabowo-sby

    Ketika Nasi Goreng & Bakso Jadi Menu Utama Pertemuan Prabowo – SBY

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.642
    • 0Komentar

    Langit diseputaran  Puri Cikeas, Kamis malam (27/7/2017) terlihat cerah, seolah – olah terkesan malam itu  langit sangat bersahabat, udara pun terasa sejuk menambah suasana malam semakin nyaman.

  • Transformasi Menuju Level Baru, Emil, Joey & Dean Resmi WNI, Apakah Garuda Tampil Lebih Ganas!

    Transformasi Menuju Level Baru, Emil, Joey & Dean Resmi WNI, Apakah Garuda Tampil Lebih Ganas!

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.965
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Sepak bola Indonesia memasuki babak baru dengan langkah strategis yang dilakukan PSSI. Dalam upaya memperkuat Timnas Indonesia, tiga pemain berdarah Indonesia yang telah berkarier di Eropa, yakni Emil Audero Mulyadi, Joey Mathijs Pelupessy, dan Dean Ruben James, kini resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ketiga pemain tersebut telah menjalani prosesi sumpah kewarganegaraan di Kedutaan […]

  • Menristekdikti Berencana Bakal Pecah Kopertis Wilayah II

    Menristekdikti Berencana Bakal Pecah Kopertis Wilayah II

    • calendar_month Jumat, 6 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.313
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Menteri Ristekdikti, Prof. H. Mohamad Nasir mengatakan Kopertis Wilayah II merupakan satu satunya kopertis di Sumatera yang memiliki wilayah cukup luas meliputi 4 Provinsi yakni Sumsel, Bangka Belitung, Bengkulu dan Lampung. Untuk itu, kedepan akan dilakukan Kopertis di Wilayah Sumatera akan dipecah menjadi 3 bagian wilayah sehingga diharapkan kerja Kopertis diwilayah Sumatera […]

expand_less
WordPress Archive Getstall – Grocery Store Elementor Template Kit Gettree – Garden & Landscaping Elementor Template Kit GGWEPE – Esports & Gaming Elementor Template Kit Gift Wrapper for WooCommerce Gifting for WooCommerce Subscriptions Gifts Shop | Handmade Souvenirs WooCommerce WordPress Theme Gild – Agency Elementor Template Kit Gilgamesh – Creative Portfolio Elementor Template Kit Gilkan – Dermatology & Skin Care Elementor Template Kit GimiGimi – Woocommmerce Elementor Template Kit