Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » EKONOMI DIGITAL : “CB Fest 2025 – Karnaval Bank Sentral, Dompet Digital Jadi Drum Band Baru & Jaringan Pembayaran Global”

EKONOMI DIGITAL : “CB Fest 2025 – Karnaval Bank Sentral, Dompet Digital Jadi Drum Band Baru & Jaringan Pembayaran Global”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
  • visibility 1.031
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU di kampung, bulan Agustus biasanya ramai lomba panjat pinang, tarik tambang, dan karnaval 17-an. Anak-anak pakai kostum pahlawan, emak-emak dandan ala Putri Indonesia, bapak-bapak ngibrit bawa obor bambu. Semua ikut pawai, meriah sekali. Nah, minggu ini Jakarta juga kebagian pawai. Bedanya, bukan karnaval RW, tapi karnaval bank sentral dunia, yakni Central Banking Services Festival (CB Fest) 2025.

Misalnya saja, gubernur bank sentral dari Rusia, India, Korea, sampai Timor Leste berkumpul di Jakarta, tapi jangan dibayangkan mereka bawa marching band. Instrumen mereka bukan terompet, tapi Digital Rupiah, QRIS cross-border, BI-FAST, SNAP, hingga manajemen risiko, kalau di kampung ada yang teriak “Merdeka!”, di CB Fest ini yang diteriakkan “Interoperabilitas! Konektivitas! Digitalisasi!”.

CB Fest ini memang seperti pesta rakyat versi elit keuangan, dari luar, tampak kaku jas resmi, pidato serius, layar LED besar. Tapi kalau kita kulik, sesungguhnya ini adalah arena tukar pikiran, sekaligus tukar kode QR. Pepatah lama bilang, “dimana ada gula, di situ ada semut”. Nah, di era sekarang, “dimana ada QR, di situ ada transaksi.”

Kalau di festival rakyat hadiahnya kipas angin, di festival bank sentral hadiahnya lebih mahal konektivitas lintas negara, stabilitas sistem pembayaran, dan peluang kedaulatan digital.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, tampil bagai dirijen orkestra, tangannya tidak mengayun tongkat kayu, tapi visi kebijakan.
Beliau tegas bilang prioritas BI adalah digitalisasi dan integrasi sistem pembayaran domestik dan global. Mulai dari BI-FAST, QRIS, SNAP, sampai wacana besar bernama Digital Rupiah.

Kalau dipikir-pikir, Perry ini mirip kepala desa visioner, bedanya, kalau kepala desa mikirin jalan aspal dan lomba gaplek, Perry mikirin jalan tol digital untuk uang, dan jalan tol ini bukan cuma buat Indonesia, tapi bisa nembus Vietnam, Laos, bahkan Papua Nugini.

Dulu, diplomasi antarnegara biasanya lewat kopi, sate, atau kain batik. Kini, diplomasi bisa lewat QR, bayangkan turis Filipina datang ke Bali, jajan bakso Malang, cukup scan QRIS, tak perlu repot tukar rupiah. Itu bukan sekadar transaksi, tapi simbol persahabatan antarbangsa.

Kalau pepatah Jawa bilang “mangan ora mangan sing penting kumpul”, maka di era digital jadi “belanja ora belanja sing penting scan”.

Tapi hati-hati. Jangan sampai digitalisasi ini jadi pesta untuk kalangan kota saja bagaimana dengan petani di pelosok yang masih pusing sinyal 4G? dan bagaimana dengan nelayan yang lebih hafal arah angin ketimbang arah aplikasi dompet digital?

CB Fest memang panggung besar, tapi panggung kecil di desa dan pasar tradisional juga harus ikut disiapkan. Digitalisasi jangan jadi ajang “siapa cepat dia dapat”, tapi harus merangkul semua, karena kalau rakyat bawah tidak ikut, ini ibarat karnaval tanpa penonton, ramai di panggung, sepi di jalanan.

CB Fest 2025 membuktikan bahwa bank sentral tidak lagi sekadar tukang jaga stabilitas inflasi. Mereka kini jadi arsitek jalan raya digital, membangun jembatan pembayaran lintas negara.

Pesta ini adalah karnaval masa depan, di mana uang tak lagi dibawa dalam dompet kulit, tapi dalam aplikasi. Dan Indonesia sudah pasang spanduk besar “Selamat Datang di Era Digital Rupiah”, seperti pepatah Minang “Alam takambang jadi guru”

Dari pasar rakyat hingga forum global, satu pelajaran yang sama ekonomi butuh kepercayaan, bahkan di era dompet digital, kepercayaan itu diwujudkan lewat keamanan sistem, keadilan akses, dan kerja sama antarbangsa.

CB Fest 2025 bukan sekadar ajang teknis, tapi pesta ide, diplomasi, dan masa depan, kalau karnaval kampung menyatukan warga lewat tawa dan topeng badut, CB Fest menyatukan bangsa lewat dompet digital dan interoperabilitas.

Dan jangan lupa di balik semua teknologi canggih ini, ada satu hal yang tetap berlaku sejak zaman nenek moyang
“Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi kalau bisa dipakai lintas negara pakai QR, setidaknya beli es kelapa muda di Kamboja jadi lebih gampang”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembali Rekrut Tenaga Kerja Lokal, Tiga Posisi Dibutuhkan untuk Putra Putri Daerah

    Kembali Rekrut Tenaga Kerja Lokal, Tiga Posisi Dibutuhkan untuk Putra Putri Daerah

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 727
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kembali menyampaikan informasi lowongan kerja yang diprioritaskan untuk tenaga kerja lokal. Adalah PT ORYX Services salah satu kontraktor ConocoPhillips membuka kesempatan bagi para pencari kerja di Kabupaten Muba untuk bergabung di perusahaan tersebut. Pendaftaran mulai tanggal 21 – 27 Oktober 2021, dihari kerja pukul : […]

  • Wagub Nyatakan Digital Sangat Dibutuhkan, Terutama  Masa Covid

    Wagub Nyatakan Digital Sangat Dibutuhkan, Terutama Masa Covid

    • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.312
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya nyatakan bahwa digital saat ini sangat penting apalagi masa Covid 19 sekarang ini. Digital saat ini begitu penting apalagi di masa pandemi Covid-19, tentu digital ini sebagai salah satu dukungan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, kata Wagub saat menghadiri pembukaan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 diselenggarakan […]

  • Menyongsong Kebangkitan Bambu Indonesia

    Menyongsong Kebangkitan Bambu Indonesia

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.771
    • 0Komentar

    BAMBU Indonesia tengah memasuki episode baru. Sebuah dokumen strategi nasional (stranas) sedang disiapkan. Dokumen ini akan menjadi acuan bersama lintas sektor dan para pemangku kepentingan, dalam pengembangan bambu terintegrasi hulu-tengah-hilir di Indonesia. “Semoga penyusunan stranas ini menjadi momentum bagi kebangkitan bambu di Indonesia,” ujar, Dr. Agus Justianto, Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi (BLI), dalam sambutannya […]

  • Tinjau GSJ, Sumsel Optimistis Tuan Rumah Piala Dunia U-21

    Tinjau GSJ, Sumsel Optimistis Tuan Rumah Piala Dunia U-21

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    PERSIAPAN terus dilakukan menyusul dengan ditunjuknya Sumsel sebagai salah satu kandidat tuan rumah Piala Dunia U-21 yang akan digelar tahun 2021 mendatang. Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, kesiapan Sumsel sebagai tuan rumah piala dunia U-21 saat terus dimatangkan. Termasuk juga beberapa poin rekomendasi yang sebelumnya disyaratkan oleh FIFA seperti rumput stadion, tempat duduk penonton, […]

  • Silahkan Simak, Ini Syarat Pengadaan PPPK Guru, Apakah Kamu Penuhi Syarat?

    Silahkan Simak, Ini Syarat Pengadaan PPPK Guru, Apakah Kamu Penuhi Syarat?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.633
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kembali membuka pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru di tahun 2022 yang prioritaskan kategori pelamar I, II, dan III dan syaratnya harus terpenuhi. Pelamar Prioritas I yaitu Tenaga Honorer eks Kategori II (THK-II), guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN), lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan guru swasta, yang memenuhi nilai ambang batas pada […]

  • Hindari Kecelakaan, Kembali Dibangun Exit Tol di Area Unsri Indralaya

    Hindari Kecelakaan, Kembali Dibangun Exit Tol di Area Unsri Indralaya

    • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.178
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru peninjauan lahan yang luasnya lebih kurang 7.000 meter untuk dibangun akses jalan keluar Tol Palindra di kawasan Kampus Unsri Indralaya, Selasa (8/6). “Hari ini kita melihat alternatif trase untuk menuju Desa Tanjung Pering dari pintu keluar Tol Palindra. Kenapa kesannya kita sudah terdesak, karena dari pintu keluar Tol Palindra itu […]

expand_less
WordPress Archive The Shop – PWA eCommerce CMS The Spice Lounge – Restaurant / Cafe HTML5 Template The Team Pro – Team Showcase WordPress Plugin The Trial – Law WordPress Theme The Wall – Media Gallery – jQuery Powered The Wavo – Portfolio Showcase WordPress Theme The Way – Creative OnePage & MultiPurpose WordPress The Workout – Trainer Fitness WordPress Theme The7 — Ultimate Website & Online Store Builder for WordPress & WooCommerce The7 — Website and eCommerce Builder for WordPress