Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Demo Buruh 28 Agustus 2025 – Teriakan dari Jalanan, Alarm dari Perut yang Keroncongan

Demo Buruh 28 Agustus 2025 – Teriakan dari Jalanan, Alarm dari Perut yang Keroncongan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
  • visibility 865
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HIDUP itu memang ibarat dapur, maka demo buruh 28 Agustus 2025 adalah suara panci yang jatuh berulang kali di lantai berisik, bikin kaget, tapi tak bisa diabaikan, dari Jakarta sampai Surabaya, dari Batam sampai Makassar, ribuan buruh tumplek blek di jalanan, menuntut apa yang seharusnya sudah jadi hak, kerja yang manusiawi dan upah yang bisa bikin anak-anaknya sekolah tanpa harus jual kambing warisan.

Di Jakarta, pusat keramaian ada di depan Gedung DPR RI, sekitar 10 ribu buruh hadir, lengkap dengan spanduk, toa, dan semangat. Kalau ini konser Coldplay, tiketnya pasti sold out lima menit. Bedanya, yang dikumandangkan bukan lagu Fix You, tapi teriakan hapus outsourcing, naikkan upah, tolak PHK massal!.

Tuntutan mereka sederhana tapi penting upah minimum 2026 naik 8,5–10,5%, hapus outsourcing, bentuk Satgas PHK, reformasi pajak yang adil, dan sahkan RUU Perampasan Aset. Kalau ditulis di kertas, mungkin terlihat panjang, tapi intinya jelas buruh ingin diperlakukan sebagai manusia, bukan batu bata di pabrik yang gampang diganti kapan saja.

Pepatah Jawa bilang, jer basuki mawa bea, segala sesuatu butuh biaya, begitu juga kesejahteraan pekerja. Tak mungkin negara maju kalau buruhnya hidup setengah mati. Lihat saja Jepang pasca perang, mereka bangkit bukan dari harta melimpah, tapi dari buruh yang diperlakukan dengan hormat. Bandingkan dengan kita, di mana sering kali lebih gampang ketemu warteg 24 jam ketimbang dokter spesialis atau kontrak kerja tetap.

Salah satu tuntutan paling kencang adalah penghapusan outsourcing, bagi buruh, sistem ini ibarat pacaran 10 tahun tapi tidak pernah dinikahi. Statusnya selalu “sementara”, tiap tahun deg-degan diperpanjang atau tidak. Padahal perut tidak bisa menunggu, cicilan rumah tidak bisa ditunda, dan anak sekolah butuh uang SPP tiap bulan, bukan tiap kontrak.

Kalau perusahaan dan negara terus menerapkan pola kerja outsourcing tanpa perlindungan, jangan heran kalau loyalitas buruh luntur. Sebab, seperti kata pepatah, orang yang dipelihara dengan cinta akan memberi hasil berlipat ganda, sebaliknya, orang yang diperlakukan seperti sandal jepit akan gampang ditinggal begitu ada yang baru.

Demo besar tentu bikin aparat keringetan juga, lebih dari 4 ribu personel gabungan dikerahkan untuk jaga Senayan. Polisi kali ini katanya tak bawa senjata api, cuma senyum dan tameng. Jalan raya di Gatot Subroto, Sudirman, sampai Thamrin sempat siap-siap macet.

Untung banyak pegawai DPR disuruh WFH, mungkin biar rapat tetap lancar tanpa harus bersaing dengan toa buruh yang suaranya lebih kencang dari pengeras masjid Subuh.

Tapi di balik hiruk pikuk, suasana demo tetap relatif damai. Tidak ada kerusuhan besar, tidak ada anarko yang mengacau, hanya suara-suara lantang yang sudah terlalu lama dipendam. Kalau negara bijak, suara itu harus didengar, bukan ditutup dengan tembok tinggi dan AC dingin ruang rapat.

Demo buruh 28 Agustus 2025 ini sejatinya alarm keras, buruh bukan hanya mesin penghasil laba. Mereka adalah manusia yang ingin hidup layak, punya waktu bercengkerama dengan keluarga, dan merasa aman dari ancaman PHK mendadak. Kalau tuntutan ini diabaikan, jangan kaget suatu saat buruh lebih memilih jadi vlogger TikTok ketimbang pekerja pabrik. Karena, jujur saja, kadang bikin konten joget lebih menjanjikan ketimbang kontrak outsourcing tanpa kepastian.

Pepatah bilang, negara yang kuat bukan yang punya tentara banyak, tapi yang buruhnya tersenyum saat pulang kerja, kalau masih ada buruh yang harus lembur 12 jam, tapi gajinya hanya cukup untuk beli kuota, itu artinya sistem kita sedang sakit.

Demo buruh 28 Agustus 2025 mengajarkan satu hal penting suara rakyat kecil tidak pernah benar-benar padam. Mereka mungkin tak punya akses ke iklan prime time atau kursi parlemen, tapi mereka punya jalan raya sebagai panggung,  Hari ini, panggung itu bergema dari Jakarta sampai pelosok negeri.

Sudah waktunya pemerintah dan DPR berhenti menutup telinga, jangan tunggu panci pecah baru sibuk mencari tutup, karena buruh, seperti nasi di dapur, adalah sumber energi negara. Kalau nasinya basi, jangan harap negara bisa kenyang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Boleh Panjang, Tapi Jangan Sampai ASN Jadi ‘PNS Rasa Pelancong’

    Libur Boleh Panjang, Tapi Jangan Sampai ASN Jadi ‘PNS Rasa Pelancong’

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 748
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada pepatah lama yang bilang, “Pergi jauh-jauh, pulangnya tetap ke kasur sendiri”. Nah, pepatah ini seolah cocok untuk menggambarkan semangat libur panjang Hari Raya Idul Adha kali ini. Semua orang boleh melancong, silakan jalan-jalan, mau healing ke Lembang, piknik ke Pagaralam, atau sekadar ngadem di rumah mertua di Musi Rawas, asal jangan lupa […]

  • OKI Expo Kenalkan Keragaman Usaha BUMDes

    OKI Expo Kenalkan Keragaman Usaha BUMDes

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.445
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kab. Ogan Komering Ilir [OKI] mengenalkan produk-produk unggulan dari Badan Usaha Milik Desa [BUMDes] di ajang OKI Expo 2019.OKI Expo 2019 sendiri diselenggarakan tak lain sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kab.OKI dalam membangun dari desa sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa. Ada 18 Kecamatan ditambah 87 BUMDes yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. “Acara […]

  • Lepas Atlet Disabilitas ke Papua, Gubernur Motivasi  Atlet  NPCI Agar Berprestasi  di Peparnas XVI

    Lepas Atlet Disabilitas ke Papua, Gubernur Motivasi Atlet NPCI Agar Berprestasi di Peparnas XVI

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    SEBANYAK 96 atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Commitee Indonesia (NPCI) Provinsi Sumatera Selatan dilepas keberangkatannya okeh Gubernur Sumsel H Herman Deru menuju Papua untuk mengikuti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI di Papua. Keberangkatan kontingen Sumsel tersebut dilaksanakan Pelataran Plaza Rusunawa Jakabaring Sport City Palembang, Rabu (27/10) pagi. Dengan didampingi Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen […]

  • Kurangi Kerumunan Massa, Adminduk OKI Gunakan Posindo

    Kurangi Kerumunan Massa, Adminduk OKI Gunakan Posindo

    • calendar_month Rabu, 27 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 984
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir menggandeng PT Pos Indonesia untuk pengiriman dokumen administrasi kependudukan. Langkah terobosan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19, sekaligus mengurangi terjadinya kerumunan. Penandatanganan kesepakatan dilaksanakan  antara Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten OKI, Hendri, SH, MM dan Kepala Kantor Pos Palembang Risda disaksikan oleh Bupati OKI yang […]

  • 1.600 Sertifikat Hak Milik Diserahkan kepada Warga

    1.600 Sertifikat Hak Milik Diserahkan kepada Warga

    • calendar_month Senin, 9 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    BUPATI Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic menyerahkan secara simbolis Sertifikat hak Milik (SHM) kepada Masyarakat Kabupaten, di Auditorium Pemkab Muba,Senin [9/11/2020]. Dimana pelaksanaan Penyerahan Sertifikat Hak Milik (SHM) ini di serahkan secara online serentak seluruh Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia. Dikatakannya, pembagian sertifikat tanah gratis dilakukan melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). […]

  • Alhamdullilah, Ini Raihan Donasi Konser Amal Peduli Palestina di Muba

    Alhamdullilah, Ini Raihan Donasi Konser Amal Peduli Palestina di Muba

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.372
    • 0Komentar

    “Insya Allah dari hasil donasi Muba untuk Palestina ini akan saya antar langsung ke jalur Gaza,”

expand_less
WordPress Archive Geolite – Land Surveying & Digital Mapping Elementor Template Kit Geoport – Transport & Logistics WordPress Theme Gerlong – Responsive One & Multi Page Portfolio Theme Gerow – Business Consulting WordPress Theme Gesso – Art & Print Shop WordPress Theme Gesto – Digital Marketing Agency WordPress Theme GetCab | Online Taxi Service WordPress Theme Getleads High-Performance Landing Page WordPress Theme GetResponse for NEX-Forms Getstall – Grocery Store Elementor Template Kit