Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Demo Buruh 28 Agustus 2025 – Teriakan dari Jalanan, Alarm dari Perut yang Keroncongan

Demo Buruh 28 Agustus 2025 – Teriakan dari Jalanan, Alarm dari Perut yang Keroncongan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
  • visibility 875
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HIDUP itu memang ibarat dapur, maka demo buruh 28 Agustus 2025 adalah suara panci yang jatuh berulang kali di lantai berisik, bikin kaget, tapi tak bisa diabaikan, dari Jakarta sampai Surabaya, dari Batam sampai Makassar, ribuan buruh tumplek blek di jalanan, menuntut apa yang seharusnya sudah jadi hak, kerja yang manusiawi dan upah yang bisa bikin anak-anaknya sekolah tanpa harus jual kambing warisan.

Di Jakarta, pusat keramaian ada di depan Gedung DPR RI, sekitar 10 ribu buruh hadir, lengkap dengan spanduk, toa, dan semangat. Kalau ini konser Coldplay, tiketnya pasti sold out lima menit. Bedanya, yang dikumandangkan bukan lagu Fix You, tapi teriakan hapus outsourcing, naikkan upah, tolak PHK massal!.

Tuntutan mereka sederhana tapi penting upah minimum 2026 naik 8,5–10,5%, hapus outsourcing, bentuk Satgas PHK, reformasi pajak yang adil, dan sahkan RUU Perampasan Aset. Kalau ditulis di kertas, mungkin terlihat panjang, tapi intinya jelas buruh ingin diperlakukan sebagai manusia, bukan batu bata di pabrik yang gampang diganti kapan saja.

Pepatah Jawa bilang, jer basuki mawa bea, segala sesuatu butuh biaya, begitu juga kesejahteraan pekerja. Tak mungkin negara maju kalau buruhnya hidup setengah mati. Lihat saja Jepang pasca perang, mereka bangkit bukan dari harta melimpah, tapi dari buruh yang diperlakukan dengan hormat. Bandingkan dengan kita, di mana sering kali lebih gampang ketemu warteg 24 jam ketimbang dokter spesialis atau kontrak kerja tetap.

Salah satu tuntutan paling kencang adalah penghapusan outsourcing, bagi buruh, sistem ini ibarat pacaran 10 tahun tapi tidak pernah dinikahi. Statusnya selalu “sementara”, tiap tahun deg-degan diperpanjang atau tidak. Padahal perut tidak bisa menunggu, cicilan rumah tidak bisa ditunda, dan anak sekolah butuh uang SPP tiap bulan, bukan tiap kontrak.

Kalau perusahaan dan negara terus menerapkan pola kerja outsourcing tanpa perlindungan, jangan heran kalau loyalitas buruh luntur. Sebab, seperti kata pepatah, orang yang dipelihara dengan cinta akan memberi hasil berlipat ganda, sebaliknya, orang yang diperlakukan seperti sandal jepit akan gampang ditinggal begitu ada yang baru.

Demo besar tentu bikin aparat keringetan juga, lebih dari 4 ribu personel gabungan dikerahkan untuk jaga Senayan. Polisi kali ini katanya tak bawa senjata api, cuma senyum dan tameng. Jalan raya di Gatot Subroto, Sudirman, sampai Thamrin sempat siap-siap macet.

Untung banyak pegawai DPR disuruh WFH, mungkin biar rapat tetap lancar tanpa harus bersaing dengan toa buruh yang suaranya lebih kencang dari pengeras masjid Subuh.

Tapi di balik hiruk pikuk, suasana demo tetap relatif damai. Tidak ada kerusuhan besar, tidak ada anarko yang mengacau, hanya suara-suara lantang yang sudah terlalu lama dipendam. Kalau negara bijak, suara itu harus didengar, bukan ditutup dengan tembok tinggi dan AC dingin ruang rapat.

Demo buruh 28 Agustus 2025 ini sejatinya alarm keras, buruh bukan hanya mesin penghasil laba. Mereka adalah manusia yang ingin hidup layak, punya waktu bercengkerama dengan keluarga, dan merasa aman dari ancaman PHK mendadak. Kalau tuntutan ini diabaikan, jangan kaget suatu saat buruh lebih memilih jadi vlogger TikTok ketimbang pekerja pabrik. Karena, jujur saja, kadang bikin konten joget lebih menjanjikan ketimbang kontrak outsourcing tanpa kepastian.

Pepatah bilang, negara yang kuat bukan yang punya tentara banyak, tapi yang buruhnya tersenyum saat pulang kerja, kalau masih ada buruh yang harus lembur 12 jam, tapi gajinya hanya cukup untuk beli kuota, itu artinya sistem kita sedang sakit.

Demo buruh 28 Agustus 2025 mengajarkan satu hal penting suara rakyat kecil tidak pernah benar-benar padam. Mereka mungkin tak punya akses ke iklan prime time atau kursi parlemen, tapi mereka punya jalan raya sebagai panggung,  Hari ini, panggung itu bergema dari Jakarta sampai pelosok negeri.

Sudah waktunya pemerintah dan DPR berhenti menutup telinga, jangan tunggu panci pecah baru sibuk mencari tutup, karena buruh, seperti nasi di dapur, adalah sumber energi negara. Kalau nasinya basi, jangan harap negara bisa kenyang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Perkebunan ke -62, Begini Alasannya Kenapa Bupati Muba Peroleh Penghargaan Ini

    HUT Perkebunan ke -62, Begini Alasannya Kenapa Bupati Muba Peroleh Penghargaan Ini

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.192
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Pertanian Republik Indonesia (Kementan-RI) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, bertepatan dengan Hari Perkebunan Ke-62 tahun 2019 memberikan apresiasi penghargaan kepada para kepala daerah di seluruh Indonesia baik Gubernur,Bupati dan Walikota. Pada acara peringatan Hari Perkebunan yang dipusatkan di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian ( Polibangtan) Kota Malang Provinsi Jawa Timur, Selasa (10/12/2019) tersebut, salah satunya Bupati Musi […]

  • Donasi Muba untuk Palestina Bakal Dibangun Jalan & Klinik

    Donasi Muba untuk Palestina Bakal Dibangun Jalan & Klinik

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 984
    • 0Komentar

    HASIL donasi dan konser amal yang di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza bersama Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) pada 16 September lalu tercatat terkumpul sebesar Rp1 Miliar, dana yang terkumpul ini berasal dari hasil lelang dan pengumpulan dari warga serta pegawai di lingkungan Pemkab Muba. Sebagai tindaklanjut dari kegiatan kemanusiaan tersebut, uang donasi yang dikumpulkan […]

  • 960 Ribu Anak Belum Pernah Divaksin, Alarm Imunisasi RI Nyala

    960 Ribu Anak Belum Pernah Divaksin, Alarm Imunisasi RI Nyala

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Indonesia tak mau kecolongan dua kali, pasalnya  dibalik klaim pemulihan imunisasi nasional, tersimpan fakta yang mengkhawatirkan, hampir 960 ribu anak di Indonesia belum pernah menerima satu pun vaksin. Angka itu bukanya hanya statistik, namun dalam dunia kesehatan masyarakat, celah sekecil apa pun bisa menjadi pintu masuk wabah. Apalagi jika jumlahnya mendekati satu juta anak, […]

  • Sekolah Tatap Muka Perlu Perhatikan Ini

    Sekolah Tatap Muka Perlu Perhatikan Ini

    • calendar_month Sabtu, 9 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 768
    • 0Komentar

    PEMERINTAH pusat telah mengizinkan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai 1 Januari 2021. Namun, pembukaan kembali sekolah harus mengutamakan keselamatan siswa-siswi yang masuk rentang usia anak sekolah. Satgas Penanganan Covid-19 pun telah berkoordinasi dengan kementerian terkait, untuk kesiapannya.  Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku mengatakan PTM akan dilaksanakan jika persyaratan-persyaratan yang ditentukan […]

  • OKI Siap Implementasikan  PMDN No. 90 Tahun 2019

    OKI Siap Implementasikan  PMDN No. 90 Tahun 2019

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) siap mengimplementasikan  Peraturan Menteri Dalam Negeri (PMDN) Nomor 90 Tahun 2019 dalam rancangan RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) tahun 2021. Regulasi tersebut menjelaskan penerapan Sistem Informasi Perencanaan Daerah (SIPD) yang digunakan dalam penyusunan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pertanggungjawaban serta pelaporan kinerja keuangan daerah. “Mau tidak mau setiap daerah harus […]

  • Kebakaran Kebun Sawit Muba Berujung Perkara, Mahasiswa 23 Tahun Jadi Tersangka

    Kebakaran Kebun Sawit Muba Berujung Perkara, Mahasiswa 23 Tahun Jadi Tersangka

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebakaran lahan kebun kelapa sawit di Desa Sridamai, Kabupaten Musi Banyuasin, berujung pada proses hukum. Seorang mahasiswa berinisial AS (23) ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi menemukan dugaan kelalaian yang berkaitan dengan aktivitas pembakaran di sekitar lokasi. Peristiwa itu terjadi Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 11.30 WIB. Api muncul ketika kondisi lahan cukup […]

expand_less
WordPress Archive Geolite – Land Surveying & Digital Mapping Elementor Template Kit Geoport – Transport & Logistics WordPress Theme Gerlong – Responsive One & Multi Page Portfolio Theme Gerow – Business Consulting WordPress Theme Gesso – Art & Print Shop WordPress Theme Gesto – Digital Marketing Agency WordPress Theme GetCab | Online Taxi Service WordPress Theme Getleads High-Performance Landing Page WordPress Theme GetResponse for NEX-Forms Getstall – Grocery Store Elementor Template Kit