Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Robot Jepang, Obeng Lokal & Startup Kita, Saatnya Transfer Teknologi Biar Nggak Cuma Jadi Penonton

Robot Jepang, Obeng Lokal & Startup Kita, Saatnya Transfer Teknologi Biar Nggak Cuma Jadi Penonton

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • visibility 835
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH dengar pepatah lama “kalau bisa bikin sendiri, ngapain cuma nonton tetangga bikin?” Nah, pepatah itu kayaknya pas banget buat menggambarkan masa depan industri kita, khususnya soal transfer teknologi dan robotik.

Soalnya begini, di Jepang sana, robot sudah bisa bikin teh matcha sambil nunduk sopan, sementara di pabrik kecil kita, kadang baut saja masih dihitung pakai buku kas sobek yang disampul kalender bekas. Ibaratnya tetangga sudah main catur dengan komputer, kita masih sibuk main ular tangga pakai biji sawo.

Makanya, kolaborasi JICA (Japan International Cooperation Agency) dengan Kemenperin dan startup teknologi Indonesia ini bukan cuma proyek biasa. Ini ibarat pernikahan antara ninja dan tukang sate Madura satu bawa jurus cepat, satunya bawa bumbu rahasia. Kalau benar-benar cocok, jadilah inovasi otomasi dan robotik buatan anak bangsa.

Misalnya saja, sebuah pabrik baut di Klaten, dulu, mandornya tiap pagi masih teriak, “Pak, stok baut tinggal berapa?” lalu dijawab dengan garukan kepala. Sekarang, berkat sentuhan startup lokal, data stok sudah nongol real time di dashboard digital. Baut yang keluar, baut yang cacat, sampai baut yang entah dibawa pulang buat gantungan kunci, semuanya terdeteksi.

Nah, bayangkan kalau kemampuan ini naik kelas dengan teknologi robotik hasil transfer dari Jepang. Bisa jadi nanti robot lokal kita nggak cuma bantu pasang baut, tapi juga bisa ngasih laporan sambil nyanyi dangdut koplo.

Startup Indonesia selama ini lebih sering dikenal bikin aplikasi pesan makanan, dompet digital, atau filter kamera biar wajah kita lebih tirus. Padahal, kalau diarahkan ke sektor industri, startup bisa jadi “otak” di balik mesin.

Seperti kata pepatah Jawa, “sopo sing nandur, bakal ngundhuh” siapa yang menanam, dia yang menuai. Kalau startup kita ditanam dengan ilmu otomasi dan robotik dari Jepang, nanti hasil panennya bukan cuma aplikasi viral, tapi mesin-mesin pintar buatan Indonesia.

Tapi ada catatan kritisnya juga nih. Jangan sampai transfer teknologi cuma jadi “transfer brosur”. Kadang kan kalau acara kerja sama Internasional, yang dipindahkan malah tumpukan laporan, bukan ilmunya. Jadi pemerintah harus serius startup jangan cuma dijadikan figuran untuk foto bareng di seminar, tapi benar-benar dikasih ruang eksperimen, pembiayaan riset, dan akses pasar.

Robotik memang keren, tapi robot secanggih apa pun nggak ada artinya kalau manusianya masih bingung cara colok kabel. Itu sebabnya, pembinaan SDM harus jalan bareng-bareng.

Kita butuh insinyur muda yang bukan cuma bisa main Mobile Legends semalaman, tapi juga bisa ngoprek sensor dan algoritma. Kita butuh pekerja IKM yang berani belajar, meski awalnya salah tekan tombol robot bikin mesin malah joget.

Seperti kata pepatah Sunda “lamun hayang ka hilir, kudu apal ka girang”, kalau mau ke hilir, harus kenal dulu hulunya. Kalau mau punya robotik canggih, ya hulunya harus pendidikan, pelatihan, dan keberanian mencoba.

Ada satu hal yang penting buat diingat, yakni  transfer teknologi bukan sekadar beli mesin dari luar, kalau itu doang, ya kita cuma jadi pasar. Robot datang, kita bayar, lalu kita sibuk jadi pengguna tanpa ngerti isi dalemannya.

Solusinya jelas setiap kali ada proyek transfer teknologi, wajib ada pembelajaran mendalam, alih ilmu, dan riset bersama. Jepang bisa kasih robot, tapi Indonesia harus bisa bikin robot versinya sendiri. Kalau tidak, ya kita cuma jadi “konsumen robot” seumur hidup.

JICA

Singkatnya, kolaborasi JICA dengan Kemenperin dan startup teknologi lokal ini ibarat menyambungkan kabel listrik. Ada arus pengalaman Jepang yang kuat, ada soket semangat startup Indonesia yang haus tantangan. Kalau nyambungnya benar, lampu industri kita bisa terang benderang.

Jangan biarkan peluang ini cuma jadi seremoni foto di hotel berbintang, mari pastikan transfer teknologi dan robotik benar-benar menghasilkan inovasi asli Indonesia, karena di era Industri 4.0 ini, pepatah baru sedang lahir “yang punya robot, yang punya masa depan”

Kalau Jepang bisa, kenapa kita tidak? Obeng sudah di tangan, algoritma sudah di kepala, tinggal berani atau tidak kita bikin robot yang bukan cuma pintar bikin baut, tapi juga bikin bangsa ini lebih mandiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respon Cepat Semua Pihak Bantu Korban Banjir

    Respon Cepat Semua Pihak Bantu Korban Banjir

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.034
    • 0Komentar

    RESPON cepat dari berbagai pihak untuk membantu korban banjor bandang yang melanda Kecamatan Lawang Kidul dan sekitarnya. mulai dari pemerintah setempat mapun pihak swasta. Tim Tanggap Bencana PT Bukit Asam tak luput berikan bantuan langsung terhadap warga di areal kerja mereka. Tim Tanggap Bencana PTBA yang beranggotakan 10 orang saat melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan […]

  • Sekda Sumsel : Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung

    Sekda Sumsel : Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung

    • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.387
    • 0Komentar

    Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ir SA Supriono atas nama Gubernur Sumsel H Herman Deru secara resmi  mengukuhkan Pengurus Provinsi (DPP) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persaudaraan Pemuda Sriwijaya Riau (PSR) masa bakti 2022-2026, bertempat di Hotel Pangeran Pekanbaru, Minggu (4/9) siang, Momen tersebut juga menjadi ajang kegiatan silaturahmi akbar Ikatan Keluarga Sumatera Bagian […]

  • Muba Siap Jadi Tuan Rumah Kongres GP Anaor XVI

    Muba Siap Jadi Tuan Rumah Kongres GP Anaor XVI

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 827
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin yang juga sebagai Dewan Pembina GP Ansor Sumsel menyatakan Muba siap sebagai tuan rumah pelaksanaan Kongres GP Ansor XVI. Kesiapan ini disampaikan Dodi saat menerima Audiensi Pengurus Wilayah Ansor Sumsel, dan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Muba Masa Khidmat 2020-2024 di Ruang Audiensi Bupati, […]

  • Ramadan, Ada Pasar Pojok Darussalam untuk UMKM

    Ramadan, Ada Pasar Pojok Darussalam untuk UMKM

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.253
    • 0Komentar

    PERSATUAN Pedagang Kecil Sumatera Selatan (P2KSS) menggelar Pasar Pojok Darussalam di Sekretariat Persaudaraan Nusantara Sumsel Bersatu (PNSB) di kawasan KH. Ahmad Dahlan Palembang, Senin (4/4/2022) sore. Acara tersebut digelar guna membantu UMKM  agar terus berkembang maju, diharapkan dengan pasar pojok ini, juga dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan berbuka dengan aneka kudapan khas Palembang. “Pasar ini […]

  • Silahkan Coba, Nasi Bakar Bumbu Wanaka Dijamin Ketagihan

    Silahkan Coba, Nasi Bakar Bumbu Wanaka Dijamin Ketagihan

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.520
    • 0Komentar

    NASI Bakar yang berbungkus daun pisang ini selalu sedap dimakan kapan saja apa lagi dimakan saat sedang hangat. Nasi putih diberi campuran ayam suir suir, cumi dan Teri dan di gabungkan pakai daun lalu di bakar. Empuk lembut nasi pulen yang berpadu dengan lauk berbumbu khas Wanaka, makin sedap aromanya karena dibalut daun pisang. Aroma […]

  • Jembatan Muratara Satu Diresmikan

    Jembatan Muratara Satu Diresmikan

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.174
    • 0Komentar

    Muratara – Jembatan Muratara Satu terletak di Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo, Muratara, Samatera Selatan. Peresmian itu selain dihadiri Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Syarif Hidayat, juga dihadiri Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru, kemarin. Jembatan Desa Biaro yang memiliki panjang 186 meter dan lebar 6 meter ini menghubungkan Desa Biaro Lama dan Desa […]

expand_less
WordPress Archive Speedy Car Game with AdMob and Leaderboard Spheral – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Spice – Beauty & Hair Salon WordPress Theme SpiceDine – WordPress Theme For Hotels & Restaurants Spider Spin2Win WooCommerce Coupon Code Spin Popup for WooCommerce – Spinio Spinzy - Laundry & Fresh Clothing Elementor Template Kit Spirits – Liquor Shop & Wine Store WordPress Theme Splash Sport – WordPress Sports Theme for Basketball, Football, Soccer and Baseball Clubs sPlayer – Sticky Audio Player With Playlist