Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » Inflasi Versi Perumahan, dari Angka jadi Atap, dari Statistik jadi Asa

Inflasi Versi Perumahan, dari Angka jadi Atap, dari Statistik jadi Asa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • visibility 1.361
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA kita cuma dengar “inflasi cabai naik, inflasi beras bikin kening berkerut, inflasi bawang bikin pedagang sayur jadi influencer dadakan,” sekarang ada gebrakan baru inflasi versi perumahan.

Ide ini muncul dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang kepingin capaian pembangunan rumah diumumkan rutin, mirip cara Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi setiap bulan. Misalnya, kalau inflasi diumumkan di layar TV, harga cabai sekilo bisa bikin rakyat menjerit, maka nanti capaian rumah juga bisa bikin rakyat ikut sorak-sorai “Alhamdulillah, bulan ini seratus ribu rumah baru berdiri!”.

Bukankah itu lebih segar ketimbang berita tiap pagi yang isinya cuma kurs dolar, harga minyak, dan gosip selebritas putus-nyambung?

Kalau inflasi diukur dari perut berapa harga cabai, telur, dan beras di pasar, maka inflasi perumahan ini diukur dari kepala, alias atap rumah. Pepatah lama bilang, “sandangan, pangan, papan adalah kebutuhan pokok.” Dua sudah ada yang dihitung inflasinya pangan lewat harga makanan, sandangan lewat indeks harga pakaian, tinggal papan yang sering kelewat.

Menteri Maruarar seakan ingin berkata “Masa’ harga cabai diumumin tiap bulan, tapi jumlah rumah rakyat nggak pernah diumumin? Kan aneh, bro”.

Ibarat pesta hajatan, lauk-pauknya diumumin terus, berapa banyak ayam goreng, berapa kilo sate kambing, tapi kursinya nggak pernah dihitung. Lha wong orang mau makan juga butuh tempat duduk, bukan berdiri di tengah jalan. Sama halnya, rakyat mau hidup sejahtera ya butuh rumah, bukan sekadar tahu harga cabai.

Selama ini, urusan perumahan sering jadi cerita abu-abu, target rumah sekian juta, yang jadi berapa? Kadang klaim sepihak bikin publik bingung, mirip teman yang sering bilang diet sukses padahal celananya makin ketat.

Nah, dengan BPS turun tangan, data jadi punya “independen auditor”, seandainya 20 ribu pegawai BPS tersebar di seluruh Indonesia, jadi mata dan telinga yang bisa menghitung rumah betulan, bukan rumah-rumahan di brosur. Kalau dulu kontrolnya cuma dari laporan balai perumahan, sekarang ada statistik yang bisa bikin publik bilang “Oke, angkanya jelas, nggak sekadar klaim”.

Transparansi ini penting, dalam politik, kata orang bijak, “angka tak pernah bohong, kecuali dimanipulasi.” Dan di sinilah publik bisa menaruh harapan, data rumah rakyat diumumkan terbuka, sehingga pemerintah tidak hanya sibuk menggambar denah di atas kertas, tapi benar-benar menyiapkan atap untuk rakyat kecil.

Kalau inflasi cabai saja bisa jadi obrolan di warung kopi, mengapa capaian rumah tidak? Coba setiap bulan BPS mengumumkan, “Jumlah rumah layak huni bertambah 150 ribu unit.” Bisa-bisa tetangga kita langsung komentar, “Wah, berarti tahun depan giliran komplek kita dapat rumah subsidi, ya?”.

Anak muda juga bisa lebih optimis, kalau selama ini mereka sibuk menghitung cicilan KPR, seperti menghitung hutang warung Indomie, kini ada patokan resmi rumah benar-benar bertambah, bukan sekadar janji kampanye.

Bagi investor, data ini bisa jadi patokan bikin keputusan, kalau rumah bertambah sekian juta, berarti semen, cat, sampai genteng juga ikut laku, ekonomi bergerak, rakyat senang, negara pun dapat berkah.

Ada pepatah “Rumah adalah sekolah pertama, meja makan adalah kelasnya, orang tua adalah gurunya”. Bagaimana mau jadi sekolah pertama kalau bangunannya saja tidak ada?. Anak-anak butuh ruang belajar, bukan hanya dinding tripleks bolong yang kalau hujan jadi akuarium dadakan.

Inflasi versi perumahan ini lebih dari sekadar angka, ia adalah ukuran martabat bangsa. Negara yang mampu menyediakan rumah layak untuk rakyatnya berarti serius menyiapkan generasi yang sehat, berpendidikan, dan berdaya saing.

Lucu juga sebenarnya, selama ini kita ribut soal harga cabe rawit yang bikin air mata, tapi lupa bahwa ada jutaan keluarga yang menangis bukan karena pedasnya cabe, melainkan pedihnya hidup tanpa rumah layak.

Dengan adanya “inflasi versi perumahan,” publik bisa ikut mengawasi, pemerintah bisa lebih transparan, dan rakyat punya alasan untuk percaya bahwa janji rumah bukan sekadar slogan kampanye.

Jadi, kalau nanti Anda dengar berita “Inflasi naik 0,2 persen, jumlah rumah baru naik 50 ribu unit”, jangan heran, itu tanda negara mulai belajar bahwa kesejahteraan bukan hanya soal perut kenyang, tapi juga kepala tenang di bawah atap sendiri.

Akhir kata, pepatah modern boleh kita tambahkan “Rumah bukan sekadar tembok dan genteng, tapi juga statistik yang bikin rakyat tenang”. Semoga pemerintah konsisten, BPS terus jaga integritas data, dan rakyat makin dekat dengan mimpi sederhana punya rumah sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lantik Pejabat Pemkab Muba, Sekda Apriyadi Minta Inovasi Nyata

    Lantik Pejabat Pemkab Muba, Sekda Apriyadi Minta Inovasi Nyata

    • calendar_month Selasa, 26 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

    BUPATI Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi Melantik dan Mengambil Sumpah/Janji Jabatan Pejabat Tertentu di Lingkungan Pemkab Muba. Proses Pelantikan dan Pengambilan Sumpah hari ini tetap menerapkan protokol kesehatan dan dilakukan secara virtual di Ruang Auditorium Pemkab Muba, Selasa (26/01/2021).  Pejabat yang […]

  • Kembangkan Stasiun Pendaratan Kabel Kedua di Hong Kong, SUNeVision Menangkan Tender untuk Sebuah Situs di Chung Hom Kok (“RBL1219”)

    Kembangkan Stasiun Pendaratan Kabel Kedua di Hong Kong, SUNeVision Menangkan Tender untuk Sebuah Situs di Chung Hom Kok (“RBL1219”)

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 782
    • 0Komentar

    HONG KONG SAR -SUNeVision Holdings Ltd. (SUNeVision), penyedia data center dan hub konektivitas nomor satu di Hong Kong, hari ini mengumumkan bahwa perusahaan telah memenangkan tender untuk sebuah lokasi di Chung Hom Kok, Hong Kong (“RBL1219”). Situs ini akan digunakan untuk mengembangkan stasiun pendaratan kedua SUNeVision untuk kabel bawah laut internasional, setelah stasiun pendaratan pertamanya, […]

  • Wakapolda Sumsel Pimpin KRYD Antisipasi Tawuran Di Kota Palembang

    Wakapolda Sumsel Pimpin KRYD Antisipasi Tawuran Di Kota Palembang

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 870
    • 0Komentar

    Kapolda Sumsel dalam hal ini diwakili oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. memimpin Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) diwilayah Kota Besar Palembang, Minggu (3/5) Kegiatan KRYD di beberapa ruas jalan yang ada di Kota Palembang tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi kejadian tawuran saat menghadapi bulan suci Ramadhan dan menekan tingkat kerumunan […]

  • PT PLN Segera Berbenah, Menteri BUMN Hanya Beri Waktu Enam Bulan

    PT PLN Segera Berbenah, Menteri BUMN Hanya Beri Waktu Enam Bulan

    • calendar_month Kamis, 3 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 692
    • 0Komentar

    HANYA Diberi waktu enam bulan. Itulah target yang ditetapkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berbenah dalam pembentukan perusahaan induk (holding) dan subholding. Bila terealisasi, ini merupakan era baru bagi pengelolaan bisnis BUMN setrum tersebut. Di bawah orkestrasi Menteri BUMN Erick Thohir, kementerian itupun akan mencari benchmark berkaitan dengan […]

  • [ Update ] Peringatan Dini Banjir Tanggal 19 Mei 2021

    [ Update ] Peringatan Dini Banjir Tanggal 19 Mei 2021

    • calendar_month Kamis, 20 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 784
    • 0Komentar

    BERDASARKAN hasil analisis data dari BMKG dengan Impact Based Forecast (IBF) serta BNPB dengan InaRisk, maka perlu diwaspadai potensi Banjir pada tanggal 19 Mei 2021 di wilayah sbb: Status WASPADA BANJIR 1. Jawa Barat: Bandung, Garut, Sukabumi, Ciamis, Cianjur, Majalengka, Tasikmalaya 2. Jawa Tengah: Wonogiri, Sragen. 3. Gorontalo: Gorontalo Utara. Rincian daerah berpotensi banjir dengan status […]

  • Diserahkan Besok, Gubernur DKI Serahkan Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin ke-47 2021

    Diserahkan Besok, Gubernur DKI Serahkan Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin ke-47 2021

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 806
    • 0Komentar

    GUBERNUR DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan akan menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba karya jurnalistik Mohammad Husni Thamrin ke-47,  Rabu (25/8/2021) mulai pukul 10.00 WIB, di Ruang Pola Pemprov DKI Jakarta. Penyampaian penghargaan Anugerah Jurnalistik Muhammad Husni Thamrin ke-47 2021 ini dilangsungkan secara hybrid, langsung dan daring. Gubernur Anies beserta Kadiskominfotik DKI Jakarta Atika Nur […]

expand_less
WordPress Archive MP3 Sticky Player WordPress Plugin MP3 Sticky Player WordPress & WooCommerce Plugin Mr. SEO | SEO, Marketing Agency and Social Media Theme Mr. Tailor – eCommerce WordPress Theme for WooCommerce Mr. Tailor – Responsive WooCommerce Theme Mrittik - Architecture Interior Design Theme MStore Pro – Complete React Native template for e-commerce MT Photography – WordPress Theme MTDb – Ultimate Movie&TV Database Muana – Personal Blog & Magazine WordPress Theme