Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » Inflasi Versi Perumahan, dari Angka jadi Atap, dari Statistik jadi Asa

Inflasi Versi Perumahan, dari Angka jadi Atap, dari Statistik jadi Asa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • visibility 1.350
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA kita cuma dengar “inflasi cabai naik, inflasi beras bikin kening berkerut, inflasi bawang bikin pedagang sayur jadi influencer dadakan,” sekarang ada gebrakan baru inflasi versi perumahan.

Ide ini muncul dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang kepingin capaian pembangunan rumah diumumkan rutin, mirip cara Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi setiap bulan. Misalnya, kalau inflasi diumumkan di layar TV, harga cabai sekilo bisa bikin rakyat menjerit, maka nanti capaian rumah juga bisa bikin rakyat ikut sorak-sorai “Alhamdulillah, bulan ini seratus ribu rumah baru berdiri!”.

Bukankah itu lebih segar ketimbang berita tiap pagi yang isinya cuma kurs dolar, harga minyak, dan gosip selebritas putus-nyambung?

Kalau inflasi diukur dari perut berapa harga cabai, telur, dan beras di pasar, maka inflasi perumahan ini diukur dari kepala, alias atap rumah. Pepatah lama bilang, “sandangan, pangan, papan adalah kebutuhan pokok.” Dua sudah ada yang dihitung inflasinya pangan lewat harga makanan, sandangan lewat indeks harga pakaian, tinggal papan yang sering kelewat.

Menteri Maruarar seakan ingin berkata “Masa’ harga cabai diumumin tiap bulan, tapi jumlah rumah rakyat nggak pernah diumumin? Kan aneh, bro”.

Ibarat pesta hajatan, lauk-pauknya diumumin terus, berapa banyak ayam goreng, berapa kilo sate kambing, tapi kursinya nggak pernah dihitung. Lha wong orang mau makan juga butuh tempat duduk, bukan berdiri di tengah jalan. Sama halnya, rakyat mau hidup sejahtera ya butuh rumah, bukan sekadar tahu harga cabai.

Selama ini, urusan perumahan sering jadi cerita abu-abu, target rumah sekian juta, yang jadi berapa? Kadang klaim sepihak bikin publik bingung, mirip teman yang sering bilang diet sukses padahal celananya makin ketat.

Nah, dengan BPS turun tangan, data jadi punya “independen auditor”, seandainya 20 ribu pegawai BPS tersebar di seluruh Indonesia, jadi mata dan telinga yang bisa menghitung rumah betulan, bukan rumah-rumahan di brosur. Kalau dulu kontrolnya cuma dari laporan balai perumahan, sekarang ada statistik yang bisa bikin publik bilang “Oke, angkanya jelas, nggak sekadar klaim”.

Transparansi ini penting, dalam politik, kata orang bijak, “angka tak pernah bohong, kecuali dimanipulasi.” Dan di sinilah publik bisa menaruh harapan, data rumah rakyat diumumkan terbuka, sehingga pemerintah tidak hanya sibuk menggambar denah di atas kertas, tapi benar-benar menyiapkan atap untuk rakyat kecil.

Kalau inflasi cabai saja bisa jadi obrolan di warung kopi, mengapa capaian rumah tidak? Coba setiap bulan BPS mengumumkan, “Jumlah rumah layak huni bertambah 150 ribu unit.” Bisa-bisa tetangga kita langsung komentar, “Wah, berarti tahun depan giliran komplek kita dapat rumah subsidi, ya?”.

Anak muda juga bisa lebih optimis, kalau selama ini mereka sibuk menghitung cicilan KPR, seperti menghitung hutang warung Indomie, kini ada patokan resmi rumah benar-benar bertambah, bukan sekadar janji kampanye.

Bagi investor, data ini bisa jadi patokan bikin keputusan, kalau rumah bertambah sekian juta, berarti semen, cat, sampai genteng juga ikut laku, ekonomi bergerak, rakyat senang, negara pun dapat berkah.

Ada pepatah “Rumah adalah sekolah pertama, meja makan adalah kelasnya, orang tua adalah gurunya”. Bagaimana mau jadi sekolah pertama kalau bangunannya saja tidak ada?. Anak-anak butuh ruang belajar, bukan hanya dinding tripleks bolong yang kalau hujan jadi akuarium dadakan.

Inflasi versi perumahan ini lebih dari sekadar angka, ia adalah ukuran martabat bangsa. Negara yang mampu menyediakan rumah layak untuk rakyatnya berarti serius menyiapkan generasi yang sehat, berpendidikan, dan berdaya saing.

Lucu juga sebenarnya, selama ini kita ribut soal harga cabe rawit yang bikin air mata, tapi lupa bahwa ada jutaan keluarga yang menangis bukan karena pedasnya cabe, melainkan pedihnya hidup tanpa rumah layak.

Dengan adanya “inflasi versi perumahan,” publik bisa ikut mengawasi, pemerintah bisa lebih transparan, dan rakyat punya alasan untuk percaya bahwa janji rumah bukan sekadar slogan kampanye.

Jadi, kalau nanti Anda dengar berita “Inflasi naik 0,2 persen, jumlah rumah baru naik 50 ribu unit”, jangan heran, itu tanda negara mulai belajar bahwa kesejahteraan bukan hanya soal perut kenyang, tapi juga kepala tenang di bawah atap sendiri.

Akhir kata, pepatah modern boleh kita tambahkan “Rumah bukan sekadar tembok dan genteng, tapi juga statistik yang bikin rakyat tenang”. Semoga pemerintah konsisten, BPS terus jaga integritas data, dan rakyat makin dekat dengan mimpi sederhana punya rumah sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunakan Teknologi Ini, Masyarakat Muba Bakal Untung Besar

    Gunakan Teknologi Ini, Masyarakat Muba Bakal Untung Besar

    • calendar_month Sabtu, 27 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.136
    • 0Komentar

    TEKNOLOGI Mososa adalah teknologi berbasis limbah (solid sawit/limbah decanter) sebagai bahan dasar pembuatan pakan ternak & pupuk organik menjadi murah (60% dibawah harga standar) kualitas SNI. Hal itu disampaikan Hary Agus Wibowo pemilik hak paten Teknologi Mososa disela Kunjungan Bupati Musi Banyuasin (Muba) pada Gebyar Pajak Daerah 2019 di Desa Tanjung Agung Barat Kecamatan Lais, Selasa […]

  • Di Muba Bertambah 19 Kasus Sembuh  & 15 Positif

    Di Muba Bertambah 19 Kasus Sembuh  & 15 Positif

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 995
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (15/10/2020) mengkonfirmasi penambahan 19 kasus sembuh dan 15 kasus positif, dengan demikian total kasus sembuh di Muba ada sebanyak 235 kasus. “Ya, ada 19 kasus sembuh per-hari ini dan total kasus sembuh di Muba ada sebanyak 235 kasus,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. […]

  • OP kembali digelar di OKI, libatkan 3 perusahaan, begini penjelasan Pj Bupati OKI

    OP kembali digelar di OKI, libatkan 3 perusahaan, begini penjelasan Pj Bupati OKI

    • calendar_month Senin, 26 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Operasi pasar di Kabupaten OKI kembali digelar dengan melibatkan  Bulog, PD Bende Seguguk, Bank Sumsel Babel, kegiatan ini melalui Program Perjaka (Perusahaan Jaga Keterjangkauan Harga). Warga bisa membeli paket murah beras dan minyak goreng seharga Rp 65.000. Pj Bupati OKI, Asmar Wijaya mengatakan operasi pasar murah ini digelar untuk membantu masyarakat di OKI […]

  • Joncik Perintahkan Agar Terzan Segera di Obati

    Joncik Perintahkan Agar Terzan Segera di Obati

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.131
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Empat Lawang – Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad memerintahkan kepala dinas  kesehatan untuk menjemput Terzan (21) Warga Desa Rantau Alih Kecamatan Lintang Kanan ke RSUD untuk mendapatkan pengobatan, Selasa (2/4/2019). Di tegaskan kembali oleh Joncik, Selama Terzan menjalani pengobatan di RSUD akan di tanggung oleh Pemda. “Saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan untuk menjemput dan membawa […]

  • Kalah Tipis, PS Palembang BSB Gagal Jadi Juara Piala Soeratin

    Kalah Tipis, PS Palembang BSB Gagal Jadi Juara Piala Soeratin

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 944
    • 0Komentar

    PS Palembang Bank Sumselbabel (BSB) harus melupakan gelar juara Putaran Nasional Piala Suratin U-17 2019/2020. Pada partai final PS Palembang Bank SumselBabel dipaksa menyerah utusan Jawa Timur, PSBK Blitar dengan skor tipis 0-1 di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (23/2/2020) sore. Anak asuh Samsul Anwar Rasma tertinggal terlebih dahulu di babak pertama. Gol tunggal […]

  • HUT RI ke-73, Sekda Ajak ASN Sebagai Tulang Punggung Pembangunan

    HUT RI ke-73, Sekda Ajak ASN Sebagai Tulang Punggung Pembangunan

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 646
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Dalam sambutan Upacara detik-detik HUT Kemerdekaan RI ke -73 Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Sekda Provinsi Sumsel Nasrul Umar menegaskan bahwa ASN harus memiliki rasa tanggung jawab dan sebagai tulang punggung pembangunan. Hal ini juga, kata Nasrun merupakan salah satu wujud dalam mengisi kemerdekaan bangsa dengan cara hidup sehat melalui olaharga. “Sisi lain […]

expand_less
WordPress Archive MP3 Sticky Player WordPress Plugin MP3 Sticky Player WordPress & WooCommerce Plugin Mr. SEO | SEO, Marketing Agency and Social Media Theme Mr. Tailor – eCommerce WordPress Theme for WooCommerce Mr. Tailor – Responsive WooCommerce Theme Mrittik - Architecture Interior Design Theme MStore Pro – Complete React Native template for e-commerce MT Photography – WordPress Theme MTDb – Ultimate Movie&TV Database Muana – Personal Blog & Magazine WordPress Theme