Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Otomotif » Knalpot ke Baterai, IKM Otomotif Songsong Era Kendaraan Listrik

Knalpot ke Baterai, IKM Otomotif Songsong Era Kendaraan Listrik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • visibility 716
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU kita jalan-jalan ke pasar malam di Purbalingga atau pelosok Jawa, biasanya ada satu lapak yang paling rame, jualan knalpot racing dengan suara yang bisa bikin ayam kampung salah kira kokok jago tetangga.

Knalpot ini bukan sekadar besi berlubang, tapi simbol gaya hidup semacam “lipstik” bagi motor bebek. Nah, masalahnya, kalau dunia sudah beralih ke kendaraan listrik yang anteng seperti teko listrik, siapa nanti yang bakal beli knalpot racing itu?

Di sinilah tantangan besar menghampiri Industri Kecil Menengah (IKM) otomotif kita, selama ini mereka sudah terbiasa bikin knalpot, gir, mur, baut, sampai onderdil yang kadang lebih awet daripada motor itu sendiri. Tapi zaman berubah, seperti kata pepatah Jawa, “sing ora bisa ngikuti jaman, bakal ketinggalan arisan”. Artinya, kalau tidak mau bertransformasi, IKM bisa-bisa jadi penonton di lapangan industri otomotif global.

Transisi ke kendaraan listrik bukan lagi sekadar wacana, data penjualan motor listrik di Indonesia memang belum seheboh gorengan tahu bulat, tapi tren dunia jelas mengarah ke sana. Pemerintah juga sudah menggembar-gemborkan insentif, subsidi, dan charging station yang mulai tumbuh bak jamur di musim hujan.

Nah, IKM otomotif mau tidak mau harus ikut menyesuaikan diri. Bayangkan, bengkel kecil yang biasanya spesialis bikin knalpot “ngebas” tiba-tiba harus mikirin desain bracket baterai. Yang tadinya tukang las bisa bikin “kopling” knalpot pakai mata terpejam, kini harus belajar bikin casing motor listrik yang tahan goncangan. Kalau tidak, bengkel-bengkel itu bisa jadi museum mini sebelum waktunya.

Coba bayangkan sejenak, kalau semua motor listrik sudah merajalela, suasana malam Minggu akan berubah drastis. Jalanan tak lagi ramai suara knalpot “bletak-bletak”, tapi jadi hening seperti perpustakaan kelurahan. Bisa-bisa para emak yang biasa ngomel karena motor anaknya berisik malah kangen suara itu.

Tapi jangan salah, di balik senyap motor listrik ada peluang emas. Kalau dulu IKM jadi tukang bikin knalpot, sekarang bisa geser ke bikin casing baterai, pelindung dinamo, bahkan aksesori lucu seperti stiker “motor listrik tapi hati bensin”. Justru dengan pasar global yang makin cinta produk ramah lingkungan, IKM kita bisa ikut nebeng tren, asal berani melompat dari zona nyaman.

IKM otomotif itu ibarat pedagang sate di pinggir jalan. Selama puluhan tahun sudah lihai meracik bumbu, tahu kapan sate harus dibalik, dan mengerti selera pelanggan. Tapi suatu hari datang tren baru, orang-orang mulai suka sate vegan dari tempe. Kalau pedagang itu ngeyel tetap jual sate kambing saja, ya siap-siap dagangannya sepi.

Begitu juga IKM. Knalpot mungkin masih laku untuk beberapa tahun ke depan, tapi perlahan pasar akan pindah. Jadi, lebih baik mulai belajar bikin “sate tempe” alias produk baru sesuai selera zaman komponen kendaraan listrik. Bukankah pepatah bilang, “pinter ngaji tapi ora iso ngupas kelapa, koyo wedus gembel nganggo jas”?. Artinya pintar teori tanpa bisa menyesuaikan diri di lapangan, ya percuma.

Untungnya, pemerintah sudah mencoba menyiapkan jalan, hadirnya Material Center di Purbalingga adalah contoh nyata. Di sana, IKM tak perlu lagi bingung cari bahan baku logam. Harga lebih bersaing, kualitas terjamin, dan aksesnya gampang. Ini ibarat warung grosir yang menyediakan beras super untuk para penjual nasi goreng. Tinggal bagaimana para pelaku IKM mau memanfaatkan fasilitas itu atau masih sibuk debat knalpot mana yang paling keren.

Di era transisi ini, sebenarnya ada ruang kreativitas besar. Bayangkan kalau IKM bisa memproduksi baterai dengan teknologi lokal, atau membuat charging dock yang bisa dipasang di garasi rumah sederhana. Pasarnya pasti luas. Dunia sedang haus inovasi ramah lingkungan, dan Indonesia punya modal: sumber daya alam, tenaga kerja, dan selera humor yang tiada tanding.

Setiap perubahan memang bikin waswas, knalpot yang selama ini jadi andalan bisa saja tinggal kenangan. Tapi bukankah perubahan adalah satu-satunya yang pasti? Kalau kita berani keluar dari “sarang nyaman” dan mencoba hal baru, peluang bisa lebih besar dari yang dibayangkan.

Para pelaku IKM otomotif harus menyiapkan mental seperti pembalap MotoGP, siap menikung tajam, siap ganti ban di tengah balapan, dan tetap fokus sampai garis finish. Dunia sedang melaju cepat ke arah elektrifikasi, jadi jangan sampai kita sibuk debat knalpot sementara negara lain sudah jualan motor listrik di TikTok Shop.

Pada akhirnya, transisi dari motor bensin ke kendaraan listrik bukanlah kiamat bagi IKM otomotif, melainkan kesempatan kedua. Dari bengkel kecil di Purbalingga, komponen motor bisa sampai ke Eropa, Amerika, bahkan Afrika. Siapa sangka baut kecil bikinan IKM bisa ikut melaju di jalan raya Tokyo?

Jadi, mari kita sambut era baru ini dengan optimisme. Knalpot boleh jadi kenangan, tapi masa depan ada di baterai, casing, dan inovasi. Ingat pepatah “Witing tresno jalaran soko kulino”, cinta itu datang karena terbiasa. Begitu juga dengan IKM, kalau terbiasa beradaptasi, lama-lama akan jatuh cinta pada perubahan.

Kendaraan listrik bukan musuh, tapi pasangan baru dalam perjalanan panjang industri otomotif Indonesia. Dan IKM? Mereka bukan sekadar pelengkap, tapi bintang utama yang siap menulis sejarah baru: dari deru knalpot ke senyap baterai, dari kampung ke kancah dunia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Hari Meteorologi Dunia ke-71, BMKG Tingkatkan Observasi Laut Hadapi Perubahan Iklim

    Peringati Hari Meteorologi Dunia ke-71, BMKG Tingkatkan Observasi Laut Hadapi Perubahan Iklim

    • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    MEMPERINGATI Hari Meteorologi Dunia (HMD) ke-71, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) makin menguatkan observasi dan analisis Meteorologi, Klimatologi dan Oseanografi di perairan Indonesia, guna menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan iklim. “Semangat HMD tahun 2021 penting bagi BMKG dan Indonesia dalam rangka penguatan dan peningkatan observasi meteorologi dan iklim yang terintegrasi dengan observasi lautan/ samudra, […]

  • Kemenag Sumsel Instruksikan Jamaah Haji Segera Lunasi BPIH

    Kemenag Sumsel Instruksikan Jamaah Haji Segera Lunasi BPIH

    • calendar_month Rabu, 11 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.964
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan (Kemenag Sumsel) HM Alfajri Zabidi menginstruksikan para jamaah calon haji dari daerah  untuk segera melunasi BPIH ke bank-bank yang telah ditentukan. “Para jamaah calon haji dari Sumsel sudah bisa membayar BPIH. Berdasarkan Keppres BPIH 1439 H/ 2018. Untuk embarkasi Palembang besarnya Rp33.529.675,00 per orang,” […]

  • 12,8 Juta Pelaku Usaha Mikro Bakal Terima BPUM 2021

    12,8 Juta Pelaku Usaha Mikro Bakal Terima BPUM 2021

    • calendar_month Jumat, 30 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.635
    • 0Komentar

    BANTUAN Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 akan menyasar 12,8 juta pelaku Usaha Mikro dengan total anggaran Rp15,36 triliun. Penyaluran BPUM akan dibagi dalam dua tahap, yakni tahap I untuk 9,8 juta pelaku Usaha Mikro dan tahap II untuk 3 juta pelaku Usaha Mikro. BPUM diberikan dalam bentuk uang sejumlah Rp 1,2 juta untuk […]

  • tiktok vs upscrolled

    Saingi TikTok, UpScrolled Puncaki App Store di Tengah Isu Sensor Konten Anti-ICE

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Bono
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Peta persaingan media sosial global mendadak bergeser. Aplikasi pendatang baru, UpScrolled, berhasil menduduki peringkat pertama sebagai aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di Apple App Store Amerika Serikat per Kamis (30/01). Lonjakan ini terjadi tepat saat TikTok didera isu miring terkait dugaan penyensoran konten yang mengkritik kebijakan imigrasi pemerintahan Trump. UpScrolled, yang menawarkan fitur video […]

  • Pemkab Muba – Petro Muba mantapkan pembangunan pamigor

    Pemkab Muba – Petro Muba mantapkan pembangunan pamigor

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 760
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id- Pembangunan Pabrik Minyak Goreng (Pamigor) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)  terus menunjukkan progres kemajuan positif. Bahkan, tempat dan juga lahan yang telah disediakan untuk menjadi pabrik akan segera di tindaklanjuti.  “Seperti yang telah kita ketahui, Pamigor Muba ini direncanakan bakal dikelola oleh BUMD Muba yakni PT Petro Muba. Sesuai dengan usulan dan penjelasan yang […]

  • Bongkar Gerbong Lagi, Sejumlah Pejabat Pemkab OKI di Rotasi

    Bongkar Gerbong Lagi, Sejumlah Pejabat Pemkab OKI di Rotasi

    • calendar_month Kamis, 6 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.183
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Bongkar gerbong alias gonta-ganti pejabat di Lingkungan Pemerintahan itu hal biasa, ya namanya butuh penyegaran, seperti yang terjadi di Lingkungan Pemerintah OKI melakukan rotasi pejabat administrator dan pengawas. Sekitar 23 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilantik untuk menduduki jabatan administrator dan pengawas. Pelantikan dan pengambilan sumpah digelar di Ruang Rapat Bupati oleh Wakil […]

expand_less
WordPress Archive Modelish – A Unique Photography WordPress Theme Models – Fashion Agency WordPress Theme Modern Audio Player Schedule AddOn Modern Events Calendar Modern HTML5 Responsive Youtube Playlist Player Modern Video Player for WordPress Modern Video Reel Modern Video Reel Amazon AddOn Modern Video Reel WooCommerce Product AddOn Modernize – Flexibility of WordPress