Selasa, 15 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » SUMSELGLOBAL » REFLEKSI HUT RI ke-80 : Ritual Simbolik Jelang 17 Agustus, dari Sunyi TMP ke Riuh Kerupuk

REFLEKSI HUT RI ke-80 : Ritual Simbolik Jelang 17 Agustus, dari Sunyi TMP ke Riuh Kerupuk

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
  • visibility 738
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SABTU malam, 16 Agustus 2025, Taman Makam Pahlawan (TMP) Palembang dipenuhi cahaya obor dan derap sepatu lars. Di tengah suasana khidmat itu, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang menghadiri apel kehormatan renungan suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Malam itu bukan sekadar seremonial, tapi sebuah ritual simbolik menjelang 17 Agustus yang kerap luput dari perhatian media.

Malam di TMP itu tak sesepi yang terlihat di mata, derap langkah TNI, cahaya obor yang menari, dan doa-doa lirih menjadi semacam “dialog tanpa kata” antara generasi sekarang dan para pahlawan. Pepatah lama bilang, air tenang menghanyutkan, malam renungan ini persis begitu tenang, tapi menghanyutkan kesadaran kita. Sebelum kita merayakan lomba panjat pinang dan tarik tambang, ada darah dan nyawa yang jadi taruhannya.

Kalau pagi 17 Agustus itu kue tart ulang tahun bangsa, renungan suci adalah lilin yang kita tiup sebelum makan kuenya. Tanpa lilin, rasanya hambar. Tanpa renungan, perayaan kemerdekaan hanya jadi pesta rakyat minus makna.

Malam itu mengajarkan kita menunduk dulu, baru besok bebas tertawa, ibarat nonton film, ini adegan slow motion sebelum klimaks. Kalau hidup harus seimbang antara kerja keras dan liburan, kemerdekaan pun sama hening dulu, baru heboh.

Yang bikin merinding bukan hanya nama besar di batu nisan, tapi nisan tanpa nama. Mereka gugur tanpa pamrih, tanpa harap trending di media sosial, tapi jasanya terasa sampai sekarang. Di sisi mereka berdiri anak-anak muda, pramuka, pelajar, mahasiswa, beberapa masih ngantuk, beberapa sepatu pinjam dari kakaknya, tapi berdiri tegak. Simbol bahwa estafet dari pahlawan ke generasi penerus tetap berjalan.

Pepatah bilang, janganlah kau lupa akar meski daunmu sudah rimbun, jangan sampai kita sibuk tarik tambang tapi lupa siapa yang membuat kita bisa bebas menarik napas di tanah sendiri. Renungan suci menjadi pengingat bahwa bangsa ini boleh tertawa, tapi jangan sampai lupa menunduk, karena lupa menunduk itu bahaya, bisa bikin kita tersandung batu sejarah.

Ritual simbolik menjelang 17 Agustus ini adalah jeda yang penuh makna malam hening sebelum riuh, doa sebelum lomba, tangis sunyi sebelum tawa meriah.

Bangsa yang bisa menyeimbangkan hormat dan pesta itulah bangsa yang dewasa, sebab, jika kita hanya bisa tertawa tanpa mau menunduk, itu ibarat makan kerupuk tanpa air seret, tersedak, dan tidak bisa menikmati nikmatnya merdeka.

Mari jadikan renungan suci bukan sekadar acara protokol, tapi pintu hati menuju esok yang lebih meriah, lebih bermakna, dan lebih merdeka.[***].

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait TPS Bermasalah, Ini yang Dilakukan Bawaslu Palembang

    Terkait TPS Bermasalah, Ini yang Dilakukan Bawaslu Palembang

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang – Pemilihan Presiden, DPD, DPR RI, DPRD dan yang dilaksanakan 17 April 2019 sudah usai, namun pesta demokrasi tersebut masih menyisahkan pekerjaan bagi penyelenggara pemilu. Sebagai lembaga pengawas Pemilu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bertugas menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan, berdasaran ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai Pemilu, yakni menerima laporan adanya dugaan pelanggaran administrasi Pemilu dan […]

  • Lepas Kafilah MTQ, DRA Bakal Berangkatkan Umroh Kafilah Berprestasi

    Lepas Kafilah MTQ, DRA Bakal Berangkatkan Umroh Kafilah Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.112
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin optimis Para Kalifah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) asal Kabupaten Musi Banyuasin dapat memberikan prestasi yang terbaik, hal ini terungkap saat Pengelepasan Kalifah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIX Kabupaten Musi Banyuasin untuk mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2020 di Auditorium Pemkab Muba, Rabu (2/9/2020). Dalam acara tersebut di hadiri langsung […]

  • Program Talenta Digital Sasar Ratusan Kaum Milinial

    Program Talenta Digital Sasar Ratusan Kaum Milinial

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.579
    • 0Komentar

    KESENJANGAN talenta digital menjadi tantangan yang harus dihadapi untuk intensifikasi program transformasi digital nasional dan sekarang ini menyasar kaum milinial. Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), berupaya mengatasi tantangan tersebut dengan menggelar program Digital Talent Scholarship (DTS) dan Digital Leader Academy (DLA). Program ini akan menjangkau 200 ribu […]

  • Zafira, di Masa Pandemi Jutru Luncurkan Single “Si Hitam”

    Zafira, di Masa Pandemi Jutru Luncurkan Single “Si Hitam”

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 4.294
    • 0Komentar

    Minimnya lagu anak-anak yang dinyanyikan anak, sepertinya mendapat asupan baru. Zafira Najwa, seorang penyanyi cilik, kini mengeluarkan lagu berjudul “Si Hitam”. Produksi GajahMada Record Kids, lagu ini dimaksudkan untuk mengisi ceruk yang kosong di lagu anak-anak. “Saat ini, memang minim lagu anak-anak, yang memang dianggap sesuai dengan masa kanak-kanak. Dan, dinyanyikan anak-anak,” ujar Zafira. Panggilan […]

  • Satgas Covid Terus Edukasi Prokes, Wagub Mawardi Yahya Bagi-Bagi Masker di  Pasar 16 Ilir Palembang

    Satgas Covid Terus Edukasi Prokes, Wagub Mawardi Yahya Bagi-Bagi Masker di  Pasar 16 Ilir Palembang

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    Guna memperketat disiplin masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid 19, Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya bersama Tim Satgas Covid 19 TNI dan Polri melakukan sosialisasi dan membagikan ribua masker ke pasar tradisional 16 Ilir Palembang, Rabu (3/2/2021). Aksi bagi-bagi 10.000 masker gratis ini disambut antusias pedagang dan pengunjung pasar yang […]

  • Mengajarkan Demokrasi Sejak Dini adalah Cara Ampuh untuk Terhindar dari Pemimpin Otoriter di Masa Depan

    Mengajarkan Demokrasi Sejak Dini adalah Cara Ampuh untuk Terhindar dari Pemimpin Otoriter di Masa Depan

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.224
    • 0Komentar

    “Disadari atau tidak, sistem presidensial memiliki godaan otoritarianisme yang lebih tinggi daripada sistem parlementer”, ucap Mas Uceng, Ahli Hukum Tata Negara FH UGM, dalam sebuah obrolan Podcast Bersama Phutut EA. Saya sepakat dengan statement beliau.

expand_less
WordPress Archive Dokan Pro WordPress Plugin Dokan Vendor Total Sales Dokan – WooCommerce Booking Integration DOKANS – Multitenancy Based Ecommerce Platform (SAAS) Dolan – Personal Portfolio Elementor Template Kit Dometric – Solar & Renewable Energy Elementor Template Kit Domex – Night Club WordPress Theme Domik – Responsive Architecture WordPress Theme Domina – Domain For Sale & Auction Plugin Dominus – Tattoo Studio Elementor Template Kits