Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Sumsel Lepas Alex Noerdin di Jalan Merdeka

Sumsel Lepas Alex Noerdin di Jalan Merdeka

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 452
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RUMAH di Jalan Merdeka itu tak lagi sekadar alamat. Sejak pagi hingga prosesi pelepasan berlangsung, orang-orang terus berdatangan. Pejabat, aparat, ASN, sahabat lama, hingga warga biasa berdiri dalam suasana hening, kamis (26/2).

Di dalam ruangan, jenazah mantan Gubernur Sumatera Selatan periode 2008–2018, Alex Noerdin, terbaring tenang. Sumsel tidak sekadar menggelar upacara, ia sedang melepas satu bagian dari sejarahnya.

Karangan bunga berjejer di halaman, mengirim pesan singkat penuh empati. Di teras rumah, pelayat berdiri berdesakan. Sebagian duduk bersila di dalam ruangan, menengadahkan tangan. Doa-doa dilafalkan lirih, bergantian, tanpa komando.

Di sudut ruang utama, keluarga duduk paling dekat. Wajah-wajah yang selama ini akrab di panggung publik kini terlihat lebih sunyi. Tidak ada jarak antara jabatan dan perasaan. Di momen seperti itu, semua gelar terasa kecil.

Putra sulung almarhum, Dodi Reza Alex Noerdin, berdiri mewakili keluarga. Ucapannya singkat, tanpa retorika.

“Kami sekeluarga ikhlas dan memohon maaf atas segala khilaf beliau semasa hidup.”

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun di tengah keheningan yang padat, ia terasa berat. Sebab di hadapan mereka bukan hanya seorang mantan gubernur, melainkan seorang ayah yang pergi meninggalkan keluarga.

Dari luar hingga ke dalam rumah, barisan seragam terlihat rapi. ASN mengenakan batik Korpri biru berdiri berdampingan. Aparat TNI dan Polri hadir dengan pakaian dinas lengkap. Tidak ada percakapan keras. Hanya instruksi pelan dan langkah-langkah tertata.

Di halaman, dua petugas membawa bingkai besar berisi foto resmi almarhum dalam pakaian dinas putih lengkap dengan tanda jasa. Senyum dalam bingkai itu tampak tegas. Sebuah kontras dengan wajah-wajah sendu di sekitarnya.

Papan bertuliskan “Sumsel Berduka” berdiri sebagai penanda suasana. Kehilangan itu bukan hanya milik keluarga, tetapi juga milik daerah yang pernah dipimpinnya selama dua periode.

Tak jauh dari jenazah, Gubernur Sumatera Selatan yang kini menjabat, Herman Deru, hadir memimpin upacara pelepasan secara kedinasan. Ia berdiri sebagai inspektur upacara, memberi penghormatan terakhir kepada pendahulunya.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Hari ini kita berkumpul sebagai bentuk penghargaan atas kinerja dan sumbangsih jasa beliau kepada Provinsi Sumatera Selatan,” ujarnya.

Kata-kata itu tidak panjang. Namun cukup untuk menggambarkan  prosesi ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah penghormatan resmi dari pemerintah daerah.

Wakil Gubernur Cik Ujang, unsur Forkopimda, serta para kepala daerah kabupaten/kota turut hadir. Prosesi berjalan tertib. Setelah doa bersama, keluarga menyerahkan jenazah kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk dilepas secara resmi dan diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir.

Di sanalah momen itu terasa utuh satu gubernur memimpin pelepasan, satu gubernur dikenang. Tanpa panggung politik. Tanpa debat. Hanya penghormatan.

Politik yang Sunyi

Selama dua periode kepemimpinan (2008–2018), Alex Noerdin menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Sumatera Selatan. Kini, namanya disebut dalam doa-doa yang terangkat pelan.

Di rumah duka itu, orang-orang yang mungkin berbeda pandangan politik duduk berdampingan. Tidak ada perbedaan barisan. Semua berada dalam satu suasana yang sama.

Sejarah memang tidak selalu ditulis di ruang sidang atau podium besar. Kadang ia hadir di ruang sederhana, di antara kain kafan putih dan doa yang tak putus.

Di Jalan Merdeka, Sumatera Selatan seperti berhenti sejenak. Bukan untuk mengenang jabatan semata, tetapi untuk menghormati perjalanan hidup seorang pemimpin daerahnya.

Manusia datang dan pergi. Jabatan berganti. Namun jejak pengabdian akan tetap dicatat oleh waktu.

Dan di tengah kerumunan yang hening itu, Sumsel melepas Alex Noerdin—dengan doa, dengan rasa hormat, dan dengan kesadaran bahwa setiap kepemimpinan pada akhirnya akan menjadi kenangan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuliah Iftitah FISIP UIN RF, Hadirkan Narasumber Asal Banten 

    Kuliah Iftitah FISIP UIN RF, Hadirkan Narasumber Asal Banten 

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.709
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Raden Fatah (FISIP UIN RF) Palembang menyelenggarakan Kuliah Iftitah dengan tema “Menghindari Dikotomi Narasi Dalam Ruang Publik” di Gedung Academic Center (AC), Selasa (12/09/2023). Dekan FISIP UIN RF, Izomiddin mengatakan kuliah iftitah merupakan salah satu bentuk perkuliahan di FISIP mata kuliah hari ini dialihkan […]

  • Prabowo Ingin Indonesia Tak Lagi Impor Minyak dan LPG, PLTS 100 GWp Dikebut

    Prabowo Ingin Indonesia Tak Lagi Impor Minyak dan LPG, PLTS 100 GWp Dikebut

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Keinginan Indonesia untuk berdiri tanpa bergantung pada pasokan energi dari luar negeri kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah kini menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) selesai dalam tiga tahun. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menuju swasembada energi nasional. Prabowo bahkan berharap capaian itu bisa lebih […]

  • Besok Dodi Reza Ikuti Ujian Naskah Disertasi Tertutup di Unpad

    Besok Dodi Reza Ikuti Ujian Naskah Disertasi Tertutup di Unpad

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.006
    • 0Komentar

    BERDASARKAN Surat Nomor: 14956/U6.G/DL/2019 yang ditandatangani Dekan FISIP Universitas Padjajaran Dr A Widya Setiabudi Sumadinata, Selasa (8/10/2019) Bupati Muba Dodi Reza akan mengikuti sidang tertutup naskah disertasi di Ruang Sidang Program Pascasarjana FISIP Universitas Padjajaran Gedung A Lantai 2. Hal ini pula dibenarkan oleh Kadinkominfo Muba Heryyandi Sinulingga AP didampingi Plt Kabag Humas Muba Yettria SKM […]

  • Ketua TPPKK Sumsel Minta PPD Desa Tanggap Terhadap Peristiwa di Lingkungan

    Ketua TPPKK Sumsel Minta PPD Desa Tanggap Terhadap Peristiwa di Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 978
    • 0Komentar

    USAI kunjungan kerja  di  Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU) pada  kemarin.Rombongan Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia HD (Feby Deru) didampingi Wakil Ketua 1 Hj. Fauziah Mawardi Yahya, meneruskan lawatannya ke Kabupaten OKU Selatan. Kehadiran Hj Febrita Lustia dan rombongan di Bumi Serasan Seandanan itu disambut dengan hangat oleh Ketua TP PKK Kabupaten […]

  • Ekonomi Nasional Mulai Bangkit

    Ekonomi Nasional Mulai Bangkit

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 849
    • 0Komentar

    BADAN Pusat Statistik (BPS) merilis kinerja neraca perdagangan Indonesia. Dari rilis itu, lembaga itu melaporkan kinerja ekspor selama November 2021 mencapai USD22,84 miliar dan impor senilai USD1,33 miliar. Dari hasil laporan itu, lembaga itu berkesimpulan ekonomi nasional sudah mulai pulih, sektor industri mulai terus bergerak menuju perbaikan. Indikator itu menunjukkan arah itu berupa peningkatan nilai […]

  • 714 Suku Sebut Jokowi Modal Kuat RI Raih Kemajuan

    714 Suku Sebut Jokowi Modal Kuat RI Raih Kemajuan

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Presiden RI Joko Widodo [Jokowi] menyebutkan Indonesia tercatat ada sebanyak 714 suku yang dimiliki dengan budaya masing-masing yang berbeda satu sama lainnya. Hal ini menjadi modal yang kuat bagi Indonesia untuk meraih kemajuan. Berkaca pada cerita konflik di Afganistan, kata Jokowi disana menurutnya hanya ada 7 suku namun dua di antaranya berkonflik […]

expand_less
WordPress Archive Samui – Gutenberg WordPress Theme for Blog and Magazine Sanat – Industry Elementor Template Kit Sandbox – Modern & Multipurpose WordPress Theme SanFair – Blog Magazine Elementor Template Kit SanFrancisco – MultiConcept Blog & Magazine WordPress Theme Sanito – Sanitizing and Cleaning WordPress Theme SanJose – Landing Page Santoni – Blog & Magazine Elementor Template Kit Sanubari – Travel & Tour Agency Elementor Template Kit Sanzo | Responsive WooCommerce WordPress Theme