Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » “Mang Mat & Koperasi Canggih dari Kampung, Ketika Mimpi, Drone & Wajan Bertemu di Balai Desa”

“Mang Mat & Koperasi Canggih dari Kampung, Ketika Mimpi, Drone & Wajan Bertemu di Balai Desa”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • visibility 798
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANG Mat bukan lulusan Harvard, bahkan, ijazahnya saja sempat nyelip di balik kompor saat rumahnya di Sekip Bendung Palembang kebanjiran tahun 2010, tapi jangan salah, otaknya encer kayak minyak goreng bekas yang disaring dua kali. Ia dikenal di kampungnya, bagian pinggir, sebagai “insinyur rasa-rasa”. Apa pun yang ada kabelnya, pasti dia otak-atik. Entah itu speaker, kipas angin, bahkan magic com yang sudah pensiun dini.

Suatu malam, setelah menambal kabel TV pak RT dengan solasi bekas, Mang Mat rebahan sambil scroll-scroll situs Kementerian Koperasi, di situlah dia nemu berita soal “Data Desa Presisi” (DDP). Ia baca pelan-pelan, sambil nyruput kopi dan ngemil kerupuk yang udah melempem. Kata berita itu, teknologi canggih berbasis Artificial Intelligence (AI) bakal bantu pendataan desa biar lebih presisi. Drone, pemuda desa, dan server bersatu padu bikin data seakurat bacaan tensi emak-emak pas harga cabai naik.

“Walah, ini mah keren!, kenapa kampung kito dak bikin jugo?” serunya, sambil tepuk jidat kayak habis salah kasih garam ke kopi.

Mang Mat pun dapat ilham, bikin koperasi kampung yang melek teknologi. Namanya? KopTek Mat Mandiri  Koperasi Teknologi Mang Mat Mandiri. Slogannya “Dari Kampung, Untuk Dunia, Lewat WiFi Warung Kopi”.

Besoknya, ia kumpulkan anak-anak muda kampung, bukan cuma yang bisa ngoding, tapi juga yang jago main Mobile Legends. “Kita perlu enumerator, yang ngerti kampung, dan tahan panas,” katanya sok serius.

Ia presentasi dengan papan tulis butut dan spidol sisa pilkada. “Kita rekam rumah warga, potensi UMKM, jumlah janda produktif, sampai pohon jambu yang bisa jadi spot healing. Semua kita drone-in, kita AI-kan. Jangan mau kalah sama DIY!”.

“Kayak Google Map ya, Mat?” tanya Ucok, anak muda yang dulu sempat viral karena jualan tahu bulat pakai lagu EDM.

“Lebih dari itu, Cok!. Ini mah kayak Google Map tapi versi cinta lokal, data ini nanti bisa bantu kita dapet program, pelatihan, bahkan modal buat usaha! Dak cuma ngarep proposal diketik pake font Times New Roman do!”

Semangat Mang Mat meledak-ledak, ia lalu ajak ibu-ibu PKK buat masuk koperasi. “Dak usah mikir ribet, bu, ni bukan koperasi model lama yang iurannya kayak setoran utang,  buat nyambung data ke peluang.

Bayangke bae, usaha kemplang kito pacak masuk e-commerce, dikirim sampe luar negeri, ke Negeri Norwegia, lewat TikTok Shop?, biso, makmano pasti kemplang kito bakal terkenal,” katanya dengan Bahasa Palembang totoknya.

Ibu-ibu manggut. Ada yang langsung tanya, “Mat, kalo kita masuk koperasi, bisa kredit rice cooker gak?”

“Biso nian, bu, tapi nak lebih kerennyo kalo rice cookernya dikontrol lewat HP, cak ini misalnyo, masak nasi jam limo, HP kasih notifikasi, ‘bu, nasi sudem wangi”. tambah Mang Mat.

Mang Mat sadar, pepatah lama masih berlaku”Siapa yang menanam data, dia akan menuai bantuan”. Maka koperasinya bukan cuma tempat nyimpen duit atau nyicil blender, tapi pusat peradaban kampung digital.

Ia juga bikin pelatihan bareng pemuda desa, cara bikin katalog produk pakai AI, bikin video promosi dengan gaya cinematic, sampai cara jawab komentar nyinyir di marketplace dengan santun.

Mang Mat percaya, kalau desa dibangun dengan data presisi, pembangunan bukan cuma janji manis saat kampanye. Ia pernah bilang, “Kita ini udah capek jadi objek survei, sekarang, giliran kita yang bikin peta, bukan peta jalan tol, tapi peta harapan rakyat”.

Cerita Mang Mat memang fiksi, tapi idenya bukan angin-anginan, ia mewakili mimpi banyak orang kampung yang ingin mandiri, ingin cerdas, ingin bangkit, bahwa data bukan hanya soal angka, tapi tentang manusia, kehidupan, dan peluang. Kalau DDP sukses diterapkan dan digabungkan dengan koperasi cerdas, desa tak cuma punya lampu jalan, tapi juga punya masa depan.

Mang Mat mungkin tak kuliah. Tapi dia paham satu hal “Kampung yang punya data, tak akan jadi buih di tengah kebijakan”

Dari pojok Palembang itu, koperasi digital mungkin saja benar-benar lahir, bukan dari seminar, tapi dari wajan dan drone, dari kopi dan cita-cita.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebih Seribu Jiwa Mengungsi Akibat Banjir

    Lebih Seribu Jiwa Mengungsi Akibat Banjir

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.235
    • 0Komentar

    SEDIKITNYA 1.000 jiwa dilaporkan mengungsi akibat banjir melanda enam kecamatan di wilayah Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Banjir dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi yang terjadi akhir pekan lalu. Sempat dilaporkan adanya satu korban jiwa meninggal akibat bencana ini, akan tetapi Kepala Pelaksana Harian BPBD Kutai Timur merevisi informasi tersebut karena korban […]

  • Ruang-ruang Kreasi & Apresiasi Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif, Menparekraf Sandiaga Uno : Buka Peluang Tampilkan 1 Inovasi Anak-Anak Bangsa, Mudah-mudahan bisa Gerakkan Ekonomi

    Ruang-ruang Kreasi & Apresiasi Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif, Menparekraf Sandiaga Uno : Buka Peluang Tampilkan 1 Inovasi Anak-Anak Bangsa, Mudah-mudahan bisa Gerakkan Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.979
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi penyelenggaraan ajang Solo International Performing Arts (SIPA) 2021 yang dijalankan dalam tatanan pilar inovasi dan adaptasi serta kolaborasi sehingga dapat kembali menghadirkan ruang-ruang kreasi dan apresiasi bagi pelaku ekonomi kreatif. Di sisi lain juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi dengan membuka lapangan […]

  • Pajak Bentuk Gotong Royong Rakyat, Wapres Imbau Masyarakat Bayar & Laporkan SPT, Jangan Menunggu Jatuh Tempo

    Pajak Bentuk Gotong Royong Rakyat, Wapres Imbau Masyarakat Bayar & Laporkan SPT, Jangan Menunggu Jatuh Tempo

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.154
    • 0Komentar

    WAKIL Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengimbau, seluruh elemen masyarakat membayar pajak dan melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak. Karena, sudah kewajiban warga negara melakukan dua hal tersebut secara rutin setiap tahunnya. Pajak merupakan bentuk gotong royong rakyat yang hasilnya akan dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat. Untuk itu, seluruh masyarakat wajib pajak diharapkan terus patuh membayar pajak dan […]

  • Diluncurkan Mobile Lab BSL-2 Varian Bus untuk Dukung 3T

    Diluncurkan Mobile Lab BSL-2 Varian Bus untuk Dukung 3T

    • calendar_month Sabtu, 19 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.008
    • 0Komentar

    MOBILE laboratorium Bio Safety Level-2 (mobile lab BSL-2) adalah salah satu hasil inovasi dari Peneliti dan Perekayasa BPPT. Bus yang dirancang sebagai laboratorium berjalan ini ditujukan untuk mendukung pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment) di daerah sehingga prosesnya dapat lebih dipercepat, dipersingkat, dan lebih akurat. Mobile lab BSL-2 varian bus akan dioperasikan di berbagai tempat di […]

  • Untuk Tingkatkan Perekonomian Masyarakat,  Pemerintah Harus Tingkatkan Kapasitas dan Kemampuan Pelaku UMKM, Bahkan 2024 Pelaku UMKM Ditargetkan Harus Mencapai …?

    Untuk Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Pemerintah Harus Tingkatkan Kapasitas dan Kemampuan Pelaku UMKM, Bahkan 2024 Pelaku UMKM Ditargetkan Harus Mencapai …?

    • calendar_month Kamis, 17 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.245
    • 0Komentar

    PEMERINTAH telah menargetkan agar pada tahun 2024 mendatang, jumlah pelaku UMKM yang tergabung ke dalam ekosistem digital dapat meningkat pesat hingga 30 juta pelaku. Dalam Rapat Terbatas mengenai Hilirisasi Ekonomi Digital, Kamis (10/06/2021) lalu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan percepatan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengingat potensi ekonomi digital Indonesia yang amat besar. Menteri […]

  • “Saatnya Palembang Punya Co-Working Biar Anak Muda Gak Cuma Jago Ngedit Caption”

    “Saatnya Palembang Punya Co-Working Biar Anak Muda Gak Cuma Jago Ngedit Caption”

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    ZAMAN sekarang, internet gratis udah kayak angin ada di mana-mana, mau nongkrong di kafe hipster dengan nama kopi yang lebih rumit dari nama bayi zaman now, tinggal beli segelas gula aren, Wi-Fi langsung nyambung. Namun, walaupun internet mudah diakses, tempat berkarya yang benar-benar mendukung kreativitas itu masih langka, terutama di Palembang sebagian besar anak muda […]

expand_less
WordPress Archive Naturel Garden & Landscaping Elementor Template Kit Naturely – Natural Cosmetics & Beauty Template Kit NaturePress – Ecology & Environment WordPress Theme Nautica – Responsive WooCommerce WordPress Theme Navian – Multi-Purpose Responsive WordPress Theme Naxly – Data Science & Analytics WordPress Theme Nayaka – Nail Salon & Beauty Care Elementor Template Kit Nazareth | Church & Religion WordPress Theme Ncmaz – News Magazine Full Site Editing WordPress Block Theme Nearby Places WordPress Plugin