Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Anak Stres, Negara Ikut Mules, Cek Kesehatan Sekolah & Upaya Deteksi Masa Depan Bangsa

Anak Stres, Negara Ikut Mules, Cek Kesehatan Sekolah & Upaya Deteksi Masa Depan Bangsa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 487
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Anak sehat bukan cuma bisa lari kencang, tapi juga kuat menahan tekanan hidup tanpa harus lempar galau ke status WhatsApp”

DI NEGARA yang tiap minggu ganti tren TikTok ini, kita harus jujur anak sekolah makin gampang lelah, gampang stres, tapi susah curhat. Ada yang ngeluh pusing, tapi bukan karena pelajaran, melainkan karena pengisi daya mentalnya udah lowbat sejak bab pertama.

Lalu datanglah satu gerakan nasional, seperti superhero dari Puskesmas, yang namanya Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah), sebuah program dari Kemenkes yang niatnya bukan sekadar ngajak anak baris-berbaris, tapi memeriksa apakah tubuh dan pikirannya masih utuh atau sudah remuk oleh tekanan zaman.

Bayangkan, 53 juta siswa dari SD, SMP, SMA, SMK, madrasah hingga pesantren akan diperiksa. Negara datang bukan buat razia rambut, bukan pula ngecek seragam, tapi ngelihat apakah gigi mereka bolong, matanya minus, hatinya retak, atau pikirannya penuh beban tak terdefinisikan.

Dan ini penting, karena di masa sekarang, anak bisa saja terlihat segar, tapi jiwanya bisa keropos, layaknya tembok dicat putih tapi di baliknya retak semua.

Menurut data Kemenkes, 1 dari 6 anak usia sekolah mengalami kelebihan berat badan, dan 1 dari 6 lainnya menderita anemia. Di sisi lain, kasus gangguan kesehatan mental makin naik, tapi masih banyak yang nggak tahu harus curhat ke siapa, apalagi kalau gurunya juga stres karena belum cair BOS.

Cek ini bukan sekadar tensi dan timbang berat badan, di dalamnya ada pemeriksaan gigi, mata, telinga, tekanan darah, hemoglobin, dan kesehatan jiwa, bahkan anak-anak SMP ke atas akan dites talasemia dan kesehatan reproduksi, bukan buat buka aib, tapi supaya mereka tahu, ini tubuh, ini tanggung jawab.

Modelnya sederhana, tim kesehatan datang ke sekolah, bikin dua ruang satu untuk cek fisik, satu lagi untuk cek mental dan penglihatan. Tesnya bertahap. SD dapet 13 jenis pemeriksaan, SMP 15, SMA 14. Termasuk juga tes kebugaran, semacam push-up ringan, bukan demi nilai rapor, tapi demi tahu jantung anak-anak masih berdetak bukan karena panik soal UNBK.

“Bukan masyarakat yang datang ke Puskesmas, sekarang Puskesmas yang datang ke sekolah,” ujar Hasan Hasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden belum lama ini.

Ini bukan hanya perubahan cara, tapi perubahan sikap negara terhadap generasinya.

Dan hasilnya? Kalau satu anak bermasalah, dirujuk ke fasilitas kesehatan. Tapi kalau satu sekolah bermasalah serempak, barulah negara sadar ini bukan soal individu, ini soal sistem. Bisa jadi kantin terlalu banyak jual makanan tepung, atau jam pelajaran terlalu padat kayak kemacetan Senin pagi.

Negara lain

Beberapa negara juga sebenarnya sudah melakukannya lebih dulu, bro. Contoh  Finlandia, tiap sekolah wajib menyediakan akses konselor psikologi dan dokter gigi sekolah yang berkeliling. Bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari kurikulum: sehat jasmani dan rohani itu prioritas.

Jepang, setiap anak dicek rutin, bahkan jam makan siangnya diatur ada edukasi gizi, bukan sekadar makan asal kenyang. Negara-negara Skandinavia juga menerapkan prinsip “healthy child, resilient future”, kalau mau masa depan kuat, periksa generasi mudamu sekarang, bukan nanti.

Kita memang belum selevel mereka. Tapi langkah ini CKG adalah upaya untuk tidak kalah start.

Yang menarik, gerakan ini bisa jadi semacam rapor masa depan bangsa, kalau banyak siswa alami stres, negara wajib bertanya siapa yang bikin mereka stres? Kurikulum? Lingkungan? Atau orang dewasa yang tak becus jadi contoh?

Sebab jangan-jangan, selama ini kita hanya menuntut anak-anak untuk ranking satu, hafal Pancasila, dan jadi duta digital, tanpa pernah bertanya apakah mereka tidur cukup dan punya teman bicara.

“Bangsa yang kuat bukan dilihat dari jumlah medali emas, tapi dari seberapa besar ia peduli pada anak-anak yang tak terlihat”

Cek kesehatan anak sekolah ini langkah besar. Tapi jangan berhenti di tensi darah dan mata minus. Lanjutkan ke pertanyaan-pertanyaan eksistensial apakah mereka bahagia? Apakah mereka masih percaya masa depan? Kalau jawabannya samar, barangkali bukan anak-anaknya yang harus diintervensi, tapi orang-orang dewasa di sekitar mereka.

Karena pada akhirnya, anak-anak itu cerminan masa depan. Kalau masa depan tampak pucat, boleh jadi karena masa kini terlalu sibuk memoles diri, lupa merawat isi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Pertamina Kasih Efek Jera Oknum Penyalahgunaan Solar Bersubsidi

    Cara Pertamina Kasih Efek Jera Oknum Penyalahgunaan Solar Bersubsidi

    • calendar_month Sabtu, 2 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.906
    • 0Komentar

    PERTAMINA memberikan sanksi kepada SPBU yang terbukti melakukan penyelewengan terhadap produk subsidi Setelah jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil menindak penyalahgunaan Solar Bersubsidi di beberapa daerah di Indonesia. Beberapa penangkapan dilakukan di SPBN (stasiun pengisian BBM khusus Nelayan) Penajam dan SPBU KM 9 Kota Balikpapan, Kalimantan Timur melalui Dir […]

  • “NIA – BMA” Gandeng Sektor Swasta untuk Ubah ARI jadi “Bangkok’s Sandbox – Cognitive Innovation District”

    “NIA – BMA” Gandeng Sektor Swasta untuk Ubah ARI jadi “Bangkok’s Sandbox – Cognitive Innovation District”

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.307
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, BANGKOK, THAILAND – Media OutReach,  Badan Inovasi Nasional (Organisasi Publik) atau NIA telah bekerja sama dengan Administrasi Metropolitan Bangkok (BMA) untuk mengembangkan Distrik Inovasi ARI bersama ARITech, yang mencakup Teknologi AI, Robotika, Immersive, dan IoT , dengan tujuan mendorong pertumbuhan distrik dan mengubahnya menjadi kota kognitif. Empat komponen utama pengembangannya adalah aset ekonomi, aset […]

  • Pusri Raih Dua Gold TJSL & CSR Award 2026, Saat CSR Naik Kelas Jadi Strategi ESG

    Pusri Raih Dua Gold TJSL & CSR Award 2026, Saat CSR Naik Kelas Jadi Strategi ESG

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID  – Tanggung jawab sosial perusahaan kini tidak lagi cukup berbicara tentang kegiatan bantuan atau program sosial, bagi PT Pusri Palembang, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mulai diarahkan menjadi bagian dari strategi bisnis berkelanjutan dan menggabungkan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, serta keberlangsungan perusahaan. Buktinya pendekatan itu mendapat pengakuan nasional, dengan meraih dua penghargaan […]

  • Meski elektabilitas tinggi, diunggulkan hasil survey kandidat calon Walikota Palembang, Ratu Dewa : Saya fokus jalankan amanah dulu saatnya nanti akan bersikap

    Meski elektabilitas tinggi, diunggulkan hasil survey kandidat calon Walikota Palembang, Ratu Dewa : Saya fokus jalankan amanah dulu saatnya nanti akan bersikap

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.266
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Meski elektabilitas tinggi bahkan diunggulkan jadi kandidat calon Walikota Palembang periode 2025-2029 Nopember mendatang, Pj Walikota Palembang pada, H Ratu Dewa menanggapi santai. Ratu Dewa mengaku untuk saat ini masih fokus menjalankan amanah sebagai penjabat Walikota Palembang. “Nanti tahapan-tahapannya, pada saatnya nanti saya harus bersikap. Walaupun sekarang sudah begitu banyak masukan – masukan […]

  • M-Paspor, Akan Permudah Calhaj

    M-Paspor, Akan Permudah Calhaj

    • calendar_month Jumat, 7 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 713
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menyambut baik rencana Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk meluncurkan aplikasi Mobile Paspor (M-Paspor). Hal tersebut dikemukakan Kepala Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Kemenag Nasrullah Jasam saat mengikuti uji coba M-Paspor di Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta Pusat. Ia menilai, aplikasi M-Paspor ini dapat memberikan alternatif kepada […]

  • Serius Bangun Infrastruktur, HD Minta Pasokan Semen Tersedia

    Serius Bangun Infrastruktur, HD Minta Pasokan Semen Tersedia

    • calendar_month Selasa, 30 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.857
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru meminta PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk All Out mendukung pembangunan infrastruktur di Sumsel. Pernyataan itu diungkapnya saat menerima audiensi Direktur PT. Semen Baturaja di ruang tamu gubernur, Selasa (30/10/2018). Sesuai dengan visi dan misi HDMY dalam percepatan pembangunan infrastruktur, dirinya meminta PT Semen Baturaja dapat menopang terutama kebutuhan […]

expand_less
WordPress Archive Custom Product in WooCommerce Order Custom Product Tabs Manager Plugin – Product Tabs Manager Custom Scrollbar — Revamp Scrollbars to Match Your Website’s Aesthetic Custom Start Date for WooCommerce Subscriptions Custom User Registration Fields for WooCommerce Custom Woocommerce Discounts Customer Chat for WhatsApp Customizable headings for Elementor – Headinger Customize Post Categories for WPBakery Page Builder CustomMade – Customized Jewellery & Goldsmith Elementor Template Kit